Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 2 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 2 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 3 PART 1

Setelah berhenti dari pekerjaannya kehidupam Yoon Yi menjadi berantakan, setiap pagi ketika bangun dari tidurnya bahkan sepanjang hari dia hanya bermalas-malasan, tidak memiliki semangat hidup lagi. Dia benar-benar bosan hanya berdiam diri dirumah. Yoon Yi juga selalu menghitung jangka waktu dia menjadi pengangguran.


Setelah cukup lama berdiam diri hanya dirumah saja, akhirnya Yoon Yi memberanikan diri untuk menghubungi perusahaannya., belum juga dia menanyakan apa yang menjadi pertanyaannya, mereka memberitau jika Yoon Yi belum ditugaskan dimanapun bulan ini, dia sangat kecewa mendengar itu. 


Dia akhirnya menghabiskan waktu dengan membuka website pemain sirkus, disana lagi-lagi dia melihat artikel yang menggosipkannya, dia sangat lelah akan hal itu, sudah berbulan-bulan namun belum reda juga kabar itu. Dia membaca semua komentar orang-orang dan menganggap mereka seolah sedang berbicara didepannya. 


Yoon Yi tidak tahan membaca semua komentar-komentar mereka, sangking frustasinya dia menutup laptop dan menundukkan diri, menenggelamkan wajahnya dikedua tangannya. Saat itu ponselnya berbunyi, sebuah pesan masuk. 

Yoon Yi mendapatkan pesan mengabarkan tentang tagihan cicilan rumah dan harus segera dibayar sebelum batasan waktu. Dia semakin sedih bercampur kesal, ponselnya berbunyi lagi, seseorang menghubunginya. Dengan tangis tertahan dia menjawab panggilan tersebut, entah apa yang dikatakan seseorang diseberang sana, Yoon Yi langsung menegakkan diri, dia terkejut mendengar apa yang orang itu katakana.


Semua karyawan langsung menoleh, penasaran ketika terdengar suara Chi Won yang terkejut. 
Diruangannya Chi Won sedang berbicara dengan Tuan Gong. Dia begitu terkejut sekaligus marah-marah ketika diberitau asistennya akan datang hari itu, dia tidak habis fikir bagaimana seorang asisten bisa ditugaskan tanpa seijin wakil presdir.

Tuan Gong ketakutan menghadapi kemarahan Chi Won, dia hanya bertugas menyampaikan apa yang dia dengar dari HR. dia hanya berfikir harus segera mengoperasikan komputernya dan mengirimkan email kepada Chi Won. Mendengar itu Chi Won terkejut, ternyata Tuan Gong langsung mengirimkan email kepadanya sesuai perintahnya waktu itu.

Dia keluar dari ruangannya, dan para karyawan yang menguping didepan pintu langsung terkejut dan pura-pura sibuk sendiri. Chi Won tidak memperdulikan semua itu, dia tetap berjalan pergi.


Yoon Yi menerima tanda pengenal baru sebagai pegawai dari perusahaan YB, dia sangat bahagia menerimanya. Karyawan disana menyerahkan berkas-berkas yang harus Yoon Yi ketahui, termasuk biodata Tuan Nam. Toon Yi langsung faham dengan tugasnya itu karena dia sudah menjadi ahlinya. 
Dia membisikan kepada karyawan itu kalo sikap bos tergantung asistennya.


Chi Won langsung menerobos masuk ruangan Tuan Do, saat itu Tuan Do sedang sibuk dengan pekerjaannya dan meminta Chi Won untuk menunggu sebentar, tanpa peduli itu, Chi Won langsung mengonfrontasi karena Tuan Do telah memberikan sembarang orang padanya, sedangkan Chi Won bahkan belum bertemu dengannya dan Chi Won mengatakan kalo itu tidak akan pernah terjadi. Tuan Do meminta Chi Won untuk akrab dengan asisten barunya itu, apa kelak dia akan berguna untuk Chi Won atau tidak, itu tergantung dari Chi Wonnya sendiri. 

