Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 1 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 2 PART 2

Setelah menyeret Yoon Yi keluar dari restoran, istri Tuan Bong masih saja marah-marah dan menuduh Yoon Yi  berselingkuh dengan suaminya, dia membuktikan dengan membawa ponsel baru Tuan Bong dan melakukan panggilan pada satu-satunya kontak di ponsel tersebut. Benar saja ponsel milik Yoon Yi yang berbunyi, Yoon Yi tidak percaya itu. Yoon Yi akan menjelaskan semuanya tapi istri Tuang Bong terlalu marah dan percaya dengan apa yang dia temukan. Yoon Yi menjadi sasaran kemarahan istri Tuan Bong, dia terus saja dijambak dengan banyak orang yang menonton mereka berdua.


Orang-orang dijalan satu dua  melihat Yoon Yi yang berjalan tanpa alas kaki dan begitu berantakan, mereka memandang Yoon Yi dengan aneh. 

Sedang Yoon Yi sendiri berjalan tanpa semangat dan tidak memperdulikan pandangan orang, dia hanya mengenakan kaos kaki, satu tangannya membawa tas dan satunya membawa high heels yang sekarang tinggal sebelah.

“Haruskah aku bahkan melakukan inu untuk bosku?”

Aku selalu menanyakan itu pada diriku sendiri setiap kali, aku menyakinkan diriku sendiri,

“itu karena dia percaya padaku. Itulah sebabnya dia mempercayakan tugas seperti ini padaku. ”

Aku mengatakan itu pada diriku sendiri

Tapi penghargaan untuk kesetiaan bodoh itu selalu saja tidak bisa diduga.


Dihari selanjutnya Yoon Yi memakai sepatu baru  lalu berdiri didepan cermin lengkap dengan baju kerjanya seperti biasa, dia mencoba tersenyum. 


EPISODE 2
Sepatu Tanpa Pasangan Sebelahnya Seharusnya Dibuang


Sesampai dikantor Yoon Yi memberikan kiriman surat untuk para karyawan dikantor termasuk Tuan Bong.

Dia kembali kemejanya dan mengecek email masuk, ternyata itu surat ijin Tuan Boang yang tidak bisa berangkat kekantor. Yoon Yi heran kenapa Tuan Bong harus ijin. Akhirnya dia mengambil ponselnya dan menghubungi Tuan Bong, tapi nomer Tuan Bong tidak dapat dihubungi. Yoon Yi mencoba mengirim pesan kepada Tuang Bong, menanyakan alasan Tuan Bong tidak berangkat kerja, dia berfikir lagi dan menghapus pesannya itu, diganti dengan memberitahu jika istri Tuan Bong pasti salah paham terhadap mereka berdua dan meminja untuk menjelaskan saja, dan pesan itu langsung dikirim. 

Setelah itu alarm ponsel Yoon Yi berbunyi, pemberitahuan jam 9 pagi latihan asisten baru. 



Chi Won sedang rapat bersama karyawan yang lain, saat itu Gong Yoo sedang menjelaskan materi yang dia bawa tapi Chi Won lagi-lagi memintanya melewati materi-materi itu, Tuan Gong sampai bingung dibuatnya, dia tidak tau bagaimana lagi akan menyampaikan materi miliknya jika terus dilewati seperti itu, sampai pada akhir materi itu bahkan dia tidak menjelaskan apapun. 

Chi Won meminta kepada Tuan Gong, untuk selanjutnya  tidak usah ada presentasi lagi dan membuang-buang waktu mengambar dan membuat slideshows. Tuliskan saja isinya yang cukup dikertas A4, dan emailkan pada Chi Won mulai sekarang. Chi Won akan kembali kekantor sore nanti setelah konferensinya dan jika ada yang akan ditambahkan, emailkan juga padanya. 


Setelah Chi Won pergi, semua karyawan terlihat sangat lelah menghadapi sikapnya. Jika semua dikirimkan lewat email itu berarti tidak akan ada rapat lagi, hal itu membuat semua karyawan tidak nyaman. Tuan Gong memberitahu kalo itu terjadi karena Chi Won tidak memiliki asisten, jika saja Chi Won memiliki asisten pasti komunikasi diantara mereka akan mudah dan salah satu karyawan wanita, Moon Soon Young tertawa dan menimpali kalo itu juga akan tetap sama saja karena Chi Won masih akan menganggapnya tidak berguna dan menganggapnya tidak ada. 


Sementara yang sedang dibicarakan baru tiba dimejanya dan melihat sepatu sebelah milik Yoon Yi yang dia simpan.


