Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Witch's Court Episode 11 PART 1

Jin Wook sedang sibuk menerima telpon. Meja kerja yang dulunya meja nya Yi Deum telah dis isi oleh jaksa Park Hoon Soo.


Disela-sela kesibukannya jin wook, dia dikejutkan dengan kedatangan Yi Deum. 


Penulis Sinopsis: Ufi
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 10 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 11 Part 2

Yi Deum datang ke kantor kejaksaan karena di tuntut telah melakukan kejahatan seksual terhadap seorang sopir pengganti. Jaksa yang menangani kasusnya adalah Jin Wook. 
Jin Wook tidak percaya dengan laporan yang diberikan Nona Son  kepadanya. 


Terdakwa “Ma Yi Deum”. 
Yi Deum melakukan itu karena laki-laki tersebut sangat tampan??Dan dia tidak bisa menahannya???

Flash Back
Yi Deum yang sudah tidak bekerja lagi membutuhkan uang. 


Secara tiba-tiba ada telpon dan ternyata dari bank yang menawarkan satu pinjaman hingga 50.000 dollar dengan bunga 4,7 % dengan syarat pekerjaan itu memiliki asuransi dan tidak terlibat kredit macet. 
Yi Deum ingin cepat mendapatkan uang itu, tapi bagaimana caranya?


Dengan penuh percaya diri Ia memutuskan melamar pekerjaan di Firma Hukum Seungso. Dia memberikan resumenya bahkan minta gajinya 50.000 dolar di depan.
Sayangnya, usahanya itu di tolak alias gagal. 
Mereka menjelaskan tidak peduli meskipun Yi Deum pernah bekerja sebagai jaksa, firma hukum  tersebut tidak bisa menerima seseorang yang sering mendapatkan kritik sosial.


Yi Deum yang sedang di kedai makan, dia bingung bagaimana mendapatkan uang 50.000 dollar. 


Di tengah kebingungannya dia dihampiri oleh seorang pria yang membagikan kartu nama yang disatukan dengan tisu. 
Dari kartu nama itulah yang  memberi Yi Deum sebuah ide.



Yi Deum selfie di depan Kantor Kejaksaan Seoul Timur dan mengunggahnya di medsos. 
“Awal yang baru, pengacara seksi”.


Setelah itu, ia membagi-bagikan kartu namanya kepada orang yang di jumpainya seperti yang dilakukan pria di kedai makan tadi.
“Hallo, aku mantan jaksa...konsultasinya gratis”.
Usahanya  berjalan lancar sampai akhirnya muncullah investigator Koo dan Nona Son. 


Mereka sangat senang dan langsung menyapa Yi Deum. Tapi, Yi Deum malah kabur. “Salah orang”, katanya.
Investigator  Koo dan Nona Son mengejar Yi Deum dan Yi Deum pun terpaksa mengobrol dengan mereka. 
Yi Deum menyadari kalau perut Nona Son agak besar. Ternyata Nona Son sedang hamil 3 bulan.
Yi Deum tentu saja kaget. Berarti sewaktu dia masih di CAGU (Crime Against Girls Unit). Yi Deum penasaran siapa ayah bayi Nona Son.
Investigator Koo langsung mengangkat tangannya. “Aku…”. Yi Deum lebih kaget lagi.
Nona Son bercerita kejadiannya terjadi sewaktu Jaksa Min dan Yi Deum mengundurkan diri. Mereka sedih dan pergi minum. Begitulah kejadiannya. Cuma sekali saja.
Yi Deum ikut senang mendengar kabar itu. 
Tapi menurutnya perut Nona Son agak terlalu besar untuk hamil 3 bulan.
Nona Son tertawa dan menunjukkan separuh perutnya memang sudah besar dan separuh lagi yang kecil berisi bayinya. 
Yi Deum menanyakan keadaan unit mereka dan Nona Son pun bercerita bahwa unit sekarang dipimpin oleh Jaksa Jang.


Jaksa Jang bersikap seolah-olah seperti kerasukan Jaksa Min. Sifat dan kata-kata yang di ucapkan  Jaksa Jang  jadi sama persis dengan Jaksa Min.
Jaksa Yoon Jae Ryong sudah kembali dari pelatihan tiga bulannya. 
Nona Seo masih sama seperti biasa. 
Jaksa Yeo (maksudnya Jin Wook) masih merasa Yi Deum bekerja di meja sebelahnya padahal Yi Deum sudah diganti oleh Jaksa Park. 
Jaksa Park kesal karena Jin Wook selalu memanggilnya Yi Deum. 


