Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 1 PART 4


Id mengecilkan volume musik, lalu kembali ke tempat duduknya. Padlom tidak bisa berkata apa-apa.



Gent memberanikan diri untuk melewati pembatas juga.


Gent memutar tombol volume ke arah sebaliknya,“Kau bisa  menaikkan volumenya. Tidak masalah. Musiknya enak kok.”


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 1 PART 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 2 PART 1

Padlom lalu benar-benar mematikan musiknya. Ia menghampiri Liftoil, dan mengomelinya karena tidak membantu saat Id mengganggunya.


Liftoil sedang konsentrasi menulis dan juga mendengarkan musik, jadi dia tidak tahu apa yang tadi terjadi.


Padlom penasaran apa yang Liftoil tulis, dan untuk siapa gambar hati itu. Tapi Liftoil bersikeras tidak mau memberi tahu.


Saat pulang sekolah, Id mamanggil Padlom. “Kau pulang dengan siapa? Ojek nomor 11?”
Padlom: “Tidak. Aku pulang sendiri.”
Id: “Mau pulang bersamaku?”

Padlom: “Kau bawa mobil?”
Id: “Tidak. Naik bus.”


Padlom melihat Pok dan seorang perempuan di lapangan basket.
Padlom: “Apa itu pacarnya Pok?”
Id: “Ya.”


Ia lalu menengok ke kanan, “Apa itu pacarnya Play?” Id menjawab, “Mungkin, aku tidak yakin. Paly punya banyak pacar.”



Perempuan yang diduga pacar Play, kesal karena merasa dipermainkan. Ia lalu menyiram Play.


Dan di lapangan basket, Pok sepertinya akan mengatakan sesuatu kepada pacarnya. Tapi ia ragu.


Sementara itu, Padlom dan Id sudah sampai di halte bus.


Id mengembalikan kaset Padlom yang pernah dia pinjam dulu. Padlom saja hampir melupakannya. “Mainkan kaset ini, ada lagu favoritku di dalamnya. Kali ini aku tidak akan meneriakimu,” kata Id.


Saat Id dan Padlom masih mengobrol, motor Play lewat. Mereka heran melihat seragam Play yang berubah warna menjadi pink.


Padlom sampai rumah bersamaan dengan ibunya pulang dari bekerja.


Ibu lalu menyapa Id. Ibu bilang Id tampak lebih gemuk, Padlom jadi tersenyum. Ibu bilang terlalu gemuk itu tidak baik, lalu ibu memberikan makanan sehat kepada Id.


Id mengucapkan terima kasih dan melanjutkan berjalan menuju rumahnya.


Ibu menggoda Padlom, “Ada apa ini? Sudah lama kau tidak pulang bersama Id.”
Padlom: “Apa maksud Ibu? Ini hanya Id.”


Ibu: “Lalu, apakah seseorang di klub?”
Padlom: “Tidak ada siapapun di klubku. Hanya ada Liftoil.”
Ibu: “Jadi apa dia Liftoil?”
Padlom: “Ibu sudah gila. Liftoil itu saudaraku. Kemungkinannya lebih kecil daripada Id.”


Ibu: “Tidakkah kau suka pada seseorang?”
Padlom: “Tidak ada.”
Ibu: “Tidak adakah yang suka padamu?”



Lalu, Padlom mengingat ketika ada yang meletakkan kartu ucapan di lokernya. Di sana tertulis ‘Aku suka padamu, Padlom. Dari beruang tersenyum’





Ia lalu memperhatikan para laki-laki di ruang klub.



Ia memutuskan untuk melipat kartu itu, lalu membuangnya ke tempat sampah.


Liftoil mengambil kertas itu dari tempat sampah, “Kenapa kau membuang ini?”

Secret Scene:
Id tampak mencari sesuatu di kamarnya. Lalu ia menemukan kaset dan mendengarkannya. Kaset itu adalah milik Padlom yang kemudian di kembalikan.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁



Liftoil membuka internet sambil menulis kartu ucapan, yang coba dia sembunyikan dari Padlom.