Advertisement
Advertisement
SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 2 PART 2


Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: Hunan TV

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Starry Night The Starry Sea Episode 2 PART 1
Part 2 ini diawali dengan suasana rumah Shen Luo yang begitu santai, pagi itu Wu Julan sedang duduk diruang tamu dan membaca beberapa buku dengan cepat kilat, HAHAHAHAHAHA maklum karena dia bukan manusia biasa ya gitulah dia dengan mudah memahami apa yang dibacanya, jayajnya itu buku panduan biar bisa kaya manusia normal. Dia juga rajin banget bersih-bersih rumah Shen Luo, ini pemilik rumahnya kemana yak. Disini banyak adegan menarik dimana karpet menyingkir sendiri, sapu nyapu sendiri HAHAHAHAHAHA pokoknya santai banget ini makhluk kerja, nggak perlu repot-repotlah dia. 


HAHAHAHAHAHA dan kalian tahu pemilik rumah sedang ada dimana, dia sedang bobok cantik dikamarnya ditemani boneka lucu nan mengemaskan. Shen Luo bangun dan membuka jendela kamar, dibawah terlihat Wu Julan sedang berdiri dan mengamati sebuah kalung, ini kayaknya yang dipakai dia dulu itu itu episode 1, tapi kenapa sekarang dilepas ya. Dia memandang kalung itu dengan sedih. Shen Luo dari atas usil gitu, ngambil bunga terus dijatuhin kebawah, biar kena Wu Julan kayaknya maksudnya HAHAHAHAHA atau biar Wu Julan tau dia ada diatas. Dan Wu Julan cepat tanggap gitu, dia sadar aka nada sesuatu yang jatuh dari atas dan dia langsung menangkapnya dengan telapak tangannya. Dia memandangi bunga itu dan melihat kearah Shen Luo. Disini suasananya jadi sedih gitu mereka, aku nggak tau kenapa HAHAHAHAHA bukannya harusnya mereka ngomel atau becandaan gitu ya. 

HAHAHAHAHA iya nding disini Shen Luo setelah beberapa detik keliatan murung, sedih atau gimana dia langsung berubah jadi ngomel sama Wu Julan, menyuruh Wu Julan untuk cepat bekerja dan disini Wu Julan masih sama, responnya Cuma diam mandang kearah Shen Luo. HAHAHAHA kayaknya tadi Shen Luo ngomel gitu biar nggak keliatan baik sama Wu Julan, setelah ngomel dia langsung pergi.


Shen Luo turun dari tangga, dia melihat Wu Julan yang sedang cuci baju secara manual, dia langsung menegur Wu Julan. Wu Julan menjelaskan dilabel pakaiannya harus mencucinya dengan tangan dan Shen Luo ber-ooohhhh ria 

Dia menoleh kearah pakaian yang sudah dicuci, dan ternyata……..HAHAHAHAHA Wu Julan mencuci pakaian dalamnya. Duh ini mas kok polos banget XD Shen Luo langsung mengambil pakaiannya yang belum kering itu, dia sebel dan reaksi Wu Julan kaya bilang kenapa kok ini orang marah-marah terus, tapi dia pasrah aja gitu nggak ngelawan apalagi membantah. HAHAHAHAHAHA.
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh,, Supaya kami tetap semangat menulis sinopsisnya dan beri komentar juga di episode ini apa yg menarik dan bikin penasaran... gomawo.. ðŸ˜

Duh ini drama kebanyakan BGM-nya sedih gitu, bikin kebawa suasana. Wu Julan sedang duduk diruang tamu, dia mendengarkan music dari earphone, siapa yang mau denger lagunya? HAHAHAHAHAHA tak jamin bakal suka deh, hihihihi lagunya bagus, bikin adem kaya wajahnya mas Julan kalo lagi nggak serius >__<

Jadi ini lagu bercerita tentang lautan gitu, galaksi-galaksi apalah HAHAHAHA, Wu Julan ini kaya kangen mungkin sama lautan HAHAHAHA habis disini backgroundnya gambar ikan, laut, burung-burung dll, dia sampai memejankan mata, penghayatan.

Saat itu Shen Luo datang dan ngomel tentang masalah mesin cuci. Karena tau Wu Julan sedang mendengarkan music akhirnya dia duduk didekat Wu Julan, dia kaya nguping gitu dan memuji selera music Wu Julan yang bagus. Ternyata Wu Julan bisa mendengar apa yang dikatakan Shen Luo, dengan mata tetap tertutup dia bertanya judul lagu itu, lautan pada langit musim panas, itu lagu kesukaan Shen Luo. 

