Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 6 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 7 PART 1

Chiwon berdiri didepan pintu depan dan mencari kunci ditasnya namun tidak menemukannya, dia mendesah kecewa karena melupakan kuncinya.

Sementara Yoonyi sedang merayakan pesta penyambutan untuk Changsoo, tim mereka asik bercanda dan saling tertawa namun Yoonyi tidak menyukai hal itu, apalagi harus mendengar Changsoo dipuji sana-sini. 


Setelah semua usaha tidah membuahkan hasil akhirnya Chiwon teringat dan menghubungi Yoonyi, karena suasana ditempat Yoonyi sangat berisik jadi Yoonyi beberapakali tidak menangkap suara Chiwon, membuat Chiwon mengulangi beberapa kali bahkan mengeraskan suaranya. Yoonyi memilih menjauh dari mejanya untuk berbicara dengan Chiwon.

Chiwon meminta bantuan karena tidak membawa kunci pintu depan dan juga kunci mobilnya ada didalam. Yoonyi diseberang mengatakan, lalu… membuat Chiwon bingung dan membuat alasan kalo dia perlu menyiapkan dokumen untuk rapat besok, dia juga harus melakukan banyak hal.

Mendengar nada suara Chiwon saja Yoonyi sudah tau jika Chiwon ingin meminta bantuan namun terlalu gengsi untuk mengatakannya, membuat Yoonyi sengaja mengerjai Chiwon. Chiwon meminta Yoonyi pulang sebentar untuk membukakan pintu dan boleh pergi setelahnya. Namun logikanya seharusnya Chiwon yang datang mengambil kuncinya bukan Yoonyi yang datang kesana.

Mengetahui hal ini tidak akan mudah, Chiwon berfikir sebentar dan menganti nada bicaranya, dia sekarang bertindak sebagai bos Yoonyi yang memerintahkan Yoonyi datang membawa kuncinya sekarang juga. Tentu saja Yoonyi tidak mau kalah, dia meminta Chiwon sebagai penyewa untuk mendengarkan apa yang dia katakan dan dengan lugunya Chiwon mengiyakan, secara tidak langsung Chiwon mengakui posisiya yang sebagai penyewa bukan bos Yoonyi. Dia sudah pulang kantor, dan lagipula tidak ada penyewa yang memerintahkan pemilik untuk membawakan kunci pada penyewa, Yoonyi berencana akan bersenang-senang dan pulang larut malam jadi dia menyarankan Chiwon pergi kesauna untuk beristirahat jika tidak ingin mengambil kuncinya lalu Yoonyi langsung menutup telponnya.

Chiwon tertawa tidak percaya, namun akhirnya dia mengatakan kalo hal itu tidak akan berhasil dengan kecewa.

Jung Ae turun dari taksi, dia terkejut melihat antrian yang sudah mengular sedangkan mereka hanya akan menjual 5 pasang sepatu saja, namun dia tidak menyerah. Asisten-asisten yang ada diforum jugglers sudah memberikan banyak informasi dan menyemangatinya, jadi dia sudah bersiap untuk bertarung demi mendapatkan sepatu itu, dia duduk dan menyiapkan perlengkapan untuk bermalamnya.

Jung Ae memakai jaket tebal, sarung tangan bahkan membawa penghangat dan segala yang sekirannya dia perlukan, dia duduk diurutan paling belakang sambil membaca.


Saat Chiwon datang pertama yang melihatnya adalah Tuan Gong, dia langsung berdiri dengan terkejut dan menyebutkan nama Chiwon namun staf yang lain mengira itu becanda, mereka baru mempercayainya saat Yoonyi berdiri menyambut Chiwon lalu mereka semua ikut berdiri dengan terkejut, tidak mempercayai atasannya akan datang bergabung dengan mereka. Yoonyi sengaja mengatakan kalo dia memberitau siapa tau akan datang dan ternyata benar-benar datang, dia mengatakan hal itu agar Chiwon tidak langsung pergi dari sana. Semua memuji Yoonyi hebat karena mampu membuat Chiwon datang.


