Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Go Back Couple EPISODE 5 BAGIAN 2

Choi Ban Do membantu Dok Jae jadi relawan ditempat olah raga. Dok-jae menjadi relawan untuk mengurangi hukuman.Dari arah pintu, datang Nam-gil yang akan latihan berenang seperti biasanya.Dia menyerahkan nomor keanggotaannya.Ban-do terlihat kagum dengan Nam-gil.



Penulis Sinopsis: Prabandari
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 5 PART 1
“Bagaimana anak muda itu bisa terlihat sangat maskulin?”Ban-do memperhatikan Nam-gil pergi masuk ke ruang olahraga.
“Apakah kamu tidak tau siapa dia?Dia terkenal sebagai pria terseksi dikampus”Dok-jae menjelaskan betapa mengagumkannya Nam-gil dikampus ini.
Ban-do: Dia P.T.I
Dok-jae tidak mengerti yang dibicarakan Ban-do, dia meminta bantuan Ban-do untuk memasukkan handuk ke ruang ganti. Ban-do meminta untuk mengantarnya ke ruang ganti wanita…
Nam-gil yang diruang ganti, sedang memasukkan barang barang ke lokernya.Dia masih memperhatikan cokelat pemberian Jin-jo. Ada mahasiswa diruang sebelah yang sedang berbicara, ternyata mereka membicarakan Jin-jo.Dan orang itu adalah Hyun-seok



Hyun-seok: Dia jurusan sejarah.Namanya Ma Jin Joo
Temen Hyun-seok: Bagaimana jika Ye Rim tahu?
Hyun Seok: Aku hanya mempermainkan dia sebentar. Dia lumayan cantik tapi dia seperti orang miskin. Dia cocok untuk dipermainkan
Nam-gil mendengar semua itu, ekspresi dia terlihat marah dan memperhatikan siapa yang berbicara seperti itu. Di tempat yang lain, Ban-do mendengarnya juga. Ban-do marah. 


Hyun-seok sudah pemanasan dipinggir kolam, Nam-gil keluar dari ruang ganti, dia melihat ke hyun-seok, dari arah samping keluar Ban-do dengan muka marah dan langsung menendang HJyun-seok dari belakang.


“Apa yang kau lakukan?”Hyun seok yang sudah dikolam renang melihat ke Ban-do..
Ban-do berpura pura dan mengatakan sepertinyad dia salah orang, hyun-seok dipiriknya temennya. Ban-do berbalik masuk ruang ganti lagi. Nam-gil memperhatikan semua hal itu dengan perasaan heran.
Seo-young sedang bersama dua temannya di tempat latihan. Dua temannya meminta maaf karena harus membatalkan nonton film hari. Seo-young tidak mempermasalahkan hal itu, jadi dia mempersilahkan temannya untuk pergi. Se-young melihat CD music hip-hop dan dia berpikir untuk mencobanya sesuai saran ban-do. Menari balet dengan music Hi-hop,dan dia melakukannya. 



Ban-do datang ketempat latihan dan melihat Seo-young menari balet diiringin music Hip-hop.Mereka berjalan keluar


“berhasil bukan?kenapa kamu berkata tidak bisa sebelumnya?”Ban-do bertanya ke Seo-young yang ada disampingnya
Dengan malu seo-young” “Aku hanya bersenang senang saja”
Ban-do menyarankan agar melakukannya demi uang maka itu akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan,karena sulit menemukan sesuatu yang menyenangkan dalam hidup.
“Jadi, lakukan yang kamu inginkan selagi bisa”ujar Ban-do
“Ngomong-ngomomg, apa hal yang kamu inginkan?”Tanya Ban-do


Ditempat yang sudah dijanjikan, Jin-jo dan Nam-gil bertemu.Jin-jo mengembalikan jaket Nam-gil tetapi ditolak
“Kenapa kamu sudah memberikannya kepadaku?Ikut aku” Nam-gil mengajak Jin-jo kesuatu tempat
Jin-jo tidak mau karena menurutnya kaki Nam-gil sudah baik baik saja
Nam-gil:”Aku mau ke rumah sakit”
Akhirnya mereka pergi dengan menggunakan mobil


