Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 2 PART 1


Penulis Sinopsis: Desy
All images credit and content copyright: JSTV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 1 PART 2
Dalam Penjara bawah tanah Pengadilan Bintang, Tingjun dan fuling akan berciuman, tetapi Tingjun malah mengerang kesakitan dan telapak tangannya terlihat bekas luka. 
Flashback


Seseorang memberi Tingjun kecil sebuah korosi tulang ekor
”jika kamu memiliki pikiran romantis, kamu akan kesakitan sama seperti penderitan seribu pisau, sepuluh ribu luka, tulang korosi dan nyeri menusuk jantung”


Sambil meringis kesakitan saat memasang korosi tulang ekor ke tubuhnya, Tingjun kecil bersumpah akan menjadi kakak dan melindungi fuling sampai mati, jika tidak dia akan menerima akibatnya.
Flashback and


Tingjun menyuruh Fuling istirahat, dan setelah itu dia pergi. Fuling berusaha memanggilnya  tetapi tingjun pergi begitu saja tampa berbalik, membuat Fuling sedih dan kecewa.


Tingjun kemudian menemui Yanchi, Yanchi memutuskan memberikan hukuman cambuk dari 7 bulu mata, selama 7  hari kepada Fuling. Tingjun memohon agar dia saja yang menanggung hukuman Fuling, tetapi Yanchi menolaknya.


Berusaha membersihkan nama Fuling, Tingjun mendatangi ruang tempat penjaga yang tewas menjaga gerbang kompetisi kemarin. Seseorang kemudian memberikannya jarum yang didapatkan dari kedua mayat penjaga. Tingjun berfikir siapa yang bisa membuat jarum seperti itu di Pengadilan Bintang.

Ditempat lain, Huanzheng sedang berjalan sendiri, tiba-tiba Tingjun muncul dari balik pohon dan langsung menyudutkan Huanzheng ke pohon. Huangzheng ketakutan
“Apa yang kamu inginkan? Aku Yu Huangzheng, adalah mahasiswa terburuk di Pengadilan Bintang. Aku tidak memiliki barang berharga”


Tingjun kemudian membalik badan Huanzheng. Huangzheng melihat Tingjun terkejut, dan langsung ingin mengambil belatinya, tetapi Tingjun menghalanginya dan mengambil jarum milik Huangzheng. Tingjun menyuruh Hiangzheng menjelaskan kenapa jarum Huangzheng sama dengan jarum yang ditemukan di mayat penjaga. Dan menyuruh Huangzheng bertemu Yinchi untuk mengatakan yang sebenarnya dan membersihkan nama Fuling.


Di hadapan Yinchi, Huangzheng mengatakan memang Fuling tidak bersalah, dia yang telah melakukannya karena telah ditipu Tingjun. Fuling terkejut tidak pecaya, sedangkan Tingjun sangat marah karena Huangzheng membalikkan fakta.


Fuling tidak tega kepada Huangzheng, karena dia tahu Huangzheng pasti sudah dipaksa Tianyi untuk berbohong. Karena tidak ingin orang lain terluka karenanya, fuling berbohong kalau dia hanya pernah bertemu dengan Huangzheng sekali secara kebetulan, dan karena Huanzheng baik hati jadi dia mengaku terlibat.  Fuling bahkan mengaku bahwa dia mencuri cincin dari penerbangan langit milik Huangzheng dan menerobos daerah terlarang, Fuling bahkan mengatakan jika dia bersedia menanggung akibatnya.

Tingjun mencoba menahan Yinchi, tetapi Yinchi sudah memutuskan akan menghubung Fuling besok. Setelah Yinchi dan guru pergi, Huangzheng bangkit dan menanyakan kenapa Fuling mereka hanya bertemu sekali. Fuling menjawab
“Karena kita tidak bisa menangkap pelaku sesungguhnya, Feng Tianyi, mengapa saya membiarkan orang lain menderita?”


Tingjun marah kepada fuling karena hukuman yang diberikan sangat berat, dan Fuling bisa mati. Tetapi tekat Fuling sudah bulat, dia akan menaggungnya sendiri.


Esok harinya, Fuling berdiri di tengah lapangan dengan kedua tangannya diikat. Dia akan dihukum dihadapan para siswa Pengadilan bintang. Tingjun kemudian datang dan mengatakan kalau Fuling  memasuki daerah terlarang karena idenya dan dia ingin dihukum sebagai gantinya.


Beberapa saat kemudian, Pemimpin dan Tianyi datang. Pemimpin mencibir Tingjun yang mencoba membela penjahat. Sedangkan Tianyi sempat tersenyum mengejek Fuling. Tianyi bahkan menawarkan diri mencambuk Fuling jika Tingjun tidak bisa melakukannya,  dan langsung melepaskan cambukannya kearah Tingjun. Melihat Tingjun terluka karenanya, Fuling menyuruh Tingjun untuk tidak ikut campur lagi.


Saat akan bersiap untuk mencambuk Fuling, murid dari klan manusia menahan Tianyi dan menanyakan apakah dia ingin merusak kesepakatan kedua klan dan mereka bahkan membocorkan pertemuan romantis Tianyi dengan Fuling. Tetapi, Tianyi mengelak dan menuduh Fulinglah yang memciumnya tanpa alasan. Mendengar itu, Tingjun marah tidak percaya.

Menghindari percekcokan mereka, salah seorang guru (aku masih belum tahu namanya) menyuruh mereka diam dan keluar dari daerah hukuman bagi yang tidak berhubungan,  dan juga menyuruh Tianyi memulai hukuman. Segera murid dari klan bersayap menahan Tingjun yang merontah tak terima.

Yinchi berkata kepada Tingjun jika dia akan memperbaiki kebiasan buruk Tingjun yan menjadi semberono hanya karena seorang gadis.


