Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Witch's Court Episode 11 PART 2

Hari persidangan 


Yoo Jin mulai bersaksi dan menceritakan kejadiannya. 


Penulis Sinopsis: Ufi
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 11 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 12 Part 1

“hari itu aku merinding dan ketakutan. Kalau bukan pemerkosaan lantas disebut dengan apa?”
Dia bersikeras telah terjadi pemerkosaan yang dilakukan Lee Sang Hyun. 
Yi Deum memperlihatkan sms yang dikirim Yoo Jin untuk Tuan Lee di hari kejadian. Yoo Jin mengirim sms dengan tanda ‘heart’.
“itu kebiasaanku, Tidak hanya pada Tuan Lee. Kepada orang lain juga seperti itu. Silahkan bisa cek aplikasiku”.


Yi Deum lalu memperlihatkan instagram Yoo Jin. Yoo Jin memposting foto dirinya dengan baju yang dikenakan hari itu.
“Pakaian adalah selera pribadi. Adalah lancang kalau mengatakan dia menggoda terdakwa, hanya karena pakainnya provokatif”.
Tapi Yi Deum meminta Jin Wook berpikir rasional. Bukankah umum jika berpikir Yoo Jin sengaja berpakaian seperti itu untuk menggoda Tuan Lee?

Karena hakim juga sependapat dengan Jin Wook, Yi Deum pun menanyakan pertanyaan yang lain. “Berapa banyak kamu  bisa minum?”


“saat saya sedang sehat empat botol soju, dua setengah botol jika tidak sehat”.
Jawaban Yoo Jin membuat Yi Deum bingung, kenapa di saat Yoo Jin cuma minum sedikit, dia bisa pingsan? Yi Deum menduga kalau Yoo Jin telah berbohong.

“jadi anda telah berbohong? Anda tadi mengatakan minuman yang anda minum tidak membuat anda mabuk”. 


Jin Wook langsung protes. Kalau penasihat hukum sedang mengarahkan bahwa saksi tidak sadarkan diri agar dapat membuktikan tuduhan terdakwa. 

Sebagai barang bukti, Jin Wook menyerahkan rekaman CCTV di toserba . Begitu juga dengan Yi Deum. Dia juga menyerahkan rekaman CCTV yang sama.

Hakim sempat menanyakan alasan Yi Deum menyerahkan rekaman CCTV yang sama. 
Yi Deum pun memperlihatkan struk pembelian yang dibayar oleh Yoo Jin. Salah satu item pembelian adalah alat kontrasepsi.


“terdakwa menaruh alat kontrasepsi itu dimeja kasir, tetapi dia tetap membayarnya? Bukankah ini artinya korban setuju? Dan berniat pergi ke apartemen terdakwa?”.Yi Deum memaparkan. 
Jin Wook langsung membantah. “korban mungkin tidak tahu apa kalau itu alat kontrasepsi”. 


Kemudian hakim meminta bukti kepada jaksa, karena Jin Wook tidak bisa menunjukkan bukti bantahannya itu. 
Hakim pun mengingatkan tanpa bukti untuk menimbulkan keraguan beralasan, pengadilan harus berprasangka baik terhadap terdakwa. 
Jika tidak menyerahkan bukti lain, pengadilan akan menjatuhkan vonis apa adanya.  


Setelah hakim membubarkan persidangan, sebagai ucapan terima kasih, Tuan Lee memberikan voucher makan dimana Yi Deum bisa mencoba kue-kue buatannya. 
Karena voucher itu bukan bayaran atas kemenangan, Yi Deum pun menerimanya dengan senang hati. 


Jin Wook hanya memandangi tingkah Yi Deum sambil melonggarkan dasi bajunya. 


Jin Wook mengejar Yi Deum sampai di luar ruang sidang. 
“kamu sungguh-sungguh menganggap Tuan Lee tidak bersalah”.
“ untuk standarku, ya…”.
Jin Wook mengingatkan Yi Deum, jika Yi Deum memerika Tuan. Lee seperti saat Yi Deum masih di CAGU, Yi Deum pasti tahu Tuan Lee bersalah.
Yi Deum merasa Tuan Lee tidak bersalah berdasarkan struk belanjaan yang dibayar Yoo Jin. Bukankah itu artinya hubungan dilakukan atas persetujuan kedua belah pihak?
Yi Deum “apa bukti yang menyatakan Tuan Lee bersalah”.
Sayangnya, Jin Wook tak punya.


Yi Deum mengejek Jin Wook yang ke persidangan dengan bukti yang lemah padahal persidangan itu ibaratnya zona perang. “Seharusnya kau belajar dariku…”.
Jin Wook kesal pada Yi Deum.


