Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 2 PART 1



Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: Hunan TV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 1 PART 2
Shen Luo mengajak Jiang Yisheng bicara berdua ketika kakek dan Da Tao sedang bermain catur, dia menanyakan tentang pasien Yisheng yang akan dikenalkannya kemarin, laki-laki yang suka minum bis dan mesum itu. Tapi kemarin karena Shen Luo menolak akhirnya dia tidak jadi datang. Shen Luo jelas kebingungan lantas siapa laki-laki yang menginap dirumahnya semalam. Dan Yisheng yang mendengar hal itu tentu terkejut.

Dan orang yang sedang mereka bicarakan tenyata sedang bersih-bersih rumah, tidak sengaja tangannya memencet tombol untuk menyalakan televisi. Saat itu sedang ada acara yang memperlihatkan sesuatu sedang berkelahi dan Wu Julan dengan polosnya menangapi apa yang dilihatnya dengan serius, dia mengunakan kekuatannya untuk menonjok televisi. Alhasil televisi itu rusak. HAHAHA

Wu Julan kembali berkeliling rumah Shen Luo dan masuk dibagian dapur, dia mengeluarkan kepiting dari ember, menyalakan kompor gas tapi karena keluar api akhirnya dia padamkan, dia juga memeriksa ini dan itu, bahkan dia memeriksa closet dan ketika ditekan keluar air.


Shen Luo menceritakan laki-laki yang menginap dirumahnya semalam kepada kedua temannya, dia bersyukur karena semalam tidak terjadi apapun. Dan laki-laki mesum itu sudah pergi tadi pagi. Tapi kedua temannya khawatir kalo ternyata laki-laki itu belum, dan mungkin saat pulang nanti rumah Shen Luo sudah kosong melompong. Dan Shen Luo menyalahkan Yisheng yang tidak mengangkat telephonenya tadi malam. 

Mereka berdua menyalahkan Shen Luo yang begitu gegabah, karena telah membiarkan orang asing masuk rumahnya. Shen Luo sangat ketakutan terhadap kemungkinan terburuk. Dia langsung lari menuju rumahnya.



Mereka secara perlahan, mengendap-endap masuk ke rumah Shen Luo. Dan saat itu Wu Julan keluar dari rumah Shen Luo membawa makanan. Da Tao dan Yisheng menanyakan maksud tersembunyi dari Wu Julan, tapi Wu Julan hanya diam saja menatap mereka. Ditengah-tengah rasa penasaran mereka Yisheng mencium bau yang sangat enak. Mereka bertanya-tanya, Shen Luo heran karena tamannya sudah dibersihkan, Da Tao menanyakan apakah Wu Julan yang membersihkannya dan Wu Julan malah menyuruh mereka makan, karena makanan sudah siap. 

Dimeja terlihat sudah banyak makanan yang tersaji, Yisheng antusias sekali menyicipi makanan-makanan itu. Da Tao menanyakan makananya aman kan, dan Yisheng menjamin hal itu, karena rasanya enak HAHAHA. Mereka bertiga akhirnya makan dan Yisheng dengan yakin berkata kalo orang yang menyajikan makanan enak sudah pasti bukan orang jahat.
Karena masih merasa aneh, akhirnya Shen Luo menanyakan kenapa Wu Julan tidak pernah mengatakan kalo tidak mengenal Jiang Yisheng, dan pada faktanya Wu Julan memang tidak pernah mengatakan kalo dia mengenal Jiang Yisheng. 

Da Tao heran kenapa Wu Julan tidak tinggal dirumah dengan baik dan malah ada dirumah Shen Luo. Wu Julan mengaku kepada mereka kalo dia tidak memiliki rumah, orang tuanya telah meninggal dan dia tidak memiliki teman. Mendengar hal itu Shen Luo CS tentu merasa kasihan. Ternyata apa yang disangka Shen Luo tidak seperti kenyataannya, fikir Shen Luo.



Dan ditengah pembicaraan itu Shen Luo mencium bau yang aneh, Shen Luo CS bubar mencari arah bau tersebut. Shen Luo dan Jiang Yisheng menuju dapur, dan dapur itu terlihat begitu berantakan. Mereka berdua langsung bergegas membuka jendela agar udara masuk.

