Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 3 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 4 PART 1

Chi Won, Yoon Yi dan Tuan Do makan malam bersama disebuah restoran, Tuan Do bertanya apa Yoon Yi tidak keberatan mereka makan ditempat seperti itu, Yoon Yi tidak mempermasalahkannya, dia juga seperti biasa bersikap cukup menyenangkan ketika bertemu dengan para atasan. 

Tapi ternyata Chi Won tidak menyukai makanan disana, dan menurut Tuan Do itu bagus, kapan lagi Yoon Yi bisa membuat bosnya bekerja untuknya. Yoon Yi tidak enak mendengarnya, sementara Chi Won mendesah mendengar itu dan memberikan daging untuk Yoon Yi. Dia dengan nada ditekan mempersilahkan Yoon Yi menikmati makanannya.  Tuan Do tersenyum melihat itu, Yoon Yi sendiri jadi merasa sungkan. 

Tuan Do meminta 2 botol bir pada pelayan, tapi Chi Won menolaknya karena dia sedang bawa mobil. Dan Tuan Do menanyakan bukannya Chi Won sedang istirahat mengendarai mobil karena pernah kecelakaan sebelumnya, Chi Won mengatakan kalo kita tidak bisa menghindari kecelakaan hanya karena berusaha. Yoon Yi yang mendengar masalah kecelakaan jadi tersedak, melihat itu Tuan Do jadi menanyakan apa Yoon Yi bisa minum dan Yoon Yi mengatakan kalo dia hanya akan minum 1 gelas saja.


Makan malam mereka sudah selesai, pelayan mengambil tempat daging dan membuat kompor yang masih menyala, Tuan Do mengerti dan langsung mematikan kompornya.  Tuan Do menanyakan, tentang api dikompor itu, tidak apa-apakan bagi Chi Won dan Chi Won dengan tersenyum justru  membalikkan pertanyaan itu ke Tuan Do. Tidak biasanya Tuan Do minum sampai habis lebih dari 20 botol bir. Tuan Do tidak menjawab, malah memuji Yoon Yi yang sangat kuat, dan Chi Won memerlukan orang yang seperti itu, dulu mantan istri Chi Won juga kuat. 

Chi Won tidak bisa akrab dengan orang yang kuat, dia hanya belum menemukan cara menyingkirkan orang yang memasang kunci padanya. Tuan Do bertanya kenapa Chi Won, apa dia takut akan menyakitkan kalau dia menyingkirkan sesuatu yang tersangkut padanya. Tuan Do tertawa sendiri dengan dugaannya itu, Chi Won langsung menyangkalnya, Tuan Do semakin senang menggoda Chi Won, ditambah dia sendiri sedang mabuk. Chi Won sepertinya takut kalo Yoon Yi akan mendengarnya, dia terus menoleh kebelakang. Sebelum jatuh tidak sadarkan diri, Tuan Do meminta Chi Won memanggilkan supir pengganti.

Didalam kamar mandi, Yoon Yi mencoba untuk tetap sadar, dia terus menepuk wajahnya meskipun sakit. Dia takut kalo dia tidak terkendali, dia bisa langsung dipecat. Dia mencoba untuk tetap sadar dengan menyebutkan huruf a sampai z dan berhasil, dia memuji dirinya sendiri, lalu keluar dengan sempoyongan.


Yoon Yi menemui Chi Won dengan setengah sadar, dia menanyakan keberadaan Wakil presdir, dan akan duduk. Tapi Chi Won langsung mengajaknya pergi, Yoon Yi llangsung berdiri lagi dan mengikuti Chi Won. 


Diluar restoran, Yoon Yi menanyakan mobil Chi Won dan Chi Won menjawab kalo mobilnya ditempat parkir, Yoon Yi mengatakan kalo rumahnya didekat sini dan hanya tinggal naik taksi saja. Chi Won paham lalu pamit pergi. 


Yoon Yi mencoba menghentikan taksi dipinggir jalan, namun sayang tidak ada taksi yang berhenti juga. Dengan setengah sadar dan banyak mabuknya ^^ Yoon Yi memilih duduk lagi dihalte dan mengatakan kalo dirinya tidak boleh tertidur, namun Yoon Yi berakhir jatuh tertidur dihalte. 


