Advertisement
Advertisement
Sinopsis Special Laws of Romance Episode 1

Awalnya dimulai dengan perkenalan Jeong Ui Chan diperankan oleh Kim Min Kyu

Seo Ji Hye diperankan oleh Park Cho Rong

Kang Se Woong diperankan oleh Han Sang Hyuk.

Lee dong Hoon diperankan oleh sebagai Ryu Jin.

(Hukum dari Kesempatan: Selalu Lemah Lembut)



Penulis Sinopsis: Chriselda
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Special Laws of Romance Episode 2

Jeong Ui Chan sedang berjalang menuju kantornya lalu ada seorang gadis berambut panjang yang bernama Seo Ji Hye berjalan didepannya. Ji Hye lupa membawa ponselnya, ketika hendak berbalik tanpa sengaja mereka berdua bertabrakan. Karena malu dia pun meminta maaf kepada Ui Chan, Ui Chan tak menanggapinya dia langsung berjalan, tanpa dia sadari Ji Hye menghentikannya dan mengatakan “aduh, berhenti itu sakit” rambut Ji Hye terikat pada bajunya Ui Chan. Ji Hye kemudian menyuruh Ui Chan untuk melepaskan rambutnya lalu Ui Chan berkata “kenapa harus saya?” Ji Hye menjawab “kalau bukan kamu siapa lagi?,saya sedang sibuk di sini. Ui Chan seperti tak mau melakukannya dia pun mengatakan “saya juga sedang sibuk disini”.


Mereka berduapun berpindah tempat di halte bus, Ji Hye sedang duduk dan Ui Chan berusaha untuk melepaskan rambut Ji Hye dari bajunya. Karena terlalu lama Ji Hye pun bertanya “berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan untuk melepaskannya?. Ui Chan menjawab aku tidak tahu, apakah aku sedang melepaskannya atau membuat ini jadi lebih buruk. Dengan nada sedikit marah Ji Hye berkata apa susahnya melakukan hal itu? Kamu akan membuat semua rambutku tercabut. Tiba-tiba rambut Ji Hye pun terlepas.

Ui Chan ingin menyampaikan sesuatu tapi setelah melihat wajah Ji Hye yang begitu cantik dan bersinar, dia seakan-akan melupakan apa yang akan dikatakannya.


Akhirnya Ui Chan hanya mengatakan “Apakah kamu baik-baik saja?” dengan suara yang begitu lembut. Ji Hye “aku baik-baik saja, tapi pakaianmu? Ui Chan melihat noda lipstick tersemat pada pakaiannya. Begitupun dengan Ji Hye kaget karena make upnya juga pasti terhapus. Mereka berdua pun berpisah karena sama-sama kaget dengan kondisi masing-masing.


Ui Chan sudah berada di loker kantornya, tiba-tiba seorang wanita menggunakan jubah datang dia bertanya apa kamu baru pulang dari klub? Ui Chan menyangkal, berusaha untuk menjelaskan apa yang terjadi karena wanita itu melihat noda lipstick pada pakaiannya. Wanita itu pun berkata “ jangan sembarangan memeluk gadis hanya karena kamu tidak memiliki seorang pacar.” Ui Chan pun tak mampu berkata-kata karena wanita itu terus mengejeknya.


Ui Chan bersiap-siap untuk melakukan pekerjaannya dia memakai jubah dan kacamata.


Sepertinya sebuah sidang sementara berlangsung. Seorang wanita berkata “kenapa saya harus memberikanmu uang? Hal itu tidak akan pernah terjadi.” Katanya dengan nada yang sinis.  Pria yang duduk di sebelahnya hanya bias tertunduk takut.


Ui Chan ternyata adalah seorang hakim. Dia menyuruh wanita itu yang adalah terdakwa untuk tenang dan membuang permen karet yang sedang dimakan untuk dibuang kalau ingin berbicara.


Hakim Jeong “Penggugat Choi Jong Hyun mengklaim bahwa tergugat Kim Sa Il menyiram kopi kepadanya sehingga penggugat merasa kesakitan”.apakah itu benar? Hakim kepada Penggugat Choi Jong Hyun. Ia pun membenarkannya. Namun dengan pengucapan lambat.
 Tergugat Kim Sa Il tak mau begitu saja dituduh dia pun berkata “Kapan saya melakukannya?, saya hanya tak sengaja melakukannya, sambil memandang hakim.
Hakim Jeong pun mengatakan bahwa penggugat ternyata tidak mampu untuk menyampaikan kesaksiannya.


Tiba-tiba ada seorang pria meminta ijin untuk berbicara, Pria itu mengatakan bahwa Penggugat sudah mengisi formulir permohonan untuk pendamping dalam memberikan kesaksian. Hakim Jeong pun membenarkannya, dan mempersilahkan Pria itu untuk duduk di dekat Penggugat.


Berdasarkan Pasal 143 ayat 2 dari Prosedur tindakan sipil, pemilik kafe Ahn Joo In diijinkan sebagai pendamping dalam memberikan kesaksian bagi Penggugat Choi Jong Hyun. Hakim Jeong pun bertanya pada Joo In, apakah Penggugat menceritakan bagaimana dia bisa sampai terluka?
Joo In menjawab Pada tanggal 20 Maret, Kim Sa Il yang hadir pada hari ini, memesan 1 kopi Americano dengan suhu 70 derajat.


