Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Cristal
All images credit and content copyright: QQLive

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 4 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Big Boss Episode 5 Part 1

Mu Xi masuk ke dalam kelas dengan tertatih-tatih. Shan Qi menatapnya dengan bingung. Ketika Mu Xi sampai di mejanya barulah Shan Wi menyapanya dan bertanya apa yang terjadi. Mu Xi bilang itu karena latihan Xiao Dong. Ia juga menyebut Xiao Dong adalah monster, apalagi jika ia mendengar kata ‘berat’.


Tapi bagi Shan Qi, Xiao Dong bagaikan malaikat. Kemudian Shan Qi menyuruh Mu Xi menghentikan usahanya untuk menurunkan berat badan.


Mu Xi: “Tidak! Aku sudah bersumpah, jadi aku harus melakukannya. Aku bisa malu nanti.”
Shan Qi: “Tapi saat Xiao Dong-ku menjadi serius, wajahnya begitu menawan. Apa aku harus mengikuti latihanmu juga? Tapi aku tidak pernah gemuk.”


Dengan berjalan perlahan, Mu Xi menemui Xiao Dong. Anehnya, Xiao Dong mengajak Mu Xi untuk makan malam bersama, padahal harusny mereka latihan fisik. Xiao Dong lalu meminta Mu Xi agar menutup matanya.

Xiao Dong membawa Mu Xi pergi dalam keadaan mata tertutup, dan ketika membuka matanya Mu Xi terkejut karena melihat hotpot di depannya. Ia merasa sangat terharu.


Xiao Dong bilang ia sudah menyiapkan hotpot sehat untuk Mu Xi. Mu Xi lalu bertanya dimana daging ayam dan kambingnya, tapi Xiao Dong malah mengeluarkan selada, bunga lili, dan juga kubis. Mu Xi pasrah, dia bertanya dimana sausnya.


Xiao Dong bertanya apakah rasanya enak. Mu Xi mengangguk, padahal sebenarnya ia ingin memuntahkannya.


Dik kelas, Mu Xi memakan kue dengan sangat nikmat. Tiba-tiba Xiao Dong memanggilnya dari belakang, jadi ia langsung menyembunyikan kuenya dan membersihkan mejanya. Xiao Dong mendengar kalau Mu Xi sakit, jadi ia mengeceknya.


“Apakah parah?” Mu Xi mengangguk. “Kau bahkan tidak bisa bicara.” Mu Xi mengangguk lagi. “Apakah aku terlalu keras?” Mu Xi menggeleng. “Aku melakukannya demi kebaikanmu.” Mu Xi mengangguk. Mu XI tidak bisa bicara bukan karena sakit, melainkan karena mulutnya penuh dengan makanan.


Dan saat Xiao Dong keluar, ia langsung menelannya dan minum. Ia merasa lega.


Mu Xi meminta Dan Yi untuk membawakannya cokelat. Mu Xi sampai harus menyamar menjadi petugas kebersihan saat mengambil cokelatnya dari Dan Yi. Mu Xi bercerita kalau Xiao Dong sangat menyeramkan.


Xiao Dong: “Bukankah kau sedang sakit?”
Mu Xi: “Siapa yang sakit? Aku baik-baik saja.”
Xiao Dong: “Jadi kamu berbohong?”
Mu Xi: “Bukan seperti itu.”


Xiao Dong merasa dikecewakan dan dia tidak mau mendengar penjelasan Mu Xi. “Bagaiamana kau bisa melakukan ini? Apakah hati nuranimu tidak sakit? Sekarang katakan pada cokelatmu, kalau kau akan meninggalkannya, kau membencinya,” kata Xiao Dong.


Mu XI: “Aku menyukainya..”
Xiao Dong: “100 kali kaki ke atas berayun!”
Mu Xi: “Cokelat..Cokelat..”


Sedari tadi Dan Yi hanya melihat saja dan dia menggeleng-gelengkan kepalanya.


Esok harinya, untuk bangun dari tempat tidur saja Mu Xi kesulitan. Seluruh tubuhnya terasa sakit.


Kakak masuk dan menyuruhnya bangun karena Xiao Dong sudah ada dibawah menunggunya. Mu Xi kembali merebahkan tubuhnya ke ranjang.


Di ruang tamu, Xiao Dong membuatkan Mu Xi dan kakaknya jus sayuran. Mu Xi memandangnya dengan ketakutan. Xiao Dong bilai itu adalah sarapan rahasianya yang penuh vitamin.


Kakak mencoba jusnya. Ia berusaha keras untuk menelannya, dan hampir tersedak. “Segar! Segar. Hanya satu teguk. Aku merasa dipenuhi energi,” ujar kakak berbohong. Karena kakak menyukainya, Xiao Dong akan membuatkannya lagi, tapi kakak langsung menolak dengan alasan harus bekerja walaupun akhir pekan demi negaranya.


Kakak meminta Xiao Dong menjaga Mu Xi, dan dia sendiri pergi. Dengan suara lemas, Mu Xi meminta agar kakak mengajaknya juga. Tapi kakak tidak mempedulikannya. Dan saat Xiao Dong menyuruhnya meminum jus itu, Mu Xi pura-pura pingsan.


Mu Xi memulai latihan fisiknya. Mu Xi terus berkata tidak bisa, tapi Xiao Dong bilang bisa, begitu terus berulang-ulang. 


“Cukup!” teriak Mu XI. Xiao Dong menatapnya dengan serius. “Apa kau mau menonton konsermu?” tanya Mu Xi. Xiao Dong melarangnya karena mereka sedang latihan. Mu Xi bilang ia benar-benar ingin menontonnya. Jadi Xiao Dong memberinya waktu 15 menit.


Mereka lalu menonton video konser Xiao Dong dari laptop. Mu Xi mengalihkan perhatian Xiao Dong dari latihan dengan menawarkan minum dan juga terus bertanya tentang konsernya, gerakan yang sulit, langkah yang sulit, dan sebagainya.  Mu Xi menyebut Xiao Dong telah bekerja dengan sangat keras.


Xiao Dong mengakui kalau akhir-akhir ini perusahaan memberikannya banyak pekerjaan. Mu Xi lalu mengajaknya menarik napas dan menenangkan pikiran bersama-sama. Hingga akhirnya, Xiao Dong tertidur.


Setelah memastikan Xiao Dong sudah tertidur, Mu Xi mengendap-endap pergi dan membiarkan video konser tetap menyala.


Mu Xi merasa terbebas! [crstl]