Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Jugglers Episode 7 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Intan Yuliana
All images credit and content copyright: KBS2

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 7 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Jugglers Episode 8 PART 1

Chiwon turun dari lantai 2 dan mengatakan kalo pemanasnya tidak berfungsi, tidak ada air panas dan lantai semennya retak, sementara Yoonyi sedang sibuk menghubungi orang yang tadi memperbaiki. Setelah telponnya diangkat Yoonyi ingin memarahi namun ada Chiwon jadi dia pelankan suaranya, pekerjaannya belum selesai namun orangnya pergi entah kemana, tukang yang memperbaiki itu beralasan kalo sekarang natal jadi dia berkumpul bersama keluarganya. Dia akan datang besok pagi dan menyelesaikan pekerjaannya lalu langsung menutup telponnya.

Yoonyi meminta maaf pada Chiwon, Chiwon tidak apa-apa, lagi pula tidak ada yang Yoonyi bisa lakukan. Dia akan tidur dimotel terdekat saja.


Chiwon dan Yoonyi mencari motel atau hotel lewat aplikasi, namun sangat sedikit yang tersedia, kalopun ada pasti harganya mahal akhirnya Yoonyi menawarkan diri untuk mencarikan kamar untuk Chiwon.


Yang dimaksud kamar oleh Yoonyi adalah tenda yang dia dirikan dalam rumahnya, Chiwon sendiri malah takut kalo dia menganggu waktu Yoonyi karena hari ini natal, jangan-jangan Yoonyi punya rencana untuk pergi namun karenanya jadi tidak bisa pergi. Tapi Yoonyi langsung menjawab kalo dia tidak punya rencana. 

Sementara Yoonyi mempersiapkan tempat untuknya, Chiwon malah melihat-lihat foto masa kecil Yoonyi dan tertawa karenanya.

Saat Yoonyi sedang memeriksa tendanya hangat atau tidak, dia mendapat pesan dari Kyungrye yang menanyakan keberadaannya dan mengingatkan Yoonyi kalo mereka mengadakan pesta, Yoonyi yang tidak enak pada Chiwon akhirnya meminta maaf karena dirinya tidak bisa pergi. 

Dan Chiwon yang baru melihat-lihat foto Yoonyi berkomentar kalo waktu kecil Yoonyi mirip laki-laki namun Chiwon tidak melihat Yoonyi jadi dia mencarinya. Tepat ketika jam berdenting, Chiwon yang melihat kedala tenda dan Yoonyi yang melihat keluar tenda, pandangan mereka bertemu dan sangat dekat, dua-duanya sama-sama terkejut, dengan gugup Yoonyi menjelaskan kalo dia sedang memeriksa apakah tendanya hangat. 


Ditengah-tengah kegugupan mereka, Taeyi datang  dan memanggil kakaknya membuat keduanya jadi panic sendiri, Yoonyi langsung menyuruh Chiwon masuk kedalam tenda lalu dan dia juga masuk lalu menutup tendanya.

Taeyi bingung sendiri mencari kakaknya namun Yoonyi memunculkan kepalanya dipintu tenda dan menyapa Taeyi. Sementara taeyi bingung kakaknya malah tidur ditenda dan bukan dikamarnya, dia akan tidur disana mala mini karena disana sangat hangat, Taeyi yang juga tertarik memaksa masuk dan yoonyi langsung menghalangi, sementara Chiwon terlihat khawatir dan takut jika dirinya berteriak sangking khawatirnya.


Namun tentu saja kekuatan Taeyi lebih besar dan mampu membuka tendanya, dia langsung membuka selimut dan melihat Chiwon disana, secara reflek dia member hormat dan Chiwon juga membalasnya. Dengan canggung mereka saling mengucapkan selamat natal dan Yoonyi mengucapkan selamat tahun baru. Suasana mereka benar-benar canggung.


