Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Back to the 90's PART 5 END


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Movie Thailand

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Back to the 90's PART 4
DRAMA SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers

Kong hanya melihat Som berlari meninggalkannya tanpa bisa mengejarnya. Ia berusaha untuk tabah. Tiba-tiba langit menjadi mendung dan ada petir juga. Kong menatap langit. Hujan turun nggak lama kemudian. 


Som roboh di kamarnya. Ia menangis tersedu-sedu di atas ranjang. Ia melihat foto-fotonya bersama dengan Tum. Di bagian bawah ada fotonya bersama Kong. Som teringat sesuatu. Ia menelpon layanan paclink. Ia mengirim pesan untuk Kong.


Kong berjalan menerobos hujan. Angin bertiup sangat kencang. Pagernya berbunyi. Itu adalah pesan dari Som yang minta Kong buat telpon balik ke nomor 9482092. Kong segera berlari ke telpon umum. Kong sedang menunggu Som mengangkat telponnya. Tiba-tiba Kong menghilang setelah terdengar petir yang sangat keras. 


Para tukang ojek mengerubungi Kong. Mereka bertanya-tanya apa Kong mati? Apa dia hidup? Telpin regu penyelamat. Papa dan mamah menghampuri mereka dan kaget pas melihat Kong pingsan. Mereka memanggil-manggil nama Kong. Kong akhirnya sadar. Ia menengok ke telpon umum. 


Esok harinya ketika Kong bangun tidur, ia udah ada di kamarnya. Dengan kepala yang masih terasa pusing, Kong menghampiri papa yang lagi merenung di dekat jendela. Kong ada di sampingnya aja papa nggak nyadar saking asiknya melamun. Papa baru nengok pas Kong panggil. Kong menanyakan apa semalem papanya lembur lagi? Papa nyuruh Kong tidur aja, dia kan lagi sakit. 


Kong memanggil papa dan bilang terima kasih. Papa nanya terima kasih buat apa? Untuk semua yang udah papa lakuin buat Kong dan mamah. Papa mengangguk lalu mengusap kepala Kong. Kong juga mau minta maaf. Ia telah salah menilai papa dan Som. 


Papa merangkul Kong dan minta Kong nggak usah khawatir dengan Som. Som nggak akan mengganggu keluarga mereka karena dia telah meninggal. Kong terkejut. Papa menjelaskan kalo Som meninggal di hari pernikahan papa. Ketika Som ingin pindah bersama ibunya di Chiang Mai. Dia mungkin nggak ingin melihat saat papa menikah. Siapa yang nyangka itu adalah terakhir kalinya papa melihatnya. Papa merasa menyesal. Kalo aja papa memintanya untuk tetap tinggal, mungkin dia bakalan selamat. Kong teringat berita tentang kecelakaan bus di Chiang Mai. Ia menyebut nama Som lalu ninggalin papa. Papa memanggilnya tapi Kong yang lagi buru-buru nggak peduliin. 


Kong ke kamarnya dan mengambil pager. Habis itu ia keluar. Ia melihat telpon umumnya udah nggak ada. Kong bingung, ia menanyakannya pada tukang ojek di sana. Mereka menjawab kalo pihak berwenang telah memindahkannya. Kong nanya dimana dipindahnya. Di suatu tempat. Mungkin di Thaewet, Bang Po, Bukkalo, Bang Ping Merry King, Saphan Kwai. Mereka malah jadi nyanyi. Aneh.


Kong yang udah nggak punya waktu banyak langsung menaiki salah satu motor dan mengendarainya. Para tukang ojek itu mengejarnya bersama-sama. Mereka kejar-kejaran sama Kong. Kong berhenti di depan telpon umum tua itu dipindahkan. Ia mau mendekat saat para tukang ojek sampai. Mereka memaki Kong. Mereka marah karena Kong mencuri motornya. Kong nggak maksud mencurinya. Ia hanya mau meminjamnya. Mereka udah mau balik, Kong hanya minjem, nanti juga bakal dibalikin. Tapi sebentar kemudian mereka kembali berpikir Kong nggak bisa lolos lagi udah jelas Kong mencurinya. Mereka mau ngasih Kong pelajaran. Tapi karena itu area musuh mereka, sangat berbahaya. Kong memohon kalo mereka mau bertengkar dengannya lakukan nanti aja. Mereka nggak mau. Mereka maunya sekarang. Mereka minta Kong ngasih alasannya. Jika itu penting, mereka bakal membiarkan Kong pergi. Tapi kalo enggak, mereka bakal bikin Kong jadi bubur. Si gendut malah minta ditambahin dua telur dan jahe. 


Kong memohon sambil berlutut. Mereka mungkin nggak akan percaya. Ia sangat butuh telpin umum itu buat kembali ke masa lalu. Orang-orang itu malah tertawa. Kong menjelaskan pada mereka kalo itu seperti portal ruang dan waktu yang membawanya ke masa lalu. Kong ingin menyelamatkan seorang wanita. Kalo nggak Kong selametin, dia akan mati. Mereka menyebut Kong gila. Nggak ada yang percaya dengan cerita sedih Kong. 