Chi Won tidak habis fikir, kenapa Tuan Do tega melakukan itu padanya, Tuan Do juga berfikir kenapa ada yang begitu tega melakukan itu.


Yoon Yi menemui Tuan Jo, Tuan Jo meminta Yoon Yi untuk merahasiakan pertemuan dan percakapan mereka, yang lebih membuat Yoon Yi bingung kenapa Tuan Jo merekomendasikan dia untuk pekerjaan ini. Sebelum menjawab pertanyaan Yoon Yi dengan tanpa menoleh dia memberikan sesuatu untuk Yoon Yi, ternyata itu adalah ponsel Tuan Jo, tapi karena Tuan Jo tidak memperlihatkan wajahnya, Yoon Yi tidak tau kalo yang ditemuinya Tuan Jo.

Tuan Jo memberikan ponselnya, Yoon Yi mengira dia diminta untuk memotret Tuan Jo, setelah berbalik mereka berdua sama-sama kaget, Tuan Jo meminta Yoon Yi memberikan nomer ponselnya dan jangan memotertnya. Yoon Yi menutut saja. 

Tuan Jo menginginkan Yoon Yi mengangkat telephone darinya pada dering ketiga sebagai cara berterimakasih, dia akan menghubungi Yoon Yi jika ada kepentingan, jadi mereka tidak perlu bertemu diam-diam seperti ini lagi. Dia meminta Yoon Yi untuk memata-matai bosnya.


Yoon Yi keluar dari ruangan itu, ternyata tempat pertemuannya dengan Tuan Jo adalah daerah terlarang. Dia terlihat bingung dengan apa yang barusan terjadi. Tapi dia tidak mengambil pusing akan hal itu, yang terpenting sekarang adalah dapat pekerjaan dulu. Lalu Yoon Yi menyimpan nomer Tuan Jo.


Chi Won sedang meunggu didepan pintu lift, masih dengan suasana hati yang buruk. Sedangkan didalam lift, Yoon Yi terlihat sangat senang dan memeriksa beberapa berkas. 

Pintu lift terbuka dan mereka berdua sama-sama terkejut akan bertemu lagi seperti ini. Karena pintu sudah terbuka, mau tidak mau Chi Won harus masuk. 


Mereka sama-sama canggung didalam lift, akhirnya Yoon Yi membuka percakapan, senang sekali bisa bertemu diperusahaan yang sama, dia juga memuji bagaimana Chi Won yang seorang asisten bisa berpakaian santai, dia senang dengan perusahaan ini.

Sementara Chi Won yang dikira oleh Yoon Yi adalah seorang asisten hanya diam saja, malas menanggapi.

Yoon Yi akhirnya menanyakan bagaimana Chi Won bisa memberikan seatu padanya dikantor pusat waktu itu, Chi Won menjawabnya dengan santai kalo dia mengambilnya dari restoran hotel. Setelah itu Yoon Yi berfikir, hotel, itu berarti Chi Won melihat apa yang dilakukan istri Tuan Bong, dan dia langsung terkejut menyadari itu. Pintu lift terbuka, Chi Won langsung berjalan keluar. 


Yoon Yi dan Chi Won masuk kekantor bersama, dengan Yoon Yi yang seperti mengikutinya dari belakang. Dibelakang, Yoon Yi menyapa semua karyawan sedang Chi Won berjalan santai.  Chi Won merasa aneh karena Yoon Yi pergi kekantornya, Yoon Yi tak kalah merasa aneh, lebih lagi Chi Won berjalan menuju ruangan bosnya. Akhirnya Yoon Yi menghentikan Chi Won yang akan masuk keruangan bosnya, Chi Won berhenti dan menoleh.  Saat it karyawannya, Park Chi Soo menghampirinya dan melapor kalo sudah mengirim email terkait dengan rencananya. Yoon Yi yang awalnya heran sekarang malah kebingungan.


