Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Go Back Couple EPISODE 7 BAGIAN 1

Ruangan Dokter Park Hyun Seok


Penulis Sinopsis: Prabandari
All images credit and content copyright: MBC

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 6 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Go Back Couple Episode 7 PART 2

Dokter pakr sedang berciuman dengan suster. Diluar istri dokter park,Yerim, datang dengan berlari dan menanyakan dimana suster kim. Yerim menuju ke ruangan dokter park, disana dokter park dan suster kim sedang mengobrol. Dokter park meminta suster kim untuk membuatkan teh kesukaan istrinya. Dokter park berkata bahwa dia senang Yerim datang ke rumah sakit. Setelah beberapa saat Yerim pulang.

Narasi Jin-jo
Ketika kamu yakin berhasil membodohi orang dan orang itu diam saya, kemungkinan besar, orang itu sangat mencintaimu. 


Dalam mobil perjalanan pulang, Yerim menangis dan ditangannya ada foto perselingkuhan dokter park dan suster kim. Pada waktu di rumah sakit tadi, sebenarnya, yerim tau jika mereka tadi berciuman. Dia menangis dengan sedihnya.

Narasi Jin-jo
Mereka bukan dibodohi, mereka hanya tidak melihat kebenaran. Mereka menolak melihatnya karena mereka mencintaimu.

Episode 7


Kejujuran ada diantara kebenaran dan kebodohan
Seoul, 1999


Setelah acara itu, ban-do berjalan sendirian, dia mengingat ketika Jin-jo menyanyi tadi. Dia berjalan kearah toilet dan bertemu dengan Hyun-seok, mereka saling memandang. Ban-do masuk ke toilet dan melihat ada pita rambut jatuh. Dia mengambilnya dan membuka toilet yang didepannya. Dia terkejut, karena yang dia lihat ada Nam-gil dan Jin-jo dalam satu bilik toilet. Ban-do bertanya kenapa meraka ada disana,perasaan ban-do bercampur aduk antara terkejut,binggung dan rasa tidak percaya.
Nam-gil:”apa yang kamu lakukan?kamu siapa?”


Ban-do melihat ke Jin-jo seakan masih tidak percaya apa yang dilakukan Jin-jo ini. Jin-jo minta mereka minggir karena dia akan berganti baju. Ban-do dan Nam-gil masih berpandangan tajam. Karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya Jin-jo meninggalkan mereka berdua.


Ban-do berjalan sambil marah marah. Dia marah bagaimana bisa Jin-jo ditoilet berdua dengan Nam-gil. Nam-gil dan Jin-jo berjalan dibelakang Ban-do, nam-gil memanggil Ban-do “hei”. Ban-do yang sedang emosi tidak terima dipanggil “hei”.

Ban-do:”Hei?”kamu mengatakan “hei” padaku?Jin-jo, kamu dengar dia. Anak kecil yang kalung anjingnya bersinar ini baru saja memanggilku “hei”. Ban-do kamu harus mengendalikan emosimu.”
Nam-gil mendekat ke Ban-do

Nam-gil:”Bukankah kamu anak baru?Kamu mencoba ujian sampai 5 kali?”

Ban-do:”Bukan itu masalahnya, tapi setidaknya aku buang air besar 10 juta kali lebih banyak darimu.”

Jin-jo yang mendengarnya merasa jijik dengan perkataan Ban-do, dia mencoba menenangkan meraka dan berbicara ke Nam-gil.

Jin-jo:”Lupakan dia dan ambilah ini.Kembalikan ke mobilmyu agar adikmu tidak menyadarinya. Harganya masih menempel juga.”

Ban-do yang dari awal sudah curiga dengan Nam-gil.

Ban-do:”Dia tidak punya adik perempuan. Kakak macam apa yang membawa baju adik perempuan dimobilnya. Dia membelinya untuk seorang gadis.”

Nam-gil berbalik ke Jin-jo dan berkata”benar, aku membelinya untukmu.”Nam-gil mengelus rambut Jin-jo dengan perasaan saying tetapi sepertinya Jin-jo merasa risih. Ban-do melihatnya emosi lagi.


Nam-gil:”Ku harap kamu suka. Sampai jumpa lagi.”

Nam-gil berbalik menghadap Ban-do dengan senyum kemenangan. Jin-jo mengingatkan Ban-do jika dia lebih kecil dari pada Nam-gil.

Ban-do:”Kamu pasti senang memulai hidup baru dengan Pemuda tinggi dan tampan.”