Dikamarnya dengan Yoonyi duduk dilantai dan Taeyi tiduran dikasur, dia menjelaskan kalo pemanas dikamar Chiwon tidak berfungsi, dan dia tidak bisa membuat Chiwon tidur dikotak es dan sebagai pemilik rumah dia tidak salahkan. Yoonyi meminta Taeyi untuk tidak salah paham dan jangan mengatakan hal bodoh pada ibunya. Taeyi sangat bersahabat, dia akan menutup mulutnya karena dia adalah adik dari seorang asisten, orang yang harus tetap diam. Yoonyi memuji adikya yang pintar.


Chiwon bersiap untuk tidur, sementara di rumahnya ibu sedang senang mendapat pesan dari Taeyi yang mengatakan kalo kakaknya memang bersama laki-laki, namun setelah mendapat pesan kedua ibunya langsung sangat kesal karena laki-laki itu adalah Chiwon yang menyewa rumah dan seorang duda. 


Tengah malam dari kamarnya Yoonyi dapat mendengar Chiwon yang batuk-batuk jadi dia turun dengan mengendap karena Taeyi tidur dibawah, dia membawa selimut dan datang ketenda Chiwon, menyelimutinya, melihat Chiwon yang tertidur Yoonyi tersenyum lalu kembali kekamarnya.


Ibu Yoonyi datang pagi-pagi sekali untuk menemui Kyungrye dikafenya, Kyungrye mengatakan kalo ibu membuatnya takut karena memakai pakaian perang yang ibu pakai kalau mau membunuh seseorang, ibu tidak memperdulikan itu, dia langsung menanyakan hubungan antara Yoonyi dan Chiwon, tentu saja mereka adalah pemilik dan penyewa kata Kyungrye namun ibu tida percaya, kenapa mereka tidur disatu selimut yang sama, Kyungrye yang mendengar itu terkejut, Yoonyi tidur dengan direktur manajemen dan ibu tidak kalah terkejut mengetahui Chiwon adalah direktur manajemen. Kyungrye langsung menjelaskan segalanya dan meminta ibu jangan marah.


Seperti biasa Hwangbo berangkat kekantor saat hari sudah siang, dia langsung menyapa Chiwon yang berpapasan dengannya, Hwangbo langsung meminta Chiwon dan Yoonyi berhenti, Chiwon langsung berhenti, disana ada Changsoo yang baru pulang dari menjadi sukarelawan dan terlihat sangat lelah, dia melapor kalo dia sudah kembali dari perjalanan dinas lalu berjalan menuju mejanya.
Sedangkan Hwangbo, dengan pandangan serius dia mendekati Yoonyi dan Chiwon langsung mengendus bau yang dia tangkap, Hwangbo menanyakan apa yang terjadi, dia mempunyai penciuman yang tajam, kenapa dia mencium sampo yang sama dari mereka berdua, dengan tersenyum dia mengoda Yoonyi dan Chiwon yang langsung gugup. Changsoo yang terkejut sampai menjatuhkan tasnya dan staf yang lain langsung berdiri penasaran.


Changsoo benar-benar frustasi, dia terus mengumamkan sampo yang sama dimejanya. Tim Chiwon mendekat kemeja Changsoo dan mulai memahas kemungkinan-kemungkinanya, mereka merasa hal itu aneh dan mencurigakan. Nona Min datang dan mengatakan kalo mereka berdua menjadi satu dan….sama-sama membeli sampo yang sama. HAHAHAHHAHAHAHHAAH dan semua tim Chiwon langsung menyetujui teori itu, atau malah beli satu dapat satu. Changsoo juga ikut mendengarkan namun tetap saja mereka memakai sampo yang sama.