Sedang Da Tao sendirian menuju ruang tengah dan terkejut melihat televisi yang sudah rusak. Dia langsung memanggil Shen Luo. Shen Luo dan Da Toa tambah terkejut lagi dan langsung lari menuju ruang tengah. Shen Luo kaget dan sedih TV-nya rusak.


Mereka langsung lari menuju Wu Julan yang masih duduk santai dimeja makan, Shen Luo mengomel habis-habisan, menanyakan apa yang sudah Wu Julan terhadap rumahnya dan Wu Julan santai menjawab kalo apa yang sudah dilakukannya Shen Luo sudah melihatnya. Yisheng mengatakan kalo makanan itu bisa dibilang enak tapi memang baunnya agak aneh, HAHAHA ternyata Wu Julan menggunakan air closet untuk membuat makanan itu. Menyadari apa yang sudah mereka makan merekapun berjamaah mual bersama, HAHAHA TAPI ENAK KAN.

Mereka sangat marah dan mengusir Wu Julan yang hanya bisa membuat kegaduhan. 



Saat akan kerumah sakit Shen Luo bertemu dengan Wu Julan, dia masih disekitar rumahnya. Dan dia hanya mengunakan ekspersi galaknya tapi tidak bersuara, seperti biasa Wu Julan hanya diam. Tapi setelah Shen Luo ngacir pergi dia terlihat sedikit menghela nafas.

Dimalam hari, Shen Luo pulang dari RS dan masih melihan Wu Julan ditempat yang sama. Dia menegur Wu Julan, “Kau lihat apa? Kau telah merusak TV-ku. Dan membuat kami memakanan makanan yang dibuat dari air toilet, kau hampir meracuni kami dengan gas.”
“aku hanya kenal kau.” Jawab Wu Julan dengan muka datarnya ^^

“Hanya hantu yang kenal kau.” Shen Luo menjawab, dan langsung pergi. HAHAHA jawaban yang bagus.



Sebelum membuka pintu rumah, Shen Luo melihat kearan Wu Julan berdiri, dia merasa kasihan dan mengingat percakapannya tadi pagi bersama Wu Julan, tentang keluaraga dan teman Wu Julan. Shen Luo merasa kasihan tapi dia mencoba untuk tidak peduli dan berbalik akan masuk rumah. Namun tepat saat itu terdengar suara petir, hujan turun dan Wu Julan masih tetap berdiri tanpa merasa perlu untuk berteduh. Karena tidak tega akhirnya Shen Luo menyuruh Wu Julan untuk masuk. Wu Julan mengikuti Shen Luo dari belakang dan tak mengatakan apapun. 

Sampai didepan rumah, Shen Luo langsung memberikan peraturan tentang ini dan itu dan yang terpenting adalah Wu Julan harus menjadi pelayan Shen Luo, HAHAHA dan Wu Julan disini Cuma diam tanpa penolakan.

Dari sini akhirnya Shen Luo mengetahui namanya, dan kalian semua tau suaranya gimana saat dia nyebutin nama aaaaaa sumpah duh pokoknyalah, antara memelas dan patuh. Masak iya aku jatuh cinta sama suaranya XD. Terus Shen Luo memberikan tempat bekal makanan dan langsung menuju kamarnya, Wu Julan menerimanya dan mentap kepergian Shen Luo.


JENG JENG JENG dan pagipun tiba. Didepan rumah Shen Luo sedang memperhatikan Wu Julan, dia memuji Wu Julan yang memiliki wajah lumayan, HAHAHAHA padahal ini belum seberapa dari kadar ketampanan seorang Wu Julan. Dan Shen Luo mengkritik selera Wu Julan yang seperti itulah, baju resmi rambut gondrong HAHAHAHA. Dan karena Wu Julan sekarang adalah pelayannya Shen Luo dia tidak boleh membuat malu, dan karena selera Wu Julan yang memalukan dia harus menuruti keinginan Shen Luo untuk menganti gayanya itu dengan gaya yang Shen Luo suka. 

