Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 2 PART 2


Penulis Sinopsis: Desy
All images credit and content copyright: JSTV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 2 PART 1
Dalam ruangan tempat Fuling ditahan, Tingjun meyuruh Huanzheng membuka kurungan Fuling. Saat mereka sedang berusaha membuka kotak kaca, Tianyi datang dan  dengan sombongnya dia menegur Huangzheng dan Tingjun yang terlalu berani membebaskan Fuling. Sontak Tingjun marah tetapi Tianyi tetap tenang
“Jika kamu memiliki waktu untuk berdebat denganku, bagaiman kalau habiskan waktu untuk peduli dengan gadis bau itu”


Tianyi dan Tingjun sudah siap berkelahi, tetapi Huangzheng menghentikan mereka karena kotak kaca tersebut tidak bisa terbuka dan hanya menyisakan Fuling yang sudah sangat lemah karena kotak itu bergelantungan kesana kemari dari tadi.
Huangzheng kemudian mendatangi Tianyi dengan takut-takut, tetapi Tianyi lengsung menegurnya
“kamu cukup berani”

Sesaat kemudian Tianyi mendengar pintu ruangan sudah tertutup dan dia memutuskan keluar dari  ruangan. Sementara Huangzheng terlebih dahulu mengajak Tingjun keluar bahkan dia terpaksa menarik Tingjun keluar karena dia tidak mau berpisah dengan Fuling.


Pintu-pintu ruangan sudah mulai tertutup. Tianyi berjalan dengan santai ketika keluar ruangan sementar Tingjun dan Hungzheng harus berlari keluar, bahkan Hungzheng hampir terjepit,  kalau saja Tingjun dan Tianyi tidak cepat menariknya keluar.


Saat mereka berlari keluar, ternyata para guru Pengadilan Bintang sudah menunggu mereka di pintu masuk.
“kamu memang cukup baik. Tidak mematuhi perintah gurumu. Membobol tempat terlarang. Pahlawan yang mencoba menyelamatkan perdamaian”
Tianyi mencoba membela diri, dia memohon untuk guru tidak salah paham, kerena dia hanya kebetulan bertemu dengan mereka yang melanggar aturan untuk menyelamatkan tahanan.
Tetapi Yinchi selaku guru tidak menerima alasan Tianyi dan menyuruh mereka bertiga dihukum berlutut sepanjang malam dalam sebuah ruangan.

Di  ruangan itu, mereka diikat. Tungjun bertanya mengatakan kepada huangzheng bahwa dia melihat Hungzheng cukup memiliki pengetahuan dan bertanya bagaimana seharusnya mereka membuka penjara Fuling.
“sepertinya kita perlu guru”
“guru?”

Huangzheng menjawab, mereka memerlukan tertua pengadilan bintang Jishu, yang merupakan orang jenius dari 20 tahun lalu. Tianyi yang baru mendengar nama itu bingung karena dia belum pernah mendengar nama itu di pengadilan bintang meskipun dia telah berada disana bertahun-tahun.
Huangzheng menjelaskan bahwa Jishu diasingkan dari sana karena seorang wanita biasa dan sejak saat itu Jishu menghilang dari muka benua Lan. Dan setelah itu, bahkan gadget terkenal dicap sebagai barang terlarang oleh Pengadilan Bintang. Bahkan Hunazheng harus mengeluarkan banyak usaha sebelum akhirnya bisa mencuri dua buku dari orang Jianghu.


Mereka ternyata dihukum bertiga, Tianyi yang dari tadi diam menegur Huangzheng yang sepertinya sedang dalam suasana hati yang bagus karena sedari tadi bersemangat dan berbicara tanpa henti saat menjalani hukuman.
Tianyi yang bosan, mencoba menggerak-gerakkan badannya tetapi bukan terlepas malah tali yang mengikat mereka seemakin erat. Sampai  Huangzheng harus menegurnya.
Tianyi menggrutu kenapa dia harus ikut dihukum padahal Tingjun dan Huangzheng-lah yang mencoba masuk ke penjara. Tianyi kemudian menyuruh Tugjun untuk memutar kepalanya dan melihat apa yang tertulis di lukisan dinding kedua dari kanan.
Saat akan melihat lukisan di dinding mereka tidak bergerak bersamaan hingga tali semakin erat mengikat mereka.
Huangzheng menegur mereka
“hei!hei! jika kalian ingin pindah, jangan bergerak sendirian. Kita bertiga harus bergerak bersama-sama dalam hitungan ke tiga”
Tianyi terpaksa mematuhinya dengan malas. Saat hitungan ketiga mereka berdiri dan mulai berputar membaca peraturan di dinding.