Chi Won yang melewati halte itu melihat Yoon Yi yang tertidur disana, dia mencoba untuk tidak memperdulikannya namun masih saja khawatir. Akhirnya dia mundur kebelakang lagi dan menghampiri Yoon Yi yang tertidur. 

Chi Won membangunkan Yoon Yi yang tertidur dan membantunya duduk lagi. Yoon Yi dalam mabuknya memanggil Chi Won dengan sebutan ahjusssi dan menyebutkan alamat rumahnya dan mengajaknya pergi.  Chi Won yang kasian lalu mengendongnya kemobilnya.


Dimobil Chi Won, Yoon Yi yang mabuk mengumpat atasannya yang tentu saja adalah Chi Won, dia mengatakan kalo siapa yang akan peduli kalo Chi Won itu atasannya, tidak tau hormat, tidak berguna, kurang perhatian dan bajingan berhati dingin.

Chi Won yang dari tadi hanya mendengarkan, jadi merespon apa Yoon Yi bercanda, bahkan dia meragukan kalo Yoon Yi sedang mabuk. Bahkan Yoon Yi mengatakan kalo dia akan sangat baik dan kemudian dia akan menghilang, Chi Won akan merasa mual saat dia pergi dan menyadari betapa pentingnya Yoon Yi.

Chi Won mendengarkan semua celotehan Yoon Yi,seperti kasihan pada Yoon Yi yang sampai seperti itu, dia merasa kalo apa yang Yoon Yi katakan itu menarik atau Yoon Yi adalah gadis yang menarik.


Mereka sampai didepan rumah Yoon Yi, Chi Won turun lebih dulu dan memandang rumah Yoon Yi, dia berkata, kenapa dari semua tempat yang ada harus ditempat ini, dia memandang pohon ginko dan mendesah. Yoon Yi saat itu keluar dari mobil, dia masih mabuk dan memberikan sesuatu pada Chi Won, setelah dibuka ternyata uang koin. Lalu  Yoon Yi masuk kerumahnya. 


(Ruangan disewakan, murah, bebas direnovasi)


Saat Chi Won akan pulang, angin yang terlalu kencang menerbangkan pemberitahuan yang ada dipintu gerbang rumah Yoon Yi, kertas itu terbang tepat kewajahnya. Pemberitahuan yang ditulis Kyung Rye tentang ruangan lantai 2 Yoon Yi yang disewakan. 


Malam itu Yoon Yi langsung tidur dan terbangun pada siang harinya saat Kyung Rye menelponnya, menanyakan apa Yoon Yi tidak bekerja. Yoon Yi terkejut dan langsung melihat jam, 11.15. Yoon Yi saat itu langsung heboh sendiri.

Kyung Rye, Yoon Yi dan Bo Na sedang berkumpul bertiga, Kyung rye mebertawakan sikap Yoon Yi yang mau saja dikerjainya padahal hari ini hari libur. Yoon Yi dalam keadaan yang tidak baik karena terlalu banyak minum, Bo Na menawarkan sup penghilang mabukpun dia tidak mau. Bo Na menanyakan apa Yoon Yi tidak melakukan hal bodoh pada bosnya saat dia mabuk, tapi malah dijawab oleh Kyung Rye, bagaimana Yoon Yi akan ingat, dia saja tidak sadar, Yoon Yi tidak terima, dia bukan Kyung Rye yang saat mabuk bertingkah. Kyung Rye tidak mau kalah, dia mengatakan semua hal buruk yang dapat Yoon Yi lakukan saat mabuk. 

Bo Na memperingatkan Kyung Rye kalo omongannya sudah keterlaluan karena menyebut nama mantan pacar Yoon Yi, dia langsung sadar dan mencoba mengalihkan pembicaraan dan akan pergi, tapi Yoon Yi sudah terlanjur marah, jadilah mereka kejar-kejaran. 


Jung Ae keluar dari agensi pekerjaan dengan sedih, dia mengingat apa yang barusan dikatakan oleh pihak agensi yang tidak bisa merekomendasikan dia lagi untuk pekerjaan lain. Jung Ae lelah dengan kehidupannya. 