Tuan Gong mendekati Yoon Yi menanyakan apakah dia Jwa Yoon Yi, Chi Won masih berdiri ditempatnya.

Tuan Gong memberitahu kalo sepertinya Yoon Yi sudah bertemu dengan direktur manajemen, menyadari sesuatu, Yoon Yi dan Chi Won sama-sama menoleh, terkejut.


Chi Won diruangannya sedang sangat pusing, dia sedang membaca email dari Tuan Gong yang mengabarkan berita darutat tentang dia yang akan mendapatkan asisten.

Saat itu Yoon Yi datang menawarkan banyak hal, seperti apa dia mau makan atau apapun itu bisa mengatakan itu pada Yoon Yi, dan Chi Won selalu menjawab dia tidak mau apa-apa dan meminta Yoon Yi kembali bekerja, setelah Yoon Yi keluar dia melampiaskan kekesalannya dengan menekan beberapa kali keyboardnya. 


Tidak mau ambil pusing dengan sikap Chi Won padanya, Yoon Yi lebih memilih untuk menata barang-barangnya terlebih dahulu. Saat itu Hwangbo datang mengejutkannya. Hwangbo menanyakan nama Yoon Yi, dan dengan santai Yoon Yi menyebutkan namanya dan balik bertanya. 

Hwangbo memberikan kartu namanya dan meminta Yoon Yi untuk tidak terkejut, setelah melihat kartu namanya, benar saja Yoon Yi langsung terkejut dan menjadi lebih sopan. Hwangbo menyombongkan diri kalo semuda itu dia sudah menjadi direktur manejemen olahraga, dan Yoon Yi menghubungkan direktur sebelumnya dan sekarang sama-sama keturunan Hwang, itu berarti Hwangbo bagian dari generasi.

Hwangbo senang Yoon Yi cepat mengeti situasinya, dia sedang mencari asisten dan meminta Yoon Yi untuk memindahkah mejanya keruangannya, dengan menunjuk ruangan dirinya, dia meminta Yoon Yi menjadi asistennya. Saat itu Chi Won keluar dari ruangannya dan menyingkirkan tangan Hwangbo yang menghalanginya, lalu melangkah pergi. Hwangbo meminta Yoon Yi memikirkan tawarannya itu lalu pergi menyusul Chi Won dan dengan suara keras dia bertanya pakaian dalam apa yang sedang dikenakan Chi Won, apakah boxer. Mendengar itu, Yoon Yi merasa kalo mereka dekat, dia sangat senang dan memikirkan sesuatu.


Dipantry Chi Won sedang membuat kopi, Hwangbo yang mengikutinya bertanya kenapa sekarang Chi Won mendapatkan asisten padahal dulu dia yang bertanya untuk apa memerlukan asisten. Hwangbo tau dengan benar kalo Yoon Yi itu adalah asisten terbaik karena sebelmnya dia sudah mempunyai 88 asisten. Chi Won memberitau apa Hwangbo tau kalo 88 mantan asistennya itu berkumpul dan membuat website untuk menyumpahi Hwangbo. Mendengar itu Hwangbo tidak percaya.


Diruangannya Hwangbo penasaran dengan apa yang dikatakan Chi Won, dia akhirnya mencarinya tapi tidak menemukan apapun. 

Yoon Yi datang keruangannya, Hwangbo sangat senang mengira Yoon Yi sudah memutuskan menjadi asistennya, dan menyuruh Yoon Yi duduk. Yoon Yi memberikan minuman yang manis-manis untuk Hwangbo dan Hwangbo rasa Yoon Yi sangat mengerti dirinya, dia ingin mencuri Yoon Yi dari Chi Won. 

Yoon Yi tersenyum canggung, dia bertanya apa Hwangbo dekat dengan bosnya, mengetahui alur pembicaraan mereka Hwangbo jadi malas, dia bersikap biasa saja dan kembali meminum apa yang diberikan Yoon Yi dan meberitau kalo jam 3 sore ada pertemuan eksekutif, harus hadir untuk memprestasikan laporan strategi mereka. Yoon Yi terkejut melihat jam.


