Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Witch's Court Episode 14 PART 2


Penulis Sinopsis: Ufi Suryaningsih
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Witch's Court Episode 15 Part 1

Di Kantor Kejaksaan Seoul Pusat 
Asisten jaksa Agung (Pak Song) bertemu dengan jaksa Agung disana sudah ada satu jaksa yang bersamanya (jaksa yang waktu itu bertemu Yi Deum setelah Yi Deum di panggil oleh bagian Internal kejaksaan).


Pak Song di tawari untuk menjadi pengacara, karena Tn Park (yang sudah pensiun setahun lalu) menyatukan dua firma hukum. Tapi dia menolak karena dia belum berencana Resign dari kantor kejaksaan. 

Pak Song menyampaikan ada rumor di Kejaksaan bahwa ada pegawai kejaksaan yang terlibat dalam korupsi  Kingdom. 

Jaksa Agung meminta ada yang bertanggung jawab terhadap kegagalan dalam proses penyitaan dan penggeledahan di Kingdom. 


Pak Song menemui Jin Wook dan menyampaikan bahwa dia akan bertanggung jawab atas kegagalan penggeledahan dan penyitaan di Kingdom. 


Tapi Jin Wook meminta dirinyalah orang yang bertanggung jawab atas penggeledahan itu. 
Karena itulah Jin Wook di skors selama tiga bulan. 


Dia kemudian memberi tahu paka jaksa Jang. 
Jaksa Jang pun kaget. Kenapa akhir-akhir ini ketika melakukan penggeledahan Jin Wook tidak pernah memberitahunya. 
Jin Wook hanya bisa meminta maaf. Saat itulah datang Jaksa Min yang ingin berbicara dengan Jaksa Jang. 


Di luar ruangan, Yi Deum bertemu  bu Soon, pak Koo dan jaksa Park. Mereka sedang ngobrol karena lama tidak bertemu di kejaksaan. Kemudian datang jaksa Seo yang langsung memuji Yi Deum, kalau dia semakin cantik sejak jadi pengacara. 

Jaksa Park : “jaksa Seo, kamu pandai sekali memberi pujian terselubung?”  
Kemudian beralih mengomentari Yi Deum, dia senang bisa bertemu dengan Yi Deum dan bertanya, apa saja yang dia lakukan bersama Jin Wook?

Tentu saja Yi Deum bingung jawabnya. “kenapa kau menanyaiku tentangnya? Bukankah sekarang dia Juniormu? Yi Deum balik bertanya. 
***Tolong Support kami dengan cara Share Sinopsis ini ke Media Sosial kalian yaahh.. Biar kami tetap semangat untuk mlenjutkannya, Dan berikan juga komentar kalian di episode ini apa yang menarik dan apa yg bikin penasaran... Gomawo.. 😁

Saat itulah Jin Wook keluar dari ruang Jaksa Jang dan tersenyum ke Yi Deum kemudian mereka ke Parkiran Mobil. 

Jin Wook membawa satu kardus yang berisi barang-barang dan berkas. 
Awalnya Yi Deum mengira itu barang miliknya dan mengatakan terlalu berlebihan kalau di skors 3 bulan membawa barang sebanyak itu. 


Jin Wook menjawab itu bukan miliknya. Itu adalah berkas untuk menangkap Cho Gap Soo. 
“apa kamu tidak mau menangkapnya? Sudah ku bilang sebelumnya, aku akan menghukum semua orang yang melakukan itu kepada ibumu. Siapapun dia”. 
Wajah Jin Wook kelihatan lebih serius mengatakan itu. 
“kamu tidak bisa dibujuk, mau apalagi? Kamu bersikeras melalui jalan berduri.
“akuilah sekarang kita berada di pihak yang sama”.
Jin Wook berbicara dengan senyuman di bibir.
Yi Deum hanya diam saja, tiba-tiba handphone nya berbunyi....dari Baek Min Ho


Pak Koo tertidur di ruangannya. Dia kaget karena handphone nya berbunyi....ternyata dari Jaksa Jang yang memintanya untuk datang ke ruangannya ada tugas untuk pak Koo. 
Dengan setengah berlari pak Koo sampai juga di ruang kerja jaksa Jang. 
Jaksa Jang meminta pak Koo untuk mencari seorang buronan dalam kasus Prostitusi. 