Jin-jo tersinggung dengan ucapan Ban-do, dia berjalan kearah Ban-do dan mendiamkan Ban-do beberapa saat lalu Jin-jo pergi.


Disisi kampus yang lain, Nam-gil sedang memberi makan kucing kuning itu, dia berkata kenapa kucing selalu menangis padahal sudah diberi makanan yang paling mahal. 


Distand pameran, Dok-jae,chun-sul dan bo-reum sedang duduk bersama. Chun-sul yang sedang mabuk mengkutuk Ban-do dan bicara ngelantur. Chun-sul akan minum lagi tapi dilarang Bo-reum. Bo-reum melihat dompet Dok-jae yang mahal dan merasa Dok-jae itu anak orang kaya. Chun-sul mencari makanan, dok-jae protes, karena semua makanan sudah ada diperut Chun-sul. Dok-jae mencari cari Jae-woo yang tidak kunjung datang.


Jae-woo ternyata sudah ada diasrama, dia menangis mengingat perkataan bo-reum. Diradio sedang ada pembahasana tentang cinta, penyiarnya berkata “apakah anda menangis karena cinta?ini solusi bagi anda yang menangis dan ditertawakan oleh cinta.Ada Lee sang min di studio.”


Jae-woo yang merana, menelpon radio,dengan nama “Tinkerbell’. Jae-woo bercerita tentang masalah cintanya “orang yang aku kencani saat ini hanya mencintai fisik.Setiap kami bertemu, dia menciumku,menyentuhku dan menciumku lagi. AKu binggung alasan dia mengencaniku”.Jae-woo menangis dengan sedih dan Jae-woo berkata”dia bilang aku murahan”. Penyiar radionya merasa kasihan dengan Tinkerbell dan memberi solusi untuk memutuskan pasanganya. Penyiar radiaonya berterimakasih ke nona Tinkerbell. Jae-woo yang mendengar dia dipanggil nona, akan menjelaskan kalau dia cowok, tapi telepon keburu ditutup…kasihan jae-woo.


Besok harinya, Jin-jo sedang berjalan dikampus dan tiba tiba ada pesan masuk itu dari hyun-seok, dia meminta bertemu dengan Jin-jo. Jin-jo langsung menutup hpnya tidak suka..


Ditempat lain, Band-do akan menemui seo-young. Seo-young duduk dibawah pohon sedang bertelepon dengan ibunya. Seo-young tertekan dengan kemauan orang tuanya, dia berkata ditelepon “orang lain mengikuti kompetisi setahun sekali, tapi aku sudah mengikuti tiga kompetisi tahun ini bu. Aku juga bisa mengalami kemesrotan. Bagaiaman aku hanya memikirkan balet tanpa istirahat?Ini juga berat untukku ibu!. Seo-young berteriak ke ibunya. Ban-do yang tiba tiba duduk disebelahnya membuat dia kaget.


Ban-do:”Hidup memang berat bagi anak anak dan orang dewasa bukan?”

Seo-young merasa tidak enak Ban-do mendengar percakapannya dengan ibunya. Ban-do mengubah duduknya menghadap seo-young.Ban-do dengan muka serius berkata”lari saja.Aku akan berlari mengikuti angina. Kabur dari rumah. Bagaimana?”


Seo-young:”Apa?aku bukan anak smu.Kenapa aku harus kabur seperti anak kecil?”

Ban-do:”Kamu anak kecil. Kamu sedang memgalami pertumbuhan.”

Seo-young tertawa mendengar perkataan Ban-do.

Ban-do:”Sekarang kamu tersenyum,aku mengatakan itu untuk membuatmu tertawa.”

Seo-young berterima kasih telah membuatnya tertawa.Percakapan mereka terhenti karena ada telepon masuk. Jin-jo menelpon Ban-do dan bertanya dimana Ban-do, dia ingin mengetahui lebih banyak soal park hyun seok. Ban-do terkejut langsung berdiri dan meminta maaf ke seo-young karena dia harus pergi.


Yang sedang dibicarakan sedang berada di mobil bersama Yerim.Yerim bertanya soal”malam mahasiswa kedokteran.”Hyun seok menjawab bahwa dia tidak ikut karena harus belajar agar cepat selesai kuliah dan bertemu orang tua yerim. Padahal alasannya adalah karena dia malu membawa Yerim kesana. (jahat banget ini orang)


Diperpustakaan Jin-jo menunjukkan sms hyun seok ke ban-do.