Tuan Jo diruangannya mendapat email dari mata-mata kedua yang memberitau ‘bau sampo yang sama’ Tuan Jo malah mengira mereka pergi kespa bersama. Lalu ada email dari mata-mata satu, Tuan Jo sangat terkejut saat melihat foto Chiwon dan Yoonyi keluar dari rumah yang sama, dia langsung paham kalo mereka tinggal sama-sama, dirumah yang sama, dan memakai sampo yang sama, Tuan Jo sangat senang dan dari jendela Bona memperhatikan itu. 


Yoonyi menyemprotkan parfum keudara dan menciumnya, dia menyukai harumnya, saat itu Chiwon keluar dari ruangannya dan Yoonyi jadi terdiam malu, Chiwon mngatakan kalo dia akan keluar untuk menemui tamu, Yoonyi mengiyakannya dengan tersenyum.


Yoonyi sedang kebingungan menggunakan power point saat Hwangbo keluar dari ruangannya mengajak timnya untuk makan siang bersama, namun semua timnya mengatakan alasan ini itu untuk menghindari makan siang bersama Hwangbo. Jung Ae menyapanya lalu beralih pada mereka Hwangbo yang dibuatkan banyak bekal oleh Jung Ae, Hwangbo sangat senang apalagi rasanya sangat enak. Jung Ae ingin menghemat waktu dengan makan dimejanya dan menyiapkan presentasi untuk BBA, namun dia kesulitan, asisten yang lain mungkin membuatnya lebih baik namun Hwangbo menyemangatinya, jangan meniru mereka dan lakukan yang terbaik, jadilah dirimu sendiri. Kata-kata itu seolah ampuh, mampu membuat Jung Ae kembali bersemangat membuat presentasi sesuai dengan yang dirinya bisa. 


Ternyata Chiwon makan siang bersama ibu Yoonyi dan mereka memesan menu yang sama. Ibu langsung mengonfirmasi jika Chiwon adalah atasan Yoonyi, kalo begitu kenapa Chiwon pura-pura tidak tau waktu menandatangani kontrak sewa, Chiwon minta maaf akan hal itu.

Sementara Yoonyi sedang ada diruangan Chiwon, menyiram kaktus dan bernyanyi. Kyungrye saat itu memberitau jika ibunya menemui Chiwon dan sedang makan siang bersama, Kyungrye juga mengirimkan alamatnya. Yoonyi syok dan langsung bergegas kerestoran yang dimaksud.


Ibu tidak faham, Chiwon adalah direktur manajemen diperusahaan besar, kenapa dia menyewa tempat seperti lubang tikus dirumahnya. Yoonyi saat itu datang dan langsung mengajak ibunya pergi namun ibunya tidak mau, mereka terus berdebat tentang itu dan Chiwon menengahinya dengan menyuruh Yoonyi duduk seperti yang ibunya katakan, Yoonyi langsung menurut hal itu membuat ibunya sedikit terkejut dia tidak percaya Yoonyi tidak mau mendengarkan ibunya tapi patuh pada atasannya. Chiwon langsung memotong, meminta ibu untuk melanjutkan pembicaraan mereka. 
Ibu mengira jika Chiwon pindah karena Yoonyi, untuk tinggal bersama Yoonyi. Yoonyi berusaha menghentikan ibunya. Chiwon mengatakan tidak, bukan begitu. Ibu meminta penjelasan Chiwon agar dia mengerti, Chiwon mengatakan, “Itu…duluh adalah rumahku. Waktu aku masih kecil, aku dulu tinggal dirumah itu.”


Yoonyi dan ibu terkejut mengetahui fakta itu, Yoonyi lalu teringat pembicaraannya dengan Chiwon. Ibu jadi tidak enak sudah salah paham, dia lalu bertanya apa Chiwon tinggal disana dengan keluarganya. Namun Chiwon tinggal dengan pamannya, dengan sedih Chiwon mengatakan kalo dia tidak memiliki keluarga. Ibu sudah terlihat marah dan Yoonyi langsung berusaha menariknya untuk bicara diluar, dengan emosi ibu akhirnya pergi juga. Yoonyi memandang Chiwon yang sedih namun harus menyusul ibunya. 