Sesuai dengan jadwal alarmnya, Yoon Yi pagi itu memberikan pelatihan tentang kualifikasi bagi seorang asisten, dia sangat terampil dalam menjelaskan dan banyak tersenyum tapi ditengah-tengah penjelasannya ada beberapa peserta yang sibuk sendiri dengan apa yang dilihatnya dilaptop mereka, dia jadi penasaran dan mendekat, melihat apa yang membuat perhatian mereka teralihkan.


Dia sangat terkejut ketika melihat sebuah artikel tentang asisten (dirinya)  yang jatuh cinta kepada bosnya, disertai dengan foto dia dan Tuan Bong yang tampak mesra. Artikel yang menudingnya berselingkuh dengan tuan Bong dan seolah dia bertingkah bagai istrinya tuan bong.


Sepertinya kejadian tersebut membuat Yoon Yi dipanggil oleh atasannya yang mengurus tentang asisten, Yoon Yi menjelaskan jika dirinya tidak pernah menganggap Tuan Bong sebagai seorang pria, dia pasti dijebak. Atasannya tau itu, tapi perusahaan bukan pengadilan dan jika Yoon Yi tidak bisa membuktikan dan merusak nama perusahaan mereka, maka dia harus dipecat. 

Yoon Yi tentu tidak terima dengan hal itu, tapi atasannya menjelaskan tentang Tuang Bong yang akan naik pangkat, Yoon Yi harus memikirkan hal itu. Yoon Yi sangat sedih, jadi apa yang akan terjadi  padannya sekarang…


Yoon Yi berdiri diatap gedung, pandangannya kosong, dia benar-benar terluka atas balasan yang dia dapat setelah apa yang sudah dia lakukan selama ini. Dia teringat apa yang dikatakan atasannya tadi, atasannya meminta Yoon Yi untuk menunggu penugasannya sampai pengaturan penugasan kembali selesai.

Dia mengubungi Tuan Bong, tapi sayang nomernya masih saja tidak bisa dihubungi. Beberapa saat kemudian Tuan Bong mengirimkan pesan padanya, pertama Tuan Bong akan bergabung dulu dengan staf sekertaris presdir dan mencarikan tempat disana untuk Yoon Yi, mereka berdua tidak boleh mati dan Tuan Bong berterimakasih atas semua yang Yoon Yi lakukan untuknya sampai sekarang. 

Membaca pesan Tuan Bong itu, Yoon Yi tertawa miris, dia tidak menyangka setelah semua yang terjadi Tuan bong akan mengirimkan pesan yang seperti itu, terima kasih?


Yoon Yi berkemas, membereskan barang-barangnya dikantor dan menaruh semuanya didalam box berwarna hitam. Teman-teman kantornya mengucapkan salam perpisahan, Yoon Yi berusaha terlihat tegar dihadapan mereka.

Saat dia akan berjalan keluar, salah seorang karyawan disana memanggilnya dan memberikan sepatu miliknya, Yoon Yi tampak terkejut melihat sepatu yang tinggal sebelah itu ada ditangan karyawan itu, dia lalu mengambilnya dan langsung membuang sepatu itu ditong sampah, semua yang ada disana tidak bisa berkata apa-apa. Yoon Yi tersenyum dan kembali jalam keluar. 


Sebelumnya Yoon Yi terlihat tegar  dihadapan semua orang, tapi saat didalam lift sendirian air matanya tidak terbendung lagi. Dia menangis mengingat artikel yang menudingnya berselingkuh dan semua foto-totonya bersama Tuan bong, karena apa yang ada difoto itu sebenarnya tidak seperti itu. Itu foto yang hanya seolah-olah, saat itu dia melayani Tuan Bong sebagai bosnya. Kebaikannya malah disalah artikan sebagai selingkuhan. Dia benar-benar sangat terluka akan semua itu.


Sialnya saat keluar dari lift barang yang ada didalam box yang dia bawa jatuh berhamburan, dia langsung memunggutnya. Orang-orang yang lewat disana tidak membantunya, hanya melewatinya saja. Namun ada seorang laki-laki yang Yoon Yi terlalu malu untuk menatapnya karena dia baru saja menangis, laki-laki itu membantunya, dan setelah selesai dia masuk kedalam lift yang baru saja Yoon Yi keluar.

Didalam barang-barang yang dia pungut barusan, Yoon Yi menemukan sepatu yang tinggal sebelah miliknya, dia mengingat kembali kalo sepatu itu tadi sudah dia buang, lantas siapa yang memasukan sepatu itu kesana.

