Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 2 PART 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 1 PART 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 2 PART 2

Liftoil mengambil kembali kertas yang dibuang Padlom. Padlom ingin mengambil kembali kertasnya. Mereka berebut sampai semua orang melihat ke arah mereka.


Liftoil lalu membacanya dalam hati, lalu berkata, “Padlom, kau harusnya menghargai orang yang sudah memberikan ini padamu.”


Neo lalu menghampiri mereka dan membaca isi kartunya dengan keras, “Aku suka padamu Padlom, dari Beruang Tersenyum.”


Neo lalu merebut kartunya.


Liftoil mengambilnya kembali dan bertanya pada semua orang, “Siapa ini Beruang Tersenyum?”

Semua orang diam saja.


Liftoil mengulangi pertanyaannya, dan Padlom masih berusaha merebut kembali kertasnya.


Id: “Apa itu Beruang Tersenyum? Wow.. seseorang mengirimkanmu surat cinta.”


Karena malu, Padlom pergi meninggalkan ruang klub.


Ia bahkan tidak mempedulikan Spoil yang menyapanya.


Spoil bertanya siapa yang membuat Padlom marah. Neo lalu menunjuk Lifloit yang masih memegang kertas itu.


Setelah melihat kertas itu, Spoil langsung menyusul Padlom.


Spoil: “Surat itu dariku. Jangan marah”
Padlom: “Kenapa kau melakukannya?”
Spoil: “Karena aku ingin ada yang mendekatiku. Kau tidak suka satupun di antara mereka, jadi aku hanya ingin mereka berpikir bahwa ada seseorang sudah mendekatimu. Grace juga terlalu cantik dan tidak bisa berada di antara laki-laki. Jadi hanya ada aku yang menjadi pilihan mereka.”


Padlom kecewa karena Spoil mempermalukannya hanya untuk kepentingannya sendiri.


Spoil: “Aku hanya bercanda. Ada apa denganmu? Kenapa kau sangat marah padaku? Aku sudah bertanya apakah kau suka salah satu dari mereka, dan kau bilang tidak. Kau juga bilang tidak ingin menjalin hubungan cinta.


Padlom: “Memang tidak!”
Spoil: “Kalau tidak, kau tidak akan marah seperti ini padaku.”


Spoil marah dan meninggalkan Padlom.


Tangis Padlom semakin tidak tertahankan.


Alan lalu keluar dari ruang klub dan duduk di samping Padlom. “Menangislah, tidak perlu malu. Air mata terdiri dari air, garam, protein, dan hormon.”


Alan lalu memberikan sapu tangannya, lalu Padlom menyeka air matanya.


“Sekarang kau baik-baik saja,” kata Alan. Dan Padlom tersenyum.


Malam harinya di rumah, Padlom mendengarkan kembali catatan hariannya.
Suara rekaman Padlom: “Tanggal 27 Juli. Jay mengajarkanku bagaimana rasanya patah hati untuk pertama kalinya.”
Flashback..


Saat mereka masih kelas 10, Jay meminta maaf karena tidak mengirim SMS pada Padlom dikarenakan dia ketiduran. Lalu dia bersandar di bahu Padlom.


Padlom: “Jay, apa kau suka padaku?”
Jay: “Hey, kita kan teman. Apa aku mematahkan hatimu?”
Padlom: “Apa? Aku hanya bertanya apa kau suka padaku. Aku tidak suka padamu, kita hanya berteman.”


Tanggal 15 Mei, saat itu Padlom kelas 11. Ia bertanya pada Kor apakah mereka sekarang bisa menjadi pasangan. Tapi Kor berkata, “Padlom, apa aku seperti memberi harapan padamu?”


Tanggal 13 November, Padlom kembali bertanya hal serupa pada teman laki-lakinya. Tapi dia menjawab, “Aku gay.”


Tanggal 14 Februari, Kelas 12. 
Padlom: “Gun, kau mengantarku pulang setiap hari, apa kau suka padaku?”
Gun: “Aku tidak menganggapmu seperti itu.”
Padlom lalu mengatakan, bahwa Gun tidak perlu mengantarnya lagi, ia akan pulang sendiri.


Suara rekaman Padlom: “Bagiku, itu sangat menyakitkan, jauh lebih sakit daripada terbakar. Sejak itu aku tidak mau merasakannya lagi.”

Narasi Padlom: “Tanggal 2 September. Cara termudah adalah meminimalisir kemungkinan jatuh cinta pada seseorang.”


Padlom tidak mau duduk bersebelahan dengan laki-laki, tidak mau bersama laki-laki dalam satu lift walaupun laki-laki itu lebih muda daripadanya,  


Spoil berusaha menasehati Padlom agar mencoba berteman, karena tidak semua laki-laki akan menggodanya.
Spoil: “Apa kau tidak bosan hanya melihatku saja?”
Padlom: “Tidak. Aku akan menempel padamu, hanya padamu saja. Aku baik-baik saja.”


Narasi Padlom: “Begitulah tahun pertama kuliahku, hanya ada aku dan Spoil.”


Kembali ke masa kini, Padlom mengirimkan foto jari kelingkingnya pada Spoil untuk mengajaknya baikan. Dan Spoil juga membalas dengan mengirimkan foto jarinya. Padlom merasa lega.


Tujuh hari kemudian, Padlom menemukan sebuah boneka beruang di dalam lokernya dengan sebuah kartu ucapan yang bertuliskan, ‘Untuk Padlom, dari Beruang Tersenyum’.


Padlom menunjukkannya pada Spoil, karena mengira Spoil yang maletakkannya di sana. Tapi Spoil mengelak.


Spoil: “Ini bukan dariku, aku bersumpah. Jika bohong, aku tidak akan mempunyai suami di kehidupan ini.”


Spoil menambahkan, “Ada 7 laki-laki. Satu di antara mereka pasti tertarik padamu.”
Padlom: “Seseorang sedang mempermainkanku.”
Spoil: “Bukan, tapi seseorang tertarik padamu. Hey Padlom.. ini boneka beruangmu..”


Padlom berjalan lebih dulu, “Untukmu saja.”
Spoil: “Orang yang pertama kali kau temui saat keluar dari lift adalah penggemarmu!”
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Padlom memikirkan apa yang dikatakan Spoil tadi. Ia menjadi was-was.


Pintu lift terbuka.

PS: Ternyata kehidupan cinta Padlom menyedihkan, dan pengirim kartu itu ternyata Spoil, lalu siapa ya yang mengirim boneka beruang itu..?

1 komentar:

Lanjutkan min
Semangat 👏👏👏