Keluar dari ruangan hwangbo dia terkejut melihat suasana kacau kantor, para karyawan sedang panic karena sebentar lagi akan rapat dan mereka belum menyelesaikan tugas mereka.

Dia langsung berlari dan membantu semua orangmenyelesaikan pekerjaan mereka yang elum selesai dalam waktu 15 menit. Sampai semua selesai. Karyawan yang lain sangat berterimakasih padanya.
Seorang asisten hanya bisa membuat teh dan menjadi supir?

Jangan membuat aku tertawa, kami mengerti situasinya hanya dengan sekali pandang dan membuka jalan yang terhambat. Kami menghilangkan semua hal yang mungkin jadi penghalang. Seorang pemain menampilkan penampilan terbaiknya, kami selalu mengisi kekosongan kalau diperlukan, kapan saja, dimana saja, kami melakukannya. Kami menggunakan tangan, kaki dan kepala kami untuk menghasilkan efiensi terbaik dalam waktu yang singkat. Itu enar, kami adalah pemain multi fungsi yang hebat.


Saat itu Chi Won datang menegur Yoon Yi, Tuan Gong akan menjelaskan tapi langsung dihalangi karyawan lainnya. Chi Won tidak mempersalahkan itu, dia memberikan materi yang harus direvisi lagi, mereka menggerutu dan pergi kemeja masing-masingm neninggalkan yoon Yi.


Yoon Yi kembali kemejanya dan mempelajari laporan yang banyak koreksi dari Chi Won, dia bekerja sangat keras.

Hanya melakukan apa yang diperintahkan sama saja tidak bekerja. Kalau kau mau melakukannya, kau harus memasukkan 1 sampai100 untuk menjadi professional sejati.

Rapat sebentar lagi akan dimulai, Tuan Gong dan Yoon Yi sudah bersiap menunggu Chi Won didepan ruangannya.


Setelah Chi Won keluar, Yoon Yi langsung mengikutinya, dan membukakan pintu lift untuk Chi Won, Chi Won sendiri merasa risih ada yang melakukan seperti itu padanya. Pintu lift akan tertutup tapi Chi Won menekannya, dan terbuka lagi. Dia memberitahu Yoon Yi kalau dia tidak membawa asistennya keruang rapat, jadi dia meminta Yoon Yi untuk keluar. Dengan sedih dan takut Yoon Yi terpaksa harus menurut.


Yoon Yi pergi keruangan Chi Won, dia merapikan meja Chi Won dan malah mendapati materi untuk rapat masih ada disana. Yoon Yi lalu bergegas menuju ruang rapat untuk menyerahkan materinya, tapi sialnya lift sedang dalam perbaikan, tidak putus asa akhirnya dia menggunakan tangga darurat.  Yoon Yi sangat kelelahan, dia sampai didepan ruang rapat dan kembali memakai sepatunya yang tadi dia lepas. Dia merapikan diri sebelum masuk ruangan.


Dia masuk secara perlahan, dan asisten yang lain memperhatikannya, saat itu rapat sudah dimulai. Dia mencari keberadaan Chi Won, dan setelah melihatnya dia mendekat secara diam-diam dan muncul didekat Chi Won, Hwangbo yang ada didekat Chi Won dan Chi Won sendiri terkejut tiba-tiba Yoon Yi ada ditengah-tengah mereka. Yoon Yi menyerahkan berkasnya, Chi Won nampak sangat terkejut, dia nampak memikirkan sesuatu, Hwangbo disebelahnya mengacungkan jempol ke Chi Won.