Yoon Yi lalu berbalik, melihat siapa yang baru saja membantunya. Ternyata dia adalah orang yang telah menabraknya, Nam Chi  Won. Saat itu Chi Won juga balas menatapnya.


Didalam lift Chi Won menatap keatas dengan pandangan yang sulit dijelaskan, ditangannya ada sebuah paper bag yang sudah kosong.


Yoon Yi pulang dengan menaiki bus, dia masih dalam suasana hati yang buruk. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, ibunya menelephonenya. Ibu Yoon Yi adalah seorang pemilik salon, dia menelephon menanyakan pekerjaan Yoon Yi dan marah ketika Yoon Yi lupa akan pulang untuk memperingati harikematian ayahnya. 

Yoon Yi baru saja mengingatnya, dia jadi menyalahkan dirinya sendiri. Ibunya sangat marah karena kematian ayahnya Yoon Yi bisa lupa tapi kalo tentang bos dan keluarganya dia ingat semua. Yoon Yi mau menjelaskan maksudnya bukan seperti itu, tapi ibunya tidak mau dengar dan terus mengomel bahkan menyuruh Yoon Yi untuk berhenti bekerja saja.

Yoon Yi yang mendengar itu sangat geram, dia berteriak ditelephone kalo itu semua benar, dia berhenti, membuat semua orang yang ada dibis langsung menatapnya tapi dia tidak peduli. 

Yoon Yi menangis, membenarkan apa yang ibunya katakana, dia anak durhaka bahkan hari peringatan kematian ayahnya saja tidak ingat, perusahaan juga mengatakan tidak memerlukannya, dia bertanya apa sekarang ibunya puas.

Ibu Yoon Yi, Kang Soon Deok terkejut mendengar itu. Dia merasa bersalah dan tidak bisa mengatakan apapun lagi, hanya bisa mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah anaknya itu. Yoon Yi menumpahkan segala kekesalannya, lalu menutup panggilannya. Dia sangat sedih karena sekarang kehilangan pekerjaan, padahal apapun sudah ia akukan agar bisa bertahan. Dia melihat sepatu yang hanya sebelah dipaper bagnya, sepatu yang diberikan Chi Won kepadanya. Dia sangat kesal dan membuang sepatu itu melalui jendela. 

Dan sepatu itu tersangkut disebuah ranting pohon.


Seseorang menekan tombol tanda permainan boxing dimulai, terlihat Chi Won sedang bergulat dengan seorang pemain, dia terlihat sangat lincah menyerang lawannya itu, seperti menumpahkan apa yang dia rasakan. Dan bel tanda permainan selesai atau istirahat berbunyi.


Setelah pertandingan boxing itu Chi Won mandi dan berganti pakaian, Tuan Do menghubunginya saat itu namun dia abaikan panggilannya. 


Chi Won datang kesebuah tempat persemayaman kremasi, terlihat foto seorang laki-laki berkacamata, dia memberikan bunga disampingnya.

Ponselnya berbunyi lagi, masih dari orang yang sama dan Chi Won tetap mengabaikannya.

Chi Won tersenyum dan berkata, “aku harus pergi sebelum temanmu datang, paman. Aku akan kembali tahun depan.” 


Chi Won berjalan keluar dari tempat itu, tapi dipintu keluar dia bertemu dengan Tuan Do. Chi Won sangat terkejut, dia mendesah dan Tuan Do menunjukkan ponselnya yang masih berusaha menghubungi Chi Won tapi ternyata diabaikan. 


Mereka akhirnya pergi minum bersama, Tuan Do mengeluarkan isi hatinya. Semua orang pasti berfikir jika Tuan Do menguntit Chi Won, saat Chi won membenarkan sangkaan orang lain, Tuan Do memberitahu kalo mereka bisa berangkat bersama dan menghemat bensin. Ternyata alasan Chi Won selalu mengindari tuan Do karena Tuan Do sering mengomel, mungkin jika tidak, tahun depan mereka bisa datang bersama. 

Tuan Do mengatakan kalo seharusnya Chi Won senang karena dia masih mengomelinya, jika dia mati Chi Won sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi, Chi Won merasa itu sebuah ancaman dan Tuan Do senang jika Chi Won menganggapnya seperti itu. Tuan Do masih kekeh meminta Chi Won mencari asisten dan Chi Won tetap menolaknya. Dia suka sendirian dan menganggu orang adalah keahliannya.