HAHAHAHAHAHA setelah Shen Luo sadar kalo dari tadi Wu Julan bisa mendengarnya, dia langsung bangun, mengambil earphone yang dipakai Wu julan dan melepaskannya, dia marah karena Wu Julan mendengarkan tapi pura-pura tidak mengengarkan. 


Hihihihihihi dan menurut aku reaksi Wu julan disini lucu, dia langsung berdiri mendekati Shen luo dengan wajah seram, dingin yang menakutkan. Dia menanyakan apa yang ingin Shen Luo tanyakan, dan Shen Luo antara bengong, takut tapi tetep jaga imej. Shen Luo mundur perlahan, dan berakhir dengan duduk kembali HAHAHAHAHA , dia gugup dan gagap menanyakan bagaimana Wu julan bisa menggunakan computer dan ada apa dengan mesin cucinya. Oh ternyata yang dibaca tadi pagi itu buku petunjuk toh, dan saat mengetahui kalo Wu Julan mempelajarinya, Shen Luo terlihat salting, tapi tetap berusaha menguasai dirinya, ini biar tetep keliatan galak ya mbak hahahahaha.

Dan Wu Julan mendekatkan dirinya lagi kearah Shen Luo, dia bilang kalo sudah tidak ada yang ditanyakan lagi, dia akan bekerja. Dan Shen Luo langsung mengatakan tidak. HAHAHAHAHA aku disini penasaran kenapa Wu Julan suka banget ngusilin Shen Luo dengan cara ini, dia nyadar nggak sih sama apa yang dia lakuin. Dan kayaknya Shen Luo bener-bener terpikat gitu. Ada adegan dimana sebelum meninggalkan Shen Luo, Wu Julan menatap Shen Luo dengan pandangan yang kaya iseng itu, dia senyum tipis banget. Nah dia itu kenapa? HAHAHAHAHA aku bingung, masa suka? Disini jiga Shen Luo lucu banget, setelah Wu Julan pergi, dia bengong dan bilang HEBAT SEKALI, sebentar saja sudah bisa. Aku yakinnya dia terpesona gitu karena Wu Julan bisa ngebuat dia gugup.


Jiang Yisheng baru datang ke-RS dengan sepeda motor dan banyak perawat yang menyapanya. Dia langsung berlagak sok keren, memakai jasnya dan masuk kedalam RS dengan tersenyum. Saat dia sudah berada diRS dia langsung menggoda satu persatu perawat yang dia temui, HAHAHAHAHA dasar playboy nih dokter.  Dan tidak sedikit perawat yang hatinya ambyar karena mas dokter ini, hihhihihihi. Dan ada satu perawat yang memprotes perlakuan Jiang Yisheng kesemua perawat itu, HAHAHAHA ini mah mbaknya pasti cemburu. 

Saat Jiang Yisheng melihat Shen Luo, dia langsung pamit kepada perawat yang bernama Li Li itu lalu langsung mengejar Shen Luo. Mereka berdua saling mengejek atas sikap masing-masing. Yang satu sibuk menggoda para gadis dan yang satu berpura-pura berkencan. HAHAHAHAHA, Shen Luo marah karena Jiang Yisheng ikut campur urusannya dan Yisheng langsung mengejarnya dan mengatakan itu tidak masalah, yang penting sekarang bagaimana menemukan cara mengusir Wu Julan dari rumah Shen Luo. Wah wah wah Shen Luo malah senang Wu Julan ada dirumahnya karena ada orang yang bisa disuruh-suruh dan juga Wu Julan masih berhutang televisi padanya. Tapi Jiang Yisheng menakut-nakuti Shen Luo dengan banyak kemungkinan.


Kakek sedang asik berbain catur bersama Da Tou saat Shen Luo datang, tiba-tiba kakek batuk-batuk dan Shen Luo langsung akan mengambil daun the dan membuatkannya untuk kakek tapi saat itu Da Tou yang menawarkan diri untuk mengambilnya. 

Kakek lagi-lagi menanyakan tentang pacar Shen Luo dan Shen Luo lagi-lagi berbohong. Kakek sangat mengkhawatirka Shen Luo dan ingin takut jika Shen Luo hidup sendirian dan kesepian karena kakek tidak mungkin menemaninya selamanya. Ketimbang berdebat mereka memilih untuk tidak membicarakan hal itu, dan kakek meminta Shen Luo untuk hidup dengan baik. 