Jin-jo;”Jadi bedebah itu memacari dan menikahi pacaranya yang sekarang untuk mendapatkan rumah sakit lalu meniduri banyak wanita dan menyelingkuhinya?”

Ban-do tergagap menjawab Jin-jo dan melihat kanan kiri takut ada yang mendengar

Ban-do:”Hei jaga bicaramu.”

Jin-jo:”Aku tidak mengatakan hal yang salah. Jika istrinya adalah pacarnya sekarang, kenapa dia mendekatiku?Aku kekasih kedua?”

Ban-do:”Lalu kamu kira kamu yang pertama?aku sudah melarangmu untuk dekat denganya.”

Jin-jo:”Bagaimana kamu bisa begitu mengenalnya?Kamu hanya pramuniaga dan dia hanyalah dokter.Kamu bawahannya?”

Ban-do:”Kami pramuniaga dan membantu klien dan menjaga selingkuhannya.”

Jin-jo:”Kamu sudah terlalu banyak berkorban “.

Ban-do hanya menggaruk garuk dahinya dengan pensil. 

Diasrama laki laki, Dok-jae bangun dan mengingat ingat seberapa banyak dia minum kemain malam. Dilihatnya disana ada Jae-woo yang masih tertidur, Dok-jae berjalan kea rah Jae-woo dan memcoba membangunkannya dengan kakinya. Dok-jae menendang nendang Jae-woo sambil berkata”Berninya kau meninggalkanku dengan dua wanita yang menyeramkan itu”.Ketika dia berhasil membalikkan Jae woo, Dia langsung teriak karena melihat jae-woo dengan mata yang bengkak.


Dok-jaeo:”Hei, kau seperti Jiangshi”.
Jae-woo tetap tidak bangun, dok-jae menyerah dan berbalik, disaat itulah dia melihat dompet kesayangannya yang sudah terpotong potong. Dok-jae histeris dan dia ingat siapa yang  motong motong dompetnya.


Dok-jae melempar dompetnya yang sudah rusak ke Chun-sul. Chun sul bertanya itu apa dan siapa yang melakukannya?

Dok-jae:”Kamu tidak ingat ini? Aku harus mengadukan ke siapa ini?”

Chun-sul meminta maaf soal kemarin malam, dok-jae mengira chun-sul ingat sehingga langsung memasang muka marah. Ternyata chun sul memasang muka melas. Dok-jae langsung luluh dan duduk disebelah chun-sul, dok-jae bilang dia tidak akan memarahi chun-sul. Chun-sul berdiri 

Chun-sul:”Aku tau kamu mempunyai kebiasaan minum yang buruk tapi kata orang, itu bisa disembuhkan.”

Chun-sul langsung pergi dari sana

Dok-jae yang masih duduk tambah frustasi dengan jawaban chun-sul.

Chun-sul lari ke asrama wanita, dia sebenarnya ingat kejadian itu dan berharap suatu saat bisa menggantikan dompet dok-jae


Ditempat Jin-jo dan Ban-do


Ban-do:”Kamu mau membalas dendam kepadanya?”

Jin-jo menganggung membernarkan. Ban-do menjelaskan bahwa dia sudak melakukan sedikit balas dendan ke park hyun seok (Soda dan tendangan ke kolam)

Tapi bagi Jin-jo, balas dendam harus sepadan.

Ban-do:”Kamu bisa tidak jangan terlalu dekat dengannya.setiap detik menjadi anak muda berarti bagiku.”

Jin-jo:”Kamu tidak marah dengan perlakukannya dia kepadaku?”

Ban-do:”kamu melakukan ini karena kamu kesal akan perbuatanku selama ini bukan?”

Jin-jo:”Bukan itu saja.Dia memanfaatkan wanita untuk uang. Dia juga berselingkuh dan menyakiti wanita.Dia memperlakukanku seperti selingkuhannya.Aku harus membalasnya.”

Akhirnya Ban-do menuruti kemauan Jin-jo untuk membalas dendam ke Park Hyun Seok. Jin-jo menyombongkan dirinya drama yang selama ini dia tonton, akan berguna sekarang.

Park Hyun Seok sudah menerima balasan sms nya dari Jin-jo. Mereka akan bertemu siang ini.


Jin-jo menyusun strategi

Jin-jo:”Jadi aku harus dekat denganya. Aku harus punya sesuatu yang dia sukai?”

Ban-do:”Yang dia sukai?Dia sangat menyukai uang.”