Disamping meja Chi won dan Tuan Do ada seorang kakek yang ingin sedang menyalakan korek dan orang yang bersamanya mencoba menghentikannya tapi dia tidak mau, perhatian Chi Won langsung tertuju pada mereka. Saat itu kakek tersebut mengibaskan tangannya yang sedang memegang korek yang menyala saja, hampir saja itu melukai Chi Won, dia langsung menghindar dengan membuang mukanya kesisi samping, dia sangat ketakutan dan seperti memiliki trauma akan hal itu, dia menutup mata mencoba menenangkan diri. 


Tuan Do langsung memberitahu kakek itu kalo dia tidak boleh merokok disini, orang yang bersamanya meminta maaf dan membawanya pergi.

Chi Won ditempat duduknya masih menenangkan diri dengan apa yang barusan terjadi. Tuan Do kembali duduk dan memperhatikan Chi Won, dia menanyakan sampai kapan Chi Won akan seperti itu, ayah mertuanya memiliki moto, hadapi langsung meskipun kau akan segera mati, hadapi saja. Siang ataupun malam, hadapi saja.

Chi Won menanggapi itu seolah tidak terjadi apa-apa, dia terlihat salah tingkah dan tidak berani menatap Tuan Do, dia hanya mengatakan kalo itu tepat untuk keluarga militer. 

Tuan Do melanjutkan ceritanya, dulu ayah mertuanya memintanya untuk memakan banyak buah persik jika ingin menikahi anaknya, padahal Tuan Do tidak menyukai buah persik. Ayah mertuanya adalah orang yang sangat penakut, dia tidak bisa memberikan anak gadisnya pada orang yang penakut pula. Demi calon istrinya itu, Tuan Do rasanya hampir mati saat memakan semuanya, tapi anehnya akhirnya sejak saat itu mulai bisa memakan buah persik. Chi Won seperti memikirkan semua yang dikatakan Tuan Do. Tuan Do member nasehat agar Chi Won jangan menghindar seperti pengecut, dan menyuruhnya berusaha menghadapi langsung. Chi Won benar-benar memikirkan perkataan Tuan Do.


Atasan Bo Na, Jo Sang Moo sedang bermain golf bersama rekan-rekannya.  Permainan golfnya hari itu sangat bagus, tidak seperti biasanya. Rekan-rekannya memujinya dan dia tampak senang dengan hal itu.


Rekan-rekan Tuan Jo sedang beristirahat bersama setelah bermain golf, mereka sedang membicarakan semua majalah yang hilang bulan ini, temannya menimpali kalo semua orang membacanya. Dan temannya langsung mengeluarkan majalah itu dan mengatakan kalo mereka tidak bisa membacanya sekalipun mereka mau, pegawai wanita sudah mengambil semuanya. 

Saat itu Tuan jo datang dari belakang dan langsung merebut majalah itu, dia berkomentar kalo orang yang ada dimajalah itu bukan orang yang akan menunjukkan wajahnya untuk hal seperti ini. Rekannya menjelaskan kalo Chi Won terpilih menjadi pegawai paling berkarisma oleh wanita di acara baru-baru ini, bahkan bagian produksi sampai memohon agar mendapatkan foto itu.

Tuan Jo langsung nyinyir mengomentari selera semua orang yang sangat buruk, dia menjelek-jelekkan Chi Won dan mereka semua tertawa karenanya. Nampaknya kabar tentang chi Won yang tidak mau menggunakan asistenpun sudah menyebar kemereka, tapi bagi Tuan Jo itu adalah kabar yang baru kali ini didengarnya, rekannya menjelaskan supaya menjadi wakil presdir selanjutnya itu sangat bagus karena tidak aka nada yang akan menjelek-jelekkannya dan menjadi mudah mendapatkan promosi. Tuan Jo sangat kesal, dan mengumpat gambar Chi Won dimajalah itu.


Tiba-tiba dalam pandangan Tuan Jo, gambar chi Won dimajalah itu bergerak dan tidak terima diumpat, dia sangat terkejut melihatnya. Chi Won didalam majalah itu terlihat mengejek Tuan Jo yang baru tau akan hal itu, dia menari-nari dan mengatakan kalo wakil presdir selanjutnya adalah dia. ^^ Tuan Jo menyadarkan diri, dan gambar chi Won kembali terlihat seperti semula.


Dihari yang lain sepertinya, terlihat Tuan jo menghubungi seseorang dan meminta orang itu mencarikan asisten untuk Tuan Nam/Chi Won. Bahkan dia meminta orang yang paling sangat membenci Tuan Nam, Tuan Nam harus terlihat playboy seperti mereka. Tuan Jo menutup telphonnya dan tertawa keras, merasa idenya itu sangat bagus. Seseorang tiba-tiba keluar dan membuatnya terkejut sampai jatuh.


