Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Love for a Thousand More Episode 7
Mi Jo udah lebih tenang. Ia dan Joon Wo duduk bersama di atap. Joon Wo pernah bilang ada seorang wanita yang pernah menyelamatkannya. Sebenarnya Joon Wo nggak pernah menceritakannya pada siapapun, kecuali pada Mi Jo. Karena Joon Wo merasa orang pasti bakalan bilang kalo dia gila. 


Joon Wo menatap wajah Mi Jo. Ia percaya padanya. Joon Wo berterima kasih. Mi Jo mengangguk sambil tersenyum kecil. Dan permainan pohon tempo hari, itu adalah permainan bohong. Tapi Joon Wo serius. Ia menyukai Mi Jo


Joon Wo melepaskan kalung yang melingkar di lehernya. Ia memberikannya pada Mi Jo. Dari dulu ia ingin memberikannya pada orang yang ia suka. Alasannya tetap hidup. Mi Jo tertegun menatap cincin yang di kalung Joon Wo. Beberapa tahun yang lalu Mi Jo memberikan sebuah cincin giok pada seorang anak lali-laki. 


Mi Jo bertanya apakah Joon Wo anak kecil waktu itu? Joon Wo nggak tahu apa yang dikatakan oleh Mi Jo. Mi Jo meminta maaf. Ia merasa terlalu lelah hari ini. Mi Jo main pergi gitu aja tanpa memperdulikan Joon Wo. Joon Wo tampak kebingungan dengan perubahan sikap Mi Jo.

(Tidak peduli tentang masa lalu)

Flashback...

Mi Jo menggendong seorang anak laki-laki yang tengah terluka memasuki rumah sakit. Ia menidurkannya dan menatap wajahnya dalam-dalam. 

Flashback end...


Mi Jo duduk bersama teman-temannya. Ia mengeluh kenapa harus Joon Wo? Ia bahkan belum mengakui perasaannya pada Joon Wo. Temannya yang gendut mengatakan kalo itu bukanlah hal yang buruk. Itu artinya mereka bisa hidup bersama-sama. Apa yang salah? Mi Jo mengatakan kalo semua itu nggak mungkin. Mereka semua pada nanya kenapa enggak? Pria yang berkacamata mengatakan kalo nggak masalah selama mereka saling mencintai. Itu... Mi Jo mengatakan kalo awalnya ia akan bahagia, tapi seiring berjalannya waktu...ia akan dtinggal sendirian. Mi Jo mengatakannya sambil membayangkan dirinya mengambil foto dengan seorang pria. Makin lama pria itu makin tua hingga akhirnya Mi Jo mengambil foto sendiri karena pria itu telah tiada.


Mi Jo berjalan dengan wajah murung. Joon Wo yang telah menantinya langsung bangkit dan menghampirinya begitu melihat dia datang. Joon Wo bertanya Mi Jo dari mana aja. Joon Wo bertanya kapan konseling Mi Jo selesai? Joon Wo mengajaknya makan. Mi Jo mengatakan kalo selesainya jam 1 malam. 


Joon Wo menawarkan untuk menonton film. Mi Jo dengan dinginnya berkata kalo dia udah menontonnya. Joon Wo melarangnya berbohong. Mi Jo mengatakan kalo dia udah menonton semuanya. Joon Wo masih melarangnya bohong. Kalo gitu Joon Wo menawari Mi Jo minum. Mi Jo mengatakan kalo dia udah berhenti minum. Joon Wo lalu ngajak jalan-jalan. Mi Jo bilang dia lelah. Joon Wo lalu merasa kalo Mi Jo nggak menyukainya. 


Mi Jo akan mengatakan yang sejujurnya. Akan menyenangkan kalo Joon Wo menjauh darinya. Joon Wo langsung kehilangan senyumnya. Kalo gitu ia ngajak Mi Jo main permainan pohon. Ia akan menunggunya. Joon Wo langsung meninggalkan Mi Jo tanpa memberinya kesempatan untuk menolak. Mi Jo terdiam.


Joon Wo menunggu Mi Jo di bawah pohon sambil mendengarkan lagunya. Tiba-tiba Yeon Ji datang dan menanyakan apa lagu mereka udah selesai? Joon Wo beetanya kenapa Yeon Ji ada di sana? Yeon Ji mengatakan kalo ia di suruh Mi Jo Eonnie. Joon Wo kecewa mendengarnya. 


Yeon Ji nggak tahu loh ada tempat kayak gini. Ia nanya ngapain Joon Wo disana, di pohon tua ini. Joon Wo narah karena Yeon Ji menyebut pohon tua. Pohon itu berarti baginya. Yeon Ji nanya pohonnya kenapa? Nggak ada, pungkas Joon Wo. Suasana di antara mereka jadi kikuk setelahnya. 


