Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 1 Part 1


Penulis Sinopsis: Desy
All images credit and content copyright: JSTV

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 1 PART 2

“Dunia Lanzhou didiami oleh dua suku bersayap. Seratus tahun yang lalu, kedua suku melanjutkan ekspedisi tanpa akhir. Pertempuran diantara mereka terus-menerus terjadi. Meninggalkan manusia dalam keadaan yang buruk. Akhirnya Yu Huang melakuka perjanjian untuk melakukan genjatan senjata. Kedua suku menyadari jika ingin menjaga kedamaian bumi Lanzhou selama seratus tahun, keseimbangan kekuasaan untuk kedua belah pihak yang terlibat harus sepenuhnya dengan prinsip yang sama”
[100 tahun kemudian]


Di musim salju seorang wanita (Rui Zhu) sedang melahirkan dalam rumah di tengah hutan. Sedangkan suaminya (Ji Shu) berjaga diluar rumah. Tiba-tiba sekelompok pasukan berkuda yang dipimpin oleh seorang putri dari klan manusia (Bai Xue) menyerang.  Ditengah pertempuran mereka Bai Xue menanyakan dengan sedih “Kamu seperti ini, kapan kau memperlakukanku dengan tulus?”


Saat mereka siap untuk bertarung tiba-tiba bunga-bunga salju turun dengan derasnya dan disusuli tangisan bayi. Bayi itu adalah perempuan yang memiliki tanda lahir dibelakang telinganya. Mendengar itu, Bai Xue kembali menyerang hingga melukai lengan Ji Shu. Ketika pasukan akan membunuh Ji Shu, tiba-tiba muncul Rui Zhu yang menembakkan jarum ke para pasukan dengan keadaan lemah sambil menggendong bayinya. 


Ji shu dan Rui Zhu kabur hingga ketepi jurang , melihat mereka terpojokkan Bai Xue memberikan tawaran untuk memberikan bayi mereka dan dia akan mengampuni Ji Shu dan Rui Zhu. 
Tetapi Ji Shu menolaknya. Bai Xue merasa sudah tidak ada harapan untuk bersama dengan Ji Shu, dia memerintahkan pasukannya untuk membunuh Rui Zhu dan mengambil bayi itu untuk dipeliharanya.


Ji Shu menyerang pasukan dengan kekuatannya. Saat Ji Shu sedang berkelahi dengan pasukan, Bai Xue dengan liciknya membunuh Rui Zhu dengan pedangnya. Melihat  itu Ji Shu langsung memanggil istrinya hinggaa membuat dirinya terkena pedang pasukan. 


Melihat pria pujaannya terluka, Bai Xue menjadi lengah dan Rui Zhu berhasil memungkul mundur Bai Xue meski dalam keadaan lemah. Sebelum kematiannya, Rui Zhu berpesan agar Ji Shu menjaga anak mereka. Setelah kematian Rui Zhu,  Ji Shu menggendong anaknya dan melompat ke dalam jurang. Hingga membuat Bai Xue sangat terpukul. Bai Xue memerintahkan pasukannya untuk menemukan Ji Shu dan anaknya.


Ditempat lain


Ternyata Ji Shu dan anaknya selamat. Dalam keadaan lemah Ji Shu menghadap  Xing Gu Xuan (Tertua pengadilan bintang) dia memohon untuk menyelamatkan anaknya dari orang-orang yang ingin melukainya, tetapi  Gu Xuan menolaknya dengan alasan kedua suku. Sudah tidak ada lagi jalan keluar akhirnya Ji Shu meminta gurunya memberikannya cinnabar Syura yang bisa mengubah dirinya sepenuhnya. Xing Gu Xuan terkejut mendengar perkataan ji Shu. Tapi akhirnya Gu Xuan memberikannya. Sebelum memberikannya pada Ji Shu, Xing Gu Xuan memberikan pesan
“setelah  kamu makan cinnabar Shubar ini, penampilanmu akan berubah. Untuk sekarang tidak akan ada lagi manusia penting di bumi!”
[Delapan belas kemudian]