Da Tou dikamar rawat kakek mencari daun theh itu dilaci-laci, setelah menemukan apa yang dicarinya pandangannya teralih pada sebuah benda mirip dompet, dia tertarik dan membuka isinya. Ternyata didalamnya ada benda berbentuk hati yang seperti milik teman Wu Julan, yang didalamnya berisi mutiara ajaib milik Wu Julan. Da Tou memperhatikan dengan sesame saat tiba-tiba Shen Luo masuk dan dia langsung menaruh benda itu lagi keasal semula. Shen Luo datang karena takut da Tou kesulitan menemukannya, dan da Tou langsung memberikan bungkusan teh itu. Da Tou menyuruh Shen Luo keluar duluan karena dia akan merapikannya lebih dulu.

Ternyata yang dilakukan Da Tou adalah memotret benda itu, dia terlihat sangat serius dan kembali mengembalikan benda itu lagi.

Saat kembali bersama kakek, Da Tou menanyakan sudah berapa generasi keluarga kakek tinggal disana dan pasti memiliki barang antic, dia meminta kalo kakek memilikinya dia akan menjualkannya. Karena industry barang antic sedang bagus sekarang. Tapi kakek menyangkal memiliki benda yang seperti itu, Shen Luo juga membenarkan mana mungkin kakek bermain dengan benda antik. Saat sedang membahas itu tiba-tiba kakek memenangkan pertandingan tanpa Da Tou sadari.


Shen Luo dan Da Tou berjalan berdua, Shen Luo sangat berterimakasih karena Da Tou sudah menyediakan waktu menemani kakek. Da Tou sendiri tidak keberatan karena sudah menganggap kakek seperti kakeknya sendiri, saat mereka keluar dari pintu ada beberapa remaja yang saling berkejaran, mereka hampir saja menabrak Shen Luo untung saja Da Tou langsung menariknya mundur, Shen Luo baik-baik saja. Mereka berdua ada disebuah tempat kenangan masa kecil, dimana ditempat itu dulu Shen Luo pernah menyelamatkannya dari bulian teman-temannya. HAHAHAHAHA apa karena itu Da Tou suka sama Shen Luo ya. Mereka berdua mengenang masa kecil mereka. Da Tou sangat berterima kasih kepada Shen Luo dan akan mengenggam tangannya namun Shen Luo langsung menghindar, mengatakan tentu saja kan mereka bersaudara. Dan Shen Luo langsung pulang meninggalkan Da Tou.

Ternyata dimasalalu Da Tou memukul temannya yang berani-berani meneriaki Shen Luo, dia sangat marah dan mengancam temannya itu untuk tidak menganggu Shen Luo. Wah ini anak hmmmm. Dan dimasa sekarang dia mengatakan akan melindungi Shen Luo selamanya. Semoga nggak jahat aja ya.


Shen Luo berhenti didepan sebuah toko, dia mendengarkan breaking news yang mengatakan banyak perampokan dengan berbagai cirri-ciri. Saat mendengarkannya dia jadi mengingat Wu Julan, dan ciri-ciri itu seperti mirip Wu Julan, berpura-pura tidak memiliki rumah. Pemilik toko itu membagi-bagikan wajah tersangka yang sedang menjadi buron dan Shen Luo juga mendapatkan selembaran itu. 


Saat Shen Luo sampai dirumah, ternyata Wu Julan sedang mengangkat jemuran. Dengan masih dipenuhi rasa khawatir dia melihat selembaran wajah tersangka dan mencocokannya dengan Wu Julan, karena dia tidak dapat menemukan kesimpulan apakah wu Julan penjahat atau tidak, dia akhirnya mendekati Wu julan dan memintanya pergi saja, tanpa ganti rugi. Tapi Wu Julan langsung menolaknya.

Shen Luo membalikan badan Wu Julan agar menghadapnya dan mengatakan kalo dia sudah mengetahui rahasia Wu Julan. Wu Julan tentu saja terkejut dan secara perlahan berjalan kearah Shen Luo.  Dia memastikan sekali lagi apa Shen Luo sudah mengetahui siapa dirinya, Shen Luo membenarkan dan meminta Wu Julan segera pergi kalo tidak dia akan memanggil kepala desa. Wu Julan gelisah, dia langsung membentangkan selimut yang sudah kering dari jemuran dan membungkus Shen Luo untuk mencegahnya pergi.  Dia mengintrogasi Shen Luo yang semakin ketakutan, setelah mendengar omongan ngaconya Shen Luo akhirnya dia lega dan melepaskan Shen Luo. HAHAHAHAHAHA sumpah mereka emang biang salah paham. Shen Luo langsung lari kedalam dan menghubungi kepala desa. HAHAHAHAHAHA dan ternyata buronan itu sudah tertangkap, Shen Luopun merasa lega.