Tuan Gong langsung berdiri mempersilahkan Chiwon untuk duduk dikepala meja, semua orang menyetujui itu dan Chiwon malah langsung duduk didekat Yoonyi. Semua orang tidak mempermasalahkan itu dan kembali duduk. 

Chiwon berbisik pada Yoonyi meminta kuncinya namun Yoonyi memberita bukan seperti itu cara meminta bantuan, Chiwon yang kesal menanyakan caranya, haruskah dia berlutut, Yoonyi tersenyum dia berjanji akan memberikan kuncinya setelah acaranya selesai.

Changsoo memperhatikan keduanya yang dari tadi saling berbisik itu, dia terlihat kesal, sedangkan Chiwon hanya menerima apa yang Yoonyi mau, menolakpun percuma.


Tuan Gong mendekat kemeja Chi Won, menuangkan minuman untuknya sekaligus minta dituangkan minuman oleh Chiwon, Chiwon tidak menolak dan hal itu membuat semua orang heboh bahkan ada yang sengaja memotret hal itu. Dan akhirnya semua orang disana meminta Chiwon menuangkan minuman untuk mereka. Karena ini makam malam tim pertama Chiwon, Tuan Gong menyarankan agar mereka bersulang, namun Chiwon menolak dengan mengatakan cukup, semua memohon padanya dan Chiwon sekali lagi mengatakan cukup, seolah sedang mengajak mereka bersulang. Semua orang langsung bersulang dengan meneriakan CUKUP! Membuat Chiwon heran melihatnya. 


Para staf Chiwon benar-benar senang malam itu, mereka berjalan bersama dan masih ingin ketempat karaoke namun Nona Min meminta mereka untuk patungan, mendengar Nona Min lagi-lagi membahas uang membuat Tuan Gong sedikit kesal, mereka ribut tentang hal itu, Changsoo mengatakan kalo Chiwon sadar pasti dia akan menyerahkan kartunya dan pergi. Semua orang langsung melihat kearah Yoonyi dan Chiwon berjalan berdua dibelakang mereka.

Chiwon menanyakan apa Yoonyi puas sekarang dan meminta kunci yang sudah dijanjikan namun Yoonyi berubah pikiran, dia akan memberikan kunci itu setelah tempat kedua. Yoonyi langsung berlari ke para staf yang lain dan mengatakan kalo Chiwon akan mentraktir mereka, tentu saja mereka sangat senang kecuali Changsoo yang mau tidak mau harus ikut juga walaupun setengah kesal, sementara Chiwon bergumam bagaimana Yoonyi akan membayar semua ini dikantor.


Saat Tuan Gong sedang menyanyi, Yoonyi menawarkan Chiwon untuk bernyanyi juga, jika dia malu Yoonyi akan menemaninya namun Chiwon tentu saja menolak dan Changsoo yang ada disampingnya langsung mengajak Yoonyi untuk bernyanyi bersama dan Yoonyi menolak dengan keras.

Nona Min meminta untuk orang selanjutnya yang menyanyi, Tuan Gong langsung saja meminta Chiwon karena dia ingin mendengar suara Chiwon, semua orang juga mendukung itu. Chiwon meminta mereka duduk namun mereka fikir itu lirik lagu dan berakhir Chiwon dengan nyanyian payahnya berdiri dengan tegang didepan, melihat nada Chiwon yang tidak tepat akhirnya Tuan Park mengambil micnya dan semua orang maju dan bernyanyi bersama, Chiwon menatap Yoonyi yang ikut bernyanyi. Ini adegan kocak banget liat Chiwon ada ditengah-tengah hebohnya pegawainya ^^


Changsoo tidak menyukai melihat hal itu, dia langsung menganti lagunya dengan lagu sendu yang sengaja dia nyanyikan untuk Yoonyi, namun suaranya juga sama payahnya membuat semua orang disana tidak suka, kecuali pegawai magang Chiwon yang sepertinya menyukai Changsoo, dia memuji kalo lagu itu romantic. Tuan Park memberitau kalo Changsoo memang selalu seperti itu ketika teringat matannya. Sementara Chiwon dan Yoonyi tidak terpisahkan, mereka selalu berdekatan dan Yoonyi senang sekali memuji nyanyiannya yang bagus, orang lain juga mengakui itu, Chiwon tidak menyangkal itu hanya saja dia menanyakan apa Yoonyi senang seolah sedang mengejek Yoonyi.


