Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Love at the Tip of the Tongue Episode 1



Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: Youku

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Love at the Tip of the Tongue Episode 2

Di sebuah kantor, dua orang wanita membicarakan bahwa akan ada Pimpinan tim baru, yaitu Pimpinan Kyung. Wanita pertama bilang Pimpinan Kyung adalah orang yang pintar, tampan dan masih muda. Sedangkan, yang wanita kedua yang bernama Hong Na Ri bilang kalau rumornya Pimpinan Kyung adalah orang yang kejam.


Seorang pria dengan nomor urut 205, masuk ke ruang wawancara. Dia tampak gugup, namun sangat lancar saat menjawab pertanyaan.


Tiba-tiba seorang pria di kursi pewawancara melanjutkan kalimatnya, dan memberi tahu bahwa jawaban yang disebutkan pria tadi ada di website Gyeonggi di bagian sambutan CEO halaman pertama. Pria itu adalah Kyung Ki Do.
Cerita Na Ri: Pimpinan Kyung memiliki IQ 160. Lewat kecerdasan kata-katanya dia bisa mempengaruhi orang. 


Pimpinan Kyung melanjutkan bicara, “Menghafal saja tidak cukup. Itu tidak kreatif.” Pelamar nomoer 205 merasa malu.


Cerita Na Ri: Prinsip Pimpinan Kyung sangat kuat. Ia bahkan tidak suka jika ada karyawan yang tidak rapi. Dia tidak peduli ada orang yang menyumpahinya. Dia masuk dan lulus dengan peringkat pertama dari universitas terkenal. Di tahun ketiga kuliah, ia mendapat rekomendasi pimpinan universitas dan mulai bekerja di perusahaan. Setelah itu, ia mendapat posisi pertama saat tes promosi.


“Yang lebih brutal lagi, dia merubah namanya agar bisa masuk ke perusahaan ini,” lanjut No Ri.
Mereka lalu berpapasan dengan Pimpinan Kyung.


Kang: Hong Na Ri, kau harus memperhatikan sup apa yang kau makan. Jangan sampai pelanggan mencium bau yang tidak enak dari bajunya.
Pimpinan Kyung lalu pergi.


Hong Na Ri dan temannya mencium aroma baju mereka. Mereka merasa diri mereka tidak bau. Walaupun ditegur seperti itu, mereka mengakui jika Pimpinan Kyung adalah pria yang tampan.


Narasi Na Ri: Dia sangat mencintai Perusahaan Gyeonggi sampai-sampai dia rela mengganti nama yang diberikan orang tuanya. Nama aslinya adalah...


Pimpinan Kyung merapikan posisi papan nama di mejanya, lalu di tersenyum riang. Dia membuka lacinya, dan terdapat banyak camilan di sana.


“Kyung Ki Yook, kenapa kau bilang seluruh pelamar tadi kurang bersemangat?” kata Do Chan yang tiba-tiba datang.
Kang: “Bukankah sudah kubilang untuk tidak memanggil nama asliku saat kita di perusahaan.”
Pria kacamata: “Berapa umurmu? Kenapa kau masih terus makan makanan manis seperti itu?Kebiasaan ini tidak baik untuk kesehatanmu.”


Do Chan memberi kabar bahwa Proyek China akan dimulai, dan harus dicek pada malam hari, “Direktur tidak memberi tahu pada tim lain, bukankah ini berarti dia mempercayakan ini pada kita?
Kang: “Bukan kita, hanya aku saja.”
Do Chan bilang ia siap mendampingi, tapi Pimpinan Kyung menyuruhnya keluar.


Setelah temannya pergi, Pimpinan Kyung mengambil kembali camilannya dan menyalakan TV.


Direktur memanggil Pimpinan Kyung dan juga temannya.
Direktur: “Temanku memiliki resort yang sangat besar di Yantai, China.”
Do Chan: “Apakah kita akan melakukan proyek di sana?”


Direktur: “Bukan. Temanku memiliki putri satu-satunya yang dibesarkan dengan penuh cinta. Aku pernah bertemu dengannya beberapa kali. Dia tidak terlalu pintar, tapi dia cantik. Dia tidak pernah meninggalkan resortnya, jadi dia memaksa ayahnya agar bisa keluar melihat dunia.”
Lalu ponsel Direktur berbunyi, dan menjauh untuk menerimanya.


Pimpinan Kyung tidak mau mengurus anak kaya seperti itu, dia menyerahkannya pada Do Chan.


Direktur kembali, dan meminta Pimpinan Kyung untuk menerima anak temannya sebagai pegawai magang selama satu bulan dan melihat seberapa besar potensinya untuk menjadi tour guide. Direktur juga memberitahu bahwa anak temannya itu manja dan seorang pemilih makanan. 


Pimpinan Kyung gelisah, ia ingin menolak tapi tidak bisa.
Direktur: “Namanya Mimi. Liang Mimi. Dia orang China.”



Pimpinan Kyung gelisah dalam tidurnya. Dia bermimpi sedang berlutut untuk mengajak wanita itu mengecek pantai, namun menolak karena cat kukunya belum kering. Kata-kata direktur terus terngiang-ngiang dalam mimpinya.


“Tidaaak...” teriak Pimpinan Kyung. Dia lalu terbangun  dan pergi ke dapur.



Kulkasnya dipenuhi makanan manis. Saking stresnya, dia memakan banyak camilan sampai samphnya berserakan. Dia bicara sendiri, “Pemagang? Bekerja di Gyeonggi? Liang Mimi atau siapapun itu, aish... Kita lihat saja nanti.”



Keesokan harinya, Pimpinan Kyung mengepak baju-bajunya ke dalam koper, tidak ketinggalan aneka camilan favoritnya. 


Pimpinan Kyung sudah ada di bandara bersama pria berkacamata dan pelamar nomor 205, ternyata dia diterima. Dia membawakan kopi dan memanggil mereka Senior.
Pimpinan Kyung: “Aku bukan seniormu, aku Pimpinan Tim Kang.”
Mereka bingung karena Liang Mimi belum juga datang. Do Chan berusaha meneleponnya. 


Sebuah ponsel berbunyi di dalam toilet, tapi tidak ada yang mengangkatnya.


Pimpinan Kyung: “Anak orang kaya tidak peduli jika orang menunggunya.”


Do Chan lalu melihat seorang wanita yang berjalan terburu-buru sampai menabrak orang lain.


Dia juga menabrak rombongan Pimpinan Kyung, meminta maaf lalu melewati mereka.


Dia akhirnya berhenti di depan pria yang membawa koper, “Maaf, ponselku hilang. Apakah kau Tuan Kyung Ki Do?”



Do Chan memanggilnya, “Nona Liang Mimi, Pimpinan Kyung Ki Do ada di sebelah sini.”


Mimi ketakutan dan langsung berlari mengampirinya, “Maaf, aku dengar kau pimpinan tim, jadi kukira kau lebih tua.”
Pimpinan Kyung: “Liang Mimi, alasanmu terlambat adalah...”


Mimi: “Ponselku hilang. Nomormu kusimpan di mobil, tapi aku lupa parkir mobil ada di lantai berapa.”
Pimpinan Kyung: “Poinmu dikurangi 15. Poin awalmu 100. Jika kau kehilangan seluruh poinmu, maka masa magangmu berakhir.”


Pimpinan Kyung berbisik pada Mimi, “Kau tidak akan bertahan sampai satu bulan, hanya satu minggu.” [crstl]