Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Bong Soon - a Cyborg in Love Episode 6


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Bong Soon Episode 7

Bong Soon menarik Joo Sung ke pelukannya, mengelus kepalanya, dan berusaha menenangkannya.  Joo Sung ingin memanfaatkan momen itu untuk memberi tahu perihal penyakit alzheimer yang diidapnya.


Tapi tiba-tiba dayanya mati, karena Bong Soon sudah diset agar tidak aktif dari jam 2 sampai 6 pagi. 


Joo Sung lalu membawa Bong Son ke ranjang. Sambil menatap Bong Soon, Joo Sung berkata, “Bong Soon, aku mungkin tidak punya banyak waktu tersisa untukmu.”


Bel berbunyi, dan Joo Sung mengeceknya. Saat mengetahui yang datang adalah Jae Bum, ia langsung bergegas kembali ke kamar.


Joo Sung membungkus Bong Soon dengan selimut, menumpuknya dengan pakaian dan juga bantal. Lalu ia sendiri keluar untuk menyambut Jae Bum.


Jae Bum mengajak Joo Sung bermain virtual game. Sambil bermain, Jae Bum memberi tahu bahwa Bong Soon mengupload punggung Joo Sung di SNS saat mereka sedang berkencan. Joo Sung mengelak dan mengatakan bahwa itu bukan kencan.


“Yang penting adalah apa yang Bong Soon pikirkan,” kata Jae Bum sambil mengalahkan Joo Sung.


Kedatangan Jae Bum kesana adalah untuk memberitahu bahwa tanggal peluncuran BS Project aan segera ditentukan. “Selesainya cyborg yang bisa jatuh cinta dengan manusia. Ini akan menjadi sesuatu yang besar,” kata kata Jae BUm. Dia juga mengatakan bahwa karena kondisi kesehatan Joo Sung bermasalah, maka Jae Sung akan digantikan oleh Seo Hee, mantan kekasih Jae Sung.

4 tahun yang lalu...


Seo Hee datang menemui Joo Sung dan memarahinya karena Joo Sung lupa ulang tahunnya. “Sekarang belum tengah malam, minumlah itu, dan ucapkan selamat ulang tahun padaku. Aku akan memaafkanmu,” kata Seo Hee.


Lalu Jae Bum datang dengan banyak belanjaan di tangannya, hasil permintaann Jae Sung. Ia lalu mengeluarkan, topi ulang tahun untuk Seo Hee.


Jae Bum lalu memoto Jae Sung dan Seo Hee yang sudah memakai topi ulang tahunnya.


Saat ini, foto itu masih tersimpan di atas sebuah meja di New York.


Itu adalah foto meja kerja Seo Hee. Ia mengingat tawaran Jae Bum, “Seo Hee, bisakah kau mengambil alih BS Project? Joo Sung sakit. Ia lalu memesan tiket pesawat ke Seoul.


Joo Sung menemani Bong Soon sarapan. Ia berpikir dalam hati, “Aku membutuhkan Seo Hee untuk menggantikannya?”


Bong Soon bertanya apa yang ingin Joo Sung katakan semalam. Tapi dia bilang tidak apa-apa. Dia bicara pada dirinya, “Sekarang, menjagamu lebih penting daripada penyakitku.”


Bong Soon ingin mengatakan pada semua orang bahwa sekarang mereka berkencan. Tapi Jaeu Sung tidak setuju, karena masih ada hal yang ingin ia kerjakan. “Saat aku siap, akan aku katakan pada semuanya.”


Di kantor, Manajer Yoon dan Il Choon datang bersama. Asisten Manajer Song lalu berkata, “Aku mencium aroma sampo yang sama. Aku tahu apa yang kalian lakukan. Aku tahu setiap detailnya.”


Tak lama, Joo Sung dan Bong Soon juga datang. Lalu Joo Sung mengajaknya bicara berdia di luar.
Jae Sung: “Aku tahu, diantara yang lainnya, kamu satu-satunya yang aku percaya. Aku yakin kau sudah tahu, kalau aku dan Bong Soon berpacaram.”


Manajer Joo pura-pura terkejut, tapi Jae Sung tahu dia berbohong. “Tapi aku punya masalah. Manajer Joo, aku mengidap alzheimer. Itulah kenapa aku ingin meminta tolong padamu. Jika aku sudah tidak bisa menjaga Bong Soon, maukah kau mengambil alih tempatku untuk menjaga Bong Soon? Aku mohon.”


Di kantor, Bong Soon terus menatap Joo Sung dengan penuh cinta. Manajer Joo merasa kasihan padanya.


Bong Soon mengecek SNS Joo Sung, “Bahkan SNS-nya pun terlihat keren.” Bong Soon juga melihat data pribadi Jae Sung di sana.


Malam harinya, Joo Sung bekerja sangat keras karena merasa heran dengan kondisinya Bong Soon yang menurun, padahal tidak ada kesalahan pada sistem.


Lalu sebuah mobil mainan datang dengan sebuah kartu.


Joo Sung membaa kartunya, ‘Datanglah ke atap – dari BS’. Ia tersenyum dana langsung beranjak menuju atap.


Di sana sudah Bong Soon yang menyambutnya dengan sebuah kue, “Tidak peduli sebarapa sibuknya diirmu, kau harus harus merayakan ulang tahunmu.”


Bong Soon lalu meminta Jae Sung untuk membuat permohon dan meniup lilinnya satu per satu.


Sementara itu, Jae Bum datang ke kantor dan membaca kartu yang tertinggal di meja Joo Sung.


“Harapan terakhirku adalah agar bisa mengingat momen ini selamanya,” kata Joo Sung di dalam hatinya. Lalu ia meniup lilinnya dan Bong Soon bertepuk tangan bahagia.


Bong Soon dan Joo Sung berpegangan tangan bertepatan dengan kedatangan Jae Bum. Jae Bum lalu tersenyum melihat mereka.