Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Borg Mom Episode 3 PART 2


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Borg Mom Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Borg Mom Episode 4 Part 1

Go Bong lagi makan malam bareng sama Yool dan Young Cheol. Dia sama sekali nggak tahu kalo Borg Mom lagi kesulitan di tempat pameran Do Hye. Yool, ayah dan pamannya lagi memanggang daging babi. Young Cheol memanggil Go Bong agar segera membawa kimchi. Go Bong mengatakan kalo mereka harus masak kimchi kalo minyak dari daging babinya udah menetes. 


Go Bong mengambil sekotak kimchi dari dalam lemari es. Ia membuka kotak yang berisi kimchi dan menilai kalo kimchinya udah sempurna banget. Yool yang nggak sabaran mengeluh kapan dagingnya matang. Go Bong menanyakqn Yool sangat lapar sekali, ya? Lapar banget, jawab Yool 


Go Bong mendatangi kulkas lagi. Ia mengambil pisang untuk Yool makan sembari menunggu. Itu pisang yang ia beli dua minggu yang lalu. Young Cheol mengeluh kenapa menyimpan pisang di kulkas kimchi? Hanya butuh waktu tiga hari agar lalat bisa dampai ke rumahnya. Go Bong yang denger Young Cheol ngeluh terus dari tadi, menjejalkan pisang ke mulutnya agar bisa diam.


Go Bong memberitahunya kalo kulkasnya itu bagus. Ia lalu nyuruh Young Cheol buat fokus aja dalam memasak daging. Go Bong mengupas satu pisang dan menyupkannya ke Yool. Go Bong lalu melihat jam tangannya. Ia terkejut pas menyaksikan baterainya habis. Rupanya jam itu gunanya untuk memonitor baterai Borg Mom. 


Go Bong nggak yakin baterainya habis secepat itu. Ia bergegas keruangannya dan memeriksa monitor. Ia melihat ibu-ibu pada ngelihatin Borg Mom. Go Bong melihat jam tangannya lagi. Baterai tidak mencukupi, hanya tersisa 7%. 


Go Bong segera berlari keluar. Ia berpesan pada Young Cheol agar menjaga Yool sebentar. Yool dan Yeong Cheol sama-sama mengulurkan tangannya seolah-olah nggak membiarkan Go Bong pergi. Yang satu manggil hyung, yang satu manggil appa. Habis itu Young Cheol nyuruh Yool buat makan lagi. Enak, kan? Yool mengangguk.


Go Bong sudah ada di mobilnya. Ia nggak bisa menjalankannya karena sedang lampu merah. Ia hanya bisa berharap agar lampu merahnya bisa lekas berubah. Go Bong melihat jamnya lagi. Baterainya tinggal 4%. Ia mengeluh hal itu membuatnya gila. Nggak mungkin baterainya cepat habis. Ia jadi bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. 


Go Bong melihat lampu lalu lintas dan mulai bicara sendiri. Cepatlah berubah, kumohon cepatlah, biarkan aku pergi. Go Bong terus memandanginya hingga akhirnya lampu merah itupun berubah jadi hijau. 


Di tempat pesta, Borg Mom terlihat makin lemas. Para ibu cuman ngelihatin aja tanpa ada yang nolongin. Do Hye, Ti Na, Soo Ji dan Gwi Nam pada bertanya-tanya. Dikiranya Borg Mom mabuk. Do Hye mengangkat tangannya kewajahnya seolah-olah ingin menyembunyikan senyumnya dari yang lain.


Ti Na menyela,  biar dia aja yang melanjutkan. Ia mengangkat tangannya pada guru Hyun Bin. Ti Na minta agar musiknya diganti. Ti Na mendekati Borg Mom dan menanyakan keadaannya. Ia menepuk-nepuk pipi Borg Mom, apa dia baik-baik aja? Borg Mom yang udah lemes banget, menjawabnya dengan terputus-putus. Aku...tidak apa-apa. Ti Na terus memanggilnya borg Mom!