Sekembalinya Jin Wook ke ruangannya, ternyata Jaksa Park sudah tahu kalau dia tadi dikalahkan Yi Deum di persidangan. Jaksa Park memberikan Jin Wook minuman dan menghiburnya. 
“tentu saja kamu kalah, tidak ada yang bisa mengalahkannya...dia hebat”. Ucap jaksa Park 
Jin Wook bersikeras pergi ke ruang video untuk memeriksa bukti kembali tapi dilarang oleh jaksa park yang mengajaknya pergi ke Bar.
Jin Wook menolak tapi dia  teringat kalau Yoo Jin dan Tuan Lee juga ke bar, akhirnya dia pun memutuskan pergi bar bersama jaksa Park.


Di bar, Jin Wook tidak minum melainkan menggali informasil pada seorang  bartender.
Ketika diperlihatkan foto Yoo Jin dan Tuan Lee, bartender itu masih ingat dengan keduanya. 


“wanita itu, tampak baik-baik saat datang, tapi setelah minum tiga koktail dia tidak bisa berdiri”. Bartender tersebut memberikan keterangannya. Ia juga ingat minuman yang diminum Yoo Jin malam itu. Blue Hawaii, minuman yang biasa dipesan orang yang tidak bisa minum.
Jin Wook pun meminta bartender itu untuk bersaksi di persidangaan.

Yi Deum mendatangi restoran yang dimaksud Tuan Lee. 


Yi Deum memotret makanan yang dihidangkan, selfie dengan berbagai gaya dan selfie dengan wine karena itu membuktikan dia seorang pengacara sukses.
Tidak sengaja, saat hendak selfie, Yi Deum melihat Tuan Lee tak jauh di belakangnya. 


Tuan Lee sedang asik bermesraan dengan seorang wanita.
“sedang apa dia? Persidangan belum selesai, bisa-bisa orang akan membicarakannya. 
Kenapa aku harus terlibat dengan urusan pribadi orang. Menjadi pengacara sungguh melelahkan”. 
Yi Deum berniat mendekati Tuan Lee setelah wanita itu pergi, tapi Tuan Lee keburu pergi untuk menerima telpon.
Yi Deum pun mengikuti Tuan. Lee.


Tapi tak lama, Yi Deum kembali sembari mengomel-ngomel. Dan wanita itu terlihat kembali dalam keadaan yang tidak baik. Antara sadar dan tidak.


Malamnya Yi Deum membuat akun di media sosial dan mengupload foto selfie-nya. 
Ia memberitahukan Nona Son dan bersikeras agar Nona Son memperlihatkan foto itu pada Jin Wook.


“ya, dia bersikeras aku harus menunnjukkan kepadamu” nona Son berkata pada Jin Wook sambil memperlihatkan foto di akunnya Yi Deum. 
“Blue Hawaii, Blue Sapphire, Blue Passion 
Jin Wook sepertinya menyadari sesuatu ada yang berbeda dengan status yang dibuat Yi Deum. 
Jin Wook memperbesar tulisan itu dan memperhatikan dengan seksama. 


Keesokan harinya, sidang dilanjutkan. 
Jin Wook menghadirkan bartender untuk memberi kesaksian. Seperti yang dikatakan sebelumnya, mereka hanya memesan Blue Hawaii, Blue Saphire, dan Blue Passion.


Ketiganya sama-sama berwarna biru.
Jin Wook melakukan sebuah demo. Sebuah gelas yang berisi air berwarna bening, dimasukkan sejenis obat dan seketika minuman itu menjadi berwarna biru.


“Ini obat bius kencan. Ini melumpuhkan peminumnya dan menyebabkan kehilangan memori temporer. Saat dicampur dengan alkohol, warnanya menjadi biru…”.
Korban hanya minum jauh dari di bawah kadar normalnya tapi mengalami hilang kesadaran. Itu artinya, ada sesuatu yang ditambahkan dalam minumannya”. Jin Wook menjelaskan demonya
Karena hakim meminta buktinya, Jin Wook pun menunjukkan pulpen yang disematkan Tuan  Lee di jasnya.

“Ini? Yang benar saja…”, sahut Yi Deum sambil mengambil pulpen dari jas Tuan Lee.
Yi Deum menekan pulpen dan sesuatu menetes dari ujungnya. Yi Deum pun kaget.
Tuan Lee beralasan itu untuk menghilangkan bau mulut.