Dibus,terlihat Ban-do dan seo-young. Seo-young menjelaskan ke Ban-do kalau mengajak Ban-do nonton karena temannya membatalkannya. Ban-do terlihat senang sekali. Bos mengerem mendadak sehingga membuat seo-young terjatuh.Ban-do menaruh tangan seo-young di tangannya agar seo-young berpegangan. Ban-do memuji dirinya sendiri





Sampai dibioskop, ban-do kaget


Ban-do dengan muka melasnya bertanya ke seo-young: Kenapa harus disini? 
Ban-do berguman dalam hatinya jika tempat ini besar, tidak mungkin mereka bertemu (wah, sepertinya ada kenangan di bioskop ini). Mereka masuk ke bioskop dan membeli pop-corn,Ban-do celingak-celinguk mencari seseorang seperti takut ketahuan. Ketika membayar pop-cornnya, ban-do kaget sekali sampai berteriak (ternyata itu ayah Jin-jo),Ban-do meminta ijin ke seo-young ke toilet.


Ditoilet ban-do bersandar ditembok dan bicara sendiri didepan cermin


Ban-do:Kenapa harus disini?Ini gawat.Tidak.Aku tidak salah apa-apa.Aku tidak menyelingkuhinya.Kamu harus percaya diri.Tegakkan badanmu.Semangat
Ban-do menyemangati dirinya sendiri dan keluar dari toilet tetapi diluar toilet, dia tetap saja mengintip sana sini.Dirasa aman dia keluar dari persembunyiannya.Dia binggung kenapa panik seperi ini. Dia mengedarkan pemandangannya keseluruh ruangan mencari seo-young. Seo-you sudah duduk dikursi, tetapi dibelakangnya ternyata ada Jin-jo.Dia menghela nafasnya dan berjalan menuju kursi. Dilihatnya ada cowok yang membawakan pop-corn untuk Jin-jo



Ban-do:” P.T.I?”
Jin-jo yang diduduk dikursi juga gelisah sepertinya dia juga menyadari kenangan bisokop ini.
Jin-jo:”Katamu mau ke rumah sakit?”
Nam-gil:”Aku akan merasa lebih naik setelah menonton film”.Menonton sendiri itu membosankan”
Jin-jo:Benar,bukan?kamu berpura-pura.seharusnya aku tidak disini
Ban-do yang sudah tau ada Jin-jo, dia berjalan kearah seo-young dan duduk disana. Jin-jo kaget melihat Ban-do. Ban-do  memandang Jin-jo dan Jin-jo kaget melihat Ban-do disana. Jin-jo membuat Ban-do cemburu dengan bertanya ke Nam-gil


Jin-jo:”Nam-gil saat kamu bilang menyukaiku, maksudku pada waktu mengajakku kencan, bukankah itu sudah lama sekali ya.
Jin-jo bertanya seperti itu agar Ban-do menyadari, kalau dia cinta pertama seseorang.Ban-do melamun mengingat pembicaraannya dengan Jin-jo dulu. Seo-young membuyarkan lamunan Ban-do
Seo-young:” Kamu pernah menonton film ini?Kata orang, kisah cintanya menyedihkan”
Ban-do:”Tidak mungkin sesedih itu. Ini hanya melodrama. Aku tidak akan menangis”.
Jin-jo yang mendengarnya batuk-batuk karena kenyataannya Ban-do selalu menangis menonton film ini.
1999


2004


2017

Didalam bioskop semua orang menangis menonton film itu. Nam-gil melihat Jin-jo yang tidak menangis.
Nam-gil:”Kamu tidak memnagis?”
Jin-jo menjawab dengan senyuman remehnya, Nam-gil sepertinya berpikir bukannya Jin-jo sering menangis tetapi kenapa nonton film ini tidak menangis.Dia ingat kejadian beberapa kali Jin-jo menangis. Ban-do dibelakang, melihat mereka berdua