Rencana dijalankan


Ban-do menyeret Dok-jae duduk dekat Park hyun seok dan memulai membicarakan sesuatu yang disukai park hyun seok.

Ban-do:”Apa kau sudah mendengar gossip?kudengar anak grup Samsong kuliah disini.”

Dok-jae:”Grup Samsong?Jangan bohong, kenapa dia mau kuliah disini?”

Ban-do:”Dia kuliah diam-diam agar bisa mempelajari manajemen perusahaannya.”

Dok-jae:”Siapa dia?Kamu kenal?”

Ban-do:”Aku dengar dari dewan mahasiswa bahwa dia ma jin jo dari jurusan sejarah.”

Dok-jae berteriak tidak percaya, Ban-do mendekap mulutnya. Ban-do tau bahwa jebakan untuk park hyun seok berhasil karena sedari tadi hyun seok mendengarkan pembicaraan itu.

Dijam yang sudah dijanjikan, hyun seok datang ke café,disana sudah ada Jin-jo yang duduk dengan dandanan cantic. Jin-jo berlagak seperti anak orang kaya, memesan minuman espresso dan jarinya dijadikan lentik ketika minum.Mulailah perbincangan mereka.


Hyun-seok:”sebenarnya aku ingin menelponmu lebih awal tapi karena aku mahasiswa kedokteran, jadi ada banyak sekali tugas.”

Jin-jo berpura pura kaget:”Jadi kau mahasiswa kedokteran?bukankah ada “malam mahasiswa kedokteran?”

Hyun-seok:”Bagaimana kau tau?”

Jin-jo:”Kekasih temanku jurusan kedokteran dan dia diundang. Dia terus membanggakannya.
Hyun-seok berpikir dan mengajak jin-jo datang bersamanya.

Jin-jo:”Benarkah?tidak usah, tidak apa-apa.Kamu sudah punya kekasih.Aku tidak bisa datang bersamamu.Aku dengar Kim Ye Rim adalah pacarmu.”

Hyun-seok yang merasa ada mangsa baru bilang jika ye rim yang mengikutinya dan dia akan benar benar memutuskannya.

Jin-jo bertemu kembali dengan Ban-do dan menceritakan hal itu. Ban-do mengangkat jempol untuk Jin-jo karena bisa membuat Hyun-seok akan memutuskan pacarnya sendiri.

Hyun-seok saat ini ada di depan rumah Ye-rim dan sedang memberikan bunga merayu Ye-rim. Hyun-seok bertanya tanya soal grup Samsong.

Hal itu sesuai dengan prediksi Jin-jo, jika seorang seperti hyun-seok pasti licin, jadi mereka harus punya lubang yang besar untuk mencebaknya.

Ban-do:”Aku tau, dia harus tertangkap basah.”

Ditempat latihan, BO-reum tidak melihat Jaeo-woo. Dia bertanya ke teman teman Jae-woo tapi tidak ada satupun yang tau dimana Jae-woo. Jae-woo sendiri sedang berjalan dengan kepala tertunduk, bo-reum melihat itu dari atas. Bo-reum menghadang Jae-woo, tapi nampaknya Jae-woo tidak bersemangat sekali.Bo-reum langsung mengajak Jae-woo pergi minum, sepanjang minum, jae-woo bermain dengan pikirannya sendiri apakah harus bertanya soal kemarin ke Bo-reum.Bo-reum melihat ekspresi Jae-woo”apa yang mengusik pikirianmu?katakanlah.”


Jae-woo sudah siap-siap untuk bertanya tapi bo-reum permisi ke toilet. Ketika bo-reum pergi ketoilet, hp nya berbunyi. Jae-woo melihat kanan kiri dan menyambarnya. Jae-woo membaca sms.

SMS:”Kita akan pergi minggu depan. Ingat bukan?”

Jae-woo teringat perkataan penyiar radiao, kemungkinan pacarnya mempunyai banyak kekasih.Jae-woo menekan nomor 1,2,3,4. Tapi semua nomor bukan nama dia. Jae-woo sedih dan putus asa, dia menangis. Bo-reum datang dan melihat dia menangis.

Jae-woo tidak bisa mengkontrol emosinya:”Apakah aku yang pertama bagimu?.


Bo-reum yang tidak tau apa apa binggung dengan sikap Jae-woo, dia mencoba mengapai Jae-woo tapi jae-woo mencampakkan tangan bo-reum dan pergi. Bo-reum yang masih binggung melilhat ponselnya dan dia menyadari jika Jae-woo membaca smsnya.