Go Bong udah sampai di tempat. Ia celingukan mencari Borg Mom. Akhirnya Go Bong menemukan Borg Mom lagi sama Ti Na. Go Bong memapah Borg Mom dan mendudukkannya. Ia memeriksanya mencari tahu apa yang terjadi. Go Bong melihat ke bawah dan menemukan Borg Mom nggak memakai sepatunya. 


Go Bong kaget dan bertanya sama Borg Mom dimana sepatunya. Borg Mom yang udah nggak punya tenaga cuman bisa ngangkat tangannya menunjuk Do Hye. Go Bong mengikuti arahnya dan melihat sepatu itu dipakai sama Do Hye. 


Go Bong melepaskan sandal yang dipakai Borg Mom. Ia lalu membanting sandal itu dihadapan Do Hye. Do Hye, Ti Na, Soo Ji dan Gwi Nam pada kaget. Go Bong marah-marah sama Do Hye. Kenapa Do Hye memakai sepatu Borg Mom.


Do Hye hendak menjelaskan tapi Go Bong keburu ngomong buat lupain aja. Ia menyuruh Do Hye melepaskan sepatu itu sekarang juga. Do Hye hanya terdiam. Go Bong membentaknya lagi. Sekarang! Do Hye melepaskan sepatunya, dan Go Bong bergegas mengambilnya. Go Bong memakaikan sepatu itu pada Borg Mom.


Do Hye terpaksa memakai sandal dari suami Gwi Nam. Ia pamit sama teman-temannya. Dengan langkah yang nggak nyaman ia meninggalkan ruangan pesta. Di luar, ia mengumpat Go Bong yang udah berani-beraninya menerobos masuk seperti itu dan merusak pesta pembukaannya. 


Do Hye ketawa sendiri. Menurutnya mereka lebih buruk daripada sepasang sandal tua. Kenapa mereka bisa mempermalukannya. Do Hye mengambil domoetnya dan membukanya tapi malah membuat isinya tumpah semua. Hal itu membuatnya naik darah. Ia makin marah dan menendangi ban mobil di dekatnya tapi malah bikin kakinya sakit. Ia terus memaki nggak jelas. Tanpa ia sadari ada seseorang yang merekam kejadian itu dari kejauhan. 


Go Bong memakaikan sepatu Borg Mom sambil berpesan agar Borg Mom jangan pernah melepas sepatu itu. Setelah sepatu terpasang, ia pun mengajaknya pulang. Ia meletakkan tangan Borg Mom di pundaknya dan membantunya berdiri.


Melihat wajah Borg Mom sedekat itu mengingatkannya pada mendiang istrinya, Lee Mi So. Ia teringat saat memberikan sepatu itu pada istrinya. Wajah Go Bong mulai merona tapi sesaat kemudian ia sadar bahwa itu adalah Borg Mom. Ia memanggil Borg Mom dan Borg Mom pun jatuh di pundaknya. Ibu-ibu dan guru Hyun Bin hanya melihatnya saja. 


Di kamarnya Borg Mom bertanya pada Genie, jam berapa sekarang. Genie menjawab jam 2.11 pagi. Borg Mom membenarkan. Borg Mom lalu memanggil Genie lagi. Kali ini ia meminta Genie memainkan lagu dari Lee Eun Mee yang judulnya Some Longing. Setelah dengar perintah Genie pun memainkannya. 


Borg Mom termenung saat lagu itu mulai mengalun. Ia teringat saat Go Bong membantunya bangkit saat di pesta Do Hye. Ia melihat wajah Go Bong dari jarak dekat dan menganalisa wajah Go Bong adalah kerinduan 100%. Kerinduan, gumamnya. Merindukan seseorang di dalam lubuk hati. Ia lalu menoleh pada foto pernikahan Go Bong dan Mi So. 


Go Bong lagi minum-minum di kedai pinggir jalan. Ia menrpuk-nepuk pipinya sendiri. Sudahlah! Jangan dipikirin lagi. Berhenti! Sesaat kemudian dia membenarkan. Itu karena dia melakukan hal yang baik. Kenapa dia sedih begitu?