Yoon Yi mencari tempat dibelakang, dan berdiri disana. Saat giliran Chi Won menyampaikan rencananya, Yoon Yi tersenyum senang. Tapi setelah lama menjelaskan ternyata Chi Won tidak juga menyentuh berkasnya, dia menjelaskan dengan lancar dan tidak membutuhkan berkasnya, Yoon Yi sangat kecewa, usahanya menjadi sia-sia.

Setelah rapat, Chi Won keluar bersama Hwangbo, dibelakang Yoon yi memanggilnya.


Mereka berbicara berdua, membahas tentang Chi Won yang tidak membawa asistennya keruang rapat karena Chi Won tidak memperlukannya, dan soal berkas itu juga sama, jika ada yang penting itu sudah dia catat. Berkas yang dibuat dan dibawa oleh Yoon Yi itu dinilai belum cukup untuk dipresentasikan  dihadapan para kepala departemen karena Yoon Yi baru bekerja setengah hari disana. Yoon Yi terluka mendengar itu, semua yang dia lakukan sia-sia. Lalu Chi Won permisi, meninggalkan Yoon Y yang menatapnya dengan sedih.

Meskipun kau pemain multi fungsi yang hebat, tapi kalau pelatih tidak mengajakmu main, kau akan tetap duduk dibangku cadangan. Kalau aku berakhir jadi pemain seperti itu, apa yang seharusnya aku lakukan? Aku tidak punya rencana B.

Yoon Yi kembali keruangannya dengan masih menggunakan tangga darurat dan duduk disalah satu tangganya untuk memeriksa kakinya yang lecet, dia menunduk dengan sedih.


Hari sudah malam, karyawan yang lain satu persatu sudah mulai pulang, Yoon Yi dimejanya memeriksa jam.

Yoon Yi mengetuk pintu ruangan Chi Won saat chi Won seperti sedang mencari sesuatu dilampotnya, bagi Chi Won itu mahal, mungkin karena dekat dengan stasiun kereta, dia sangat serius hingga tidak menyadari Yoon Yi memanggilnya dan berjalan masuk. Dia baru sadar dan langsung terkejut melihat Yoon yi sudah ada dihadapannya. 

Chi Won meminta Yoon Yi pulang tapi Yoon Yi masih belum menyelesaikan tugasnya, yaitu memastikan bosnya makan malam, dia menawarkan membawakan makanan ringan jika Chi Won mau, tapi ditengah penjelasannya perutnya sendiri malah berbunyi. Yoon Yi jadi malu, Chi Won hanya mendesah saja, lalu mengajak Yoon Yi makan malam bersama. Yoon Yi masih kaget dengan tawaran itu, Chi Won langsung mengatakan kalo tidak mau ya tidak papa tapi Yoon Yi langsung memotongnya kalo diia mau.

Melihat reaksi Yoon Yi, Chi Won tersenyum tipis.


Yoon Yi dilokernya sedang berganti pakaian, dia berdandan terlebih dahulu sebelum pergi bersama Chi Won, dia juga memberitau Bo Na tentang acaranya bersama Chi Won, Bo Na senang mendengarnya dan menjodoh-jodohkan dia dan Chi Won.


Mereka makan berdua disebuah restoran, mereka berdua hanya saling diam namun mereka berdua tidak sengaja akan berbicara secara bersamaan, Chi Won mengatakan untuk Yoon Yi saja yang bicara terlibih dahulu. Yoon Yi menjelaskan kejadian dihotel kalo itu semua hanya salah paham dan bagi Chi Won merasa itu tidak ada hubungannya dengannya jadi dia tidak perlu akan hal itu. 

Giliran Chi Won, dia menanyakan lutut Yoon Yi yang terluka waktu itu, Yoon Yi baik-baik saja lagian itu hanya memar sedikit. Tapi kata Chi Won untuk berjaga-jaga Yoon Yi tidak seharusnya  memakai sepatu hak tinggi, itu benar tapi Yoon Yi harus memakainya agar terlihat bagus. Tapi bagi Chi Won itu tidak perlu.