Si gondrong percaya. Ia akan membiarkan Kong balik ke masa lalu. Ia percaya pada Kong. Apa mereka nggak pernah lihat film Back To Future? Kong meminta mereka mempercayainya dan mengajaknya pergi. Temannya si gondrong tanya sama si gondrong apakah mereka juga akan membantu Kong? Mereka sudah sampai di tempat telpon umum dipindah. Tapi masalahnya di sana ada banyak telpon umum. Gimana mereka bisa nemuinnya? Si gondrong merasa percuma  kalo cuman berdiri aja. Ia nyuruh teman-temannya berpencar. 


Mereka mulai mencari. Tapi mereka bingung apa warnanya? Yang pakai kartu apa koin? Kong mendekati salah satu. Ia merobek kertas yang tertempel disana dan melihat nomor yang ia tulis di dindingnya di masa lalu. Ia menemukannya. Mereka mendekat lalu tiba-tiba ada petir dan Kong menghilang. Kong terlempar dari telpon umum di masa lalu. Ia melihat sekitar lalu berlari menuju rumah Tum. 


Kong menggedor-gedor pintu rumah Tum. Dari dalam Tum bilang tunggu. Tum menanyakan Kong dari mana aja. Kong menanyakan Som. Tum mengatakan kalo barusan Som datang dan memberinya sesuatu. Tum memberikannya pada Kong. Som mengatakan padanya kalo dia akan tinggal bersama ibunya di Chiang Mai. Tum menanyakan ada apa dengan Kong. 


Kong menerobos masuk melewati Tum. Tum menanyakan penjelasan Kong tapi Kong udah nggak ada waktu. Kong mengambil kunci motor dan mengendarainya. Tum mengejarnya tapi kong udah nggak kekejar. Tum masuk ke rumah. Di depan pagar Tum menemukan pager Kong yang terjatuh saking buru-buru. Tum menyimpannya dan masuk.


Tum mendengarkan kaset melalui headphone. Itu adalah rekaman suara dari Som. Som berterima kasih pada Tum karena telah menjadi kakak yang baik buat dia. Som menyesal telah mempermainkannya. Dari Som. Ia telah melakukan semua yang ia bisa. Ia akan menjauhi Tum mulai dari sekarang. Ia menulis lagu itu untuk Tum. Som berharap Tum menyukainya. Som.


Som udah ada di terminal. Ia berjalan menuju loket dan membeli tiket menuju Chiang Mai. Sambil nunggu bus Som duduk bersama penumpang yang lain. Tiba-tiba ia jadi sedih lagi dan mutusin buat ke toilet. Saat Kong tiba, Som udah nggak ada di tempatnya. Kong menoleh ke segala arah tapi nggak melihat Som. Kong mau mengirim pesan tapi ia harus mengantri. Ia nunggu dengan gelisah. Padahal saat itu Som udah duduk di bangku di belakangnya. Kong makin nggak tenang karena orang yang di depan nelponnya lama banget. Setelah orang itu menutup telpon, Kong segera mengambilnya dan nelpon layanan paclink. Nggak lama pesan itu sampai di pager Som.


Kong mendatangi loket. Ia menanyakan bus yang akan ke Chiang Mai. Petugas mengatakan kalo Kong udah terlambat. Itu adalah bus yang terakhir. 


Kong mengejar bus pakai motor. Ia udah melihat bus-nya dan melambai. Ia memanggil supir agar menghentikan bus. Kong ingat gaya aero-dynamic yang pernah di bilangin sama tukang ojek, yang bisa menambah kecepatan. Seperti gaya pembalap. Nggak perlu tunggu lama, Kong pun mempraktekkannya. Sopir yang melihat Kong udah nggak kelihatan merasa senang. Dikiranya Kong nggak bisa menandinginya. Ia sama sekali nggak nyangka Kong udah nunggu di depan. Hampir aja Kong ketabrak kalo sopir nggak buru-buru ngerem. 


Kong masuk ke dalam bus. Sopir memarahinya. Apa Kong mau membuat mereka semua mati. Kong melihat semua penumpang tapi nggak ada Som. Ia bahkan sampai memeriksa toilet segala. Tapi tetep ia nggak nemuin Som. 


Kong melihat ada tempat duduk yang kosong dan melihat buku catatan Som. Kong mengambinya dan membukanya. Disana ada fotonya bersama dengan Som yang waktu itu. Ada fotonya Som sama Tum juga, sih.

Flashback...


Sebenarnya Som udah naik bus. Tapi saat Som membaca pesan yang dikirim oleh Kong, yang melarangnya naik bus itu, ia lalu turun lagi. Som menunggu Kong di bangku tunggu penumpang tapi Kong nggak juga datang. 

