Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 4 PART 1


Penulis Sinopsis: Desy
All images credit and content copyright: JSTV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Novoland - The Castle in the Sky Episode 3 PART 2
Di istana klan manusia, Bai Xue bingung kenapa generasi bunga bintang dewa amulet terbangun begitu awal padahal jika menghitung waktu, putri Ji Shu masih 18 tahun. Shaman menyarakan Bai Xue untuk segera berangkat ke pengadilan bintang karena dia merasakan generasi bunga bintang dewa amulet yang baru ada di sana dan untuk menemukannya dari sekian banyak orang bukanlah hal yang mudah.


Di pengadilan bintang, Fuling masih membuat ramuan di ruang rahasia ketika Yeyan memergokinya. Dia memberitahu Fuling jika Fuling menggangu ruang rahasia, itu bisa membuat Fuling dikeluarkan dari pengadilan bintang. Tetapi Fuling tidak peduli lagi, karena baginya menyelamatkan adalah yang terpenting sekarang.


Yeyan bertanya bukannya Tingjun sudah bangun setelah minum obat dari Tianyi. Fuling menjawab obat itu hanya bisa mempertahankan hidup Tingjun selama tiga hari dan hanya teknik memperluas jiwa dari pengadilan bintang yanag benar-benar dapat menyelamatkan Tingjun.

“jika Pengadilan bintang dapat menyelamatkannya, bagaimana bisa tiga master tidak dapat membantu?”

“karena teknik memperluas jiwa adalah teknik terlarang. Ini membutuhkan darah orang hidup untuk mengaktifkannya. Aku adalah kandidat terbaik”

“tapi ini akan merugikan dirimu sendiri”

“aku tidak punya waktu untuk perduli tentang hal itu. Saudara Tingjun terluka karena aku. Pertukaran hidupku untuknya adalah apa yang aku harus lakukan”


Yeyan mencoba mencegah Fuling dan menawarkan dirinya untuk melakukanya tetapi Fuling menolaknya karena dia akan melakukannya sendiri dan Fuling juga berpesan agar Yeyan pura-pura tidak melihatnya.


Selesai membuat ramuan, dia mengunjungi kediaman Tingjun. Dia memakan ramuan yang telah dibuatnya

“Tingjun, aku benar-benar berharap pada waktu itu, kamu memberikanku penyakit cinta Buncis Merah dan bukan belati yang dingin ini. Sayangnya, aku sudah tidak bisa menunggu selamanya lagi”


Fuling kemudian melukai telapak tangannya dengan belati dari Tingjun dan meminumkan darahnya ke Tingjun. 


Tidak beberapa lama kemudian Tingjun sadar dan membangunkan Fuling yang tertidur lemah. Fuling senang akhirnya Tingjun terjaga. Saat membantu Tingjun duduk, Tingjun melihat tangan Fuling terperban, dia khawatir dengan tangan Fuling. Fuling menutupi tangannya dan mengatakan kalau itu hanya luka kecil.


Saat Yeyan datang, tiba-tiba Fuling mimisan. Khawatir, Tingjun bertanya apa Fuling sedang tidak enak badan. Yeyan yang melihat itu ingin memberi tahu Tinjun. Tetapi Fuling memotong pembicaraannya dan berbohong kalau dia terlalu lelah beberapa hari terakhir. Fuling memberi kode Yeyan untuk menutup mulut dan mengatakan pada Tingjun untuk tidak khawatir.


Waktunya makan, Huanzheng diantarkan makanan oleh seorang pengawal. Ketika memasukkan makanan, Huanzheng menangkap tangan pengawal dan memohon untuk mengantarkannya menemui Tuan rumah. Dia ingin berterima kasih karena selama di pondok itu, dia selalu diberi makan dan minum serta hadiah yang banyak. Pengawal itu menyanggupinya, dan membukakan pintu gua yang menghubungkan tempat itu ke kediaman tuan rumah.


Sampai di kediaman tuan rumah, dia telah ditunggu oleh Tianyi dan langsung menyindirnya. Huanzheng yang masih marah dengan Tianyi berbalik ingin pergi

“ini adalah sikapmu terhadap kedemawananku?”

“dermawan?, apakah kamu tidak cukup denganku? Kamu menggunakan status klub elit untuk memikatku dan membiarkan aku membuat Kakak Yi dihukum oleh guru dan membiarkannya dipukul seseorang. Kemudian, kamu juga membuat aku menyebabkan Pengadilan bintang berada dalam kekacauan. Sekarang aku sudah diusir, tidakkah kamu puas?”


Tianyi meledek Huanzeng. Tianyi menawarkan untuk mengikutinya lagi

“meskipun aku, Yu Huanzheng, mungkin memiliki status rendah dan sepenuh hati menggunakan kemampuanku sendiri untuk menaklukkan langit untuk ibuku, aku sudah melihat melalui kamu. Bahkan jika saya harus selamanya ditempatkan dibawah manusia dan harus berjuang sampai mati, aku tidak akan pernah menjadi anjing piaraanmu lagi!”