Yoonyi baru saja keluar dari toilet dan Changsoo menghadangnya, bahkan Changsoo mencengkeram tangan Yoonyi yang mencoba pergi saat Changsoo menanyakan apakah dia menyukai Chiwon.

Changsoo : “Aku mengenalmu. Kemana matamu memandang, tanganmu ikut, kemudian.. hatimu menyusul. Aku mengetahuinya.”

Yoonyi meminta dilepaskan bahkan sampai meninggikan suaranya namun Changsoo tidak mau, Chiwon datang saat itu, balik mencengkram tangan Changsoo, dengan tatapan tajam dan tidak lepas dari Changsoo ia meminta Yoonyi dilepaskan, Changsoo tidak mau Chiwon ikut campur, dia perlu bicara dengan Yoonyi dan sekali lagi Chiwon meminta Changsoo melepaskan Yoonyi, Changsoo mau jika dirinya dilepaskan terlebih dahulu.


Melihat sikap Chiwon yang sampai seperti itu membuat Changsoo bertanya, apa Chiwon menyukai Yoonyi, diberi pertanyaan seperti itu Chiwon diam untuk beberapa saat, seperti sedang berfikir lalu dia mengatakan tidak, membuat Yoonyi yang mendengarnya seperti sedikit kecewa. Changsoo menjadikan kesempatan itu untuk mengakui perasaannya, dia menyukai Yoonyi, Chiwon malah bertanya sudah berapa lama Changsoo mengenal Yoonyi sampai dia bisa mencintai Yoonyi, Changsoo merasa dia seakan akan sudah lama saling mengenal. Jadi mau Changsoo memegang tangan atau kaki Yoonyi Chiwon tidak perlu ikut campur. Mendengar itu Chiwon mengatakan kalo dia tidak tertarik tapi dia ikut campur sebagai bosnya, saat mengatakan hal itu Chiwon tidak menatap Changsoo seolah dia sedang mencari alasan yang tepat agar dapat ikut campur dalam masalah itu.

Chiwon baru menatap Yoonyi saat ia menanyakan perasaan Yoonyi pada Changsoo, tanpa mengalihkan tatapannya dari Chiwon, Yoonyi mengatakan tidak sama sekali. Changsoo langsung membela, Yoonyi akan menyukainya lagi,terkejut  mendengar kata lagi membuat Chiwon bertanya, Changsoo memperbaiki kalimatnya, tidak lama lagi.

Chiwon : “Jika perasaannya tidak sama, tindakanmu ini pelecehan. Aku membenci pelecehan karena pelecehan cenderung menghasilkan pelecehan.”

Changsoo akhirnya melepaskan tangan Yoonyi, Chiwon juga melakukan hal yang sama, dia melepaskan tangan Changsoo dengan keras. Saat itu semua tim Chiwon keluar mengajak untuk pulang. Yoonyi yang masih merasakan hawa tegang menatap Chiwon.


Chiwon dan Yoonyi pulang dengan jalan berdua, sesuai janjinya Yoonyi memberikan kunci, itu adalah kunci milik Chiwon yang tadi jatuh dilantai kantor, Yoonyi menemukannya saat bersih-bersih ruangan Chiwon setelah Chiwon pulang. Dan Chiwon fikir kalo tadi dia mencarinya kekantor pasti waktunya akan terbuang sia-sia. 

Yoonyi : “Anda pasti akan mengingatku lebih dahulu. Setiap kali merasa tidak berdaya atau malu, mungkin anda memikirkanku terlebih dahulu.”

