Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 3 PART 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 3 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 3 PART 4

Lagi-lagi Padlom kembali paranoid tentang respon Neo jika ia menanyakan tentang Lovescik Bear. Dalam imajinasinya, Neo mengatakan bahwa ia menganggap Padlom adalah adiknya apalagi tinggi Padlom hanya sebahunya. Neo bahkan menyuruh Padlom pulang dan minum susu.


Lamunan Padlom buyar saat Neo mengajaknya merekam video untuk diposting ke instagramnya, dan karena follower Neo banyak, dia juga sekalian endorse, pasta gigi tablet. Belum selesai, Padlom sudah meninggalkan Neo.


Padlom lalu menelepon Spoil melaporkan bahwa Neo hanya ingin mengajaknya untuk mereview produk yang akan di-endorsenya. Dia juga memperingatkan Spoil agar jangan menge-share-nya, karena ia terlihat berantakan. 


Padlom: “Sudah dulu, Gent ada di sini.”
Spoil: “Hey tunggu Padlom, katanya kau tidak suka merka. Tapi kau langsung membuangku saat bertemu mereka.”


Mobil Gent menghampiri Padlom, dan mengajaknya pulang bersama karena akan hujan.


Walau sempat menolak, ia akhirnya mau naik. Dalam perjalanan, Gent bercerita bahwa dia sangat suka kucing dan bertanya apa yang Padlom suka.
Padlom: “Aku tidak suka apa-apa.”


Gent mengerutkan dahinya, “Apa kau gadis yang malas?”
Padlom: “Sepertinya begitu.”
Gent: “Kalau begitu, kau seperti kucing. Kucing juga malas. Apa lagi yang kau suka?”
Padlom: “Mendengarkan musik.”
Gent lalu menyalakan musik, dan mengajak Padlom makan malam bersama.


Mereka duduk di sebuah restoran mewah, dan Padlom sedang membaca menunya.
Gent: “Aku yang traktir.”
Padlom: “Kau yakin?”
Gent: “Ya. Pesanlah.”


Padlom memesan makanan yang tertulis paling atas di daftar menu, ternyata ia tidak bisa membacanya, karena itu adalah Restoran Prancis. Tapi Gent memesan dalam Bahasa Prancis dengan sangat baik.


Padlom: “Apa kau makan di sini setiap hari?”
Gent: “Haha tidak bisa, aku bisa kehabisan uang jika melakukan ini setiap hari. Sekali-sekali sudah cukup.”


Gent lalu berdiri dan memasangkan serbet di pangkuan Padlom.


Gent menjelaskan makanan apa saja yang terhidang di meja mereka. Gent lalu bertanya dengan siapa biasanya Padlom makan. Dan jawabannya tentu adalah Spoil.


Gent bertanya apa Padlom suka padanya, karena pemain biola sedang lewat, Padlom jadi tidak mendengar dengan jelas. Lalu Gent mengulangi pertanyaannya.
Gent: “Maksudku, ap kau suka makan di sini? Aku pikir kau akan suka, makanya aku membawamu ke sini.”
Padlom: “Aku suka, tapi aku tidak tahu cara memesan makanannya.”


Padlom: “Aku merasa bersalah makan di sini, lain kali jangan ajak aku ke sini lagi.”
Gent: “Tidak apa-apa, aku juga mengajak yang lainnya makan di sini.”
Padlom tampak kecewa.


Ternyata yang diajak makan di restoran itu adalah Alan dan Liftoil. Liftoil berusaha memesan, “Tag-lia-telle-a-vec-pou.” Gent lalu membantunya memesan. Sedangkan Alan memesan dengan aplikasi suara bahasa di ponselnya. Liftoil bertanya apakah Alan tidak bisa Bahasa Prancis. Dia menjawab, “Aku sedang belajar. Sekarang aku sudah bisa 5 bahasa, Bahasa Inggris, Italia, Jerman, Mandarin, dan Jepang.” Alan juga bilang agar Gent mengajaknya ke sana lagi bulan beikutnya, dan saat itu ia pasti sudah bisa Bahasa Prancis.


Gent melanjutkan ceritanya, Pok juga pernah bilang tidak punya uang jadi Gent membawanya ke restoran itu. “Id juga pernah ke sini. Bahkan gadis yang kau panggil Ghost juga pernah ke sini.”


Hujan sangat deras saat Padlom sampai di rumahnya. Gent memaksanya membawa payungnya, padlom terpaksa menerimanya. Tapi ia terlalu malas membukanya, karena rumah sudah di depan mata.


Penilaian Padlom terhadap Gent masih sama dengan nilai Id dan Pok.