Yi Deum pun langsung meminta Tuan Lee membuka mulutnya,  tapi Tuan Lee malah menutup mulutnya rapat-rapat. 
“Apa yang kau lakukan? Ini untuk membuktikan ini bukan obat… Cepat buka mulutmu…”, desak Yi Deum mencoba membujuk Tuan Lee untuk membuka mulutnya. 
Tuan Lee tetap menutup mulutnya rapat-rapat.


Karena Tuan Lee terus menolak dan hakim juga sudah tidak sabar, yi Deum pun meneteskan cairan tersebut ke dalam gelas minumannya. Seketika air bening berubah menjadi biru.
Yi Deum seketika terkejut dan Tuan Lee langsung menutup wajahnya.

Flashback 
Semalam, ketika Yi Deum mengikuti Tuan Lee, ia mendengar pembicaraan Tuan Lee dengan temannya di telpon.


Tuan Lee merasa senang karena kasusnya sepertinya akan berakhir dengan baik. Tapi saat ditanya apakah dia akan membayar 40.000 dolar, dia menolak. Untuk apa? pengacara itu bukan siapa-siapa.
Tuan Lee berencana hanya akan memberikan beberapa dolar saja. “Aku rasa itu sudah cukup…”.
Mendengar itu Yi Deum sangat kesal.
Flashback selesai


Yi Deum mengumumkan bahwa dia mengundurkan diri sebagai pengacara terdakwa. 


Setelah menyerahkan surat pengunduran dirinya pada hakim, dia pun keluar dari ruang sidang.
Akhirnya Tuan Lee divonis 3 tahun penjara dan menyelesaikan 80 jam terapi pelaku pelecehan seksual.

Setelah sidang, Jin Wook kembali mengejar Yi Deum untuk berterima kasih. 
“Benar-benar sebuah gambar yang besar…”.
“Aku tidak mengerti maksudmu…”.


Dalam flashback, ternyata Jin Wook menemukan clue tidak hanya dari foto tapi juga dari caption yang ditulis Yi Deum. Cluenya”HIS PEN” (Pulpen Lee Sang Hyun).
Jin Wook merasa Yi Deum sudah sedikit berubah, ke arah yang lebih baik.


“Aku tidak berubah. Dan tolong hilangkan senyum yang menyebalkan itu…”, ucap Yi Deum buru-buru pergi.


Tapi Jin Wook malah makin tersenyum melihat kelakuan Yi Deum yang lucu itu.
Yi Deum masih kesal karena kehilangan 40.000 dolarnya tapi dia tetap harus memberi pelajaran pada orang ‘gila’ itu karena mengkhianatinya.


Yi Deum terpaksa menjual mobilnya dan tetap saja belum cukup.
“selamat tinggal mobilku...”. Yi Deum melambaikan tangannya pada mobilnya yang dibawa pergi. 
Yi Deum menemui seseorang. Memberikan 50.000 dolar dari hasil menjual mobilnya, meminjam uang dan melakukan apa pun yang dia bisa. “Berikan blackbox itu!”.


Flashback 3 bulan sebelumnya 
Di malam Yi Deum memutuskan keluar dari pekerjaannya, Tuan Cho memenangkan pemilihan sebagai walikota Yeongpa.
Yi Deum mendapatkan pesan dari Sang Ho yang mengatakan, kalau sesuatu terjadi padanya, dia sudah meninggalkan barang bukti pada Min Ho.
Yi Deum membaca artikel tentang kematian Sang Ho di internet dan menemukan petunjuk dalam sebuah foto. Ia melihat sebuah mobil di pantulan kaca jendela rumah Sang Ho.
Yi Deum pun membawa foto itu pada seseorang, meminta orang tersebut mencari tahu blackbox mobil tersebut.
Karena tidak bisa melihat dengan jelas plat mobilnya, pria itu minta bayaran tinggi.
Yi Deum tidak peduli. Lakukan saja.


Yi Deum ke penjara untuk menemui Min Ho tapi sipir mengatakan Min Ho menolak bertemu dengannya.
Yi Deum meminta sipir memberitahukan Min Ho bahwa dia akan kembali dengan membawa barang bukti atas kejadian yang menimpa kakak Min Ho.
Flashback selesai


Setelah uang 50.000 dolar terkumpul, ternyata pria itu sudah menjual rekaman itu pada orang yang lebih membutuhkan, orang yang dimaksud adalah Tuan Cho Gap Soo.
Tuan Cho sedang melihat rekaman CCTV blackbox yang memperlihatkan dirinya memasuki rumah Sang Ho.
Pengacara Heo masuk untuk memberitahukan bahwa acaranya sudah siap.