Berita penggeledahan yang di lakukan pihak kejaksaan di lihat oleh ibu nya Jin Wook, raut mukanya agak berubah setelah melihat berita itu (karena di TV terlihat Jin Wook yang memimpin penggeledahan), tak sampai selesai beritanya TV tersebut sudah dimatikan. 


Dia mencoba menelpon Jin Wook tapi diurungkan karena asisten nya masuk memberi tahu agenda edisi khusus tentang penduduk pulau lanjut usia. Mereka memutuskan untuk ke Pulau Bujin. 
Karena disana ada fasilitas perawatan jangka panjang yang bernama Naeil. 


Yi Deum di mobil bersama Jin Wook.
Seorang dokter menelpon Yi Deum, yang memberi tahukan bahwa pengobatan Ahn Suh Rim di hentikan, dan dia mulai siuman. 
Jin Wook :”siapa itu?”
Yi Deum: “jaminan untuk menjerat Cho Gap Soo”.
Karena penasaran Jin Wook bertanya lagi, jaminan apa? Tapi sama Yi Deum tidak diterangkan detail. Akhirnya Jin Wook meminggirkan mobilnya dan bersiap untuk tidur. 
Hal ini membuat Yi Deum bingung, kenapa?


“kalau kamu tak mau berbagi informasi, akupun tak mau berbagi mobil!” 
Akhirnya Yi Deum pun menyerah, dan mengatakan kalau Ahn Suh Rim adalah istrinya Cho Gap Soo. 

Mendengar jawaban Yi Deum akhirnya Jin Wook pun mau berbagi mobilnya dan melanjutkan perjalanan ke rumah Min Ho. 

Min Ho sudah menunggu di depan rumah. 
Dia menyerahkan satu lembar tulisan tangan Baek Sang Hoo yang berada di halaman terakhir Jurnalnya. 


Tanggal 8 November 2017 
Aku akan menemui Cho Gap Soo untuk Video Kingdom. Semoga ini bukan terakhir kalinya
Jin Wook membacanya dan Yi Duem mendengarkannya. 
Yi Deum :”jadi ini bukti yang kakakmu sebutkan?”


Min Ho :”Jurnalnya. Setiap perintah Cho Gap Soo selama 20 tahun tertulis disana dengan detail, dengan jurnal ini kalian bisa menjerat Cho Gap Soo dan memnjarakannya seumur hidup”.
Yi Deum :”itu bagus, tapi kenapa Cuma selembar ini?”
Min Ho : “singkapkan kebenaran dibalik kematian kakakku dahulu, setelah itu aku akan memberikan jurnalnya”.

Yi Deum meminta Min Ho menepati janjinya, tapi dia bersikeras bahwa kematian kakaknya lebih penting dari janji apapun dan tetap meminta Yi Deum dan Jin Wook untuk membuktikan bahwa kakaknya mati dibunuh. 


Yi Deum dan Jin Wook kembali ke kantor Jaksa Min.  
Mereka terkejut karena isi kanto berantakan, semua buku dan berkas ada di lantai berserakan. Sementara Jaksa Min berdiri mematung diantar berkas-berkas tersebut. 


“semua catatan investigasi dan berkas materi yang ku kumpulkan tentang Cho Gap Soo hilang”.


Dua orang anak buah Cho Gap Soo sedang membakar berkas-berkas yang dicuri dari kantor Jaksa Min. Tn Gap Soo dan pengacara Heo datang kepada mereka. 
Salah seorang dari pegawai itu menyerahkan satu berkas terakhir kepada Tn Gap Soo. 