Chiwon langsung berhenti mendengar itu, Yoonyi dengan tersenyum memintanya untuk tidak marah, karena sebagian atasan memang seperti itu. Menyadari arah pembicaraan yang hanya sebatas bos dan atasan, Chiwon langsung menyangkal kalo dia marah.

Yoonyi lalu memuji Chiwon yang tadi sangat keren, khususnya dikalimat ‘karena pelecehan cenderung menghasilkan pelecehan.’ Chiwon lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, dan memberikannya pada Yoonyi. Chiwon mengatakan, tidak ada orang lain yang bisa dia berikan. Setelah dibuka oleh Yoonyi itu adalah kalung yang sangat cantik, dia jadi tidak enak tiba-tiba diberi hadiah mahal namun Chiwon menyangkal kalo itu adalah hadiah, dia sepertinya berbohong kalo itu suvernir dari dia menghadiri forum. Yoonyi tertawa garing dan memuji kalungnya, Chiwon yang waspada kalo kalungnya juga akan dibuang langsung menanyakannya pada Yoonyi, tentu saja tidak dia akan mengenakannya saat menghadiri acara penting.


Chiwon lalu membahas tentang Changsoo, mungkin memang Changsoo adalah orang yang mudah jatuh cinta namun Yoonyi bukanlah tipe wanita penggoda dan Chiwon seolah-olah menuduh Yoonyi telah sengaja atau tanpa sadar memberikan peluang pada Changsoo, hal itu tentu saja membuat Yoonyi marah, dia mengiyakan apa yang Chiwon katakan dan lagi pula apa urusan Chiwon kan dia tidak tertarik dengan Yoonyi. Lalu Yoonyi pergi dengan marah, dia akan minum lag sendirian. Chiwon malah menanyakan alasan kekesalan Yoonyi.


Yoonyi ada ditoserba sedang minum sambil mengomel sendirian, tidak menyangka jika Chiwon menuduhnya seperti itu, memang apa yang sudah dia lakukan hingga menimbulkan godaan.


Jung Ae masih saja mengantri, tapi dia sangat kelaparan apalagi didepannya ada orang yang menjual makanan, dia ingin kesana namun nanti antrianya dicuri orang, saat dia sudah tidak tahan dan akan berdiri, orang yang duduk disampingnya menyerah dan membeli makanan, itu kesempatan bagus untuk Jung Ae maju kedepan mengantikan antriannya.


Tiba-tiba ada seorang pengantar makanan yang membawakan banyak makanan untuk Jung Ae, dia ditugaskan untuk membawakan meja juga bahkan diberi uang ekstra, pasti kesasih Jung Ae sangat bermurah hai, Jung Ae sendiri kebingungan, dia tidak memesan dan tidak punya kekasih. Namun pengantar makanan itu hanya melakukan tugasnya. Semua yang mengantri itu hanya melihat dengan penasaran. Dia akhirnya menawarkan makanan itu pada yang lain.


Saat Chiwon menunggu Yoonyi pulang dibalkon lantai 2 dia melihat ada orang mencurigakan didepan rumahnya, akhirnya untuk memastikannya dia keluar.

Chiwon menanyakan keperluan orang itu, orang itu malah terkejut karena Chiwon tinggal disana. Dengan sombongnya Chiwon mengiyakannya, dia menanyakan siapa orang itu. Dan tidak mau kalah orang itu mengaku kalo dia adalah pria yang tinggal dengan wanita yang tinggal disini, mendengar itu Chiwon terkejut, dia langsung menghubungi Yoonyi, menanyakan keberadaan Yoonyi dan memberitau jika pria yang tinggal bersama Yoonyi datang, namanya Tae Yi, Yoonyi yang sedang memakan ramyeon hanya menjawab ohhhh, hal itu membuat Chiwon memastikan lagi dan Yoonyi mengiyakannya. Chiwon yang sepertinya cemburu langsung menutup telponnya membuat Yoonyi sebal.


