Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 1 PART 2



Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: Hunan TV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 1 PART 1
Shen Luo dan Jiang Yisheng memasuki ruang kerja Yisheng, Shen Luo tidak menyangka bahwa sekarang Yisheng tumbuh begitu mengagumkan.

Saat Shen Luo bercanda seharusnya Yisheng sudah melepaskan tangannya dari pundaknya, Yisheng malah serius menghadapkan Shen Luo kehadapannya dan mengatakan ada sesuatu hal yang penting yang akan dia bicarakan.

“Kakekmu sebenarnya menderita kanker perut. Sudah pada stadium akhir, dan telah menyebar keparu-parunya.” Jelas Yisheng.

Tentu saja Shen Luo terkejut, ternyata kakek tidak mau memberitahunya karena takut menganggu pekerjaannya. Dan karena Shen Luo telah kembali jadi tidak bisa merahasiakannya lagi.  Shen Luo tidak percaya, karena setahunya kakek dirawat karna sakit perut biasa. Tapi itulah kebenarannya dan kakek sangat optimis, dia tidak taku mati. Lagi pula semua orang akan mati jadi jangan bersedih untuk perpisahan yang pasti akan terjadi. 

Shen Luo sangat terpukul mendengar kabar itu, Jiang Yisheng mengatakan jika ingin menangis jangan ditahan, silahkan tapi nanti didepan kakek terlihatlah bahagia seolah tidak tahu apa-apa. Dan tangis Shen Luopun pecah. Yisheng memeluknya untuk menenangkan Shen Luo.


Terlihat 3 orang kakek-kakek sedang berdebat mengenai siapa yang pantas dipasangkan untuk Shen Luo, mereka merekomendasikan pemuda-pemuda yang mereka kenal namun kakek Shen Luo tetap tidak setuju dengan berbagai pertimbangan dan alasan. Kakek selalu membanggakan Shen Luo, sekalipun teman-temannya sedikit meremehkan Shen Luo. Dan teman-teman kakek terlihat kesal dan pergi meninggalkannya. 

Saat mereka keluar, mereka berpapasan dengan Shen Luo. Jiang Yisheng menyapa kakek mengatakan bahwa Shen Luo sudah kembali. Kakek senang melihatnya. Kakek memperkenalkan cucunya itu kepada teman-temannya tadi. Setelah teman-teman kakek pergi Shen Luo mendekati kakek.


Shen Luo protes karena kakeknya telah berlebihan memujinya, tiba-tiba kakek batuk dan Shen Luo langsung membantu memukul-mukul punggung kakek. Saat kakek khawatir apakah dia bisa melihat saat Shen Luo mendapatkan orang yang dia cintai, Shen Luo langsung menenangkan kakek kalo sebenarnya dia sudah memiliki pacar. Kakek tentu saja kaget, Shen Luo mengandeng tangan Yisheng dan mengatakan bahwa ini cucu menantu kakek dan mereka telah memutuskan bersama seumur hidup. Dari kejauhan terlihat dua perawat menguping pembicaraan mereka. 

Saat Yisheng mengatakan kenapa dia tidak mengetahui tentang hal ini, Shen Luo buru-buru mencubitnya dari belakang. Dan Yisheng langsung membenarkan. 2 perawat itu langsung mendekat dan mengatakan tidak, mereka menanyakan bukannya Yisheng belum punya pacar HAHAHA dan Shen Luo langsung ketahuan. Akhirnya dia mengaku kalo pacarnya sebenarnya bekerja diluar kota, dia akan memanggil agar bertemu dengan kakek. 

Kakek begitu senang, dan memahami pekerjaan lebih penting, kakek bisa menunggunya. 



Wu Julan berjalan dan terlihat dia sedang tidak enak badan, dia berhenti didepan sebuah pohon dan tangannya menyentuh pohon itu untuk menopang tubuhnya yang terlihat sangat lemas. Saat dia melihat tangannya dia terkejuh karena ditangannya timbul sisik berwarna biru. Dan dalam beberapa detik sudah hilang. Dia menutupi tangannya dan berjalan kembali.