Dan Wu Julan dengan gaya kerennya yang sekarang kadarnya masih rendah itu mengatakan kalo Shen Luo tidak berhak mencampuri urusan pribadinya. Tapi Shen Luo mana peduli dia malah membicarakan gaya rambut yang harus diganti pula. Wu Julan tidak mau mendengarkan apalagi berdebat, dia memilih pergi. HAHAHA.


Shen Luo memanggil Wu Julan dan bilang kalo ada yang mencarinya dipintu depan, padahal itu hanya pengalihan HAHAHA dan saat Wu Julan berbalik dengan kecepatan kilat Shen Luo langsung memotong sebagian rambut Wu Julan, nah ini guntingnya darimana neng XD. HAHAHA dan disini Wu Julan kaget, Shen Luo malah tertawa mengatakan rambut Wu Julan panjang sebelah dan sekarang menjadi semakin jelek. Dan si eneng ini menawarkan diri untuk memotong semuanya HAHAHA modus nih. 

Mereka berakhir dengan Wu Julan yang duduk dan dibelakangnya Shen Luo sedang membuat kerajinan tangan, potong rambut maksudnya XD 

Shen Luo menikmati kegiatan potong-potongan itu, sementara Wu Julan menutup matanya dan memeganggi dahinya, HAHAHA mungkin pusing ngadepin tingkah Shen Luo. Saat membuka mata ekspresinya nggak bisa dijelaskan.HAHAHA. 



Dan inilah pertunjukannya, dimana Wu Julan turun dari tangga dengan diiringi backsong yang duh cocok banget, Shen Luo cukup terpana dengan kadar ketampanan Wu Julan, hasil karya neng Shen Luo XD dia bahkan sampai menelan ludah HAHAHA 

*Fyi aja ya diepisode dan diadegan ini aku mulai suka drama+Wu Julan ini. HAHAHA ketahuan banget, karena diepisode 1 aku ngerasa garing gitu mungkin karena masih pengenalan karakter. Aku sama sekali nggak dapet spoiler dari drama ini jadi cukup kaget aja sama semua yang ada didrama ini, karena ini drama dari awal udah keliatan sedih gitu, dari soundtrack sama previewnya. Semoga semboyan witing tresna jalaran saka kulino akan datang juga ke aku, HAHAHA biar lama-lama juga bisa jatuh cinta sama drama ini. Udah yuk balik ke adegan selanjutnya. HAHAHAHA.

Dengan setelah adegan yang super dengan keterpanaan itu, Wu Julan merusak segalanya HAHAHA dia malah tanya, apa Shen Luo lapar. HAHAHA mungkin karna ngeliat Shen Luo menelan ludah kali ya. Dan Shen Luo dengan ketus menyuruh Wu Julan untuk langsung mengerjakannya saja tanpa banyak bicara. HAHAHA ini pengalihan dari takut salting.



Mereka berdua berada ditepi lautan, sumpah disini pemandangannya bagus banget, pengen punya kampung halaman kaya gini XD
Shen Luo menanyakan tujuan Wu Julan datang kepulau itu padalah Wu Julan bukan berasal dari pulau itu juga tidak memiliki uang. Wu Julan mengatakan kalo dia sedang mencari seseorang. Wu Julan mengingat bagaimana dulu ketika mutiaranya masuk kedalam benda kecil berbentuk hati, benda itu diambil oleh seorang pria yang sengaja meracuninya dan meninggalkannya begitu saja.

Wu Julan mengatakan pada Shen Luo kalo orang yang sedang dicarinya berhutang sesuatu padanya. Saat Shen Luo menanyakan siapakah orang itu, Wu Julan dengan tatapan tajam mendekat kearahnya.


Terlihat Da Tou dan temannya sedang berjalan menuju kesuatu tempat, ternyata mereka sedang mencari rumah seseorang. Didalam rumah seseorang yang sedang mereka cari, kita dapat melihat pria itu sedang membersihkan patung miliknya, pria itu adalah Paman Wang.