Chiwon akhirnya menyuruh Taeyi masuk, dia terus saja bergumam tentang perkiraan umur Taeyi yang baru berkisar 20 tahunan, mengatakan kalo tidak tau malu karena tinggal bersama. 

Namun Chiwon tidak sengaja melihat bekas cekikan dileher Taeyi, membuatnya ingat penyusup yang waktu itu. Chiwon mulai berfikir dan menyerang Taeyi, mereka saling serang disana sampai keduanya sama-sama jatuh, Yoonyi saat itu baru saja pulang terkejut dengan apa yang mereka lakukan. Hidung Taeyi sampai berdarah dia langsung merengek pada kakaknya. Chiwon terkejut Taeyi memanggil Yoonyi dengan sebutan kakak, lalu melihat nama yang ada dibaju Taeyi, benar saja dia bermarga Jwa sama dengan Yoonyi, Chiwon seperti menyesal karena sudah berfikiran yang tidak-tidak HAHAHAHAHAAHAHAHA, Chiwon lucu bangetsih kalo lagi cemburu XD


Yoonyi mengobatinya dengan kasar, dia kesal karena adiknya berhenti wamil karena alasan medis, Taeyi membela dirinya, pangkalan tempatnya dituaskan lebih berat dari yang ia bayangkan, terlalu banyak anak tangga seperti naik turun gedung 63 empat kali setiap hari, mereka menyebutnya adalah… belum juga selesai, Chiwon yang dibelakang menyebutkan namanya ‘tangga berkaki empat’. Taeyi tentu terkejut karena Chiwon bisa tau hal itu.


Dengan sombongnya Chiwon mengaku kalo dia pernah ditugaskan disana, Taeyi langsung berdiri member hormat pada Chiwon. 

Yoonyi menanyakan apa Chiwon tidak akan naik dan chiwon langsung beralasan kalo tehnya belum habis dan masih panas. Yoonyi sebal namun tidak bisa berbuat apa-apa, dia lalu lanjut memarahi taeyi yang tinggal di rubanah/Ruang bawah tanah. 


Pagi harinya didepan toko sepatu banyak yang sakit perut termasuk Jung Ae, karena makan terlalu banyak semalaman, dia ingin  ke toilet namun melihat banyaknya antrian didepannya yang pergi akhirnya dia menahannya demi mendapatkan sepatu itu. 

Dan toko sepatu itupun dibuka juga, 5 orang yang diijinkan masuk salah satunya Jung Ae didalamnya, dia sangat senang sekali bahkan saat menerima sepatu itu, perjuangannya tidak sia-sia.


Ketika Hwangbo menerima sepatu itu dia sangat senang bahkan sampai memeluk dan menciumnya, dia sangat berterimakasih pada Jung Ae dan memeluk bahkan mengendongnya. Hwangbo langsung mencoba sepatu barunya itu. 

Hwangbo menanyakan rencana Jung Ae saat tahun baru, Jung Ae mengatakan dia harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga dan Hwangbo mengira dia tidak sibuk jadi mengajaknya untuk bekerja keras untuk BBA. Jung Ae dengan terpaksa mengiyakannya.


Chiwon : “Maukah kamu duduk didepan? Aku bukan sopirmu. Ini terlihat agak..”

Yoonyi : “Aku tidak mau orang salah paham. Aku tidak mau memberimu peluang.”

Chiwon : “Kurasa dia marah.”


Yoonyi dan Chiwon sedang berada di acara BBA, saat masuk kesana Yoonyi teringat bagaimana dulu dia menjadi asisten seperti kebanyakan asisten yang ia lihat hari ini, sibuk menyiapkan keperluan atasannya. Yoonyi teringat bagaimana dia melayani istri Tuan Bong bahkan sampai saat dia dicepat dan bertemu Chiwon dilift, Yoonyi tersenyum mengingat Chiwon.

Chiwon yang sekarang sudah ada didalam lift memanggil Yoonyi yang melamun agar cepat masuk.