Diluar ibu meminta Yoonyi menyuruh Chiwon untuk segera pindah namun Yoonyi tidak mau, Yoonyi beralasan kalo dia sudah memakai uang mukanya untuk membayar utang dibank, kalo itu masalahnya ibu akan mencarikan uang untuk Yoonyi. Yoonyi tetap tidak mau, itu rumahnya dan meminta ibu untuk tidak iut campur. Ibu memperingatkan Yoonyi, dia tidak boleh pacaran atau menikah dengan Chiwon, dia memang tampan dan pekerjaannya bagus, namun dia adalah laki-laki yang bercerai, jika bukan miskin, keras, mungkin berselingkuh. Yoonyi tidak mau ibunya menilai orang lain padahal tidak tau apapun tentang orang itu, ibu balik bertanya apa Yoonyi tau tentang Chiwon dengan baik. Yoonyi tentu tidak bisa menjawab namun dia tetap tidak akan mengusirnya, bagi ibu tidak masalah asal Yoonyi mau pergi ke kencan buta, ibu memilih Yoonyi memilih salah satu, usir atau kencan buta. Yoonyi benar-benar kesal, sedih semua menjadi satu.


Chiwon sedang memandang kaktus yang Yoonyi berikan saat Yoonyi datang, dia mengatakan jika Yoonyi sudah boleh pulang, namun Yoonyi meminta maaf tentang ibunya tadi.

Chiwon : “Sudah sewajarnya… kalau ibumu mau tau tentang diriku. Aku mengerti.”

Yoonyi : “Tapi… kenapa kau menjawab dengan jujur? Kau bisa mengatakannya secara samar-samar.. seperti kalo kau bersikap padaku.”

Chiwon berbalik dan mengatakan, “karena dia ibumu. Dia mengkhawatirkan anaknya.. dan pergi pagi-pagi sekali.. untuk mengejar bis pertama dari pinggir kota. Aku tidak bisa berbohong padanya.”
Diakhir kalimatnya tadi Chiwon tersenyum dengan getir membuat Yoonyi tidak enak, “aku bukan orang yang tidak tau malu.” Lanjut Chiwon.


Dikamarnya Yoonyi sedang membuat materi presentasi untuk BBA, sedangkan Chiwon sedang menatap rak bukunya lalu membaca pesan dari Yoonyi.

Lem :
Tunggulah presentasi besok. Aku akan menunjukkan pada semua orang.. sisi manusia dari dirimu yang tidak pernah mereka ketahui.

Chiwon tersenyum mendapat pesan itu dan membalasnya ‘ya’.


Acara BBA yang ditunggu-tunggupun datang, pembawa acara memperkenalkan kandidat satu persatu dan selalu disambut meriah oleh staf masing-masing kandidat. 


Babak kedua adalah diskusi antar kandidat secara bebas. Terlihat Chiwon dan Tuan Jo yang paling dominan menguasai diskusi, mereka benar-benar seru sekali dalam diskusi. Sementara Tuan Bong selalu disela oleh mereka berdua setiap kali ingin mengatakan pendapatnya. Sedangkan Hwangbo mengatakan hal yang sangat jauh dari tema yang sedang dibicarakan.


Setelah diumumkan peringkatnya secara berurut adalah, Chiwon, Tuan Jo, Tuan Bong dan Hwangbo beserta asisten masing-masing.


Giliran para asisten yang mempresentasikan atasan masing-masing, diawali dengan Bona yang seperti biasa membicarakan hal-hal manis tentang Tuan Jo, kedua ada Jung Ae yang mempresentasikan apa yang dia ketahui namun itu adalah hal yang manis untuk dikatakan, membuat Hwangbo dan yang melihat tersentuh.


Saat giliran Yoonyi ada seorang petugas yang sengaja memasukkan flasdisk sementara temanya yang disampingnya sudah mengantuk sekali. 

