Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Love for a Thousand More Episode 6
Hyeong Sik dan Yeon Ji yang baru datang tampak terpukau dengan keadaan tempat latihan mereka. Masalahnya tempat itu yang sebelumnya kacau berantakan sekarang udah berubah jadi bersih dan rapi. Hyeong Sik bertanya-tanya apa Joon Wo yang melakukan semua itu? Tiba-tiba Joon Wo datang dari belakang dan menanyakan apa yang sedang mereka lakukan. Joon Wo ngajak mereka makan. Ia akan membuatkan ramen untuk mereka. Joon Wo masuk duluan dengan membawa sekresek ramen. Hyeong Sik mengatakan kalo kamu nggak akan pernah tahu kapan orang bisa berubah. 

(Waktu Vs Frase Ketika Aku Mengatakan Aku Mencintaimu)


Joon Wo memasukkan bumbu dan sayuran kering dan mie ke air yang udah mendidih. Setelah mie-nya mengembang, Joon Wo mengaduknya menggunakan sumpit. Setelah matang, mereka pun memakannya bersama-sama.


Hyeong Sik memuji ramen itu yang rasanya seperti sup Kimci. Saat Joon Wo mau makan, tiba-tiba ia memberi tebak-tebakan pada dua temannya. Siapa nama reporter yang meliput tentang hell? Hyeong Sik malah tanya sama Yeon Ji. Harrry apa? Yeon Ji nggak tahu. Joon Woo memberitahu jawabannya Hely Potter (Harry Potter). Joon Wo tertawa senang sedangkan Hyeong Sik dan Yeon Ji cuek sambil melanjutkan acara makannya.

Joon Woo melontarkan satu lagi, apa mereka tahu Jung apa yang paling membosankan? Yeon Ji menjawab sekolah yang jauh dari gunung Jiri. Hyeong Sik rasa bukan. Pasti kelas Jung. Sayangnya mereka salah. Jawabannya adalah Loading Jung. Joon Wo tertawa puas. GYeon Ji dan Hyeong Sik pada bertanya-tanya, apa itu pepatah lama? Hyeong Sik benar-benar kehilangan kata-kata. Ia nggak bisa memikirkan pepatah lama dengan tepat. Mungkin ia hanya bisa bilang "Aku nggak bisa berkata apa-apa" 


Malam harinya Joon wo sedang mendengarkan Yeon Ji nge-rap. Di tengah-tengah Yeon Ji terhenti. Ia lupa. Tapi anehnya Joon Wo sama sekali nggak marah. Ia nyuruh yeon Ji buat melanjutkannya. 


Yeon Ji cerita ke Mi Jo kalo ia merasa Joon Wo mulai sedikit berubah. Menurutnya Joon Wo kelihatan lebih bahagia dari pada sebelumnya. Dia lebih aktif dan suka melompat di sekitar... Dia juga banyak bicara dari sebelumnya. Yeon Ji pikir Joon Wo juga baik padanya sekarang. Mi Jo mengatakan kalo itu adalah ciri-ciri pria yang sedang jatuh cinta. Yeon Ji jadi tersipu. Ia udah menduga kalo Mi Jo pasti bisa membuatnya berubah. Ia memuji Mi Jo hebat. 


Yeon Ji ingat saat hari Mi Jo terlihat berbeda. Mi Jo menanyakan kenapa dengan dia? Yeon Ji mengatakan kalo kulit Mi Jo terlihat bercahaya. Yeon Ji bertanya apa Mi So juga sedang jatuh cinta? Sambil senyum Mi Jo mengatakan kalo itu nggak bener. 


Mi Jo tersenyum menatap ke atas. Dari pintu Jason menyelinap diam-diam dengan gaya polisi yang seolah-olah mau menyergap penjahat. Ia menggunakan jari telunjuk dan jempolnya sebagai pistol. Mi Jo tanya kenapa Jason kerumahnya. Jason mengajak Mi Jo keluar. Ia merengek seperti anak kecil. Mi Jo cuman tertawa melihat tingkahnya. 


Jason ternyata ngajak Mi Jo buat donor darah. Mi Jo pikir tadi Jason mau ngajakin makan. Jason ngajak makan setelah itu selesai. Menurut Mi Jo, Jason bisa membelikannya makan, bukan mendoborkan darah. Jason menoleh ke arah Mi Jo dan memintanya mendekat. Darah mereka banyak jadi mereka bisa membaginya ke orang lain. Jason mengelus dadanya. Ia melakukan sesuatu yang baik. 


