Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 2 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 3 Part 2

Di Dunia Big Boss...
Tinggal 3 menit sebelum jam pelajaran berakhir. Semua murid sibuk dengan pikirannya masing-masing, kecuali Dan Yi yang masih sibuk belajar.


Sayangnya bel tidak juga berbunyi padahal saatnya sudah tiba.


Di dunia imajinasinya tengah terjadi perang, Mu Xi melihat Cheng Ling yang sudah sekarat dan menyuruhnya pergi duluan karena bel sudah berbunyi. Mu Xi merasa bom sudah membuat telinganya tuli, karena ia tidak mendengar suara bel.

Mu Xi lalu bertanya kepada Dan Yi sebagai Komisaris Studi mengenai kebenaran bel yang sudah berbunyi. Tetapi Dan Yi bilang ia juga tidak mendengar bel.


Seseorang ingin menembak Dan Yi tapi Mu Xi menghalanginya. Xiao Dong masuk dan membela Mu Xi.


Akhirnya Cheng Ling gugur. Mu XI menyuruh mereka membawa Che Ling pergi dan sisakan satu tempat untuknya di samping Cheng Ling nanti. “Siapapun yang mendengar bel, boleh pergi,” kata Mu Xi.


Guru masih memberikan pelarajan, dan kegelisahan para murid semakin meningkat.


Mu XI merasa bel tidak akan berbunyi, sehingga mereka akan langsung memulai pelajaran berikutnya tanpa istirahat. 


“Ah, aku pikir aku mendengar belnya. Teman-teman tampak sangat bahagia. Saat itu begitu indah..” kata Mu Xi.


Dan Yi lalu meminta maaf karena selama ini sudah salah menilai Mu Xi. Ia selalu mengira Mu Xi adalah pembuat keributan dan pemalasa. “Tapi sejak kau menjadi ketua kelas, kamu benar-benar telah banyak berubah. Aku bangga padamu,” kata Dan Yi.


Ibu guru melihat jam dan sudah lebih tujuh menit dari jam tiga. Ia meminta maaf karena tidak mendengar suara bel, lalu ia langsung mengakhiri kelasnya.


Mu Xi sangat senang mengetahui belnya sudah berbunyi.


Sayangnya Pak Guru masuk, dan mengajak para siswa untuk memulai kelasnya tiga menit lebih awal (haha..)


Mu Xi pun gugur.

- Episode 3 - 


Para fans Xiao Dong kembali memanjiri area sekolah.


Presiden siswa bersama timnya berusaha menghalau mereka. Walaupun penjaganya sedikit, ia akan berusaha keras agar para fans tidak bisa masuk.


Shan Qi sedang bersama Mu Xi dan ia bilang kalau ia mengantuk. Tiba-tiba ia menyuruh Mu Xi tertawa dan menyuruhnya berpura-pura kalau ia telah menceritakan lelucon pada Mu Xi. Mereka tertawa bersama.


Saat itu Xiao Dong masuk kelas dan tersenyum. Shan QI kegirangan, “Dia tersenyum padaku, dia tersenyum padaku!” Shan QI tahu semua kegiatan Xiao Dong dan ia merasa beruntung bisa sekelas dengan dua pangeran tampan. Mu XI bertanya siapa satunya.


Mu Xi langsung meminum airnya dan menyemburkannya lagi saat mendengar pangeran tampan yang satu lagi adalah Liao Dan Yi. Mu Xi pikir Shan Qi sedang bercanda. Tapi Shan Qi serius, “Liao Dan Yi tampan dan pandai. Yang paling penting adalah dia memberikan aura intelektual. Dia sangat populer diantara anak perempuan.”


Mu XI tetap tidak bisa menerimanya. Ia bingung apakah ia yang buta atau teman-temannya yang buta karena menganggap Dan Yi menawan.


Xiao Dong menghampiri mereka dan memperkenalkan dirinya. Mu Xi berkata ada yang ingin ia bicarakan. Xiao Dong memotong dan berkata bahwa para fans-nya sudah berjanji melalui facebook, bahwa mereka tidak akan datang lagi. Mu Xi bilang bukan tentang itu.