Disampul depan berkas tersebut tertulis : Berkas kasus pabrik Hyungjae 
Sekilas Tn Gap Soo membuka berkas itu dan disana terlihat sebuah foto kemudian berkas tersebut dilemparkan ke dalam nyala api. 
“bagus, mereka tidak bisa berbuat apapun untuk sementara”. Ucap Tn Gap Soo lalu pergi. 


Jaksa Min, Jin Wook dan Yi Deum duduk di kantor dan mendiskusikan hal yang baru mereka alami, hilangnya semua berkas Cho  Gap Soo. 
Jaksa Min :“ini memerlukan investigasi khusus”.
Jin Wook :”kalau begitu kita memerlukan jurnal Baek Sang Ho”.
Jaksa Min :”kita perlu memecahkan kasusnya, tapi tiga bulan lalu kasusnya di tutup sebagai bunuh diri dan tidak ada bukti yang tersisa. Bisakah kau melakukannya?”.
Yi Deum : “jika tidak ada bukti, kita harus menciptakannya”.


Karena Jurnal itu satu-satu nya jalan menuju Gap Soo makan Yi Deum bertekad untuk bisa mendapatkannya. 
Jin Wook :”aku mengumpulkan dokumen terkait kematian Baek Sang Ho. Kita selidiki itu dulu saja”.
Jaksa Min :”baiklah, aku serahkan ini pada kalian”.
Jin Wook dan Yi Deum pergi dan menuju rumah Jin Wook. 
Jaksa Min mendapat telp, kalau penjahat yang mereka cari sudah di temukan.  


Jin Wook dan Yi Deum tiba di rumah Jin Wook. 

Awalnya Jin Wook meminta Yi Deum menunggu di luar karena rumahnya berantakan. Tapi Yi Deum tidak mau, dia akan masuk untuk mengambil berkas itu. 

Yi Deum dan Jin Wook sibuk mengalisis dan mengurutkan kejadian, mulai dari Baek Sang Ho bertemu dengan Min Ho, mengirimi Yi Deum sms, bertemu Tn Cho Gap Soo sampai pada kematiannya. 


Mereka berdua kompak menemukan bukti catatan bunuh diri Baek Sang Ho, yaitu pena yang dipakai Sang Ho untuk menulis pengakuannya. 


Mereka mengecek ke kantor kepolisian, dan meminta ijin pada petugas untuk melihat barang bukti berupa pena yang mereka maksud. 

Ketika mendapati pen yang dimaksud ternyata Pena itu berbeda dengan yang asli, yang dijadikan barang bukti di pena itu tertulis Liga Sepak Bola Doobalro. 


Yi Deum menyimpulkan kalau pena itu sudah ditukar oleh seseorang yang curiga kalau kematian Sang Hoo bukan bunuh diri. 
Jin Wook menduga orang itu mengenal baik Sang Ho. 
Akhirnya mereka berduan browsing tentang Liga Sepak Bola Doobalro di internet. 


Hasil pencariannya menunjukkan foto skuad pemain bola yang berfoto dengan Sang Ho. 

Jin Wook pun mengenali satu orang diantara pemain bola itu, dia mengatakan dua bulan lalu orang itu kerja di sini (kantor polisi). 

Di kantor Kejaksaan 
Jaksa Min menginterogasi penjahat yang sudah ditemukan yaitu Choi Yong Woon (kepala penjaga Kingdom). 


Jaksa Min memberi penawaran supaya dia memberi tahu tentang Kingdom selama dia bekerja disana dan Jaksa Min akan membantu dalam persidangan. 


Walaupun bebas, Choi Yong Woon tidak akan kembali ke Kingdom jadi tidak ada alasan untuk menolak memberi tahu jaksa Min. 

Awalnya Choi Yong menolak memberi tahu, tapi kemudian Jaksa Min memberitahu kalau dia menolak maka akan di telponkan Tn Cho Gap Soo untuk menjemputnya. Muka Choi Yong menjadi gelisah ketika jaksa Min mengeluarkan handphonenya dari saku. 