Ditempat latihan cheerleader, Bo-reum berkumpul dengan teman-temannya, mereka duduk dengan santai. Bo-reum bertanya ke kelompok laki laki apakah wajar jika cewek mencium duluan dan mengajak kencan?Kelompok laki laki menganggap wajar jika cewek mencium duluan,tetapi untuk mengajak kencan, laki-laki punya harga diri. Jadi biarkan laki laki yang mengajak kencan. Datang jae-woo dan temannya yang ikut gabunga dengan mereka. Mereka membicarakan cinta pertamanya. Saat Jae-woo yang ditanya cinta pertamanya, Jae-woo bilang cinta pertamanya adalah teman TKnya. Hal itu membuat Bo-reum sewot


Bo-reum:”Itu bukan cinta pertama, itu cinta bertepuk sebelah tangan. Cinta pertama itu orang yang kalian pacari pertama kali. Mencintai dan dicintai”. Bo-reum marah marah kemereka.
Ditoilet yang terpisah Bo-reum dan Jae-woo bicara didepan cermin.


Jae-woo:”Kenapa dia menciumku padahal kami tidak pacaran”.
Bo-reum:”Apa susahnya mengajakku kencan?”
Mereka frustasi didepan cerman ditoilet. Ketika Jae-woo keluar dari toilet, Bo-reum juga keluar dari toilet. Mereka bertemu ditangga.
Bo-reum:”Hai Jae-woo,jika kamu melangkah, kita selesai.”
Jae-woo yang akan menaiki anak tangga menghentikan langkahnya dan berbalik mengahadap ke Bo-reum.


Jae-woo:”Apa?Kita memangnya melakukan apa?Kita bahkan tidak berkencan.Itu cinta bertepuk sebelah tangan.Karena kamu sangat bebas,kamu menganggap ciuman sebagai salam tetapi tidak denganku.Kenapa kamu mencium orang padahal kita tidak pacaran?Aku bukan apa apa bagimu, tapi bagiku, kamu adalah cinta pertamaku.
Bo-reum: “Katamu cinta pertamamu waktu TK. Dia yang membuat hatimu bergetar.”
Jae-woo:”Mana mungkin aku ingat. Dahulu aku tidak tau apa apa dan katamu itu hanya cinta sepihak.”
Bo-reum:”Ya, jadi kamu mau menjalani cinta sepihak denganku juga.”?
Jae-woo: “Tidak,kamu cinta pertamaku.Aku ingin kencan denganmu.”
Bo-reum yang mendengarnya tertawa terbahak bahak sampai membuat Jae-woo binggung.


Dibioskop,film sudah selesai. Mereka keluar dari bioskop, Nam-gil bertanya kenapa Jin-jo tidak menangis.


Jin-jo:”Kisah cinta tidak menyedihkan.Banyak hal lain yang bisa ditangisi yang lebih penting.”
Dari arah belakang, ayah Jin-jo datang dan menyapa mereka secara reflex Ban-do memberikan salam.


Ban-do:”Halo, ayah mertua.”
Semau binggung dengan salam Ban-do, Ban-do yang menyadari kesalahannya, langsung lari pergi.
Ayah memperhatikan Jin-jo, Jin-jo yang sadar diawasi ayahnya, langsung memperkenalkan Nam-gil keayahnya. Ayah melihat jaket yang dibawa Jin-jo, Nam-gil yang mengikuti arah pandang ayah, langsung merebut jaket dari tangan Jin-jo.Nam-gil menjelaskan jika dia cedera sehingga meminta tolong Jin-jo membawakannya.
Ayah mengajak Jin-jo pulang  bersamanya, tetapi ditolak oleh Jin-jo. Ayah akhirnya pergi meninggalkan mereka. 
Nam-gil:”Kamu menolaknya karena ingin lebih lama bersamaku?” Nam-gil berkata dengan pedenya.
Jin-jo:”Apa pengobatan dokter Han menyembuhkan kakimu?Mulai sekarang aku anggap kakimu sudah sembuh.”Jin-jo melangkah meniniggalkan Nam-gil.
Nam-gil meminta Jin-jo menemaninya ke kantor polisi karena dia menemukan sesuatu sambil menunjukkan dompet Jin-jo


