Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 3 PART 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 3 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 3 PART 2

Neo ingin membantu membersihkan sepatu Padlom, tapi Padlom bilang tidak perlu. Padlom marah dan mendorong Id karena ia telah memaksa masuk ke area klubnya, mematikan musiknya, bahkan mengotori sepatunya dengan kopi. Padlom lalu meninggalkan ruang klub.


Lifloit lalu mendekati Padlom dan mencoba menghiburnya. Mereka kemudian mednengarkan lagu Tata Young, salah satu penyanyi Thailand.


Padlom akan pergi, tapi sudah ada Play di depannya. Play bilang, Padlom lebih bagus kalau memakai sepatu warna hitam daripada warna putih. Lalu Play pun pergi.


Saat pulang sekolah walaupun rumahnya searah, Id dan Padlom berjalan saling berjauhan.


Malamnya, Padlom video call dengan Spoil. Padlom bilang bahwa walaupun Neo tahu Peter Corp Dyrendal siapa, yang lagunya ada di boneka beruang, itu tidak menjamin jika dia orangnya. Spoil lalu mengajak Padlom untuk melempar panah lagi, “Aku menyimpan beberapa anak panah di sebelah radiomu.”


Padlom: “Aku rasa tidak perlu. Aku hanya menerima boneka beruang, tidak ada yang lain lagi.”
Spoil: “Tapi Padlom, aku masih penasaran.”


Padlom bersiap untuk tidur, tapi ia terbayang masa-masa patah hatinya dulu.


Keesokan harinya di Kelas Psikologi, Dosen menyuruh mahasiswanya untuk melirik ke kiri, dan mengatakan bahwa, “Mereka yang bicara sambil melirikkan matanya ke kiri, kemungkinan besar sedang berbohong.”


“Tanda-tanda kebohongan lainnya adalah ada perubahan pola pernapasan, apakah mereka bernapas secara teratur? Apakah mereka terus saja berdiri? Atau apakah mereka menggoyangkan kakinya saat berbicara?” lanjutnya. Dosen juga mengatakan agar mereka menegerjakan tugasnya dengan baik, dan dia akan memberikan nilai A.


Padlom ingin ikut bersama Spoil ketika mengerjakan tugas tentang Kesehatan Mental, tapo Spoil menolak, “Karena aku terus bersamamu, tidak ada pria yang mendekatiku. Mereka berpikir kita berkencan.” Spoil lalu meninggalkannya.


Padlom membuka lokernya, dan menemukan ada sebuah kotak sepatu dan kartu ucapan dari Smiling Bear.


Padlom menutup lagi lokernya, dan memanggil Spoil, lalu menunjukkan kotak sepatu itu.


Saat jeda kuliah, mereka mampir ke restoran Jepang. Mereka makan sambil menganalisis siapa pengirim sepatu itu.
Spoil: “Id, ia mengotori sepatumu dan merasa bersalah dan membelikanmu gantinya.”
Padlom: “Ia tidak mungkin membelikanku sepatu semahal ini.”


Spoil: “Pok. Dia suka olahraga. Dia ingin kau sehat seperti dirinya.”
Padlom: “Tapi aku tidak suka olahraga.”


Spoil: “Gent. Sepatu itu mahal. Hanya orang kaya yang bisa membeli sepatu seperti ini.”
Padlom: “Siapapun bisa membeli sepatu.”


Spoil: “Neo. Aku melihatnya langsung berlari ingin membersihkan sepatumu.”
Padlom: “Dia pasti sangat kaget dan tidak tahu harus melakukan apalagi.”


Spoil: “Play. Katanya kau lebih bagus mengenakan sepatu warna hitam.”
Padlom: “Ia selalu bicara manis pada setiap orang.”
Spoil: “Padaku tidak pernah.”


Spoil: “Alan. Dia pasti belajar sesuatu tentang siswa perempuan berumur 19-20 tahun terlihat bagus jika mengenakan sepatu hitam.”
Padlom: “Penelitian macam apa itu?”


Padlom: “Aku yakin satu juta persen kalau Liftoil tidak terlibat. Apa yang harus aku lakukan sekarang?” Mereka lalu melanjutkan makannya.


Neo mendekati Id yang sedang melukis dan mengajaknya untuk meminta maaf pada Padlom. Id tidak mau karena merasa itu bukan salahnya.
Neo: “Kalau tidak mematikan musiknya, ia tidak akan mendorongmu, dan sepatunya juga tidak akan kotor.”


Karena Id tetap tidak mau, Neo mendatangi Padlom sendirian, dan meminta maaf karena ia yang menyalakan musiknya. Neo melihat Padlom sudah memakai sepatu baru.


Padlom bertanya kepada para tersangka, kecuali Id, apakah sepatu barunya bagus. Ia memperhatikan jawaban mereka sambil memperhatikan mata mereka, seperti yang diajarkan di kelas Psikologi.

Tapi keenam orang itu melirik ke kiri.

Spoil lalu menduga sepatu itu dari Id.


Malamnya, Padlom menemui Id di rumahnya.


Padlom: “Apa kau membelikanku sepatu ini?”
Id menjawab dengan bertele-tele, ‘Kau bilang tidak perlu menggantinya. Apa orang sepertiku akan melakukannya? Apa menurutmu aku yang membelinya?’


Padlom yang kesal karena tidak juga mendapat jawaban pasti, ia lalu meninggalkan rumah Id.. 


Padlom menelepon Spoil, bahwa ia sangat menyesal, seharusnya ia tidak menemui Id. Id mendengarnya, dan ia hanya tertawa.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁

Lalu ada pesan masuk di ponselnya. ‘Selamat malam. Jagalah sepatu barumu. Dari Beruang yang sedang mabuk cinta.”