Saat jung Ae pulang kerumahnya dia melihat beberapa dept collector ada didepan rumanya dan sedang mengintrogasi Gun Wo, dia lansung berlari dan memarahi dept collector itu, dan menanyakan keadaan anaknya itu. 

Dept collector itu tidak mengira jika sipeminjam tenyata jauh lebih muda dari perkiraannya, dia meragukan jika Jung Ae adalah ibu Gun Wo, atau jangan-jangan ibu tiri. Mendengar jika Jung Ae disebut ibu tiri, Gun Wo langsung bereaksi marah, tapi Jung Ae berusaha menahannya. Dept collector itu akan menyakiti Gun Wo dan Jung ae langsung mengigit tangannya dan menyerang beberapa yang lain, lalu mengajak Gun Wo lari dari sana. Beruntung dijalan mereka bertemu taksi dan langsung menaikinnya. 

*Yap bener sama yang akupikirkan, aku bingung sebenarnya Gun Wo ini siapa, tak kira adiknya lo, eh ternyata diepisode ini dijelaskan kalo Gun Wo adalah anaknya, entah kandung atau tiri, liat kedepannya aja.


Didalam taksi Jung Ae meminta sopirnya untuk membawa mereka kestasiun bis, Gun Wo langsung tanya kenapa mereka kesana. Jung Ae akan menghubungi sekolah, meminta izin untuk sementara waktu agar Gun Wo tinggal dirumah neneknya di Seoul. Gun Woo menanyakan apa ayahnya meminjam uang pada lintah darat, namun Jung Ae berusaha untuk menutup-nutupinya.  Saat Gun Woo mengatakan Jung Ae tidak bisa berbuat apa-apa pada ayahnya, jung Ae tidak bisa menjawab apa-apa.


Jung Ae mendatangi rumah Yoon Yi dan meminta untuk tinggal dirumahnya untuk beberapa hari, Yoon Yi mengizinkannya dan membawa Jung Aee masuk kedalam rumahnya.

Yoon Yi memberikan pakaian ganti untuk Jung Ae, dan Jung Ae sangat berterimakasih dan meminta maaf karena sudah menganggu Yoon Yi, Yoon Yi tidak masalah dan malah senang karena ada teman untuk tidur. Jadi Yoon Yi selama ini selalu tidur dengan lampu menyala karena takut, tapi malam ini dia rela mematikan lampu karena ada Jung Ae.


Mereka tidur berdua dikamar Yoon Yi dengan Jung Ae tidur dibawah, mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Jung Ae : “Yoon Yi, kau tau aku sangat menghormati kalian, kalian semuanya hebat.”
Yoon Yi : “Apanya? Itu tidak benar.”

Jung Ae : “Rasanya berat sekali untuk mendapatkan uang. Sulit sekali untuk tidak membuat pimpinanmu marah. Waktu kau dipecat, kau merasa sedih dan tidak berdaya.”
Yoon Yi : “Ya. Itu benar.”

Jung Ae : “Selama ini, aku taunya Cuma menghabiskan uang yang dibawa pulang suamiku. Sekarang aku merasa sangat menyesal melakukan itu dan merasa malu. Tidak ada yang bisa aku lakukan seorang diri.”

Ditempat tidurnya Yoon Yi menepuk-nepuk bahu Jung Ae dan mengatakan , “Kau tau, kau melakukan yang terbaik dengan caramu sendiri. Tidak mudah menjadi ibu waktu kau baru beumur 22 tahun. kau mengorbankan masa mudamu untuk mendukung suamimu. Kau rawat mertuamu yang sakit selama 10 tahun, kau juga ibu rumah tangga yang baik. Kau adalah ibu rumah tangga yang paling professional yang pernah aku kenal. Jangan terlalu khawatir, suamimu akan segera kembali, semuanya akan kembali seperti semula, jadi bertahanlah, mengerti.”


Dihotel (kemungkinan) Chi Won sedang berdiri menghadap jendela, melihat gemerlapnya malam dan merlihat pemberitahuan yang dia dapat dari rumah Yoon Yi, dia mendesah seperti sedang berfikir atau menimbangkan sesuatu dengan serius. Teringat apa yang Tuan Do katakan padanya, dia harus menghadapinya dan jangan menjadi pengecut, Chi Won melihat bayangannya yang terpantul dari kaca jendela, lalu duduk ditepi ranjang.


