Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Love at the Tip of the Tongue Episode 8


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: Youku

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Love at the Tip of the Tongue Episode 7
Pimpinan Kyung sudah menunggu di depan kastil, tapi Mimi malah menyamar dan mengendap-endap.


Mimi: “Kalau dia menyukaiku sebagai anak magang, maka dia akan marah jika aku terlambat. Kalau dia menyukaiku sebagai seorang wanita, ia tidak akan marah bukan?”


Flashback..
Pimpinan Kyung masih tidak yakin tentang perasaannya, karena ini pertam kalinya dia seperti ini. Oleh karena itu jika Mimi bisa tinggal lebih lama, maka ia akan mencari tahu perasaan sesungguhnya apakah ia menyukai Mimi sebagai anak magang atau sungguh-sungguh menyukainya.


Mimi memberanikan dirinya, ternyata Pimpinan Kyung menegurnya karena terlambat dan itu bisa mengurangi poinnya. Tapi ia tetap tersenyum dan mengajak Mimi berkeliling kastil. Ia juga meminta Mimi untuk melepas kacamatanya.


Mereka berjalan keliling kastil,


mengunjungi toko suvenir,


dan mencoba aneka suvenirnya.


Mimi heran karena Pimpinan Kyung bisa langsung memakan makanan yang tersaji tanpa menambahkan gula. Pimpinan Kyung menjawab, bahwa Mimi telah mengurusnya selama ini, memilihkan makanan dan juga menyediakan gula, lalu bagaimana jika Mimi tidak ada. Ia harus belajar untuk mengubah selera makannya agar tidak melulu makanan manis.


Mimi: “Kenapa kau hanya makan makanan manis?”
Pimpinan Kyung: “Ketika wanita memakan makanan manis mood mereka berubah lebih baik kan? Aku juga seperti itu. Jika aku makan makanan manis, hatiku tenang, moodku menjadi lebih baik, dan aku merasa bahagia.”


Mereka berjalan melewati sebuah toko suvenir, lalu Mimi menjauh untuk menerima telepon dari ayahnya. 


Sementara itu, Pimpinan Kyung melihat sebuah jam dan membelinya.


Setelah keluar dari toko, Pimpinan Kyung menerima telepon yang mengabarkan bahwa dia harus seger kembali ke kantor.


Ia lalu memberi tahu Mimi bahwa ia harus pergi. Ia harus menunggu Do Chan yang akan menyusulnya dan menemaninya melanjutkan observasi.


Mimi menyela bahwa ada sesuatu yang ingin ia katakan, tapi Pimpinan Kyung bilang, “Tunggu aku kembali.” Lalu ia langsung pergi.


Direktur memuji hasil kerja Pimpinan Kyung yang memuaskan. Ia juga menanyakan Mimi. “Dia bekerja lebih keras daripada yang aku kira,” jawabnya. Direktur memberi tahu bahwa ayah Mimi menelepon dan tampaknya Mimi akan pulang ke China lebih awal. Orang tua Mimi sangat mengkhawatirkannya.


Direktur: “Ayahnya menjodohkannya dengan seseorang dari keluarga kaya dan mereka sedang menyiapkan pernikahannya.”


Pimpinan Kyung tersedak, “Apa?”


Direktur menambahkan bahwa orang tuanya tidak akan membiarkan Mimi menikah dengan orang yang biasa-biasa saja, “Aku dengar dia adalah seorang pewaris yang sangat sangat kaya.”


Pimpinan Kyung kebingungan. Ia berusaha menaahan tangisnya. Ia bahkan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Direktur.


Mimi sudah bersama Do Chan dan Direktur Byun.


Mim bercerita pada Do Chan tentang pengakuan perasaan Pimpinan Kyung kepadanya. Tapi Mimi masih belum yakin apakah Pimpinan Kyung sungguh-sungguh menyukainya.


Direktur Byun dan Do Chan bertengkar lagi, tapi diakhiri dengan ajakan Do Chan agar kapan-kapan mereka minum bir dan makan di restoran bebek.


Hari sudah malam saat Pimpinan Kyung datang menemui Mimi. Mimi bercerita dengan riang bahwa ia dan yang lain baru saja makan bebek. Tapi Pimpinan Kyung terlihat murung.


Mimi melihat sebuah bungkusan dan membukanya.
Mimi: “Jam ini manis sekali.”
Pimpinan Kyung: “Harganya tidak mahal jadi aku membelinya. Itu untuk hadiah.”
Mimi: “Ah, aku jadi merasa bersalah karena membukanya lebih dulu dari penerimanya.”
Pimpinan Kyung: “Kalau kau menyukainya, ambillah.”
Mimi: “Tidak, tidak perlu.”


Sementara itu, Do Chan dan Direktur Byun masih melanjutkan minum soju. Mereka sudah mabuk. 


Mereka bicara sangat keras, sampai orang-orang melihat ke arah mereka.


Tapi karena sudah terlalu mabuk, yang Direktur Byun  lihat adalah mereka melihatnya karena menyukainya.


Sambil sempoyongan, Direktur Byun bahkan menghamiri mereka. “Apa ini pertama kalinya kalian melihat wanita cantik?”
“Nona, kau mabuk. Pulanglah,” kata seorang pelanggan.


Direktur Byun merasa direndahkan. Dia sampai menarik si pelanggan dan mendorongnya.


Si pelanggan berusaha menahan rasa kesalnya dan akan pergi.


Tapi Direktur Byun menahan mereka sampai ia jatuh sendiri.


Do Chan marah dan berusaha membalas. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Do Chan melihat si pelanggan mengepalkan tangannya dan bersiap menghajar, lalu Do Chan menghindar.


Di belakang Do Chan ada Direktur Byun, dan tinjuan itu mengarah ke wajahnya! [crstl]