Ia menuangkan minumannya kedalam gelas. Ia mengatakan pada bayangan Mi So yanga ada di dalam gelas bahwa ia  merindukannya. Ia membuatnya sama persis dengan Mi So. Go Bong meraih ponselnya dan melihat beberapa foto Mi So di masa lalu. Air matanya mulai menetes mengenai layar ponsel. Go Bong memanggil Mi So lirih. Ia meneguk minumannya lagi tapi semuanya menetes lagi dari mulutnya. Pemilik kedai merasa jijik melihatnya.


Sebuah mobil melaju dengan klakson yang terus berbunyi. Rupanya itu adalah mobil Do Hye yang ia kendarai dengan emosi yang meledak-ledak. Do Hye meminggirkan mobilnya dan memukul-mukul setir kemudi. Ia yakin Mi So nggak tahu apa-apa. Mi So berhasil mempermalukannya lagi dengan wajah cantiknya. Dengan wajah yang dipenuhi dengan amarah, ia menyebutkan nama Lee Mi So. Sementara di tempat lain Go Bong juga memanggil Lee Mi So. Ia mengaku sangat merindukannya. 

Ini adalah hubungan antara kita berdua. Inilah ingatan kita berdua.


Go Bong yang udah mabuk teriak-teriak. Ia tanya sama seseorang. Tahukah gimana rasa dari ceker ayam. Ia lalu memanggil Lee Mi So. Mi So pasti tahu rasanya. Itu makanan yang Mi So sukai. Ceker ayam. Go Bong menunjuk-nunjuk makanan itu pake sumpit. Tiba-tiba dia menjatuhkan sumpitnya. Ia mencari-cari sumpitnya tapi nggak ada. Nyarinya sampai di bawah meja.


Pemilik kedai yang melihatnya jadi mengeluh. Dia hanya punya satu pelanggan. Dia hanya memesan sebotol soju dan ceker ayam. Dia udah duduk di sana berjam-jam. Weoah, itu sangat menyenangkan. Bagus banget.


Go Bong masih mencari sumpitnya. Ia harus memakan makanan kesukaannya, ceker ayam. Ceker ayam! Ceker ayam! Nggak lama setelah itu Young Cheol datang. Pemilik kedai mengucapkan selamat datang. Young Cheol mengeluh pada Go Bong yang bertingkah kayak gitu pas lagi mabuk.


Young Cheol duduk dihadapan hyungnya. Go Bong menyapanya yang udah datang. Young Cheol bilang iya dia datang. Ia memanggil hyungnya, menyarankannya lebih baik hidup secara terhormat setelah malam itu. Kenapa ia menelponnya saat ia sedang beraktivitas di klub? Young Cheol memarahinya yang bahkan nggak bisa minum. Jadi ini yang membuatnya susah. Go bong merasa juga begitu. Kalo itu terus berlanjut, akan membuatnya jadi masalah. Maksud Young Cheol, mungkin ada masalah. Tapi nggak papa. Go Bong bisa berhati-hati kedepannya. Bukannya gitu? 


Nggak. Go Bong sedang bicara tentang dirinya sendiri. Ia merasa ia ada masalah. Hatinya nggak akan bisa bertahan. Go Bong memegang dadanya. Young Cheol ngerti kalo Go Bong pasti kesulitan hari ini. Tapi tetep aja, dia itu pria. Jadi beranilah. Go Bong nggak boleh takut sama kejadian kecil kayak gitu.


Pemilik kedai mendatangi Young Cheol dan mengucapkan selamat datang. Ia menanyakan apa yang Young Cheol suka. Ia menyarankan tumis kartilagonya yang cukup enak. Ikan bakarnya juga enak. Atau Young Cheol bisa juga memesan sup kerang yang menyegarkan. 


Young Cheol akan memesan tapi Go Bong keburu menyelanya. Ia aja yang pesan. Pemilik kedai senang dan menanyakan pesanan Go Bong. Go Bong bilang ia..ingin sumpit. Seketika senyumnya pemilik kedai langsung hilang. Go Bong mengulangi ia ingin sumpit tambahan. 