Tiangjung membaca aturan no. 58 pengadilan bintang yang inti dari tulisan itu adalah jika siswa biasa ingin memasuki pengadilan bintang untuk belajar, ia harus masuk ke daerah pengunungan batu lumut untuk berlatih. Mereka yang keluar dengan aman akan mendapat pengecualian dan diterima. Setelah itu dia bertanya kepada Tianyi apa maksudnya. Tianyi menjelaskan jika Fuling ingin selamat dia harus mengikuti pelatihan itu. Tetapi Tingjun pesimis jika Fuling dapat keluar dari sana karena daerah itu adalah tempat berbahaya yang dijaga oleh Api Inti Mesin Armor dan selama seratus tahun belum ada yang mampu meninggalkan tempat itu. Dengan santainya,Tianyi berfikir ini merupakan harapan Fuling yang menawarkan peluang tipis bagi Fuling untuk bertahan hidup dari pada dia harus menerima 49 cambukan.


Keesokan harinya, Fuling bersiap untuk dihukum lagi. Tingjun kemudian datang dan langsung merasa bersalah. Sambil melirik Tianyi, Fuling mengatakan Tingjun tidak bersalah dan yang bersalah adalah Tianyi yang jahat.


Tianyi yang tidak terima disalahkan mengatakan dia tidak akan menahannya. Tetapi dia akan menugaskan Huangheng menghukum Fuling karena tangannya sedang sakit.
Huanzheng terkejut dan ingin menolak, tetapi karena aturan wajib klub elit terpaksalah dengan berat hati Huangzheng menerima cambuk dari Tianyi.

Tingjun mencoba menahan huangzheng tetapi karena Tianyi melihatnya, huangzheng mencoba mengangkat cambuk. Sementara itu Tingjun membatin 
“jika Fuling menerima 49 cambukan dia akan mati dengan tragis. Aku harus memikirkan cara untuk menyelamatkannya”


Tetapi pada akhirnya Huanzheng menjatuhkan cambuknya dan berkata dia tidak bisa melakukannya.


Di tempat lain Tingjun menyuruh Luolin kembali ke kota Shung dan memberikannya giok harimau tanpa ekor untuk memanggil 700 tentara pribadi Tingjun. Tingjun berencana menyerang Pengadilan Bintang untuk melepaskan Fuling meski dia kehilangan seratus tahun tujuan Pengadilan Bintang dan tahta kerajaannya.

Luolin berlutut, dan mencoba meyakinkan Tingjun tetapi tekat Tingjun sudah bulat, dia akan tetap melakukannya.

Luolin menemui Tianyi dan memberikan giok itu kepadanya. Luolin ternyata penghianat klan manusia yang berjubah kemarin. Karena kerja Luolin baik, Tianyi memberikannya sebuah hadiah emas bahkan dia menawarkan untuk masuk ke klan bersayap.


Setelah itu, Tianyi pergi ke ruangan tahanan Fuling. Dia memperhatikan Fuling yang sedang berbaring lemah. Begitu Fuling tersadar, dia menyuruh Fuling membaca surat yang dia tempelkan di kaca tempat Fuling ditahan. Tianyi memberi tahu Fuling, jika Tingjun berencana akan membawa pasukannya melawan Pengadilan Bintang. Tetapi Fuling tidak mempercayai omongan Tianyi. Untuk meyakinkan Fuling, Tianyi memperlihatkan giok harimau tanpa ekor milik Tingjun. Fuling mengenali giok itu.
Flashback


Fuling kecil sedang memegang giok harimau yang masih utuh sambil memanggil Tingjun kecil untuk menagkapnya. Tingjun menyuruhnya untuk tidak berlari, tetapi tiba-tiba Fuling tersandung dan giok itupun terjatuh menghantam batu dan ekor harimau patah.


Bukannya marah Tingjun  malah menghawatirkan keadaan Fuling. Seorang pengawal memungut giok tersebut dan memarahi Fuling. Mendengar Fuling dimarahi, Tinjung membentaknya balik dan menyuruhnya diam kemudian meminta giok tersebut dari tangan pengawal.
Flashback end
Tianyi menjelaskan jika Tingjun benar-benar memberontak, maka hukumanya adalah pemenggalan. Fuling tidak percaya. Tianyi menawarkannya sebuah cara lain untuk membantunya jika tidak ingin Tingjun dipenggal.