Saat Shen Luo sedang berjalan sendirian ditaman, tiba-tiba Jiang Yisheng memanggilnya. Dia berlari mendekati Shen Luo, dia bilang punya teman yang sangat sesuai dengan Shen Luo. Tapi Shen Luo langsung menolak kencan buta tersebut. Tapi Yisheng sudah terlanjur menghubunginya, dia akan segera datangm jadi tunggu saja. Untuk menghindari amukan Shen Luo, Jiang Yisheng buru-buru pergi dari sana.


Ketika Shen Luo kembali jalan, pandangannya teralihkan karena ada sarang burung diatas pohon. Dan saat itu Wu julan datang dan langsung mengambil minuman yang sedang duibawa Shen Luo. Dia meminumnya hingga habis dan Shen Luo hanya berdiri menatapnya tanpa mampu berbuat apa-apa. Dia menatap Wu Julan seperti terpesona. 

Setelah terdiam sangat lama akhirnya Shen Luo mengatakan “Pria sangat tampan, Jiang Yisheng membawanya begitu cepat. Apa yang kau lakukan?” Shen Luo mengira pria yang didepannya itu pria sangat tampan yang dibicarakan Jiang Yisheng atau dia sedang berakting memakai kostum. HAHAHA tapi Wu Julan malah meminta air lagi.


Mereka berdua berakhir ditaman, duduk berdua dengan berbotol-botol minuman yang telah dibelikan Shen Luo untuk Wu Julan. Setelah selesai minum tampaknya keadaan Wu Julan sudah membaik, sisik ditangannyapun sudah hilang. 

Wu Julan menatap Shen Luo dan menanyakan siapa dirinya, dan bagaimana cara membalas kebaikan Shen Luo. Shen Luo sendiri tidak masalah, toh Cuma air. Tapi Wu Julan tetap ngotot, setetes kebaikan harus dibayar berlipat. Wu Julan menanyakan nama Shen Luo. HAHAHA dan Shen Luo mengatakan kalo air hanya dijadikan alasan saja dan tujuan sebenarnya untuk mendekatinya. Ini dikira modus ya. Dan Wu Julan juga dengan muka penuh perenungan mengatakan kalo dia Cuma mau air tapi Shen Luo tetap nggak percaya. Tidak mau berdebat akhirnya Wu Julan berterimakasih dan lagi-lagi Shen Luo mengatakan sesuatu tentang Jiang Yisheng yang harus menerima hukuman dan itu Wu Julan bener-bener nggak tahu apa-apa.HAHAHA. dan dia ninggalin Shen Luo.



Shen Luo pulang kerumahnya, dia teringat kenangannya bersama kakek.
FLASHBACK
“Kakek perasaan hatiku tidak baik hari ini, teman-teman sekolah mengangguku. Mereka mengubur kerajinan tanganku dibawah taman bunga.” Kata Shen Luo kecil diayunan
“Siapa yang berani mempermainkan Sheng Luo kami? Aku akan menghukum mereka!” canda kakek sambil memperagakan menghajar teman-teman Shen Luo. 

Sekarang ayunan itu kosong, dan Shen Luo menatap sekeliling rumah dengan sedih. Dia lalu member makan kambing dihalaman rumahnya dan masuk kedalam rumah. Dia menatap foto-foto mereka didinding, kenangan tentang kakeknya kembali bermunculan. 


Dia terus berkeliling ruamh, yang sekarang terasa semakin sepi itu, sampai pada sebual lemari dia menemukan buku dan membukannya. Dihalaman paling belakang dia mendapati sebuah gambar tentang putrid duyung, dan dia tersenyum.