Ban-do dan seo-young berjalan bersama. Seo-young menanyakan sikap aneh Ban-do tadi, Ban-do hanya tertawa karena dikiranya tadi orang yang dikenalnya. Seo-young melihat sekumpulan orang dan ternyata itu penari Hip-Hop jalanan.Salah satu penari mengajak penonton untuk menari. Ban-do yang tau jika Seo-young tertarik dengan Hip-hop langsung mendorong seo-young ke tengah lingkaran.Dan menarilah seo-young dengan cantiknya. Balet diiringi music Hip-hop. Selesai acaranya menarinya, seo-young menatap Ban-do dengan penuh cinta. Mereka melanjutkan perjalanannya,ditengah jalan, seo-young menggapai tangan Ban-do. Mereka bergandengan tangan sepanjang sisa jalan itu.





Direstoran, Jin-jo masih binggung kenapa Nam-gil bisa menemukan dompetnya karena disana tidak ada kartu identitas.Nam-gil beralasan menemukannya diparkiran.Jin-jo yang merasa berterimakasih, maka hari ini Jin-jo yang mentraktir Nam-gil.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Jin-jo:”Apa yang kamu sukai?”
Nam-gil”:”Kamu’”sepertinya aku menyukaimu.
Jawaban Nam-gil membuat suasana menjadi hening dan Jin-jo hanya menatapnya.
Nam-gil mengantar Jin-jo pulang ke rumahnya, Nam-gil berbalik pulang dan tiba tiba ada tangan yang menyeretnya. Itu tangan ayah Jin-jo.
Sekarang ayah dan Nam-gil sudah ada di kedai minuman. Ayah bertanya banyak hal ke nam-gil sampai sedetail detailnya.Ayah sampai kaget ketika tau ayah Nam-gil direktur universitas hankook.
Ayah:”jadi, kamu sangat menyukai Jin-jo?”
Nam-gil:”Ya sedikit, maksudku aku sangat menyukainya.”
Nam-gil malu malu menjawab pertanyaan ayah.



Hari itu hujan, seo-young dihalte bis. Dari bis turun ban-do yang membawa paying.
Ban-do:”Ayo berbagi, kemarilah.”ban-do mengajak seo-young sepayung berdua.


Ditempat lain, Nam-gil sedang menunggu kucing kecil itu dan melihat Jin-jo yang kesulitan dengan payungnya. Nam-gil menghampirinya dan mengajak sepayung berdua.


Ban-do dan Jin-jo saling berpapasan.Mereka berpandangan dengan arti yang tidak menentu.


Epilog
Ditahun 1999


Sebenarnya yang diajak ayah ke kedai minuman itu Ban-do
Ayah:”Apa rencanamu setelah lulus?”
Ban-do:”Aku akan melakukan apapun utnuk menafkahi Jin-jo”.
Ayah:”Jadi apa yang kamu sukai?”
Ban-do:”Yang aku sukai Jin-jo.Maksudku semua yang Jin-jo sukai aku suka.”
Ayah terlihat marah: “jadi apa sebenarnya cita citamu?”
Ban-do: “Cita citaku adalah hidup bahahia dengan Jin-jo dan anak anak kami.”
Ayah:”Ini hanya tapa awal audisi penyaringan.Jalanmu masih panjang sampai lolos babap final.”
Ban-do:”Baik ayah mertua”.
Ayah:”Apa?Ayah mertua?”