MiJo bahkan nggak kepikiran mereka punya darah yang cukup. Ia jadi punya ide buat menjual darah mereka dan bisa jadi kaya raya. Mi Jo ni ngomong apa, sih? Jason ngasih tahu kalo mendonor darah adalah perbuatan baik sesama manusia. Dengan mendonorkan darah mereka bisa hidup bahagia. Bukankah begitu? Mi Jo hanya terdiam. 


Jason dan Mi Jo udah selesai donor darah. Mereka dapat sebungkus roti dan sekotak susu. Jason menanyakan pada Mi Jo kemana mereka akan pergi. Mi Jo mengingatkan kalo tadi mereka disuruh istirahat. Jason jadi berhenti tersenyum. Ia ngasih tahu Mi Jo, istirahat hanya untuk orang normal aja. Ia tertawa terbahak-bahak kemudian berjalan meninggalkan Mi Jo. Mi Jo bergumam kalo nggak ada yang bisa menghentikan Jason. 


Jason dan Mi Jo duduk di kursi taman sambil menikmati roti yang mereka dapat dari donor darah. Mi Jo menanyakan pada Jason kenapa ia berkata begitu tadi? Jason mengatakan kalo itu menyenangkan. Apanya? Dengan kemampuan yang Jason miliki mungkin ia udah membantu orang banyak. 


Mi Jo menanyakan gimana kalo nanti Jason tertangkap? Jason menganggap enteng, toh lagi pula Mi Jo nggak akan kenapa-napa kok. Jason menasehati Mi Jo agar nggak meratapi kesedihan. Ia nyuruh Mi Jo agar melakukan sesuatu yang bermanfaat dan Mi Jo bisa menjadi seseorang yang berguna. Mi Jo memuji Jason hebat. Ia belum pernah memikirkan hal seperti itu dalam hidupnya. Jason menyuruhnya untuk bersemangat. Jason bertanya kalo haruskah mereka melakukan Bunge Jumping? Mi Jo menolak. Ia lalu memakan rotinya kembali. 


Mi Jo meletakkan setangkai bunga di depan sebuah foto. Itu adalah foto pria yang menderita kanker. 

Flashback...


Laki-laki yang sakit itu pernah meminta Mi Jo memberitahunya cara agar hidup abadi sepertinya. Ataukah Mi Jo ingin bertukar kehidupan? Ia berpikir hidup Mi Jo lebih baik. Hidupnya hanya tersisa 3 bulan, karena kanker payudara. 

Flashback end...


Laki-laki berkacamata nggak nyangka kalo pria itu bener-bener kena kanker payudara. Mi Jo menggenggam tangan pacarnya, ia nggak bisa bilang apa-apa. Mereka berdua baru aja saling kenal. Wanita itu mengaku baik-baik aja. Ia sama sekali nggak menyesal. Karena itulah ia selalu mendukung dan menggenggam tangannya. Mi Jo terdiam sambil menatap foto almarhum. Mereka hening salam suasana berkabung. 


Hari sudah malam. Mi Jo duduk bersama Joon Wo di atap rumah. Ia bertanya padanya apa dia bisa memahaminya? Mereka berpisah di saat baru aja jatuh cinta. Mi Jo menceritakan kalo pacarnya nggak merasa sedih karena memiliki kenangan yang indah bersamanya. 


Menurut Joon Wo itu udah cukup. Karena ia sudah benar-benar mencintainya. Maksud Mi Jo adalah, laki-laki itu akan mati, tapi kenapa wanita itu tetap mencintainya? 


Joon Wo mendekatkan wajahnya ke wajah Mi Jo (Aku udah nutup mata, ngiranya Joon Wo mau mencium Mi Jo. Tapi...) Mi Jo gugup. Apa yang mau Joon Wo lakukan? Joon Wo tersenyum. Ia ingin memastikan Mi Jo bernapas apa nggak. Jika Mi Jo akan mati, buat apa ia bernapas? Mi Jo terdiam. 


Mi Jo berkata jika ia mati, Joon Wo pikir ia akan bernapas seperti itu? Hidup itu sulit. Joon Wo bilang kalo banyak orang tua nggak melihat masa depan mereka ketika mereka memutuskan memutuskan untuk menikah di tahun 70-an mereka. Itu karena mereka saling mencintai. Joon Wo pikir itu hanya kehidupan sesaat. Mi Jo mendesah. Udahlah! Ia nggak ngerti apa yang Joon Wo katakan. 