Sebelum memulai presentasi yoonyi tersenyum terlebih dahulu kepada Chiwon dan dibalas oleh Chiwon. Yoonyi adalah asisten yang baik yang mampu membawa orang disekitarnya tertawa dengan leluconnya, dan menjadikan presentasi menjadi menarik tidak lupa dia juga menceritakan kebaikan Chiwon padanya. Saat dia memutar sebuah video ternyata itu adalah video tentang berita kecelakaan dijalan Gajin-gun, sebuah truk yang meluncur dalam hujan dan terjatuh ketebing. Sang supir pak Nam dan anak perempuannya tewas  ditempat sedangkan anak laki-lakinya yang berumur 8th adalah satu-satunya yang selamat. Melihat video itu Yoonyi langsung terkejut, bukan ini yang dia siapkan dan Chiwon tidak kalah terkejut. Semua orang langsung membicarakan masalah itu, mereka terkejut. 

Chiwon berdiri dan Yoonyi langsung menjelaskan bukan ini yang dia siapkan, Chiwon menatap Yoonyi dan berjalan kedepan saat itu petugas yang mengantuk tidak sengaja memencet tombol untuk mengeluarkan kembang api, Yoonyi yang terkejut reflek melindungi dirinya, sedangkan Chiwon langsung terkejut melihat api, tuduhan tentang dia yang sudah membunuh banyak orang, pembawa sial dan sebagainya mulai terdengar lagi. Ingatan tentang jebakaran dan kecelakaan memenuhi kepalanya, dia tidak tahan akan hal itu dan jatuh pingsan dipanggung. 


Semua  orang panic tak kalah dengan Yoonyi, dia langsung mendekat dengan khawatir, mencoba menyadarkan Chiwon.


EPILOG
Saat direstoran Chiwon bertemu dengan ibu.
Ibu : “Kau tida tertarik pada Yoonyi kan? Kenapa kau tidak menjawabku?”
Chiwon : “Apa maksudmu tertarik?”
Ibu : “Sebagai seorang wanita, bukan sebagai asistenmu.”
Chiwon : “Yoonyi hanyalah.. orang yang ingin aku percayai.”
Ibu : “Orang yang ingin kau percayai?”
Saat itu Yoonyi datang dengan berlari, dengan tersenyum dia menatap yoonyi dan membenarkan, ya, orang yang ingin Chiwon percaya.

***
HAHAHAHAHAHAAH itu peringatan dari ibu ngena banget, dilarang pacaran ataupun menikah dengan Chiwon, duh bubu…. Kasianlah kalo udah saling sayang. Dan Chiwon pengertian banget, dia sadar diri tentang statusnya jadi dia bilang apa adanya sama ibunya Yoonyi, kata-katanya yang bilang dia bukan orang yang tidak tau malu itu bener-bener seolah kaya tembok penghalang antara dia dan Yoonyi. Oh iya spoiler di episode 8 nanti kita bakal liat video yang waktu itu Hwangbo rekam saat Chiwon mabuk XD akhirnya doaku terkabul HAHAHAHAAHAHA ini drama kocak banget tapi sayang udah mulai masuk kesedih-sedih. Paling suka sama tim chiwon yang selalu bikin teori unfaedah XD duh Nona Min, anda benar-benar logis. Waktu liat chiwon sama yoonyi ketiduran dirapat malah dikira lembur bareng, sekarang waktu bau samponya sama malah dikira belinya bareng atau bahkan beli satu dapet satu. HAHAHAHAHA terimakasih yang sudah baca, kritik dan sarannya ditunggu dan kalo cepat atau tidaknya updatenya aku nggak janji :v

3 komentar

liat yg main choi Daniel g penasaran buat ngikutin..tapi pas udah baca suka drama ini karna yg jadi yoo yi

Suka suka suka....