Ibu Yoon Yi sedang disalon saat seseorang tiba-tiba menelponnya, dia terlihat sangat senang mendapatkan telpon itu.


Tuan Do sedang memeriksa berkas milik Tuan Jo dan Chi Won, dia merasa keduanya bagus. Tuan Jo merasa kalo kampanye studi untuk sponsor sudah lama menjadi tanggung jawab departemennya selama beberapa tahun, Tuan Do membenarkan itu tapi masih banyak kekurangan, dan saat itu Chi Won meminta serahkan saja tugas itu pada departemennya kali ini, dia sangat percaya diri dan akan melakukannya dengan baik. 

Tuan Jo tersenyum meremehkan, bekerja bukan hanya tentang kepercayaan diri dan Chi Won menyahut, tapi juga menyangkut pengalaman. Tuan Jo tetap saja memberikan alasan agar departemen Chi Won tidak mendapatkan proyek itu, dan Chi Won juga tidak mudah menyerah dia ingin membuat penawaran, Tuan Jo sudah mulai terpancing emosi namun tetap dia tahan, Chi Won sengaja melemaskan otot tangannya didepan Tuan Jo dan membuat tanda menantang Tuan Jo, Tuan Jo terkejut sekaligus takut ditantang seperti itu.

Tuan Do menyetujuinya, mereka bisa saling bersaing untuk kemajuan, Tuan Do meminta mereka memasukkan file akhir senin depan, dan mereka akan mendapatkan pengumuman keputusannya pada hari selasa. Chi Won langsung pamit pergi, namun sebelumnya dia menghadap Tuan Jo dan memberikan tanda menantang Tuan Jo lagi.


Tuan Jo masuk keruangannya dengan marah-marah, mengumpat Chi Won yang sangat kasar sekali, dia tidak terima karena Chi Won akan mengambil pekerjaannya. Dia meminta Bo Na untuk menjadwalkan makan malam untuk yang bertanggung jawab dalam  kampanye dan editor Koran malam ini, dibar gangnam dan Bo Na harus ikut, Bo Na sebenarnya ingin menolak ikut tapi tidak bisa. Lalu keluar dari ruangan Tuan Jo.


Diluar Bo Na mengirimkan pesan pada ayahnya, dia tidak bisa datang karena harus bekerja malam ini, dia mengucapkan selamat ulang tahun untuk ayahnya. Dia memandang langit dengan kecewa.


Didalam bis Jung Ae mengingat pembicaraannya dengan Yoon Yi tadi pagi, Yoon Yi memberitau kalo lantai 2 rumahnya kosong jadi Jung Ae bisa pindah kapanpun dia mau. Jung Ae tidak bisa melarikan dari littah darat selamanya.


Jung Ae memikirkan hal itu dan mengirimkan pesan pada Yoon Yi, kalo bisa dia ingin memindahkan barang-barangnya minggu ini, yang langsung diiyakan oleh Yoon Yi, Jung Ae sangat senang mendapatkan pesan itu.


Ibu Yoon Yi senang melihat calon penyewa rumahnya, dia langsung terpesona melihat Chi Won.  Dan hal pertama yang ditanyakan ibu Yoon Yi adalah, “Apa kau masih lajang?” ^^ dan langsung diiyakan oleh Chi Won. Secara singkatnya gini, Chi Won masih lajang, berumus 36 tahun dan dianggap sempurna oleh ibu Yoon Yi, bekerja disebuah perusahaan, pegawai tetap. 

Ibu Yoon Yi jadi sangat bersemangat, dia memberitau Chi Won kalo anaknya juga adalah pegawai tetap, dipersahaan YB, dan apa Chi Won tau itu adalah perusahaan besar dan pegawainya banyak. Dia juga sangat mirip dengan ibunya, jadi dia sangat cantik. Dia adalah asisten eksekutif, dan jawaban Chi Won adalah, “Cantik saja bukan berarti dia asisten yang baik, nyonya.” ^^ Ibunya tidak mau anaknya dijelek-jelekkan tentu saja anaknya pekerja yang baik. 