Seorang gadis yang tengah berdiri di sungai yang dangkal. Dia terenyum melihat kupu-kupu (Chishu) yang datang kepadanya. Dia adalah gadis muda dari suku manusia Yi Fuling. Chishu membawa pesan dari tiangjun 
"ling'er, kita telah berpisah selama dua tahun, aku bertanya-tanya apakah kamu telah tumbuh lebih tinggi, pekerjaan sekolah di Akademi Pengadilan Bintang sangat berat. Aku tidak akan bisa merayakan ulang tahunmu bersamamu lagi tahun ini. Pengadilan Bintang terletak di daerah terpenci. Saudara sangat menyesal karena tidak sempat mendapatkan kacang merah yang kamu inginkan. Pertama-tama aku hanya akan memberimu belati hijau untuk adik perempuanku untuk melindungi dirimu sendiri,  Kakakmu tingjun".
fuling kecewa karena tingjun hanya memberikan belati bukan kacang biji kacang 
"apa ini? Pria macam apa yang memberikan wanita belati? Biji kacang adalah barang untuk mengekspresikan kerinduan. Apakah dia mengerti apa yang aku maksud atau tidak? "


Di Akademi Pengadilan bintang,  Pemimpin Pengadilan Bintang (Xing Yinchi) mengumpulkan para pemuda dari klan bersayap dan manusia, mereka akan melakukan upacara untuk melanjutkan perdamaian dan kemakmuran benua Lan. Mereka akan memilih satu wakil dari klan Manusia dan satu dari klan bersayap untuk berduel diatas panggung dan pemenangnya akan menyalakan Lentera Tujuh Bintang. 



Dari klan klan manusia diwakili oleh pangeran Manusia Bai Tingjun, dan dari klan bersayap diwakili oleh kaisar klan bersayap Feng Tianyi.   Saat Tingjun sudah naik ke atas panggung tianyi ternyata belum ada dalam barisan, baru setelah berkali-kali dipanggil Tianyi masuk ke dalam ruangan dan dengan sombongnya  Tianyi langsung protes pada Yinchi dan menolak untuk berduel. 
"lalu feng tiayi, apa gerangan yang ingin kamu lakukan?"
"saya ingin memberikan kehormatan cahaya Lentera Tujuh Bintang kepada Yang Mulia, Pangeran"

mendengar ucapan Tianyi, tingjun langsung curiga jika Tianyi mempunyai niat tersembunyi. Tianyi menyangkal hal itu, dia berkata bahwa yang berhak menyalakan lentera tujuh bintang adalah murid terbaik dari Pengadilan Bintang dan dia adalah Tingjun. Guru setuju dengan Tianyi, dan mempersilahkan Tingjun untuk menyalakan lentera itu. Tiayi tanpa ragu mempersilahkannya.


Tingjun diberikan obor untuk menyalakan lentera tujuh bintang. Sementara itu, Tianyi mengedipkan matanya dan pemuda klan bersayap lainnya langsung saling bertatapan sambil tersenyum. Mereka memang memiliki niat tersembunyi.


Tingjun kemudian mulai menayalakan sebagian lentera dan tetapi saat akan menyalakan lentera selanjutnya dia memegang bagian lentera dan membuat rantai lentera putus dan terjatuh. Semua klan manusia panik tetapi tidak dengan Tianyi, dia hanya tersenyum melihat itu. 


Tianyi mengeluarkan cambuknya dan menangkap lentera sebelum jatuh mengenai lantai, secara bersamaan Tingjun juga menagkap lentera, jadilah mereka saling tarik-menarik lentera dan bertatapan dengan sengitnya.
Salah satu petinggi Pengadilan Bintang menyuruh yang lainnya mengembalikan lentera itu ke ketempatnya semula.


Tianyi menyudutkan Tingjun akibat insiden lentera dan membuat tingjun merasa bersalah dan hanya bisa menahan emosinya. Tianyi bahkan pura-pura merasa bersalah akibat insiden itu.


Xing Yinchi mengetahui sesuatu, dan memperlihatkan kepada mereka siapa pelaku sebenarnya melalui kaca ajaib. Dari cermin itu diperlihatkan bagaimana klan bersayap yang dengan sengaja menggergaji rantai lentera. merasa sudah tertangkap basah pemuda dari klan bersayap, mereka mengakui kesalah mereka dan meminta dihukum, sehingga mereka harus menerima hukuman seperti permintaan mereka.