Joon Wo mengingatkan kalo Mi Ho pernah bilang padanya kalo hidup seseorang nggak akan berubah. Joon Wo udah memikirkannya. Joon Wo meneguk minumannya. Mi Jo menatapnya dalam-dalam. Ketika Joon Wo masih di panti asuhan, ia pikir ia adalah anak yang paling nggak beruntung. Tapi ada juga anak yang iri padanya. Seenggaknya, Joon Wo punya kesempatan buat hidup dengan orang tuanya dan memiliki kenangan bahagia. Setelah waktu berlalu, ia bisa bertahan hidup sampai sekarang karena kenangan itu. Jadi Joon Wo pikir itu sama dengan cinta. Apa itu pendek atau panjang. 


Mi Jo baru pulang kerumah. Ia terkejut saat melihat pintu rumahnya terbuka. Ia mencari Baek Nyun tapi nggak ada dimanapun. Mi Jo panik. Ia lalu ke lantai atas dan bertanya pada Joon Wo. Joon Woo nggak melihatnya. Mi Jo kembali menuruni tangga dengan langkah gontai. Joon Wo melihatnya dengan tatapan iba. 


Joon Woo sedang rekaman dengan Hyeong Sik dan Yeon Ji. Tapi yang ia lakukan hanya diam dan nggak nyanyi-nyanyi. Hyeong Sik dan Yeon Ji bingung ngelihatnya. Joon Wo akan mengulanginya. Tapi ia tetep nggak nyanyi juga. Hyeong Sik mematikan musiknya dan bertanya pada Joon Wo, mau melakukannya apa nggak? Yeon Ji menegurnya, Hyeong Sik kenapa, sih? Joon Wo benar-benar minta maaf. Hari ini sampai disini aja. Joon Wo buru-buru pergi. Hyeong Sik cuman bisa garuk-garuk kepala.


Mi Jo menyusuri jalan mencari Baek Nyun. Ia sampai nyari di kolong mobil. Ia terus memanggil Baek Nyun kayak orang gila. Joon wo datang menanyakan yang terjadi. Apa Mi Jo udah menghubungi polisi? Mi Jo menggeleng. Ia belum menghubungi polisi. Joon Wo meletakkan tangannya di bahu Mi Jo. Ia ngajak nyari bareng-bareng. Mi Jo mengangguk.


Mereka nyari Baek Nyun sampai malem. Joon Wo memakai senter buat penerang. Mi Jo sampai kelelahan. Ia terduduk, lelah dan putus asa. Joon Wo mengajaknya pulang dulu, besok mereka akan mencarinya lagi.  


Setelah nganterin Mi Jo pulang, Joon Wo lanjut nyari Baek Nyun seorang diri. Sama seperti Mi Jo, ia juga nyari Baek Nyun di kolong-kolong mobil. Mukanya sampai jadi kotor banget. Joon Wo juga nyari di tempat pembuangan barang. Dan di situlah ia menemukan Baek Nyun. 


Joon Wo menyimpan senternya di saku celananya. Pelan-pelan ia mengulurkan tangannya dengan muka yang takut-takut gitu. Padahal ia udah nyentuh tapi nggak jadi ngambil. Ia mengambil nafas dalam, nyiapin diri. Dengan mata terpejam ia memberanikan diri untuk mengambil Baek Nyun. Demi Mi Jo. Mi Jo sendiri lagi nyari Baek Nyun di antara pepohonan. Ia nangis karena Baek Nyun nggak juga ketemu.


Mi Jo akhirnya pulang. Ia duduk sambil bersandar, kayak udah nggak bergairah lagi. Ia melihat Joon Wo datang dan segera menghampirinya. Wajah Joon Wo tampak sangat kotor dan ada Baek Nyun di tangannya. Mi Jo menangis lega, Baek Nyun dari mana aja? Ia mengambil Baek Nyun dari tangan Joon wo. Ia baru nyadar kalo pakaian Joon Wo jadi kotor gara-gara nyari Baek Nyun. Juga Joon Wo kan takut sama kura-kura tapi hari ini ia malah megang kura-kura. 


Joon Wo jadi gugup. Ia pamit, ia akan kembali. Joon Wo berbalik dan melangkah ke lantai atas. Mi Jo melihat Joon Wo berjalan menaiki tangga dan berlari mengejarnya. Mi Jo memeluk Joon Wo dari belakang dan berbisik gomawo. Joon Wo menoleh ke Mi Jo dan tersenyum. Pelan-pelan ia mengangkat tangannya dan meletakkannya di atas tangan Mi Jo. 

Bersambung...

Komentar:
Hiks.. Hiks..nangis pas adegan terakhir. Gara-gara nemuin Baek Nyun, Joon Wo jadi bisa dapet pelukan dari Mi Jo. Padahal dia kan takut banget sama kura-kura. Ah, cinta emang bisa merubah seseorang. Ih, lebay😍