Sementara Chi Won saat itu sedang berada dikasir sebuah supermarket, tiba-tiba merasa merinding. Kasir disana mengira dia ingin pergi ketoilet dan member tau letak toilet. Chi Won merasakan firasat aneh.



Saat sedang tertidur Yoon Yi tiba-tiba dibangunkan Oleh Bo Na dan Kyung Rye, dia terlihat sangat pucat dan kehilangan semangat. Mereka berdua datang membawakan bubur dan mengajak Yoon Yi kerumah Jung Ae Unni untuk merubah suasana, *Mian, kemarin saya ngira Jung Ae yang manggil Yoon Yi unni makanya saya ngira dia adiknya, ternyata Yoon Yi yang manggil Jung Ae dengan panggilan Unni. Dan disini kayaknya mereka berempat bersahabat.

Kyung Rye pergi kebelakang, sedang Yoon Yi membicarakan omong kosongnya. Bo Na membujuknya tapi Yoon Yi tidak mau, tiba-Tiba Kyung Rye datang dengan sebuah gayung ditangannya, menyiran Yoon Yi yang sedang tiduran. Yoon Yi marah dan bangun dari tidurnya.


Mereka keluarbertiga dengan mobil yang dikendarai Kyung Rye, Bo Na menyuapkan sesuatu untuk Kyung Rye lalu menawarkannya ke Yoon Yi, tapi dia tidak mau karena keadaannya sedang tidak baik-baik saja.

Kyung Rye mengomel menyuruh Yoon Yi seharusnya melampiaskan kemarahannya pada Tuan Bong, bukan malah berbaring ditempat tidur. Mendengar omelan Kyung Rye itu Yoon Yi semakin mual, saat itu Bo Na membela Yoon Yi dan membuat dirinya dan Kyung Rye jadi berdebat, Yoon Yi dibelakang semakin mual mendengar perdebatan mereka, dia tidak tahan lagi dan membuka jendela, dia akhirnya muntah disana.


Sampai dirumah Unni Jung Ae, mereka merawat Yoon Yi dengan baik. Mereka sedang berada dimeja makan, Unni membuatkan sup agar perutnya agak baikan. Kyung Rye mencoba masakan Unni dan dia menyukainya karena rasanya sangat enak. Mereka tertawa bersama, Unni Jung Ae sangat senang mereka bisa berkumpul bersama seperti ini, Bo Na mengalihkan dengan bertanya apa Unninya itu sakit, karena berat badannya terlihat turun. Jung ae mengatakan kalo dia baik-baik saja dan sehat. Mereka senang mendengarnya, Yoon Yi sangat iri pada Unninya itu karena dia selalu baik-baik saja.


Malam harinya mereka berkumpul dihalaman rumah Jung Ae, mereka membahas tentang suami Jung Ae yang sangat lama melakukan perjalanan bisnis, mereka membahas tentang keluarga Jung Ae dan merasa kasihan jika Jung Ae hanya terkurung sendirian disana, bahkan dengan becanda Kyung Rye menyarankan kalo ajukan saja surat perceraian agar suaminya tidak terus-terusan bekerja dan meninggalkan Jung Ae.

Ponsel Bo Na battreynya low bet dia meminjam charger milik unni, dan unni menyuruhnya mengambil dikamarnya.

Jung Ae menanyakan pendapat Yoon Yi dan Kyung Rye tentang kalo dia bekerja juga…


Bo Na masuk kamar Jung Ae, mencari-cari charger. Tapi dia malah menemukan sesuatu…


Yoon Yi dan Kyung Rye terkejut mendengar keinginan Jung Ae, akhirnya mereka hanya tertawa canggung.


Saat itu tiba-tiba Bo Na datang dan mendengar  tentang Jung Ae yang ingin mencari pekerjaan, dia langsung menanyakan alasannya, apa Jung ae membutuhkan uang dan bertanya keberadaan suami Jung Ae. Dia mengeluarkan parpor milik suami Juang ae, apa suaminya pergi tanpa paspornya. Semua terkejut melihat itu.

Jung Ae menangis, menjelaskan jika sebenarnya sudah 2 bulan suaminya tidak mau pulang kerumah.


Didapur Jung Ae sedang mencuci piring, entah karena melamun atau apa piring itu lepas dari tangannya dan jatuh hingga pecah. Dia mengambil serpihan itu dan terlihat sangan sedih.