“baiklah, kamu memiliki tulang belakang tapi sayang sekali kamu tidak memiliki banyak otak. Mengapa kamu tidak berfikir tentang hal itu? Pengadilan bintang tidak ahli dalam teknik puzzle gigi. Di sana, tidak memperhatikan penemuanmu. Jika kamu terus tinggal di pengadilan bintang, masa depan apa yang kamu miliki? Beritahu aku bagaimana kamu akan berhasil. Sekarang, karena kamu telah meningalkan pengadilan bintang, aku sudah menyiapkan Angin courtyard untukmu. Tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah kamu menyukai tempat itu?”


Melihat Huanzheng masih ragu, Tianyi menayakannya sekali lagi apakah Huanzheng benar-benar ingin kembali ketempat itu dan selain Fuling, apakah ada ada orang yang pernah memperlakukannya dengan tulus. Huanzheng tetap tidak akan menerima tawarann Tianyi. Usaha terakhir, Tianyi kemudian memperlihatkan buku lubang samudra dan langit milik Ji Shu. Huanzheng tertarik dengan buku itu.

“ini... tidakkah ini telah hancur berabad-abad yang lalu? Bagaiman bisa ini ditanganmu?”

“apakah ada sesuatu di selatan kota Yudu yang saya, Feng Tianyi, tidak bisa dapatkan?”


Sambil memperhatikan buku Ji Shu, Huanzheng bertanya apa yang ini Tianyi suruh lakukan lagi. Tetapi Tianyi hanya menyuruhnya kembali ke angin courtyard dan melakukan hal-hal yang diinginkan Huanzheng sampai dia menjadi seorang penemu yang melebihi Ji Shu.

Sebelum masuk ke kediamannya, Tianyi mengatakan dia hanya akan memberikan satu hari satu halaman baru dari buku lubang samudra. 


Siang itu ayahnya Fuling Ji Shu (aku belum tau nama samarannya :D) datang berkunjung ke pengadilan bintang bertepatan dengan Bai Xue yang juga datang mengunjungi Tingjun yang sedang terluka. Sebelum masuk ke pengadilan bintang, Bai Xue merasa ada yang sedang memperhatikannya dan  sempat melihat ayahnya Fuling yang sedang memperhatikannya dari atas bukit. Bai Xue membatin kenapa orang itu terlihat begitu akrab.


Di pengadilan bintang, ketika Tinjung sedang berjalan-jalan didamping Anhuan, dia  dan Tianyi berpapasan. Mereka berbasa-basi dan saling sindir. Ketika Tianyi berlalu pergi Anhuan yang kesal mengatai Tianyi seperti iblis.


Beberapa hari kemudian, Huanzheng tidak mendapatkan kiriman halaman ketiga, sehingga dia berinisiatif untuk memintanya ke Tianyi. Sementara itu Tianyi sedang mencoba sayap rakitannya. Sebelum terbang dia berdoa terlebih dahulu. Dia akhirnya terbang dengan mulus.


Huanzheng berada di kediaman Tianyi, karena tidak ada orang, dia masuk ke kamar tianyi dan mengomentari bahan yang digunakan sebagai sayap yang berada diatas meja

“meskipun sudah dibuat sangat tipis, tapi pilihan bahannya masih tidak cukup baik, jika saat terbang angin terlalu kencang dan hembusannya sudah tidak cukup hangat, itu akan menjadi berbahaya ”


Dan benar saja ketika Tianyi diterpa angin kencang, alat kendali sayap buatanya putus dan dia terjun bebas dari langit.


Pengawal yang melihatnya panik, dia memanggil-manggil Tianyi. Tianyi kemudian datang dari semak-semak sambil melemparkan sayap buatannya ke tanah dan membersihkan pakaiannya dari daun-daun. Melihat Tianyi, pengawal khawatir dengan keadaan Tianyi

“apa? Aku baik-baik saja?! Bukannya aku selalu baik-baik saja ?!”

“tuan, terbang pada kita sendiri ketika belum mencapai 20 tahun atau lebih sangat dilarang dalam hukum klan bersayap kita. Jika seseorang menemukan ini, meskipun anda kaisar dari klan bersayap, anda masih bisa dihukum”

“terbang telah menjadi impian setiap klan bersayap sejak kami masih kecil. Apakah kamu tidak ingin mengalami itu nantinya?”
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh.. Biar kami tetap semangat untuk mlenjutkannya, Dan berikan juga komentar kalian di episode ini apa yang menarik dan apa yg bikin penasaran... Gomawo.. 😁

Pengawal menjawab jika dia juga ingin tetapi sekarang mereka masih belum tumbuh sayap dan untuk saat ini terlalu berbahaya untuk terbang dan juga mereka belum genap 20 tahun. Pengawal menyuruh Tianyi untuk tidak terlalu terburu-buru. Marah, Tianyi memperingatkan pengawalnya untuk tidak mengaturnya.

1 komentar:

lanjut mba sinopsis nya ��