Malam harinya Shen Luo berbelanja disebuah pasar, dia membeli kue kesukaan kakeknya, dia akan memberikannya untuk kakek besok. Dan dari kejauhan Wu Julan memperhatikannya dengan diam.
Saat seorang pengemis meminta uang, dia memberikan uannya padalah bibi-bibi sebelumnya langsung menolak saat diminta hal yang sama bahkan dia melarang Shen Luo memberikan uangnya, tapi tetap dilakukan oleh Shen Luo. Dan Wu Julan masih memperhatikan semua itu. Dan Shen Luo melanjutkan belanjanya. 



Setelah memperhatikan Shen Luo dipasar, Wu Julan langsung pergi menuju rumah Shen Luo. Dia hanya memperhatikan didepan pintu. 

FLASBACK 
“Ini adalah rumah yang dimana Du Xiaolin tinggal dulu, mutiara gaibnya pasti disembunyikan disana. Kau harus menemukan cara untuk tinggal dirumah itu. Walaupun sementara kau tidak bisa menemukan mutiara gaib itu, begitu hari ke 15 pada kalender China tiba, kau akan bisa merasakan lokasi pasti dimana mutiara gaib itu berada.” Violet menjelaskan itu kepada Wu Julan dan dia memperhatikan detail rumah itu dengan tab yang dibawanya. 
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... 😁😁😁



Saat Shen Luo pulang dari pasar Wu Julan muncul dibelakangnya, Wu Julan seperti brfikir saat melihat Shen Luo ternyata pemilik rumah itu, dan dia kembali mengingat betapa baiknya Shen Luo saat memberinya minum dan uang kepada pengemis dipasar tadi.

Setelah pintu rumah berhasil dibuka, saat itu Shen Luo menyadari kehadiran Wu julan. Dia kaget dan mengatakan tidak mau dijodohkan dengan Wu Julan, HAHAHA salah paham lagi.

Tapi Wu Julan malah memastikan apa Shen Luo tinggal disitu. 

Saat Shen Luo akan masuk kerumahnya, tangannya tiba-tiba ditahan oleh Wu julan. HAHAHA Wu Julan mengatakan bahwa mala mini dia ingin tinggal disini. Shen Luo sontak menutupi tubuhnya dan mengatakan bahwa Wu Julan pasti bermimpi dan Wu Julan beralasan kalo dia tidak mengenal siapapun disini. Tapi Shen Luo tetap menolak dengan banyak alasan. Dan Wu Julan tidak peduli dan langsung masuk kedalam rumah Shen Luo.

Shen Luo mengomel, dan kemudian bertanya sendiri apa mungkin dia pasiennya Jiang Yisheng. Dan langsung menyusul Wu Julan yang sudah masuk lebih dulu kerumahnya.

Shen Luo menelephone Jiang Yisheng , tapi tak diangkat karena sedang pesta dan tidak dengar jika ada telephone masuk. Sedang Wu Julan memperhatikan sekeliling rumah dan menatap foto-foto yang ada didinding.

Wu Julan mendekati Shen Luo dan bertanya apa dia bermarga Du, dan hal itu tidak dibenarkan oleh Shen Luo. Dan Wu Julan bertanya kenapa keluarganya tidak bermarga Du, Shen Luo menjelaskan kakeknya bermarga Shen begitu juga ayahnya, lalu menurut Wu Julan dia akan bermarga apa. Saking kesalnya Shen Luo malah mengatakan kalo Wu Julanlah yang bermarga Du, dan seluruh keluarganya juga sama. 

Wu Julan sudah memastikan akan tinggal disana, dan menuju lantai dua untuk melihat kamar. Shen Luo mengikuti dari belakang dan terus mengomel kenapa Jiang Yisheng mengenalkannya pada orang mesum ini.  Dan akhirnya terpaksa menyetujui Wu Julan tinggal disana untuk satu malam, dia juga member peringatan agar jangan berfikiran macam-macam, saat pergi dari sana Shen Luo tidak sengaja menabrak tiang dan Wu Julan hanya memperhatikan. Wu Julan masuk kedalam kamarnya.


