Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 2 PART 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 2 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 2 PART 3

Ketujuh laki-laki ada di depan lift! Mereka menyapa, “Hey, Padlom.”


Semuanya masuk ke dalam lift. 


Di lift, Gent bertanya mengapa Padlom diam saja. Pok malah menawarkan untuk menggendong Padlom jika ia merasa sakit.


Neo kemudian mengajak mereka berfoto bersama.


Lifloit lalu mengingatkan bahwa mereka belum menekan tombol liftnya. “Tunggu, aku mau keluar,” kata Padlom.


Padlom masuk ke toilet dan merekam suara untuk diarinya. “Akankah masa lalu terulang?” Ia mengingat empat orang yang pernah mencampakkannya dulu.


“Jika boneka beruang itu bukan dari Spoil, lalu dari siapa?” lanjutnya.


Padlom membuka lokernya dan Spoil ternyata sudah meletakkan kembali bonekanya di sana. 


Padlom lalu meletakkan tas dan buku-bukunya ke dalam loker. Tiba-tiba ada suara musik yang terdengar, “Aku hanya ingin menjadi pria yang menjagamu.” Ia panik.


Ia membayangkan para pria disanalah yang menyanyikan lagu itu untuknya.


Id mengira itu adalah suara dering ponsel, “Hey, jawab teleponmu!”
Padlom lalu berpura-pura menjawabnya, “Halo, Bu..”


Padlom lalu buru-buru keluar sambil membawa bonekanya. Ia menekan perut bonekanya, dan terdengar lagi lagu yang sama.


Spoil datang lalu menggodanya. “Coba tekan lagi. Siapa tahu kita akan mendengar suara penggemarmu,” kata Spoil. Spoil mengajak Padlom untuk menyelidiki siapa yang mengirimkan boneka beruang itu, agar mereka tahu apakah orang itu benar-benar menyukai Padlom atau hanya iseng saja. “Tapi dengan lagu ini, tidak mungkin hanya iseng saja,” lanjut Spoil.


Mereka lalu kembali ke ruang klub, dan menyalakan lagu yang sama di tape sambil memperhatikan orang-orang yang ada di sana. Tidak ada yang mencurigakan, hanya Id saja yang menyuruhnya mengecilkan volumenya.


Mereka lalu pergi ke tempat petugas keamanan untuk melihat rekaman CCTV. Mereka melihat seseorang berbaju putih datang dan tidak kelihatan lagi.


Tapi ternyata CCTV-nya tertutup oleh cicak, sehingga belum jelas siapa yang datang.


Spoil: “Kita punya petunjuk. Bahunya!”
Padlom: “Bukan liftoil, kami masih saudara.”
Spoil: “Enam lagi.”


Padlom: “Lima. Pok sudah punya pacar”
Spoil: “Oke.”


Padlom: “Bukan Play. Dia berkencan dengan banyak gadis.”


Padlom: “Id juga bukan. Dia sudah kesal padaku sejak kami kecil.”


Spoil: “Oke, kita punya tiga. Gent, Alan, dan Neo.”


Padlom: “Tidak mungkin Neo. Dia tidak mungkin tahu lagu itu. Alan juga sepertinya bukan tipe orang yang melakukan itu, dia hanya menghabiskan waktunya untuk membaca Wikipedia. Gent juga sepertinya bukan.”
Padlom bilang tidak mau memikirkannya lagi.


Malam harinya di rumah, Padlom mendengar kembali lagu di bonekanya dan merekam diarinya.


“Ketahuan! Kau bicara sendiri lagi. Apakah kau tidak punya teman bicara? Ayo bicaralah denganku,” kata Ibu yang tiba-tiba datang.


Padlom: “Aku sedang merekam diariku”
Ibu: “Aku tahu. Aku hanya bercanda. Aku sudah menjadi ibumu selama 20 tahun, tentu saja aku tahu.”


Keesokan harinya, Padlom akan mengambil kunci ruang klub lalu Liftoil datang sambil bernyanyi, “Padlom apa ini lagu tahun 90-an?” Padlom membenarkannya.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Saat masuk ke ruang klub, Padlom memperhatikan bahu semua orang.


Tanpa sengaja ia menabrak bahu Pok.


Liftoil menyanyi lagi, “Padlom, apa ini lagu tahun 90-an?”


“Tahun 2000!” kata Padlom sambil berjalan meninggalkan ruang klub.