Di Universitas Hankuk
Para mahasiswa demonstrasi, meminta rektor untuk mundur dan meminta maaf. 
PaK Rektor (pak Kim) pun mencoba mengusir para pendemo dengan menyuruh mereka belajar, karena apa yang dia lakukan juga demi mereka. 


Para pendemo malah melempari pak Kim dengan gandum dan botol minuman kemudian mengaraknya hingga parkiran mobilnya. 


Pak Kim datang ke Balai Kota Yeongpa menemui Tn Cho Gap Soo secara paksa karena di halangi oleh para pegawai balai kota dan masuk ruang Tn Gap Soo. 

Pak Kim marah-marah karena dia sudah memberi nama Tn Gap Soo ke Kejaksaan dan meminta mereka menginvestigasinya, tapi ternyata dia diabaikan oleh para jaksa. Dia menganggap Tn Gap Soo telah memberi suap pada para jaksa sehingga Tn Gap Soo tidak di investigasi.  


Tn Gap Soo meminta pak Kim untuk pergi, dan memanggil security. 

Seorang pegawai masuk membawakan Tn Gap Soo souvenir Hole in One di Bujin, tapi Tn Gap Soo menyuruh untuk membuangnya saja, karena menganggap Bujin sebagai tempat pembawa sial. 

Dia pun teringat kembali ketika seorang wanita yang bawaan di trolinya tumpah dan menghambat perjalanannya. Dia meminta seseorang untuk menyelidiki wanita itu. 


Di Pulau Bujin
Wanita yang dilihat Tn Gap Soo adalah Gyung Sun, yang bekerja di perawatan jangka panjang Naeil bersama perawat Gyung Jo (perawat yang pernah ditemui Jin Wook dan Yi Deum). 


Ibu Jin Wook dan rombongan dalam perjalanan berkunjung ke Pulau Bujin di saat hujan salju mulai turun. 

Tn Gap Soo membuka brangkas dan mengambil Jurnal Sang Ho kemudian membacanya. 
Tanggal 11 februari 2003, selasa pukul 22.00
Aku ke rumah sakit Jiwa Sena dan bicara pada direkturnya, dokter Ko Jae Sook. 


Flashback 
Sang Ho menemui dokter Ko Jae Sook (ibunya Jin Wook) dan memintanya melepaskan masker oksigen Kwak Young Shil dengan tangannya, tapi Dokter Ko menolak dengan alasan dia pernah menyelamatkan nyawa anaknya (Jin Wook). 

Walaupun Dokter Ko menolak membunuhnya tapi dia sudah mengurungnya selama tujuh tahun. Dokter Ko tetap menolaknya dan mengancam akan membawa nya ke publik untuk menebus dosa-dosanya. 

Sang Ho berdiri di sebelah pasien yang mukanya di perban dengan masker oksigen disana. 


Seorang perawat (perawat Gyung Jo) datang dan menyuntikkan cairan ke selang infus pasien dan mendadak pasien kejang dan tak bernafas lagi. 

Sang Ho memberi perawat itu sebuah amplop dan berpesan untuk menjaga rahasia ini sampai dia mati. 
Flashback selesai

Tn Gap Soo menutup jurnalnya, dan bergumam: “benar, Sang Ho tidak akan membunuh orang semudah ini”.
Kemudian menelpon komisaris polisi dan meminta bantuannya untuk mencari seseorang yang bernama Choi Gyung Ja. 


Jin Wook dan Yi Deum bertemu dengan orang (yang berfoto sebagai pemain bola bersama Sang Ho) dan meminta keterangan tentang Pena Sang Ho. 

Awalnya dia tidak mau memberi keterangan, kemudian Yi Deum menjelaskan kalau Baek Sang Ho meninggal karena di bunuh. Dia ditemukan meninggal setelah bertemu Tn Cho Gap Soo. 