Hari itu, Tuan Cho harus menghadiri sebuah acara yang diisi oleh anak-anak.
Setelah acara selesai, seorang reporter mewawancarainya. Mengatakan kalau dalam 3 bulan, kepuasan publik terhadap kinerja walikota baru mencapai 70%. 

Flashback 
Pengacara Heo yang hendak pulang tidak sengaja menabrak Tuan Cho, membuat buku yang dipegang Tuan Cho terjatuh di lantai.


Pengacara Heo sempat membaca dua kata, ‘Hapus bagian’ dan ‘Pesan bunuh diri’. 
Ketika dia akan membantu mengambil buku itu, Tuan Cho mencegahnya. 


Tuan Cho memandangnya dengan tatapan yang aneh.
Flashback selesai


Kembali ke saat ini. Dengan rendah hati, Tuan Cho mengatakan, ide acara itu datang dari asisten kepalanya. Tuan Cho menunjuk ke arah Pengacara Heo. 

Awalnya Pengacara Heo tidak tersenyum tapi setelah mendapat tatapan tajam dari Tuan Cho, dia baru tersenyum kaku.


Min Ho menghadap Jin Wook di kejaksaan. Jin Wook memberitahukan sidang bandingnya sudah dijadwalkan. 
Jika Min Ho ingin membuktikan dirinya tidak bersalah, mereka harus membuktikan Tae Kyoo yang bersalah. Dan untuk itu, Min Ho juga harus mengusahakannya.

Tapi Min Ho pesimis karena yang dia punya hanyalah pembela umum.
Jin Wook tahu Min Ho menolak bertemu Yi Deum dan Min Ho memang tidak mau bertemu karena menganggap Yi Deum bersalah atas kematian kakaknya.

Jin Wook mengatakan, dia yakin Yi Deum sedang menyelidiki kematian kakak Min Ho. Ia berpesan, jika Min Ho berubah pikiran, Min Ho bisa meminta sipir menghubungi Yi Deum.
Min Ho tidak berkomentar apa-apa.


Yi Deum yang kesal karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, langsung menelpon polisi untuk melaporkan rentenir tersebut.


Nona Son menelpon, memberitahukan ada firma hukum yang ia kenal sedang mencari pengacara hebat. Nama firmanya, Jeongso Law Firm.
Ternyata, informasi itu sebenarnya bukan dari Nona Son. Dia hanya menelpon Yi Deum karena diminta Jin Wook.
Karena Yi Deum bilang akan memeriksanya, Jin Wook sangat senang.


Yi Deum benar-benar datang ke alamat yang diberikan. Ia tersenyum lebar melihat gedungnya lumayan megah.
Yi Deum sempat mencari-cari dan bertanya pada seorang pria yang kebetulan lewat. Dan pria itu menunjukkan arahnya. Akhirnya ketemu juga kantornya. 


Ketika membuka pintu kantor, Yi Deum sangat terkejut.


Ternyata Jaksa Min ada di sana. Dia sedang berbicara dengan seorang nenek yang berterima atas bantuan Jaksa Min dan membawakan ubi yang ditanamnya sendiri untuk Jaksa Min.

Yi Deum berniat pergi secara diam-diam tapi Jaksa Min sudah melihat dan menyapanya. Akhirnya, Yi Deum terpaksa bicara dengan Jaksa Min.


Jaksa Min berpikir Yi Deum datang ke kantornya karena mendengar dia sedang mencari seorang pengacara. Namun, karena Yi Deum menolak dengan alasan sudah menerima pekerjaan dari firma hukum lain, Jaksa Min terlihat agak kecewa.

Kebetulan Jaksa Min kedatangan tamu dan Yi Deum pun langsung pamit pergi.
Tamu yang datang adalah seorang wanita yang bernama Yun Hee. 
Yi Deum sempat mendengar mereka bicara tentang Tuan Cho. Yun Hee bilang, dia sudah berhasil masuk dan sepertinya sudah saatnya menangkap Cho Gap Soo.


Malamnya, Yi Deum menatap seluruh informasi tentang Tuan Cho yang ia tempel di dinding. Dan keesokan paginya, ia kembali ke firma hukum Jeongso untuk menemui Jaksa Min.


“Apa yang membawamu ke sini?”, tanya Jaksa Min begitu melihat Yi Deum.
“Aku membutuhkan bantuan Anda. Aku tahu Anda belum menyerah soal Cho Gap Soo…
Kumohon izinkan aku berjuang bersama Anda. Aku ingin bekerja di sini…”.


Jaksa Min mendengarkan ucapan Yi Deum sambil menyilangkan kedua tangnnya, kemudian menjawab,  “Aku tidak mau…”. 

Bersambung ke episode 12...