Jadi rumah itu terdaftar atas nama Yoon Yi tapi karena Yoon Yi sangat sibuk belakangan ini. Dia tidak pernah menjawab telponnya, pimpinannya pasti mengikatnya dengan tali pengekang dan menganggunya seperti orang gila. HAHAHAHAHAAHAHA sumpah harusnya adegan ini ada epilognya, bagian Chi Won jawabin apa yang ibu Yoon Yi bilang.

Ibu Yoon Yi merasa sudah banyak bicara dan langsung mengajak Chi Won kelantai 2 saja. Chi Won berjalan terlebih dahulu dan dari belakang ibu Yoon Yi mengagumi tinggi badan dan bentuk badan Chi Won. Itu baru namanya laki-laki.


Chi Won memasuki ruangan lantai 2 itu nampak terkejut, ibu menjelaskan sebenarnya tidak ada yang tinggal disini selama 20 tahun sampai mereka datang.

Chi Won mengingat kejadian saat dia kecil, saat dia terjebak dalam kebakaran, Chi Won kecil sangat ketakutan.


Ibu yang melihat Chi Won hanya berdiri saja langsung menariknya untuk masuk, dan melihat sekeliling. Chi Won melihat-lihat bangunan itu, sepertinya ada beberapa kenangan dia dengan tempat itu, atau mungkin itu adalah tempatnya dulu dia terjebak kebakaran. Chi Won mengambil semuah buku, dan melihat-lihat isinya, seolah tidak asing. Tapi tiba-tiba ibu menyenggolnya membuat sebu dibuku itu berterbangan, ibu melarangnya menyentuhnya karena kotor. Barang-barang itu sudah ada disana saat mereka membeli rumah itu, ibu tidak mau repot-repot menyimpannya, jadi meninggalkannya ditempat ini. 


Chi Won keluar dan melihat balkon, dia berdiri disana dan memandangi pohon ginko. Dia menghela nafas, menatapnya,

Ibu datang, ibu mengatakan kalo dia melupakan hal penting, dia menanyakan apa Chi Won punya pacar ^^ ibu tau itu masalah pribadi tapi anaknya tidak mau orang luar keluar masuk. Chi Won mengatakan kalo dia tidak punya pacar, dan ibu sangat kegirangan, dia mengatakan sempurnya, maksudnya Chi Won adalah penyewa yang sempurna ^^

Chi Won : “Tapi aku punya mantan istri.”

Ibu : “Apa? Man….mantan istri?” HAHAHAHAHAHAAHAHA musnah sudah bubu, sempurnamu hilang sudah ^^

Saat itu ibu yang syok ingin mengonfirmasi lagi tapi Chi Won keburu ada panggilan masuk.
Dia akan menghubungi ibu lagi, karena 20 menit lagi dia ada rapat dan harus kembali kekantor.


Tuan Gong heboh sendiri memberitahu semua orang didepartemennya untuk datang keruang pertemuan, karena keadaan yang darurat. Semua orang langsung berlari kesana, termasuk Yoon Yi. 

Semua orang sudah berkumpul dan Chi Won memberikan tugas masing-masing. Yoon Yi disana sangat membantu sekali, dia membawakan minum, memberikan dokumen dan menyemangati pegawai yang lain. Chi Won memperhatikan kebaikan Yoon Yi itu. 


Mereka semua bekerja sangat keras sekali, dari pagi sampai malam dan seperti itu seterusnya, sepertinya mereka lembur selama beberapa malam. Sampai-sampai saat salah satu pegawai, Park Chi So ke pantry, dia yang sangat kelelahan ditambah mengantuk berat dia salah memasukkan plastik ke microwave dan malah membuang sosisnya ke tong sampah.


Hal itu membuat microwave langsung rusak dan mengeluarkan asap, dan secara otomatis alat pemadam kebakaran menyala dan air langsung turun diseluruh ruangan, termasuk ruang pertemuan. Chi So baru sadar saat air itu mulai turun, dia sangat terkejut. 