Jaksa Park juga sering menggganggu Jin Wook dengan mengajaknya ke sauna atau ke bar.
“bagaimana kalau ke sauna, pasti menyenangkan?”
Lagi-lagi Jin Wook selalu menolaknya. 
Nona Son menanyakan kabar Yi Deum. Setelah keluar, Yi Deum mengubah nomor ponselnya dan Jaksa Yeo sangat mengkhawatirkan Yi Deum.


“aku sangat baik. Tadinya aku tidak berencana menunjukkan ini pada kalian”. Yi Deum menunjukkan mobilnya. 
Tentu saja Investigator Koo dan Nona Son tercengang sekaligus gembira. 
“Woooo...kamu pasti dipekerjakan di firma hukum yang bagus”. Nona Son kagum 
“aku masih memilih ...” Yi Deum berlagak sombong dikitlah. Gengsi kali....
Tiba-tiba seseorang tidak sengaja menendang  tas yang berisi kartu nama Yi Deum sampai terjatuh dan berserakan. Investigator Koo dan Nona Son tentu saja membantu dan melihat kartu nama Yi  Deum.


Yi Deum langsung membereskan kartu namanya sebisa mungkin lalu buru-buru pergi supaya dia tidak ditanya lebih jauh lagi. 


Saking malunya, Yi Deum hampir melupakan mobilnya dan salah bicara.
“jangan lupa mengirimkan pernikahan untuk undangan mereka”.
Yi Deum bergegas pergi. 
Investigator Koo dan Nona Son sampai bingung…” pernikahan untuk undangan”
“mungkin maksudnya undangan pernikahan kita”. Nona Son meluruskan.


Malamnya, Yi Deum minum sampai mabuk. Tapi itu bisa menghilangkan rasa malunya. 
Yi Deum sampai harus menyewa supir pengganti untuk bisa pulang ke rumah. Dan di mata Yi Deum yang mabuk, sopir penggantinya terlihat sangat tampan, mirip Ahn Woo Yeon.
“kamu menjadi sopir pengganti karena tampangmu?”.
Si sopir hanya tersenyum “ya..”
Merasa tertarik, Yi Deum pun memberikan gurita kering miliknya untuk sopir penggantinya yang sangat tampan itu 
Flashback selesai


Jin Wook masih belum bisa percaya dengan laporan yang dibuat oleh polisi.  


Tapi sayangnya, Yi Deum tidak bisa menjelaskan karena tidak mengingat kejadian malam itu dan blackbox pun tidak ada. Jadi, sulit bagi Jin Wook untuk membantu Yi Deum.
Yi Deum pun menginginkan dilakukan pemeriksaan silang.


Dan sopir pengganti pun dipanggil menghadap Jin Wook.
Jin Wook sangat kaget begitu melihat tampang sopir pengganti. 
Dia tidak menyangka level tampan di mata Yi Deum seperti itu. “Yah… selera orang kan beda-beda”, begitu komentar Jin Wook. Yi Deum sampai malu.
Sopir pengganti pun menceritakan  kejadian malam itu.
Mulai dia masuk ke daalam mobil, dan seterusnya....”dia melihatku dengan tatapan yang aneh”.
Jn Wook sampai terheran-heran.  Sampai si sopir bilang kalau kursi kemudinya berbunyi.
Yi Deum pun membawa sopir pengganti dan Jin Wook untuk melihat sendiri kursi mobilnya. 
Kursi mobilnya tidak bisa diset otomatis, melainkan harus diset secara manual dan tidak mengeluarkan suara apa pun.


Di sinilah ketahuan bahwa sopir pengganti itu bohong. Kemudian terbongkar bahwa sopir pengganti itu sengaja menuntut Yi Deum untuk menutupi kejahatannya sendiri. Karena awalnya sopir tersebut hendak mencuri. 
Setelah terbukti tidak bersalah, Jin Wook memberikan NPA seperti yang diminta Yi Deum sebelumnya.
Ketika Yi Deum akan pergi, Jin Wook baru menanyakan kabar Yi Deum. “Selama ini, aku mengkhawatirkanmu…”. 
“Aku baik-baik saja, Tidak perlu mengkhawatirkanku”, jawab Yi Deum lalu berbalik pergi.
Tapi, Jin Wook mengajaknya bicara lagi. “Aku belum berubah”. 



