Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Bong Soon - a Cyborg in Love Episode 9


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Bong Soon Episode 8
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Bong Soon Episode 10

Seo Hee berkata pada Joo Sung bahwa mereka harus memberitahu Jae Bum tentang masalah Bong Soon yang mungkin hanya akan bertahan sampai 10 hari. Joo Sung bilang ia tidak bisa mengatakannya pada Jae Bum.


Seo kesal karena seharusnya Joo Sung lebih memperhatikan dirinya sendiri yang sedang sakit daripada memperbaiki mesin yang rusak.
Joo Sung: “Aku tidak sedang memperbaikinya. Aku sedang mencoba membuatnya hidup, Seo Hee.”
Seo Hee: “Oppa bilang Bong Soon harus memperbaiki emosinya sendiri, itu berarti oppa tidak seharusnya berada di dekatnya.”


Joo Sung lalu menengok ke belakang, dan Bong Soon sudah tidak ada di sana.


Bong Soon berlari tanpa memperhatikan jalan, sampai dia menabrak orang.


Joo Sung juga berlari untuk mencari Bong Soon.


Bong Soon berjalan mendekati sebuah toko elektronik. Sebuah TV yang tadinya menayangkan gambar dengan jelas, semakin hilang gambarnya ketika Bong Soon terus mendekat. Hingga akhirnya televisi itu pun mati. Lampu di dalam toko pun terus berkedap-kedip.
Flashback..


Bong Soon mengingat dirinya yang tidak bisa disuntik, bahkan membuat jarum suntiknya patah. Dan juga ketika air matanya jatuh dan membuat struktur robot di tangannya terlihat.


Bong Soon kembali meneteskan air matanya. Alat elektronik semakin banyak yang terganggu fungsinya.


Joo Sung menemui Seo Hee dan bertanya apakah sistem pelacakan Bong Soon masih belum bekerja. “Seluruh sistem down karena ada begitu banyak gangguan,” kata Seo Hee. Joo Sung menyuruh Seo Hee kembali ke laboratorium untuk memperbaiki sistem pelacakannya. Joo Sung lalu kembali berlari untuk mencari Bong Soon.


“Oppa... Aku berharap 10 hari akan berlalu dengan cepat. Jadi oppa benar-benar bisa melupakan Bong Soon dan fokus pada diri sendiri,” kata Seo Hee pada dirinya sendiri.


Manajer Yoon terkejut: “Bong Soon bukan manusia? Dan dia sedang sekarat?”
Joo Sung: “Aku minta maaf karena tidak bisa memberitahumu sebelumnya. Aku akan menjelaskan semuanya nanti. Untuk saat ini, apa kau bisa membantuku mencari Bong Soon?”


Manajer Yoon berkata bahwa Bong Soon belum menghubunginya, tapi Joo Sung yakin kalau Bong Soon akan menelepon Manajer Yoon.


Joo Sung melanjutkan pencariannya. Sinyal alarm dari kalung Bong Soon, hadiah dari Joo Sung, terdeteksi


Bong Soon ada di lapangan baseball, dan dia melarang Joo Sung mendekat.
Bong Soon: “Apa kau yang menciptakanku?”
Joo Sung: “Aku akan memberitahumu sendiri.”


Bong Soon: “Kapan? Setelah aku mati? Siapa aku?”
Joo Sung: “Bong Soon..”


Bong Soon sudah mulai tenang dan duduk bersama Joo Sung. Bong Soon sekarang sudah tahu bahwa dirinya bukan Oh Bong Soon karyawan BS Electronics, melainkan cyborg yang BS ciptakan. 


Bong Soon: “Jadi siapa aku?”
Joo Sung: “Kau adalah kau.”
Bong Soon: “Apa lapangan baseball ini juga memori yang kau tanamkan padaku?”
Joo Sung: “Ya, aku ingin memberikan semua kenanganku yang paling bahagia kepadamu.”


Bong Soon: “Lalu bagaimana dengan ini? Apa kau membuat hatiku juga? Hatiku sangat sakit, jadi bagaimana bisa itu tidak nyata?”