Dikamarnya, Shen Luo sedang menyusun botol didepan pintu kamarnya. Dan mengambil pisau yang ada ditempat tidurnya, disimpan dibawah bantal untuk berjaga-jaga. 


Setelah lampu kamar Shen Luo mati, binatang-binatang dirumah Shen Luo seperti gelisah. Wu Julan keluar dari kamarnya. Dia berjalan menuju kamar Shen Luo, dengan kekuatannya dia mengeser botol-botol yang sudah disusun Shen Luo dan dengan mudah masuk kamar shen Luo. Dia memperhatikan kamar Shen Luo dan mendekat untuk menatap Shen Luo, dan Shen Luo berbicara dalam tidurnya jadi Wu Julan buru-buru menyembunyikan diri. Shen Luo kembali tidur, sedang Wu Julan memperhatikannya dengan tajam. Akhirnya dia keluar dari kamar Shen Luo dan mengembalikan botol-botol itu ketempat semula seolah tidak ada yang terjadi.



Esok paginya saat Shen Luo bangun dia langsung memeriksa botol-botol itu, dan semuanya masih seperti semula, dia merasa lega. Dia mengeluarkan pisaunya dan secara perlahan berjalan keluar, memeriksa keadaan rumahnya. Dia memanggil Wu Julan dengan kata mesum namun tidak ada yang keluar.




Terlihat kakek sedang bermain catur China bersama Da Toa, tiba-tiba kakek batuk dan dia langsung membantu memukul punggung kakek. Saat itu Shen Luo dan Jiang Yisheng datang, Yisheng mengatakan selama Shen Luo tidak ada Da Tao yang selalu ada disisi kakek, membuat lelucon dan menjaganya. Yisheng jiga mengatakan apa Shen Luo tidak menyadari kalo Da Toa sebenarnya sudah menyukainya dari kecil bahkan mengirim surat cinta dan seluruh sekolah juga tahu tentang hal ini. Dan sepertinya Shen Luo memang tidak tahu tentang hal ini. 

Ketika Jiang Yisheng membisikkan sesuatu ke Shen Luo, Da Toa menoleh dan melihat mereka. Shen Luo memberikan kue untuk kakek, kue kesukaannya. Dan kakek sangat senang, saat itu Da Tao memberikan kartu namanya untuk Shen Luo, dan langsung diambil oleh Jiang Yisheng dan dibacanya ‘Manajer umum perusahaan budaya internasional naga menjulang’. Mereka memuji Da Toa uang bekerja cukup bagus. Dan khusus untuk Shen Luo dia minta menghubunginya kalo membutuhkan sesuatu. Shen Luo menerimanya dengan senang. Jiang Yisheng menggodanya apakah mau mempertimbangkan Da Toa? HAHAHA. Tapi Shen Luo mengatakan kalo mereka berdua adalah teman terbaiknya dan Da Toa nampak sedikit kecewa. Da Toa juga tidak peduli bagaimana perasaan Shen Luo padanya, karena dia akan tetap menyukainya. Dan Shen Luo tersenyum canggung, kakek langsung mengalihkan dengan meminta melanjutkan permainan caturnya. 


Saat mereka sedang main catur, Shen Luo meminta bicara berdua dengan Jiang Yisheng. Ternyata orang yang akan dikenalkan dengan Shen Luo tidak jadi datang karena saat itu Shen Luo menolak, dan Shen Luo bingung, terus yang semalam menginap dirumahnya itu siapa?



Dan yang dibicarakan sedang bersih-bersih rumah, dan tidak sengaja menghidupkan televisi, dia terkejut karena benda itu tiba-tiba hidup dan menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan sesuatu mengerikan yang dikira musuhnya. Dan alhasil televisinya ruusak. HAHAHA. Lanjut ke Episode 2...

3 komentar

Cepat dlanjut bak... Semangat!

Yang ep2 bag 1 udah, ditunggu updatetannya aja ya :) terimakasih bigluff :*

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.