Dia sedang menyiapkan banding kasus Soo Ah dan juga berniat membantu mengungkapkan kasus ibunya Yi Deum sebagai jaksa. 
“bagaimana dengan ibumu?”
“Sama sepertimu. Aku juga belum berubah dan akan mengurus masalahnya sendiri”.“Biarkan aku memberimu satu nasehat. Jangan terlibat dalam masalah yang tidak sanggup kau tangani karena nanti kau akan menyalahkanku…”.
Yi Deum berbalik pergi…


Di luar kantor kejaksaan, tidak sengaja Yi Deum mendengar seorang pria bicara di telpon. Pria itu sedang mencari seorang pengacara. 


 Yi Deum ingat pernah melihat pria itu di kantor polisi.
Pada temannya, pria itu meminta dicarikan pengacara yang dulunya pernah sebagai jaksa. Dengan keahlian kekerasan seksual.
Yi Deum pun kemudian memberikan kartu namanya pada pria itu.
Si pria menerimanya. 

Flashback kasus
Seorang pria sedang difoto oleh seorang fotografer wanita. Pakaian yang dikenakan wanita itu memperlihatkan bahunya yang mulus. 


Pria itu sempat memperhatikan bahu wanita itu lalu cepat-cepat mengalihkan pandangannya dan agak menjauh. 
Mereka terlihat bertemu di sebuah bar dan minum. 
Wanita itu terlihat mabuk dan si pria itu membawanya ke sebuah apartemen.
Lalu dua orang polisi menemukan wanita itu duduk di tangga darurat dalam kondisi lemah…
Flashback selesai
Rapat dipimpin oleh Jaksa Jang, membahas kasus terbaru, kasus kuasi-pemerkosaan  dengan terdakwa bernama Lee Sang Hyun umur 33 tahun, seorang pembuat kue di sebuah cafe ternama dan pernah tampil di televisi.


Korban bernama Yang Yoo Jin, umur 30 tahun seorang fotografer majalah masakan.
Awal kejadian terlihat hubungan seperti atas persetujuan kedua belah pihak, korban yang mengajak bertemu lebih dulu dan pergi ke apartemen terdakwa.
Polisi menyimpulkan kasus tersebut sebagai kasus kuasi pemerkosaan. Hal ini berdasarkan telpon dari korban.
Telpon pertama dilakukan korban dengan memakai ponsel Tuan Lee kemudian  terputus. 
Ketika polisi menelpon balik, Tuan Lee yang menerima telpon dan mengatakan telpon yang sebelumnya cuma telpon iseng.
Polisi kemudian mendatangi apartemen terdakwa dan menemukan korban di sana. Polisi lalu menggeladah apartemen terdakwa.


Jaksa Park menilai kasus itu akan jalan di tempat. Korban mengaku pingsan dan tidak sadar tapi bisa membuat laporan. Itu artinya korban sadar dan sebagian terdakwa akan divonis bebas.
Jaksa park langsung dimarahi Jaksa Jang karena berpikir begitu. 
Jin Wook akhirnya memberi kesimpulan rapat hari itu. Mereka harus mencari tahu lebih dulu bagaimana terdakwa dan korban setuju melakukan hubungan.
Jaksa Park pun menyuruh Jaksa Jang menunjuk Jin Wook untuk menangani kasus tersebut karena Jin Wook adalah jaksa handal di unit mereka.

Yi Deum mendatangi cafe tempat Tuan Lee bekerja untuk bicara. Ia berpikir lebih baik berbicara di tempat yang familiar bagi Tuan Lee.


Sebelum memulai pembicaraan, Yi Deum mengeluarkan ponsel untuk merekam perjanjian mereka. 
“sebelum kita mulai, kita sepakati ini dulu. Kamu tidak boleh berbohong kepadaku. Sampai di persidangan kita tidak tahu bukti apa yang di tampilkan oleh jaksa penuntut. Aku hanya bisa bertarung berdasarkan keteranganmu. Jika kau berbohong kepadaku maka habislah kita. 
Selain itu, aku benci di khianati, pada saat aku tahu kamu berbohong, kontraknya batal. Mengerti?”
Tuan Lee setuju. “ya, aku mengerti”.


Di ruang introgasi, Jin Wook meminta keterangan kepada Yoo Jin. 

Sementara di sisi lain kita melihat, Yi Deum meminta keterangan pada tuan Lee tentang  hubungannya dengan Yoo Jin. 
“aku  bertemu setahun lalu saat sama-sama mengerjakan sebuah artikel. Kami cocok dan punya minat yang sama, kami saling tertarik”. 
“maksudmu kalian pernah dekat?”
“ya benar, kami tidak pernah menyatakan perasaan, tapi kami berkencan”. 