Chi Won yang tiba-tiba keluar air hanya duduk mematung untuk beberapa saat, mencerna apa yang sedang terjadi. Lalu mendongak keatas, semua yang ada di ruang pertemuan jadi heboh dan menyelamatkan berkas-berkas yang memang sepertinya penting semua. Dengan lebaynya Tuan Gong seperti seolah tertembak, melihat noda merah dibajunya padahal itu hanya bekas tinta merah ^^ 

Chi Won masih diam ditempatnya, tidak panic, hanya syok berat saja^^ tiba-tiba Yoon Yi datang menghalangi air agar tidak membasahi Chi Won menggunakan sapu tangan hitam yang dulu Chi Won sengaja jatuhkan ditangga darurat. HAHAHAHAHAAHA padahal nggak ngaruh, tetep basah. Namun bagi Chi Won itu hal yang luar biasa, perhatian Yoon Yi padanya. Padahal saat itu semua orang sedang sibuk dengan berkas-berkas mereka, dan seolah dunia hanya milik Yoon Yi dan Chi Won saja ^^


setelah semua selesai, diruang pertemuan hanya tinggal Yoon Yi yang tertidur dan Chi Won yang masih memeriksa berkas-berkas. 

Saat Yoon Yi sudah bangun, Chi Won langsung menyuruhnya pulang, baru Yoon Yi sadar bahwa semua orang sudah tidak ada disana, mereka sudah pulang. Yoon Yi melihat Chi Won, dan betapa terkejutnya dia, karena Chi Won sedang mengoreksi berkas dengan pensil yang dulu pernah dia berikan namun ditolak.  


Yoon Yi langsung mendekat, meminta pensilnya, dia mengatakan kalo dia benar-benar berbakat dalam meraut pensil. Chi Won tidak menolaknya, dan langsung memberikan pensilnya. 

Yoon Yi meraut pensil dengan tersenyum, dan tanpa menoleh pada Yoon Yi, Chi Won meminta Yoon Yi setelah melakukan hal itu lalu pulang, namun Yoon YI tidak mau, dia akan menunggu sampai Chi Won selesai dengan pekerjaannya. Mendengar hal itu Chi Won memperhatikan Yoon Yi yang sedang meraut pensil. Dia berusaha tidak peduli dan membiarkannya saja. 


Yoon Yi terbangun dengan kesal dari tidurnya karena suara reparasi lantai 2 yang sangat menganggu. Ibunya menghubunginya saat itu, memberitahu kalo mungkin para pekerja sudah mulai pekerjaannya sekarang, Yoon Yi fikir itu Jung Ae , namun ibunya menjelaskan kalo dia sudah menyewakan bangunan itu pada seorang pria, Yoon Yi langsung bangun, terkejut karena dirumahnya ada penyewa.


Yoon Yi langsung keluar, menuju lantai 2 dengan marah-marah, dia mengetuk pintunya dengan sangat keras, dan berbalik menunggu penyewanya membuka pintu. 

Yoon Yi mendengar suara pintu terbuka dan langsung berbalik kebelakang, melihat siapa penyewa rumahnya, dia terkejut karena yang keluar dari sana adalah bosnya, Nam Chi Won. Dia mematung karena syok untuk beberapa saat, dan untuk meyakinkan dirinya sendiri dia mencubit pipi Chi Won dengan sangat keras ^^ 

Chi Won langsung mengatakan kalo ini bukan mimpi, Yoon Yi sadar dengan apa yang dia lakukan dan langsung melepaskan tangannya dari pipi Chi Won. Dia menanyakan apa yang Chi Won lakukan disini, dia terkejut saat Chi Won mengatakan kalo dia penyewa baru.
EPILOGE


Setelah mendapat telpon ternyata Chi Won tidak langsung pulang, dia mendekati pohon ginko dan menyentuhnya, ibu yang datang memberitahu mungkin pohonnya agak sedikit menakutkan, dia akan menebangnya, jadi Chi Won tidak perlu khawatir.


Chi Won melarang ibu menebang pohon itu karena dia menyukainya. Dia memandang pohon ginko dengan tersenyum.

Yeay! Akhirnya selesai yang ep3, aku sukaaaa drama ini ^^

3 komentar

aku juga suka hehee
tapi kayanya poster depan nya salah deh min 😳

Saya suka saya suka... pemeran ceweknya ini yang main di drama missing nine bukan??

Haha lucuu ga sabar next story merekaa😂 semangat kaa buat sinopsisnya😊 thankuu