Pemilik kedai itu mengambil segelas sumpit dari meja sebelah dan meletakkannya dihadapan Go Bong. Itu sumpitnya, sumpit, katanya. Ia mengeluh. Pelanggannya ini benar-benar mabuk, bahkan menjatuhkan sumpitnya. 


Young Cheol meminta maaf pada pemilik kedai. Temannya udah cukup mabuk. Telpon Young Cheol berbunyi. Young Cheol mengangkatnya. Dari Ah Reum ia menanyakan Young Cheol dimana. Ia mencarinya. Pemilik kedai masih menanyakan pesanan, Young Cheol mau ceker ayam? Young Cheol memberi tanda padanya agar nanti dulu. Young Cheol bilang pada orang yang menelponnya,Young Cheol akan menunggunya sampai ia nencarinya. Pemilik kedai masih tanya apa yang Young Cheol suka? Kayaknya dia pengen banget Young Cheol pesan sesuatu. 


Young Cheol akan mendatangi orang yang menelponnya dan membuatnya merasa hangat. Sangat hangat. Young Cheol lalu menutup telfonnya. Ia lalu menatap wajah pemilik kedai dengan perasaan nggak enak. 


Go Bong nyambung aja mengatakan orang yang nelpon Young Cheol merasa panas. 1TYM hot. Grup menyanyi empat orang yang mrmulai debutnya tahun 2006. Hot, panas. Young Cheol menegur hyung-nya. Ia menutup mulut Go Bong agar nggak bicara yang macam-macam lagi. Young Cheol bilang sama pemilik kedai kalo Go Bong sebenarnya nggak banyak minum. Itu.. Panas sekali, keluh Go Bong.


Pemilik kedai menanyakan apa Go Bong tu seorang komedian, dari tadi selalu lucu. Young Cheol mengatakan pada Go Bong kalo dia harus pergi. Ia nggak bisa tinggal lama. Ia ada urusan mendesak. Pemilik kedai membenarkan. Young Cheol harus pergi dan mengurus urusan yang mendesak itu. 


Young Cheol mengambil ponsel Go Bong dan memberitahu nomor Borg Mom pada pemilik kedai. Pemilik kedai malah nangkepnya Young Cheol mau pesen nasi goreng. Nggak, nggak, ini nomornya Borg Mom. Ia meminta ahjusi itu untuk memberitahu istrinya tentang lokasi kedainya. Borg Mom lah yang akan membawanya pulang. Young Cheol minta tolong agar memberitahu Borg Mom. Ngerti?


Young Cheol bangkit dan menelpon Ah Reum kembali. Pemilik kedai nggak tahu kalo Go Bong udah menikah. Borg Mom menerima telpon dari ponsel Go Bong. Ia udah memanggil ayahnya Yool, tapi rupanya orang yang menelponnya adalah pemilik warung makan. Ia mengabarkan kalo suaminya sangat mabuk. Borg Mom harus membawanya pulang. Pemilik kedai mau memberitahu lokasinya...tapi Borg Mom udah lebih dulu mengetahuinya. Ia akan langsung jalan. Borg Mom nutup telponnya padahal pemilik kedai masih mau ngomong. Ia heran sendiri. Ia bahkan belum ngasih tahu lokasinya. Apa dia bisa nemuinnya? 


Borg Mom udah di jalan. Sistem pelacak lokasi ayahnya Yool telah diaktifkan. Ia berlari dengan sangat cepat menuju tempatnya Go Bong.

Bersambung...

Komentar:
Ga nyangka Go Bong bakalan segitu marahnya sama Do Hye. Do Hye yang di marah-marahin di depan umum pasti tambah benci banget sama Lee Mi So.

Penasaran banget sama orang yang diam-diam mengambil gambar Do Hye pas lagi marah. Siapa orang itu? Ah, orang jahat emang selalu banyak musuhnya.