Tianyi mulai mencambuk Fuling. Cambukan pertama membuat Fuling kesakitan dan badannya berdarah, ketika akan mencambuk untuk kedua kalinya Huangzheng menahannya dan memohon untuk tidak mencambuknya lagi. Tetapi Tianyi menolak bahkan menendang Huangzheng untuk minggir.

Tingjun melepaskan diri dan berlari menghadap para guru Pengadilan Bintang untuk memohon tetapi Tianyi sudah mencambuk Fuling lagi untuk ketiga kalinya. 

Putus asa, Tingjun mengancam para guru Pengadilan Bintang jika tidak melepaskan Fuling maka Seluruh klan manusia akan melawannya. Sontak Tianyi berhenti mencambuk Fuling dan berbalik menghadap Tingjun dengan tatapan meremehkan. Yinchi sangat marah, dia menyuruhnya berlutu hingga Tingjun terpaksa berlutut. 

“Bai Tingjun biasanya kamu adalah orang yang rasional, tetapi hari ini kamu berani untuk mengucapkan kata-kata hasutan?!”

Yinchi mengingatkan Tingjun jika Pengadilan Bintang adalah kepercayaan yang dipegang oleh klan manusia dan klan bersayap, dan kalau Tingjun berani melawan Pengadilan Bintang maka itu berarti melawan seluruh benua Lan. Yinchi kemudian bertanya apa Tingjun sudah mengetahui apa kesalahannya sekarng. Tingjun akhirnya sadar dengan ucapannya dan mengakui kalau dia salah.
Tianyi mulai memukuli Fuling lagi, sementar Huangzheng hanya bisa menggeleng pasrah dan Tingjun hanya bisa meremas kerikil menahan amarahnya melihat Fuling dicambuk.


Setelah selesai mencambuk Fuling, Tianyi memberi hormat dan melapor bahwa cambukan dari 7 bulu mata telah selesai diberikan.

Tingjun benar-benar marah sambil membelakangi Tianyi,
“Membuat langkah dengan menggunakan perempuan, jenis pahlawan apa  kamu?!”
“ Jika kamu memiliki waktu untuk menggongong marah disini, bagaimana kalau berbalik dan berlutut di depanku mungkin aku akan melakukan tujuh cambukan lebih ringan besok”


Setelah itu, Tianyi pergi tetapi sebelum pergi, Tianyi masih sempat melirik Fuling yang berada dalam keadaan lemah dan punggung yang penuh darah akibat cambukan. 

Saat murid dari klan bersayap akan membawa Fuling ke sel, mereka berbisik bahwa tuan mereka memiliki lidah yang tajam, tetapi hatinya lembut, penderitaan Fuling lebih ringan daripada derita tujuh cambukan Tingjun sebelumnya.


Belum menyerah, malam harinya Tingjun merencanakan pembobolan penjara tempat Fuling ditahan bersama murid dari klan manusia, awalnya para murid menolak tetapi karena merasa klan bersayap telah merendahkan mereka akhirnya murid dari klan manusia bersedia membantunya.


Sementara itu, ketika Fuling sadar, dia ternyata sudah dikurung dalam kotak kaca yang tergantung dalam sebuah ruangan yang dijaga oleh pengawal dari klan bersayap.

Bertekat mengeluarkan Fuling, Huangzheng kemudian datang dengan membawa makanan untuk Fuling. Ketika pengawal menolak mengizinkan Huangzheng, Huangzheng langsung menembakkan jarum-jarum kepada mereka hingga membuat pengawal itu pingsan.


Huangzheng kemudian berlari mencari ruangan tempat Fuling ditahan. Sampai di ujung jalan, Huangzheng menemukan sebuah kotak dan memutarnya. Itu adalah semacam kunci untuk membuka pintu ruangan tempat Fuling ditahan. Tetapi, begitu pintu terbuka tiba-tiba patung-patung yang menghiasi tembok ruangan menembakinya dengan senjata. Dia mencoba menghindar hingga masuk ke dalam ruangan.


Ditempat lain Tianyi menemui seseorang berjubah, seseorang berjubah melaporkan jika Tingjun telah membuat rencana untuk masuk ke penjara malam ini. 


Dalam ruangan itu, Huangzheng masih mencari celah untuk menemukan fuling. Saat dia melihat kedalam ruangan yang lain, dia melihat Fuling tidur membelakanginya dalam kotak kaca. Huangzheng kemudian berlari mendatangi kotak kaca itu, dan membangunkan Fuling dan berjanji akan mengeluarkannya.

Saat mencari celah untuk melepaskan Fuling, Huangzheng tidak sengaja menginjak bagian lantai yang salah, sehingga palu besar menghantamnya dan membuat dia terlempar menjauh.

Huangzheng kesakitan, tetapi tiba-tiba dia merasa lantai mulai bergerak dan dia terkurung dalam ruangan yang gelap.


Tak beberapa lama kemudian, Tingjun dan pasukan bertopengnya datang, tetapi dia hanya menemukan kedua penjaga yang telah pingsan. Hingga membuat mereka bingung apa yang sebenarnya sudah terjadi. 

Untuk mengecek keadaan, Tingjun masuk kedalam ruangan tempat Fuling ditahan  dan dia langsung berlari ke arah Fuling yang terkurung dalam kotak.

Tingjun mencoba untuk memecahkan kaca itu tetapi bisa, dan dia malah diserang oleh cakram-cakram dan palu raksasa. Ketika mencoba menghindar dari palu raksasa, tiba-tiba cakram kembali mengarah kepadanya, untung saja dinding tempat Huangzheng terkurung terbuka sehingga dia bisa menembakkan jarum kearah cakram itu.