Ke ruang introgasi Jin Wook
Yoo Ji :”dia bukan tipeku sama sekali?”
Jin Wook :”lalu, kenapa kau menemuinya terus? Sepertinya kamu yang lebih dulu mengajaknya bertemu?”
“aku suka mengenal orang baru, mengingat pekerjaan ku, membuat dan menjaga koneksi adalah kewajiban. Itu saja, menjaga koneksi secara profesional”. 

Ke introgasi Yi Deum 
Tuan Lee :”jika hubungan kami profesional, akankah dia membelikan minuman terus menerus?”
Dalam flashbacknya Tuan Lee, terlihat Yoo Jin terus menyentuh paha Tuan Lee. Kemudian memegang tangganya dengan beralasan membaca garis telapak tangan. 
Dia ingin lanjut minum di rumahku dan dia tidak punya alasan untuk menolak. “Aku pikir, kami tertarik satu sama lain…”.
Terlihat Yoo Jin sempoyongan saat meninggalkan bar. Mereka sempat singgah di sebuah minimarket dan Yoo Jin yang membayar belanjaan.

Ke interogasi Jin Wook 
Yoo Jin : “ aku punya kebiasaan membayar belanjaanku saat mabuk.”
Jin Wook jadi bingung. Yoo Jin mengaku tidak ingat apa pun setelah dari bar tapi ingat membayar di toserba.
Jin Wook:”berapa banyak kau minum?”
Yoo Jin: “4 botol soju atau sekitar 20 gelas bir soju”.
Jin Wook membaca di laporan bahwa Yoo Jin tidak sadar setelah minum dua gelas wine dan tiga koktail.
Yoo Jin :” kurasa ku kurang sehat malam itu. aneh jika aku bisa sampai pingsan…”.
Kemudian Yoo Jin menceritakan alasan dia melaporkan tuan Lee. 

Yi Deum mendatangi minimarket untuk meminta rekaman CCTV  


“Tunjukkan padaku rekaman CCTV anda mulai pukul 23.00-02.00 Am pada tanggal 23adaku”.
Penjaga toko :”jaksa mengambil salinannya kemarin”. 
Yi Deum sampai membeli sebuah minuman dan menawarkan bantuannya untuk membujuk kasir toserba untuk memberikannya. Dan pada akhirnya, dia memang berhasil mendapatkannya.
Kemudian menelpon Tn. Lee. “aku menerima kasus mu, dengan syarat memberi uang jaminan 1.000 dolar dan 40.000 dolar jika menang”. 

Jin Wook melihat foto-foto TKP dan menemukan adanya ketidaksinkronan antara foto dengan laporan. Dia pun memanggil detektif yang menginvestigasi kasus ini.


Detektif tadi  minta maaf karena dia masih baru jadi tidak tahu cara mengambil foto TKP. Ia mengaku menemukan alat kontrasepsi dalam laci lemari yang berada di samping tempat tidur. 
Setelah itu, Jin Wook pun memanggil Tuan Lee. Sangat mengejutkan karena Taun Lee datang didampingi Yi Deum sebagai pengacaranya.
Jin Wook dan Yi Deum pun bicara.  Lebih tepatnya Jin Wook yang mengajak Yi Deum bicara. 
Jin Wook : “jangan bilang kalau kau mewakilinya”.
Yi Deum : sambil menunjukkan surat “kuasa pengacara” “seperti yang kau lihat”. 
Tapi Yi Deum tidak memberi kesempatan Jin Wook bicara karena menurutnya jika Jin Wook bersikap amatir, itu akan menyebalkan. 
“kamu jaksa, aku pengacara. Jadi kita akan sering bertemu. Mari kita lakukan pekerjaan kita masing-masing”. ucap Yi Deum lalu kembali masuk ruang interogasi.


Di ruang interogasi, Jin Wook mulai mengajukan pertanyaan tapi Yi Deum selalu memiliki cara tersendiri supaya kliennya bisa menghindar memberi jawaban yang jelas.
Yi Deum sama sekali tidak peduli meskipun Jin Wook menatapnya marah. Dia bahkan tidak membiarkan Tuan Lee berlama-lama di sana.
Sebelum pergi, Yi Deum sempat mengingatkan Jin Woo bahwa alat kontrasepsi yang ditemukan itu tidak bisa dipakai di persidangan. “cabut tuntutanmu itu dan Jangan buang waktumu…”.


“Kami masih punya bukti lain. Aku akan menuntutnya. Sampai jumpa di pengadilan”, sahut Jin Wook tenang.


“semoga beruntung...sampai jumpa...”

Bersambung ke Part 2