Pintu lift akan tertutup, namun ada seorang asisten yang menahannya agar bosnya dapat ikut masuk. Yoonyi terkejut melihat Tuan Bong yang masuk, Tuan Bong juga.

Asisten baru Tuan Bong menjelaskan apa saja yang yang harus Tuan Bong lakukan, namun Tuan Bong melihat kearah Yoonyi yang terlihat sedih. Chiwon menanyakan Yoonyi akan diruang duduk kan, dia akan mengirim pesan jika memburtuhkan dokumen, jadi segera kirim via surel, Yoonyi hanya terdiam sedih tidak menjawab Chiwon. 


Saat Yoonyi dan Chiwon keluar dari lift, Tuan Bong memanggilnya. Yoonyi dan Chiwon langsung berhenti, menoleh secara bersamaan. Tuan Bong meminta Yoonyi untuk mampir keruangannya. Chiwon memperhatikan Yoonyi yang terlihat sedih. 


Para atasan sudah memasuki ruangan, terlihat Chiwon yang mengirim pesan pada Yoonyi, menanyakan keberadaannya, Yoonyi membalas dia sedang ada diatap dan akan segera turun.
*Fyi kontak Yoonyi diponsel Chiwon diberinama ‘Lem’ ^^


Diatap Yoonyi bertemu Tuan Bong, Tuan Bong memarahinya karena berani cemberut saat  bertemu bosnya yang sudah lebih dari 3th ini, dia menyinggung tentang dia yang akan menarik Yoonyi naik bersamanya bahkan Tuan Bong mengatakan Yoonyi tidak memiliki martabat. Yoonyi tentu saja tidak terima, dia memberitau segala yang sudah dia ketahui jika Tuan Bong yang dengan sengaja membuat artikel itu. Dia tidak mau mempercayainya namun dia tau segala tentang Tuan Bong. Bagi Yoonyi itu melecehkannya bahkan sampai dia ingin memendamnya sendiri, dia ingin Tuan Bong  meminta maaf selagi tidak ada orang. Tuan Bong tidak mau dan malah menuduh Yoonyi memang menyukainya, dia lebh perhatian daripada istrinya sendiri, member peluang dimana-mana. Tuan Bong menantang Yoonyi akan bertahan seberapa lama, semua kata-kata Tuan Bong itu sangat menyakiti Yoonyi, bahkan dia sudah hampir menangis. Tuan Bong meninggalkannya begitu saja.


Ternyata Chiwon menyusul keatap dan mendengar semua yang dikatakan Tuan Bong, dia terlihat menahan kesal.


Tuan Bong masuk kelift dengan mengerutui sikap Yoonyi, Chiwon datang dan langsung menahan pintunya dan didalam lift Chiwon dengan sengaja menghentikan liftnya, Tuan Bong jelas bingung ditambah Chiwon yang menanyakan apakah Tuan Bong menyukai komik.

Chiwon : “Ada buku komik berjudul ‘One Piece’ dimana usopp, seorang prajurit laut, mengatakan ini.”

Tuan Bong tertawa merasa itu terlalu kekanak-kanakan dan Chiwon mendekat, menyudutkan Tuan Bong.

Chiwon : “Ada kalanya, seorang pria tidak boleh menghindari pertarungan. Itu adalah saat mimpi seorang temannya dicemooh orang.”

Chiwon seolah akan menonjok Tuan Bong, membuat Tuan Bong ketakutan. Chiwon mengatakan ini babak penyisihan, dia tidak akan meleset dibabak utama.


EPILOG
Saat Hwangbo sedang berin basket bersama teman-temannya tidak sengaja sepatu barunya terinjak, dia langsung duduk dan membersihkan sepatunya dengan panik. Dan ternyata oh ternyata dimalam Jung Ae mengantri Hwanbo memperhatikannya dari jauh, melihat Jung Ae yang kelaparan dia sengaja memesan makanan pesan antar untuknya. Hwangbo kagum pada kegigihan Jung Ae.