Shen Luo masuk kerumah dan mengatakan bahwa barang ini terlalu bagus untuk Wu Julan, Wu Julan keluar dari ruangan sebelahnya dan mendengar hal itu, dia menjadi curiga, dia keluar ketaman dan melihat banyak bunga atau tanaman ya pokoknya itu. Kayaknya keluarga Shen Luo membudidayakan bunga sedap malam deh dan Shen Luo langsung mencurigai kalo bunga itu adalah yang dulu pernah untuk meracuninya. Dia menghubung-hubungkan informasi yang dia ketahui tapi saat itu Shen Luo memanggilnya. 

Ternyata Shen Luo menyiapkan makanan ringan dan teh untuk menebus atas kesalah pahamannya, Wu Julan yang masih curiga menanyakan apa yang sudah Shen Luo tambahkan kedalam teh dan Shen Luo memuji kalo Wu Julan memiliki hidung yang bagus. Wu Julan langsung marah dan berdiri, dia tidak menyangka kalo Shen Luo akan mengakuinya, HAHAHAHA Shen Luo santai mengatakan apa yang tidak berani dia akui, dia bisa mengakuinya. Wu Julan bertanya-tanya kenapa Shen Luo memiliki niat jahat padanya dan ingin mencelakainya. Shen Luo tersenyum dia membantah ini untuk kebaikan Wu Julan, tapi Wu Julan tidak percaya dan meminta Shen Luo meminumnya terlebih dahulu. Shen Luo tidak takut dan meminum teh yang diberikan Wu julan, namun beberapa saat kemudian dia merasa pusing, menjatuhkan gelasnya dan merasa seperti tercekik lalu Shen Luo pingsan, dan Wu Julan begitu khawatir, dia mendekati Shen Luo dan memanggil namanya. HAHAHAHAHA setelah itu shen Luo bangun dan mengejutkannya, wah ini mbak-mbak aktingnya bagus XD dia marah-marah karena Wu Julan malah berkhayal yang bukan-bukan dan menjelaskan kesalah pahamanya. Dia hanya mau meminta maaf, dan yang dia masukan yaitu biji cassia. Wu Julan masih protes lantas kenapa Shen Luo menanam terompet malaikat/sedap malam diperkarangan belakang, bukankah itu memiliki racun. Shen Luo membenarkan tapi itu juga bisa untuk bahan obat dan bisa dijual untuk keperluan rumah. Akhirnya Wu Julan paham tapi masih tetap menaruh curiga atau mala dia kebingungan.


Jiang Yisheng berada diRS dan seperti biasa menggoda para perawat disana, tapi kali ini ada insiden yang tak terduga dan membuat para perawat disana mejadi bertengkar satu sama lain, saat salah satu perawat datang dia mengatakan bukan salah satu dari mereka yang disukai Jiang Yisheng tapi teman semasa kecilnya, Shen Luo. Yisheng tentu terkejut mendengarnya dan buru-buru menjelaskan kalo mereka benar-benar berteman, Shen Luo sudah memiliki pacar dan kalo tidak percaya pergilah kerumahnya HAHAHAHA dan saat itu kakek lewat dan mendengar pembicaraan mereka. Yisheng yang menyadari kehadiran kakek langsung terkejut tapi kakek malah tersenyum bahagia. HAHAHAHAHAHAHA.


Shen Luo sedang bersantai didepan rumah dan menikmati matahari pagi, dia bahkan memakai kacamata dan membawa kipas, duduk leyeh-leyeh. HAHAHAHAHAHA dipikir pantai kali ya.

Tapi tiba-tiba dia mencium bau aneh dan mencari sumber bau itu. Ketika melihat atap rumahnya disana ada asap, dia langsung lari kedalam rumah dan terkejut. HAHAHAHAHAHA itu si Julan ngapain lagi coba.

1 komentar:

Kak,lanjutkan dong sinopsisnya,cara penyampaian nya ngena banget,please kak😆😆😆