Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Love at the Tip of the Tongue Episode 9


Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: Youku

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Love at the Tip of the Tongue Episode 8
Direktur Byun terkena tinjuan pelanggan di kedai. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia lalu mengigau, “Dokter, apakah operasinya berjalan lancar?”


Do Chan lalu menyadarkannya dan memberi tahu Direktur Byun bahwa ia ada di rumah sakit ayah Do Chan.


“Rahang 1 juta won-ku,” kata Direktur Byun sambil memegangi rahangnya.


Do Chan sendiri malah menangis, karena Direktur terkena pukulan.


Sementara itu, Pimpinan Kyung dan Mimi sedang observasi di sebuah supermarket. Mimi membeli 10 kotak ginseng.


Pimpinan Kyung: “Kemana kau akan membawa itu semua?”
Mimi: “Ke mobil Pimpinan Kyung.”
Pimpinan Kyung: “Lalu siapa yang akan membawanya?”
Mimi: “Tentu saja Pimpinan Kyung.”


Mimi dan Pimpinan Kyung makan daging sapi. Mimi berkata bahwa rasa makanannya akan tetap enak walaupun ditambah gula. “Tidak, aku cukup makan seperti ini saja,” kata Pimpinan Kyung.


Do Chan bertanya untuk siapa ginseng sebanyak itu.
Mimi: “Oh, aku akan memberikannya untuk staff di resort.”
Do Chan: “Harganya pasti mahal.”


Mimi menanyakan apakah tidak apa-apa kalung berbandul jam itu diberikan kepadanya, “Bukankah harusnya itu untuk orang lain?”

Pimpinan Kyung: “Tidak perlu dipikirkan. Ngomong-ngomong, bukankah kemarin kau ingin mengatakan sesuatu padaku?”

Mimi: “Ini masalah keluarga. Sepertinya aku harus pulang ke China. Ayah meneleponku, tapi aku tidak bisa memberitahukan detail masalahnya padamu.”


Direktur Byun marah lagi pada Do Chan karena menggunakan kata ‘tidur bersama’, padahal yang tepat adalah Direktur Byun tidur di kasur pasien dan Do Chan tidur di kursi di sampingnya. Do Chan lalu mengajak Direktur Byun untuk makan sup pedas agar dapat menghilangkan sisa mabuk mereka.


Mereka sampai di restoran yang dimaksud Do Chan. Direktur Byun memuji rasa supnya yang lezat. 
Do Chan: “Kalau saja ini buka sup pereda mabuk, akan lebih enak jika sambil minum.”
Direktur Byun: “Kalau begitu kau harus memesan satu botol arak beras. Satu saja.”


Mereka berakhir dengan 10 botol arak beras.


Direktur Byun mulai mabuk dan mengumpat lagi.


Do Chan menangis, “Kalau saja leherku lebih panjang, aku bisa menghalau pukulan mereka.”


Saking mabuknya, mereka menyusun botol araknya menjadi pin bowling. Lalu Direktur Byun menggunakan kepala Do Chan sebagai bolanya, “Strikeeeee..”


Malam harinya, Pimpinan Kyung dan Mimi mengunjungi taman lampu.


Pimpinan Kyung mengatakan ada sesuatu di belakang Mimi. Lalu Mimi menengok ke belakang.


Tidak apa-apa di belakangnya. Dan saat Mimi kembali membalikkan badannya, Pimpinan Kyung menghilang.


Mereka sudah bertemu lagi dan minum teh herbal bersama. Pimpinan Kyung bilang ia tidak suka teh, tapi Mimi malah terbiasa minum teh herbal dan dia bisa mengetahui jenisnya melalui aromanya.


Pimpinan Kyung: “Sangat berbeda.”
Mimi: “Apanya?”
Pimpinan Kyung: “Kita berdua. Kadang ketika aku mendengarmu bicara, kau terlihat seperti berasal dari dunia yang berbeda. Bahkan untuk hal sepele, seperti teh.”


Mimi: “Apa maksudmu? Saat ini kau keren dan luar biasa. Tidak peduli bagaimana kau dulu, yang jelas sekarang kau membuat orang iri padamu.”
Pimpinan Kyung: “Aku pikir juga begitu, sampai aku bertemu denganmu. Kapan kau akan kembali ke China?”
Mimi: “Dua hari lagi.”
Pimpinan Kyung: “Sudah larut, ayo kita pulang. Aku akan mengantarmu ke hotel.”


Sesampainya di hotel, Pimpinan Kyung berkata bahwa seharusnya dia membelikan Mimi sesuatu yang lebih bagus.


“Apakah kau benar-benar membelikannya untukku?” tanya Mimi. Pimpinan Kyung membenarkannya, karena jam itu dapat membantunya saat sedang observasi. “Aku harap ini juga akan bermanfaat saat kau kembali ke China,” lanjut Pimpinan Kyung.


“Cuacanya dingin, masuklah,” kata Pimpinan Kyung. Tapi Mimi lagi-lagi melihat ke belakang dan Pimpinan Kyung terus menyuruhnya masuk.


Saat kembali ke mobil, Pimpinan Kyung melihat ponsel Mimi yang tertinggal. Awalnya, ia tersenyum.


Lalu ia berubah kesal dan sedih, saat tidak sengaja membaca pesan dari Do Chan. ‘Nona Mimi, operasi berhasil. Sesuai dugaan, alkohol adalah jawabannya. Ki Do bukan peminum yang handal. Sekali ia mabuk, maka ia akan ambruk. Gunakanlah resortmu sebagai sandera, bilang ayahmu untuk tidak menandatangi kontrak dengannya.’


Ia kembali ke hotel  untuk mengembalikan ponsel Mimi.


Saat Mimi akan mengambil ponselnya, Pimpinan Kyung menariknya kembali dan berkata, “Katanya kau menggunakan plum untuk mendapatkan Kyung Ki Do, haha operasi berhasil. Ki Do tidak pernah kencan sebelumnya. Haruskah aku memakai pakaian popeye? Aku ingin tahu reaksinya.” Dia melanjutkan bicaranya, “Aku tidak suka melihat pesan orang lain. Aku melihatnya secara tidak sengaja. Apakah menyenangkan memperlakukanku seperti ini?”


Mimi: “Aku hanya meminta bantuan pada Senior Do Chan.”
Pimpinan Kyung: “Jadi, kau dan Do Chan membuat rencana setiap hari?”


Mimi terdiam. “Ya kau melakukannya. Aku khawatir tentang pengakuan perasaanku padamu karena melihat keluargamu. Aku bingung harus melakukan apa. Pergilah, kembali ke China,” kata Pimpinan Kyung.


Mimi: “Pimpinan Tim, perasaanku tulus.”
Pimpinan Kyung: “Jangan mempermainkanku lagi. Pergi saja!” [crstl]