Joo Sung: “Tidak, Bong Soon. Emosimu adalah milikmu sendiri. Milikmu yang tidak bisa aku kendalikan.”


Bong Soon berkata apakah mungkin dia yang bukan manusia memiliki hal semacam itu. Joo Sung menjawab bahwa Bong Soon membuat itu menjadi mungkin, tapi Joo Sung menyuruhnya berhenti memiliki emosi itu karena berbahaya bagi dirinya sendiri.


Bong Soon menyebut Joo Sung kejam karena menyuruhnya melakukan itu. Joo Sung memeluk Bong Soon dan meminta maaf sambil berkata bahwa itulah satu-satunya cara agar Bong Soon dapat tetap hidup. Bong Soon tidak mau dan melepaskan pelukan Joo Sung. Ia berkata, “Aku yang akan menentukan nasibku sendiri.”


Di lab, Jae Bum sudah tahu kondisi Bong Soon. Jae Bum marah karena Seo Hee baru memberitahunya sekarang. Seo Hee meminta maaf karena itu semua itu permintaan Joo Sung dan dia tidak punya pilihan lain. Tapi kini, dia semakin khawatir akan kondisi kesehatan Joo Sung.


Seo Hee: “Jadi aku ingin kau mengambil alih.”
Jae Bum: “Dimana Bong Soon sekarang? Dimana dia?!”
Seo Hee: “Tunggu sebentar, aku sedang memperbaiki sistem pelacakan.”


Jae Bum menelepon Joo Sung yang sedang makan bersama Bong Soon. Tapi Joo Sung tidak menjawabnya. Joo Sung bilang mereka tidak punya banyak waktu, tapi Bong Soon ingin menghabiskannya makanannya dulu.


Sementara Joo Sung membayar di kasir, Bong Soon menatap dirinya di cermin. Ia bertanya pada Joo Sung, “Pimpinan Tim, apa aku cantik sekarang?”


Joo Sung menjawab, “Tentu saja. Tentu saja kau cantik.” Bong Soon lalu tersenyum dan mengajak Joo Sung pergi.


Bong Soon dan Joo Sung melakukan foto studio. Fotografernya menyuruh Joo Sung agar tersenyum.


Mata Joo Sung berkaca-kaca, hidungnya pun merah karena berusaha menahan kesedihannya. Tapi Bong Soon berusaha ceria dan meminta Joo Sung tersenyum. Ia berkata, “Kita harus meninggalkan kenangan ketika aku terlihat cantik seperti ini.” Joo Sung tersenyum mendengarnya.


Fotografer pun mengambil foto mereka berdua.


Sementara itu, Il Choon merawat Manager Yoon yang demam. Ia bertanya apa yang terjadi semalam, tapi Manajer Yoon tidak mau memberitahu.


Il Choon: “Aku tahu Bong Soon sedang merawat pimpinan tim yang sakit, tapi mengapa dia tidak datang ketika kau sakit?”

Manajer Yoon: “Dia sedang dalam situasi sulit. Dia berbeda dari kita.”

Il Choon: “Ya, bagaimana dia bisa memahami cinta kita yang dalam ini. Sayang, jujur saja, jika kau terkena alzheimer, aku rasa aku tidak akan bisa sabar seperti Bong Soon...”


Il Choon lalu berhenti bicara saat Manajer Yoon melotot padanya. Manajer Yoon lalu melemparkan kompresnya pada Il Choon dan berkata bahwa dia akan ke klinik saja.


Setelah berfoto, Joo Sung dan Bong Soon berjalan-jalan sambil bergandengan tangan. Bong Soon lalu berkata bahwa ada sesuatu yang selalu ingin ia lakukan ketika berada di tempat ramai seperti itu.


Bong Soon: “Sekarang kita akan diingat sebagai pasangan romantis dalam ingatan orang-orang ini.”
Joo Sung: “Bong Soon..”
Bong Soon: “Pimpinan Tim, aku ingin mati dalam keadaan mencintaimu seperti ini.”