Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 4 Part 1

Xiao Dong  datang dan menyapa Mu Xi dan Shan Qi. Shan Qi bertanya apakah ia bisa berfoto bersama dan memfollow facebook Xiao Dong, dan dia memperbolehkannya. Xiao Dong lalu mengeluarkan camilan dan diberikannya pada Shan Qi. Xiao Dong juga memberikan Shan Qi dua tiket konsernya.


Xiao Dong lalu bertanya apakah Mu Xi punya waktu sore ini. Xiao Dong mengajak Mu Xi minum teh bersama. Shan Qi curiga dan bertanya apa yang terjadi, tapi Mu Xi memang tidak tahu apa-apa.


Sore hari di lapangan, Xiao Dong sudah siap dengan gitarnya. Ia bertanya kenapa Shan Qi juga ikut, tapi tetap mempersilakannya ikut serta.


Xiao Dong mulai bermain gitar sambil menyanyi. Shan Qi terpesona dibuatnya. Tetapi Mu Xi malah seperti sedang memikirkan sesuatu. Xiao Dong lalu bertanya bagaimana penampilannya. Shan Qi memujinya sangat bagus dan Mu Xi mengatakan lumayan.

Tapi yang terlintas dalam pikiran Mu Xi adalah anak laki-laki yang bermain hulahoop dan teman-temannya mengganggunya.


Mu Xi: “Aku pasti pernah melihatmu! Aku hampir mengingatnya. Ya..ya.. pasti ada kaitannya dengan hulahoop.”
Xiao Dong: “Tidak bisakah kau lupakan itu?! Tidak bisakah kau lihat aku yang sekarang saja? Bisakah kau mengingatku..”
Shan Qi: “Seumur hidupku.”
Mu Xi: “Itu... Masih ada kaitannya dengan hulahoop.”


Xiao Dong kesal dan pergi meninggalkan mereka.


Xin Yi yang sebelumnya melihat Dan Yi dari luar jendela, sedang melihat hasil ujian masuk Maple Leaf School. Ia melihat ada orang yang memiliki beberapa nilai lebih besar darinya, tapi tidak ada di kelas satu. 


Laki-laki yang bersama Xin Yi mengatakan bahwa ia tahu anak itu, Lao Dan Yi. Ia menjelaskan bahwa Dan Yi ketinggalan satu ujian dan saat ini berada di kelas terburuk, yakni kelas sepuluh. Anak laki-laki itu bertanya, bukankah itu hal yang bagus. Dengan begitu, Xin Yi akan selalu berada di peringkat pertama.


Tapi Xin Yi bilang orang yang memiliki nilai paling bagus harus berkumpul agar saling termotivasi. “Liao Dan Yi...” gumam Xin Yi.


Xiao Dong mencegat Mu Xi. Mu Xi bertanya apakah Xiao Dong akan menyanyi dan menari lagi. (haha..) Tapi Xiao Dong bertanya apakah Mu Xi ingin tahu dimana ia pernah melihat Xiao Dong sebelumnya. Xiao Dong lalu mengajaknya ke auditorium.


Dibawah sinar lampu, Xiao Dong berkata bahwa dia tidak mau lagi merasakan perasaan ini. “Hal yang lebih bruuk daripada ditembak adalah hidup di bawah todongan senjata,” kata Xiao Dong.


Xiao Dong mengambil sebuah hulahoop dan memainkannya.


Mu Xi berteriak kegirangan, karena dia sudah berhasil mengingat bahwa Xiao Dong adalah anak laki-laki gendut hulahoop. Xiao Dong lalu melemparkan hulahoopnya dan menyuruh Mu Xi untuk mengatakan hal tersebut pada semua orang.


Mu Xi: “Kenapa aku harus memberitahu semua orang?”
Xiao Dong: “Jadi kau ingin mengancamku dengan itu? Dengar! Aku punya perusahaan dan banyak bodyguard. Jadi kalau kau tidak bisa melupakan masa laluku yang hitam, kau tidak akan pernah bisa meninggalkan tempat ini.”
Mu Xi: “Bagaimana aku bisa melupakannya?”
Flashback..


Karena tubuhnya yang gemuk, Xiao Dong kecil kesulitan saat bermain di wahana permainan, tidak seperti temannya yang bermain dengan lancar.


Xiao Dong kecil menangis karena teman-temannya mengejeknya gemuk.


Sejak itu, dia hanya bermain hulahoop, sehingga teman-temannya tidak lagi menertawakannya.


“Benar, laki-laki dalam iklan itu adalah Xiao Dong. Tidak ada yang tahu betapa Xiao Dong menderita setelah iklan itu keluar. Dia menandatangani kontrak dengan kami dengan satu syarat, yaitu menghapuskan keberadaan iklan itu sepenuhnya. Beruntung iklan itu tidak tersebar luas. Sekarang kalian tidak dapat melihat iklan itu di TV manapun,” cerita Annie.


“Tapi Tuhan tahu, di dunia yang besar ini, ada satu orang yang bisa mengingatnya sebagi anak gemuk itu,” lanjut Annie.


Dalam imajinasi Annie, Xiao Dong menggunakan palu untuk mengancam agar ia melupakan tentang anak gemuk itu.


Annie lalu memberi perintah pada bawahannya agar memastikan rencana B berhasil.


Xiao Dong lalu bercerita bahwa ia sangat menderita saat berusaha menyingkirkan lemaknya, bahkan sampai sekarang ia jarang makan daging dan selalu berlatih fisik setiap hari. Karena jika ia kehilangan tubuh idealnya, maka penggemarnya akan meninggalkannya.


Mu Xi balas bercerita bahwa dia juga mempunyai teman yang sejak kecil tidak menyukainya, tapi ia membiarkannya saja. “Dan satu rahasiaku adalah sebenarnya aku juga fans-mu,” kata Mu Xi.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Black Knight
|| I'm Not a Robot
|| Two Cops
|| Doubtful Victory
|| Nothing to Lose
|| My Golden Life

Xiao Dong: “Benarkah? Apa kau suka laguku?”
Mu Xi: “Maksudku, iklan itu. Aku benar-benar menyukainya. Setiap kali aku mengingat masa kecilku, aku akan berayun maju mundur seperti yang kau lakukan di hulahoop.”


Annie dan para bodyguard menyusul Xiao Dong ke aduitorium.


Mu Xi lalu berlari ke arah piano dan memainkannya. Xiao Dong lalu duduk di sampingnya dan mulai bernyanyi. Dia tampak sangat bahagia.


Annie lalu datang dan berteriak agar Xiao Dong menghentikannya dan menyuruh Mu Xi menghadapinya saja. Merasa Annie sangat aneh, Mu Xi pun pergi duluan. Dan Xiao Dong meminta Annie membiarkan Mu Xi pergi. “Sis Annie, aku sangat menikmati menjadi idola,” kata Xiao Dong.


Dan Yi sedang belajar sendirian di kelas, kemudian Xin Yi masuk dan memanggil nama Dan Yi.

BACA JUGA SINOPSIS LAINNYA
|| Jugglers
|| Wednesday 3:30 PM
|| Novoland
|| Secret Seven
|| Oppa is Missing
|| Borg Mom

Dan Yi: “Kau..”
Xin Yi: “Aku Guan Xin Yi, ketua kelas satu dan presiden baru dari persatuan siswa.”


Xin Yi menjelaskan bahwa Maple Leaf School membagi kelas berdasarkan nilai siswa. Ia lalu menyodorkan sebuah kertas pada Dan Yi. [crstl]