Setelah menemukan rumahnya, teman Da Tou langsung memanggilnya dengan kasar dan Da Tou langsung memperbaiki sikap temannya dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.

Sepertinya temannya itu pernah bertemu dengan Paman Wang sebelumnya, karena ketika mereka datang Paman Wang langsung menanyakan kenapa datang lagi, bukannya sudah dibilang untuk menyerah saja. Dan mata Da Tou melihat barang-barang yang dimiliki Paman Wang, pandangannya berhenti pada sebuah kotak merah. Ternyata Paman Wang mengumpulkan harta benda berharga peninggalan keluarganya dan mereka berniat untuk membelinya bahkan dengan harga berapapun. 

Saat Paman Wang akan masuk kedalam rumah, Da Tou langsung membuat alasan kalo mereka datang bukan untuk berbicara bisnis, dia mengenalkan temannya tadi dengan menyebut dia adalah adik sepupunya, mungkin emang adik sepupu si karena emang manggilnya Da Tou kakak. Dia berbohong kalo adik sepupunya itu memiliki kotak perak yang sama seperti milik Paman Wang. Da Tou langsung berakting sedemikian rupa, dan berhasil membuat Paman Wang mengasihininya dan memberikan kotak perak yang diinginkan. *dari awal emang udah nggak sreg sama Da Tou, dan diepisode ini semakin diperkuat. Aku nggak suka aja dia bohong gitu, semoga nanti dia kedepannya nggak jahat aja ya, sayang soalnya karena dia temannya Shen Luo.
***Support kami dengan cara berikan komentar kalian tentang Episode drama ini di bawah ya, dan jangan lupa share ke teman-teman kalian... πŸ˜πŸ˜πŸ˜

Keluar dari rumah Paman Wang, adik sepupunya itu langsung mengatakan kekagumannya kepada Da Tou, karena dapat menyelesaikan masalah dengan cepat. Dia berkata  untuk tidak sungkan menerima uang ini, tapi sebelumnya dia bertanya kenapa Da Tou datang kepulau terpencil seperti ini padalah dia bisa sukses di kota besar. Tapi Da Tou tidak mau menjawabnya, dia melarang menanyakan masalah pribadi. Dia hanya menyuruh untuk menggumpulkan kotak perak lagi untuknya bahkan akan memberikan harga dua kali lipat.

Adik sepupunya itu memanggil namanya tapi langsung merubahnya dengan menambahi kata kakak didepannya, dia bilang kalo dulu waktu kecil dia sering membuli Da Tou tapi sekarang Da Tou sudah melupakannya bahkan membantunya, Da Tou adalah penyelamat hidupnya. Da Tou mengatakan kalo sudah melupakan apa yang terjadi dimasa lalu dan pergi meninggalkan yang entah siapa itu, HAHAHA aku kurang paham, tapi kesimpulannya dia adalah teman semasa kecil yang sekarang berubah jadi bawahan, mungkin. Temannya itu juga berkata kalo Da Tou adalah orang yang akan melakukan hal besar, apakah itu? Aku penasaran, jahatkah dia?


Dua orang pria menuruni tangga dan membawa sebuah kotak kayu, dan atasannya memperingatkan agar hati-hati karena benda didalamnya mudah pecah. Dan atasannya atau bosnya itu adalah Da Tou, dan kalian tau mereka berada disebuah dermaga? Pokoknya ada kapal gitu, dari atas dia mengawasi anak buahnya. Mungkinkah ini penyelundupan gitu? OMO OMO OMO Da Tou !!! lanjut bag 2 ya… Mohon kritik dan saran karena sangat diperlukan kakak, salam sayang bigluff lah pokoknya HAHAHA.

3 komentar

Aq ngikutin terus y bak,,, smg trus d updat g pke lamaπŸ˜‚ ini film,, kyaknya ad bgian sedih2nya gtu coz prnh sklibat lht d youtube... Mksih...

Aku suka banget..
Kepo lanjutanya kak..

Suka bgt kak tapi tolong kalau komentar dibawahnya aja jangan pas lagi ceritanya