Ingatan masa kecil Mu Xi terlintas di pikirannya. Ia mengingat seorang anak laki-laki gendut yang diolok-olok oleh teman-temannya sampai menangis.


Xiao Dong; “Ada yang bisa aku bantu, Ye Mu Xi?”
Mu Xi: “Apakah aku pernah melihatmu di TV?”
Xiao Dong: “Akhir-akhir ini aku sering masuk TV dan web.”
Mu Xi: “Bukan, tapi di masa lalu.. Tampilan dan caramu berbicara. Apa kau pernah masuk TV waktu kecil?”
Xiao Dong: “Tidak, belum pernah.”


Saat mereka bicara, Shan Qi malah mengambil foto dirinya yang seolah-olah sedang mencium Xiao Dong.


Mu XI masih terus bicara tentang anak kecil dan hulahoopnya. Xiao Dong menggebrak meja dan berkata, “Bukan, itu bukan aku.” Mu Xi sampai terkejut dibuatnya.


Xiao Dong menghubungi Annie yang ternyata mendengar percakapannya dari tadi. Annie menenangkan Xiao Dong dan berjanji akan mengurusnya. “Siapkan semua orang. Nyalakan alarm merah kelas satu!” perintah Annie pada bawahannya.


Seorang murid wanita bernarasi bahwa kelas satu di Maple Leaf School adalah yang paling tenang dan rajin belajar.


Wanita itu berjalan di lorong kelas dan tanpa sengaja melihat Dan Yi yang sangat rajin belajar, padahal ia bukan kelas satu.


Guru Wu Heng sedang menjelaskan pelajaran tapi suara di luar yang meneriakkan nama Xiao Dong mengganggunya. Guru Wu Heng sampai berkata, “Jadi ide utama Xiao Dong oppa adalah.. haish...”

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Black Knight
|| I'm Not a Robot
|| Two Cops
|| Doubtful Victory
|| Nothing to Lose
|| My Golden Life

Sambil bermain basket, guru Wu Heng menyuruh Mu Xi untuk mengurus para fans Xiao Dong yang menganggu pelajaran. Mu Xi kesal kenapa guru Wu Heng tidak langsung mengatakannya saja tap malah mengatakannya setelah jam sekolah berakhir. Guru Wu Heng bilang ia sibuk.


Tanpa sengaja, bola basketnya terlempar ke arah Mu Xi. Bukannya melemparkan kembali ke guru Wu Heng, Mu Xi malah melemparkannya ke arah yang berbeda lalu melarikan diri.


Mu Xi sedang berjalan, lalu dikejutkan dengan Xiao Dong dan teman-temannya menari.


Mereka terus menari sampai mengelilingi Mu Xi. Mu Xi masih diam saja karena tidak mengerti apa yang terjadi.


Masih sambil menari, Xiao Dong memberitahu Mu Xi bahwa itu adalah lagu tema dari album barunya. Ia menarikannya untuk Mu Xi. Mu Xi bertanya untuk apa lampu-lampu dan sebagainya itu.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Jugglers
|| Wednesday 3:30 PM
|| Novoland
|| Secret Seven
|| Oppa is Missing
|| Borg Mom

Xiao Dong bilang itu tidak penting. Yang penting adalah ia ingin agar Mu Xi mengingatnya hanya sebagai idola. Tapi itu malah membuat Mu Xi semakin yakin kalau di masa lalu ia pernah melihat Xiao Dong dan ada hubungannya dengan hulahoop.


Xiao Dong lalu pergi begitu saja. Dan Mu Xi kebingungan apa yang ia harus lakukan dengan para penari itu.


Dari kejauhan, Annie melihat rencananya tidak berjalan lancar. “Mundur. Kita mulai rencana B.” [crstl]

3 komentar

Dtggu lanjutannya bak...

Dittunggu bnggtt ka lanjutannya

Dittunggu bnggtt ka lanjutannya