Chi Won : kalau kau melakukannya demi orang lain, jangan lakukan. Pakailah yang datar, kira-kira kurang dari 3cm. kau juga boleh memakai sandal kalau didalam ruangan.
Yoon Yi : sandal?

Chi Won : bunyi tik tok dari sepatumu itu sangat menganggu. Karena kita sedang membicarakannya, ada beberapa aturan yang harus kau patuhi. Sering tersenyum tidak apa-apa, tapi kalau tersenyum tanpa alasan membuat kau kelihatan konyol, itu juga mungkin menyinggung beberapa orang, jadi berhati-hatilah.  Dan jangan terlalu sering mengetuk pintuku. Tolong jangan masuk keruanganku sampai aku memanggilmu, mulai dari sekarang. Dan juga, ka uterus bertanya apa aku memerlukan sesuatu seperti kau pelayan saja, itu menganggu. Sepertinya kau bertanya pada asisten lain tentang aku, rasanya sangat tidak sopan, ada orang yang menggali informasi tentang aku. Kalau kau punya waktu untuk melakukan itu, gunakan waktumu itu untuk mempelajari pekerjaanmu atau mengembangkan dirimu sendiri.

Yoon Yi : tapi, sebagian besar pekerjaanku hanya bisa dilakukan dengan mengenali siapa dirimu.
Chi Won : kenapa begitu? Kenepa kau harus mengetahui semua tentang aku? Apa semua asisten melakukan itu?

Yoon Yi : kalau begitu maksudmu aku hanya duduk-duduk saja dan tidak melakukan apa-apa?  Sunbae-Nim aku bukan bunga yang ada di vas.

Chi Won : itu sebabnya aku membuat penawaran untukmu. Permintaan penggantian penugasan dengan HR. aku yakin ada departemen lain yang memerlukan bakat dan keahlianmu. Maaf, tapi aku tidak membutuhkan asisten. Pokoknya terimakasih untuk hari ini.

Chi Won meninggalkan Yoon Yi yang sangat terluka dengan perkataan tajamnya. 

Yoon Yi : terimakasih. “terimakasih.” Lagi…apa-apaan mereka mengatakan satu kalimat itu dan semuanya berakhir? 


Saat itu Bo Na mengirimkan pesan padanya dia bahagia mendengar hubungan Chi Won dan Yoon Yi, bahkan dia memberikan Yoon Yi selamat karena telah menemukan belahan jiwanya. Yoon Yi sedih karena mendapatkan pesan seperti itu disaat suasana hatinya buruk. Dia menangis.
Chi  Won membayar tagihan dan pergi dari sana.

Epiloge :


Setelah rapat selesai karena lift sedang diperbaiki, para karyawan harus menggunakan lift darurat mereka berdesak-desakan disana, Chi Won dan Hwangbo datang terlambat dan langsung berebut masuk membuat pintu lift tidak bisa menutup. Tuan Jo yang membenci Chi Won menendangnya keluar dari lift dan menutup pintunya.


Dengan terpaksa Chi Won keruangannya dengan tangga darurat, saat akan menuruni tangga tidak sengaja dia melihat Yoon Yi yang duduk ditangga bawahnya sedang terlihat bersedih, dia berbalik akan pergi tapi mengurungkannya, melihat kearah Yoon Yi lagi dan dengan sengaja menjatuhkan sapu tangan hitam untuk Yoon Yi.


Yoon Yi yang sedang sedih, kesal, marah melampiaskannya dengan menggerutu sendiri mengumpat Chi Won tapi dari atas ada yang jatuh mengenai kepalanya, sapu tangan hitam Chi Won. Dia mengambil dan mencari siapa yang menjatuhkannya, namun tidak ada orang. Dia menggunakannya untuk membersihkan hidungnya yang sedang flu lalu melanjutkan menuruni tangga.

3 komentar

Makasih sinopsis y, d tunggu kelanjutan nya 😊😊

terimakasih sudah membaca ^^

Kyaa dtnggu klnjutannya😄😄