Flashback end...


Kong lega Som selamat dari kecelakaan bus. Tapi tiba-tiba dari arah depan ada cahaya terang dan bus membentur sesuatu. Saat Kong tersadar, para tukang ojek udah mengerubunginya. Ia nanya sama mereka kalo ia udah kembali. Tapi para tukang ojek itu bilang kalo dari tadi Kong nggak kemana-mana. Tadi Kong masuk kedalam kotak telpon. Saat terjadi petir, Kong tiba-tiba terlempar. Gimana dengan Back To Future? Mereka jadi yakin kalo Kong berbohong. Kong sendiri cuma diam. Dia kayaknya masih bingung.


Di rumah, mamah lagi nyiapin makan malam. Tiba-tiba papa datang dari belakang dan meluk mamah. Papa tanya mamah masak apa hari ini. Mamah tanya siapa yang minta omelet dari kemaren? Papa bilang aku sambil ngangkat tangannya. Papa lalu memuji mamah yang tampak cantik hari ini. Mamah membalas papa merayunya setiap hari. Papa mengaku hanya punya mamah seorang, cintanya. Mamah nanya apa papa nggak malu kalo diliat sama anaknya? Papa bilang enggak, dia kan melakukan itu setiap hari


Kong pulang. Mamah bilang ke papa kalo dia pingin pergi ke pantai minggu depan. Papa setuju. Gimana kalo mereka ngajak Kong? Atau cuman mereka berdua aja? Mamah maunya mereka berdua aja. Papa malah punya ide buat bawa pulang satu anak lagi. Duh, papa sama mamah nih kayaknya belum nyadar kalo Kong udah pulang.


Papa dan mamah akhirnya lihat Kong berdiam diri di dekat pintu. Mereka manggil Kong buat duduk dan makan. Mamah nanyain Kong dari mana. Mamah kira Kong ada di kamarnya. Kong dari pagi ada di rumah, nggak seharusnya mereka kayak gitu tadi. Menurut mamah, papa adalah contoh yang buruk bagi Kong. Papa membantah. Ia seperti itu setiap hari. Soalnya papa udah menyelesaikan pekerjaannya. Mama tahu papa melanjutkan pekerjaannya saat mama udah tidur. Papa melakukannya agar mama bisa tidur nyenyak. Papa menyangkal tapi mamah tahu papa berbohong. Mamah minta papa mengaku tapi papa masih nggak mau ngaku. Mamah akhirnya ngajak semua buat makan aja. 


Mamah memberikan HP baru pada Kong. Itu adalah hadiah dari kakek. Kong senang? Nggak, nyatanya Kong nggak melihat ponsel itu sedikitpun. Ia lebih senang melihat orang tuanya yang jadi harmonis. Kong mengatakan kalo dia lebih senang saat mereka bertiga bisa duduk bersama dan makan bersama. Papa dan mama saling pandang. Mereka merasa ada yang aneh dengan anaknya. 


Mamah menanyakan apa yang udah papa lakukan pada Kong. Papa malah mengira kalo Kong lagi sakit. Tapi pas papa nyentuh kening Kong, papa rasa nggak panas. Artinya Kong nggak demam. Tapi papa masih merasa kalo ada yang nggak beres dengan Kong. Papa ngajak makan dulu. Dia sampai lupa kalo dia lapar. Mamah mengambilkan nasi di piring papa. Kong menyaksikannya dengan senyum lebar.  


Kong di kamarnya. Ia melihat ponsel barunya dan pager dari Som. Ia kembali ke masa lalu untuk memperbaiki masalah antara Tum dan Mam. Tapi untuk dia dan Som... Meskipun itu nggak mungkin, tapi itu adalah kenangan terindahnya, tapi...Kong masih penasaran dengan satu hal. 


Kong mengambil ponsel barunya dan menelpon nomor Som. Kong tengah menunggu tapi operator menyuruhnya untuk mengecek kembali nomornya dan coba lagi. Kong mengulanginya lagi. Dan kali ini telponnya tersambung. Yang ngangkat adalah seorang wanita. Ia tanya apa yang bisa dibantu. Kong ingin bicara dengan Som. Orang itu mengaku bernama Som. Kong melotot mendengarnya. Habis itu Kong terus senyum dan nggak ngomong-ngomong lagi meski orang yang di seberang terus bilang halo. Dasar mesum, maki Som.

TAMAT

Komentar:
Akhirnya selesai juga. Lega akhirnya semuanya bahagia termasuk Kong. Meski kita nggak tahu itu Som beneran atau cuman kebetulan aja namanya sama. 

Intinya adalah keluarga yang harmonis adalah yang terbaik. Perjuangan Kong akhirnya berbuah manis. 

Sampai ketemu di sinopsis yang lain. 😀😀😀

1 komentar:

makasiii sinopsis nya kaka 😘😘
seru, lucu, aku suka bagian pendapat di akhir sinopsis nya hahahaa