Ditempat lain, seorang murid menemui Tingjun dan memberi tahu jika Fuling telah bebas. Dia dan Tianyi sedang pergi bersama-sama menemui Pemimpin Agung. Mendengar nama Tianyi, Tingjun merasa itu tidak akan baik.


Fuling sudah menemui Pemimpin Agung aka Yinchi, saat Tingjun menemuinya dan mengatakan dia sudah memikirkan cara agar bisa menyelamatkannya. Tianyi yang juga berada disana bertanya rencana apa yang dimiliki Tingjun, dia juga mengancam akan memberi tahu rencana Tingjun kepada Pemimpin Pengadilan. Tingjun tidak peduli, dia memberi hormat pada Yanchi dan mengajak Fuling pergi. Tetapi Fuling menolaknya

“Aku tidak bisa pergi. Aku sudah membuat janji kepada Pemimpin Agung. Tiga hari dari sekarang, aku akan pergi ke daerah gunung lumut untuk menerima pelatihan. Dan Pemimpin pengadilan telah setuju untuk itu”
“kamu akan mati”
“aku tidak takut”
Fuling mencoba meyakinkan Tingjun jika dia ingin menggunakan kekuatannya sendiri dan dia akan bergabung dengan Pengadilan Bintang untuk menjadi rekannya. 


Malam harinya, Tianyi mengajak Huanzheng pergi kesebuah tempat. Dia ternyata menunjukkan roda siklus bintang. Dia memberi tahu bahwa besok guru Pengadilan Bintang akan membukanya dan membiarkan Fuling memasuki duni. Orang lain tidak bisa masuk. Tianyi ingin menyuruh Huanzheng memecahkan roda itu dan membiarkan Fuling melarikan diri. Refleks Huanzheng setuju tetapi kemudian dia ragu bisa melakukannya. Tianyi yakin Huanzheng  bisa melakukannya, karena dia sudah melihat bakatnya dalam memecahkan teka-teki sebelumnya. Huanzheng merasa tersanjung, tetapi Tianyi malah mematahkannya, dia mengatakan Huanzheng perlu berhati-hati jika ingin tinggal di klub elit. Berbicara sedikit dan bertindak lebih. Sehingga dia hanya diperbolehkan untuk berhasil.


Esok harinya, semua orang berkumpul di gerbang.  Fuling menyuruh Tingjun tidak usah khawatir karena dia sudah memiliki senjata dari Huanzheng. Dan dia baru sadar jika Huanzheng tidak ada, saat sedang mencari Huanzheng, Tianyi datang dan mengatakan jika dia juga akan memberikan hadiah dan langsung menyudutkan dan mencium Fuling. Melihat itu, Tingjun marah dan menjauhkan Tianyi dari Fuling.


Sambil mengelap bibirnya, tianyi berkata pada Fuling kalau ini adalah terakhir kalinya mereka bertemu. Tapi anehnya Fuling hanya diam tidak bereaksi. 
Yinchi membuka Pintu gerbang dan menyuruh Fuling untuk masuk sekarang. Sebelum pergi Fuling berpaling kepada Tingjun dan meyuruhnya menunggu dia kembali. Barus etelah itu dia masuk ke dalam goa.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang Episode drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Di atas tebing, ternyata Huanzheng sudah bersiap akan melakukan sesuatu ketika para guru telah pergi. Sementara di dalam gua, Fuling masih sempat mengutuk Tianyi 
Flashback


Saat menyudutkan Fuling ke dinding, ternyata Tianyi tidak menciumnya tetapi menyuapkan rumput langit dari mulutnya.

“sebelumnya, metodenya menelan salah. Kali ini pasti akan bekerja”
Flashback end 
Fuling tersadar dari lamunannya ketika dia sudah berada di tempat bunga bintang dewa amulet. Dia mencoba mengambilnya dan itu membuat Mesin Armor terbangun. Fuling berlari besembunyi dibalik batu tetapi dia ditembaki dan itu terdengar hingga keluar gua, membuat Tingjun khawatir.


Di dalam gua, Fuling menyerang Mesin Armor menggunakan Senjata yang diberikan Huanzheng sambil menunggu rumput langit bekerja. Merasa rumput langit mulai bekerja bekerja, Fuling mulai menyerang Mesin Armor.