Yi Deum menunjukkan selembar jurnal yang diberikan Min Ho padanya. 

Setelah itu, laki-laki tersebut masuk ke dalam ruangan dan kembali dengan membawa pena yang Yi Deum maksud. Kemudian menceritakan awal mula dia mendapat pena. 

Dilayar kita melihat flashback, laki-laki tersebut datang ke rumah Sang Hoo setelah mendengar kematiannya. Sampai di TKP polisi yang datang kesan tidak memprosesnya malah mereka berbincang-bincang dan bersantai. 


Kemudian dia bertanya pada polisi yang bertugas, “apakah sudah selesai memprose TKP?”

Jawaban si polisi santai saja, “apanya yang di proses dia mati bunuh diri biasa.” dengan menunjukkan surat pengakuan yng di tulis Sang Ho. 

Dia tidak percaya karena posisi  Sang Hoo di temukan duduk , mana ada bunuh diri sambil duduk?
Yang terjadi berikutnya dia dan petugas polisi adu mulut. 
Setelah di lerai oleh polisi yang lain, dia mengambil pena Sang Ho dan menukar dengan penanya. 
Kembali ke masa sekarang. 

Laki-laki :”ada banyak kejanggalan disana, tapi polisi tidak menginvestigasinya dan segera menutup kasusnya. Karena itulah aku mengambil penanya walau aku tahu itu salah. 
Yi Deum :”anda sudah mengujinya?”
Laki-laki :”ada dua sidik jari di pena itu”.
Yi Deum :”pasti itu milik Cho Gap Soo dan Baek Sang Ho”. 
Jin Wook :”kami akan membawa dan mengalisinya”.


Laki-laki tadi merasa berhutang banyak kepada Sang Ho, dan hanya itu yang bisa dia lakukan. Dia meminta Jin Wook dan Yi Deum untuk memecahkan kasus ini dan dia akan sangat berterimakasih.

Komisaris Polisi menelpon Tn Gap Soo dan memberinya laporan. 


Choi Gyung Ja dan Kwak Young Shil ada di tempat perawatan jangka panjang di pulai Bujin sesuai prediksi Gap  Soo. Kwak Young Shil hidup sebagai Choi Gyung Sun. 
Mendengar laporan itu, Tn Gap Soo menyuruh untuk membunuh keduanya. 


Gyung Ja mengajak Gyung Sun (Kwak Young Shil/ibunya Yi Deum) untuk meninggalkan Tempat itu. Tanpa memberi tahu alasannya. Mereka berdua terus lari meninggalkan tempat perawatan Jangka Panjang itu. 

Yi Deum dan Jin Wook menemui Min Ho dan mengatakan penemuannya, kalau di pena ada dua sidik jari salah satunya adalah sidik jari kakaknya (Bask  Sang Ho). Jika mereka sudah memastikan kalau yang satunya sidik jari Cho Gap Soo maka itu bisa digunakan untuk menjerat Cho Gap Soo dengan tuduhan pembunuhan. 

Namun, itu belum cukup. Jika di pengadilan Gap Soo mengatakan itu bunuh diri maka dia kan lolos dan hanya di penjara satu tahun. 


Yi Deum : “kami akan meastikan Cho Gap Soo membusuk di penjara”.
Min Ho :”bukankah kalian mengatakan tidak ada jalan?”
Jin Wook :”kami akan menyiapkan suatu investigasi khusus untuk menjeratnya”.
Yi Deum :”bergabunglah bersama kami. Kamu bilang ingin balas dendam pada Cho Gap Soo, mari lakukan bersama”.
Tn Gap Soo menerima telpon yang mengatakan kalau ada dua jurnal Baek Sang Hoo. Seketika itu handphone miliknya terjatuh ke lantai. 


YI Deum mengadakan konfrensi pers dengan awak media, 
“aku dari investigasi khusus, Ma Yi Deum”.

Bersambung ke episode 15