Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Bong Soon - a Cyborg in Love Episode 8


Bong Soon melihat struktur robot di tangannya. Lalu ia pingsan.


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Bong Soon Episode 7
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Bong Soon Episode 9

Joo Sung membawa Bong Soon ke lab untuk diperiksa. Joo Sung sangat sibuk berjalan kesana kemari untuk mengecek keadaan Bong Soon.


Seo Hee datang dan menanyakan keadaan Bong Soon. “Kondisi Bong Soon lebih serius daripada yang kupikirkan. Aku rasa ada masalah dalam program pembangunan emosi,” jawab Joo Sung.


Penjelasan Joo Sung terhenti, karena kepalanya sakit. Seo Hee mengajaknya keluar untuk mencari udara segar karena ada yang ingin dia bicarakan.


Di taman, Seo Hee menasehati Joo Sung agar istirahat dan tidak memikirkan semua dulu. Tapi Joo Sung bilang bahwa ia tidak bisa beristirahat dan meninggalkan Bong Soon dalam keadaan seperti itu.


Joo Sung: “Kau ada di sini untuk Bong Soon, jadi bantulah dia.”
Seo Hee: “Aku kecewa. Ada yang banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu, tapi aku harus mulai bekerja. Oppa, alasanku pergi karena...”
Joo Sung: “Tidak apa-apa. Aku sudah melupakan semua itu. Aku pikir karena Alzheimer, tapi itu karena Bong Soon. Seperti yang pernah kau bilang dulu.”
Flashback..


Seo Hee: “Ketika proyek ini selesai, aku akan ke Amerika untuk belajar lebih banyak. Aku harap oppa akan pergi denganku dan membantuku. Jika oppa tidak mau, kita harus memikirkan kembali hubungan kita. Aku bosan melihat oppa begitu fokus pada pekerjaan sepanjang waktu.”


“Tapi aku sangat merindukanmu,” kata Seo Hee dalam hati.


Joo Sung berpesan pada Seo Hee agar tidak lagi menyakiti Bong Soon seperti tadi. “Dia adalah wanita yang paling penting untukku sekarang ini,’ kata Joo Sung lalu pergi meninggalkan Seo Hee.


Esoknya, Bong Soon terbangun di kamar Joo Sung. Pandangannya kabur.


Joo Sung datang dan Bong Soon menceritakan keadaannya.
Bong Soon: “Aku tidak sakit. Tapi mata dan telingaku terasa berbeda, dan kemarin tanganku..”
Joo Sung: “Kau pasti terlalu stres.Bertemu dengan Seo Hee kemarin, semua itu pasti sulit dimengerti.”


Joo Sung lalu minta maaf dan mengajak Bong Soon tinggal bersama.


Di kantor, Asisten Manajer masuk dan membawa kabar bahwa Joo Sung dipecat dari jabatannya sebagai pimpinan tim. “Direktur Byun memecatnya dan wanita kemarin itu yang akan menjadi penggantinya. Hidupnya hancur setelah mengumumkan hubungannya dengan Bong Soon. Dan ada satu pasangan lagi yang harus diwaspadi,” kata Asmen Song..


Manajer Yoon menghampirinya dan mencubit bibir Asmen Song, “Tutup mulutmu. Kalau tidak, hidupmu yang akan berakhir.”


Joo Sung lalu berkata bahwa ia tidak tahan jika harus jauh dari Bong Soon, karena terus mengkhawatirkannya. Tapi Bong Soon malah marah, karena Joo Sung harusnya melamarnya terlebih dulu. “Kau terburu-buru, karena ada mantan pacarmu di sini. Aku tidak semurahan itu.”


Seo Hee mulai bekerja dan mengecek keadaan Bong Soon. Lalu ia tampak khawatir.


“Ada apa ini?”


Joo Sung mengejar Bong Soon. Ia berusaha menjelaskan pada Bong Soon bahwa ia khawatir, tapi Bong Soon bilang saat ini keadaannya baik-baik saja. Bong Soon meminta Joo Sung agar tidak mengikutinya lagi.


Bong Soon sudah ada di seberang jalan. Joo Sung lalu meneleponnya.
Bong Soon: “Aku tidak mau mendengar apa-apa. Tinggalkan aku sendiri. Aku tidak ingin mendengar alasanmu.”
Joo Sung: “Aku mencintaimu. Jadi mari kita hidup bersama, Bong Soon..”


Bong Soon membalasnya dengan gerak tubuh ‘aku mencintaimu’.


Seo Hee diam terpaku, sepertinya kondisi Bong Soon sepertinya benar-benar gawat.


Bong Soon dan Joo Sung saling berlari mendekat, sayangnya Bong Soon tiba-tiba terjatuh.


Bong Soon kembali masuk ke lab.
Joo Sung; “Sudah berapa lama ini terjadi?”
Seo Hee: “Sistem memburuk drastis dua jam yang lalu. Dalam siatuasi ini, tidakkah kita seharusnya mempertimbangkan untuk membuannya?”


Joo Sung menolak, “Tidak mungkin. Aku akan mengurus Bong Soon sampai akhir.” Ia lalu mengecek komputernya.


Setelah beberapa lama, Joo Sung menemukan masalahnya adalah emosi Bong Soon. Seo Hee setuju bahwa sistemnya bermasalah dalam program pengembangan emosi. Seo Hee menyarankan untuk menghapus program pengembangan emosi.


“Tidak semudah itu. Emosi yang dimiliki Bong Soon ini ada di luar kendali kita sekarang. Dia mengembangkan emosinya sendii. Dan dia mencintai manusia seperti manusia yang sebenarnya,” jelas Joo Sung.


Sementara itu, jari Bong Soon mulai bergerak.


Seo Hee: “Apa tidak ada cara untuk menghilangkan erornya?”
Joo Sung: “Bong Soon harus menghentikan emosinya sendiri. Jika dia tidak bisa melakukan itu, kekuatannya akan habis dalam 10 hari.”


Bong Soon mendengar semuanya dan meteskan air matanya.