Flashback 


Kim Sa Il datang di kafe dan dengan tidak menyebutkan jenis kopi hanya menunjuknya saja. Kemudian Jong Hyun bertanya apakah kopi Americano?. Tanpa menjawab Kim Sa Il hanya langsung melempar uang pada Jong Hyun. Setelah pesanan dibuat, Tergugat komplain bahwa kopinya bersuhu 75 derajat dan sangat panas sehingga tidak bisa diminum. Saat itu juga Tergugat menyiram kopi panas itu kepada penggugat. 
Flashback End

Itulah sebabnya kami datang. Joo In pun menambahkan dia berada di sana pada saat tergugat Sa Il tiba-tiba marah dan menyiram kopi pada penggugat Jong Hyun. Hakim Jeong pun meminta Ahn Joo In untuk mendiskusikan dulu dengan Penggugat Jong Hyun sebelum memberikan Kesaksian.
Sekarang giliran pihak Tergugat Sa Il untuk memberikan pernyataan. Tergugat Sa Il menjelaskan bagaimana dia sangat mengetahui tentang kopi, suhu optimal untuk menikmati kopi berada pada 65 derajat, dan Tergugat Sa Il meminta dibuatkan 70 derajat karena kopi cepat dingin. Tapi nyatanya Penggugat Jong Hyun memberikan kopi yang lebih panas dari yang saya pesan.


Hakim Jeong menghubungkan pernyataan Tergugat Sa Il dengan bukti yang ada, Hakim Jeong mengatakan bagaimana kopi yang tumpah di baju Penggugat begitu banyak tapi pernyataan Tergugat Sa Il mengatakan dengan sengaja menumpahkan sedikit kopi saja. Tergugat Sa Il berusaha menyangkalnya. Hakim Jeong menanyakan pada kedua belah pihak apakah masih ada bukti lain yang mau di perlihatkan? Penggugat mengatakan dengan yakin bahwa tidak ada sementara Tergugat hanya terdiam.


Hakim Jeong mengakhiri persidangan dan Putusan untuk Kasus Nomor 2017-9338. “Tergugat Kim Sa Il akan membayar kepada Pengugat Choi Jong Hyun sebesar 2,45 juta won dengan tambahan suku bunga tahunan 15% dimulai dari hari setelah putusan sampai semua kerugian diganti sampai selesai di bayar.


Hakim Jeong sedang berada di ruang kerjanya
Seorang pria masuk bertanya apakah memanggilnya?


Hakim Jeong pun berkata “Se Woong apa yang harus saya lakukan dengan ini?” sambil menunjukan noda lipstick pada pakaiannya.


Se woong mendekatkan bibirnya pada kemeja Ui Chan. Sambil menggodanya yang telah melakukan sesuatu. Ui Chan tak mau menanggapinya dan meminta kepada Se Woong untuk meminjamkan kemejanya. Tetapi Se Woong tidak mempunyai kemeja extra. Ui Chan pun meminta membelikan kemeja baru di toko saja tetapi  Se Woon beralasan bahwa dia sedang sibuk. Ui Chan tidak kehilangan akal dia berjanji akan membelikan makan siang kepada Se Woon selama satu minggu. Tetapi Se woon tetap tidak goyah, akhirnya Ui Chan berjanji akan membersihkan rumah untuk seminggu, sebulan tetapi Sewoon tetap tidak mau.


Se Woon berbalik dan memegang tangan Ui Chan dan meminta untuk menggunakan kamar Ui Chan untuk satu bulan tetapi Ui Chan tidak mau dan akan membatalkan perjanjiannya. Akhirnya Se Woon pun kalah dan pergi membeli kemeja baru bagi Ui Chan.


Setelah selesai membeli kemeja untuk Ui Chan, Se Woon kembali ke kantor dan bertemu dengan dua teman kantor wanitanya. Se Woon bertanya apakah harimu baik? Sapi panganggangnya enak. Kedua wanita itu pun membenarkannya. Lalu menanyakan apa yang dibawa Se Woon? Ini adalah sesuatu yang membuat hidupku menjadi lebih baik selama satu bulan kedepan kata Se Woon. Salah satu dari wanita itu bertanya apakah hakim Jeong akan memakai celemek lagi? Se Woon menjawab bukan memasak tetapi memberihkan rumah.


Hakim Jeong pasti akan menjadi suami yang hebat ketika menikah nanti kata salah satu dari wanita-wanita itu tapi Se Woon hanya berharap Hakim Jeong menemukan seorang gadis saja karena selama ini dia hanya mementingkan aturan-aturan dan mengikuti persidangan. Tetapi tetap saja Hakim Jeong menjadi Idola hukum di dunia.



Kemudian terlihat Hakim Jeong yang fokus bekerja sampai malam.



Ui Chan pulang kantor berjalan menyusuri jalan yang dihiasi oleh lampu hias membuat pemandangan pada saat itu begitu indah. Ui Chan kemudian singgah di sebuah mesin permainan, ia mencoba untuk mendapatkan boneka. Dan berhasil mendapatkan boneka kecil, ia kaget tak percaya bisa mendapatkannya. Ia pun berjalan pulang dengan senyum yang merekah.


Ketika Ui Chan melewati sebuah rumah, ia mendengar seseorang yang sedang memainkan alat musik. Ia pun mengintip di jendela rumah itu dan mendapati seorang gadis yang sedang memainkannya. Ui chan duduk dan bersandar seakan-akan menikmati setiap petikannya.


Setelah alunan musiknya selesai dimainkan Ui chan pun merasa puas dan menghadiahi gadis itu dengan boneka kecil yang didapatkannya tadi.


Setelah Ui Chan pergi, gadis itu pun berbalik memandangi jendela dimana Ui Chan duduk. Gadis itu adalah Seo Ji Hye, Ia pun keluar dari rumah dan memandangiboneka yang di berikan Ui Chan. Ia hanya tersenyum manis melihat boneka kecil itu, tanpa tahu siapa yang memberikannya.

Bersambung