Mi Jo tengah memandangi sebuah cincin giok. Ia bilang lupakan. Ia telah melakukan hal yang benar. Tiba-tiba terdengar Jason memanggil namanya. Jason melambai dari tempatnya. Mi Jo tersenyum melihatnya. Ia berdiri dan menghampirinya. 


Hari sudah malam saat Jason dan Mi Jo jalan-jalan. Jason mengaku mendapatkan banyak uang dengan berjualan gelang kuno. Apa Mi Jo nggak tahu betapa kayanya dia? Jason nggak lagi membuang tutup yogurt. Mi Jo tersenyum mendengarnya. Jason juga mengatakan nggak lagi menyisakan ramen. Dan apa Mi Jo tahu? Dia menghabiskan semua ayam goreng. Jason bertepuk tangan saking girangnya. 


Mi Jo bertanya apa Jason nggak penasaran? Jason menatap Mi Jo seolah bertanya kenapa? Mi Jo menanyakan masa lalunya. Orang seperti apa. Apa yang membuat Jason hidup abadi seperti itu? Kenapa ia bisa melupakan segalanya. Jason tersenyum mendengarkan pertanyaan Mi Jo. Itu karena motto-nya 'harus tetap semangat'. Itu semua nggak penting baginya. Oh gitu? Jadi itu yang membuatnya selalu bahagia. Ya gitu, deh! Tutur Jason. Mi Jo merasa iri. Ia ingin hidup seperti Jason juga dan melupakan semuanya. 


Mi Jo melihat Joon Wo bersama Yeon Ji dan Hyeong Sik. Hyeong Sik melambai padanya. Jason juga ikutan melambai sambil memanggil mereka Hip Hop brother. Joon Wo dan Mi Jo saling buang muka. 


Yeon Ji mengebali Jason sebagai teman eonnie. Jadi dia Jason??! Yeon Ji nggak percaya saat melihatnya di tempat Mi Jo eonnie kemarin. Jason tahu fia kan? Yeon Ji. 


Jason menangkap dari cara bicara mereka bertiga... Ada apa dengan mereka bertiga malam ini. Mereka bertiga terdiam. Jason menunjuk Joon Wo yang terlihat serius. Jason bertanya apa mereka terlibat cinta segitiga? Yeon Ji malah tanya apa terlihat begitu? Mi Jo dan Joon Wo saling curi pandang. Joon Wo yng udah nggak tahan memilih untuk pergi. Mereka pada ngelihatin Joon Wo yang tampak aneh malam itu. Yeon Ji memutuskan untuk mengikutinya. Mi Jo juga ikutan pamit pada Jason. 


Yang tersisa hanya Hyeong Sik dan Jason. Hyeong Sik protes. Apa-apaan, nih? Kok dia di abaikan? Hyeong Sik mengungkapkan sebuah pepatah lama. 'Aku sangat menyukai ini. Tak diperlukan oleh orang lain' Jason Memperhatikan tiga orang yang saling mengejar. Sepertinya mereka yang lebih tampak sedang mengalami cinta segitiga. 


Yeon Ji meminta Joon Wo berhenti. Ia ingin bicara padanya. Yeon Ji mempercepat langkahnya dan berdiri dihadapan Joon Wo. Yeon Ji ingat sewaktu jalan bareng Joon Wo. Joon Wo melihat Mi Jo dengan Jason sedang bersama. Joon Wo nggak pernah melihat Mi Jo tersenyum kayak gitu sebelumnya. Yeon Ji menduga kalo Joon Wo...menyukai Mi Jo Eonnie. 


Joon wo merasa nggak harus menjawab pertanyaannya. Yeon Ji tampak kecewa mendengarnya. Ia ini apa? Sudah 3 tahun. Tiga tahun. Yeon Ji menyukainya sejak pertama kali bertemu. Dan karena Joon Wo ia mulai menekuni dunia musik.  Tapi mereka disana baru sebulan. Kenapa harus dia? Kenapa Mi Jo dan bukannya dirinya? Yeon Ji merasa ia sama seperti Mi Jo. Bahkan Yeon Ji merasa dirinya lebih baik. Joon Wo terdiam. Ia nggak tahu mesti ngomong apa. Diam-diam Mi Jo memperhatikan mereka dari kejauhan. 


Mi Jo menemui Yeon Ji. Ia meminta maaf. Ia nggak bisa menepati janjinya. Yeon Ji bertanya-tanya karena inikah Joon Wo nggak menyukainya. Dia bahkan nggak pernah melihatnya. Kenapa Joon Wo mengabaikannya. Setelah ia pikir-pikir, orang yang Joon Wo perhatikan bukanlah dirinya. Jika Mi Jo benar-benar menyesal. 


Yeon Ji memintanya mengatakan sesuatu. Apa yang sebenarnya terjadi dan gimana perasaannya. Mi Jo harus mengatakan sesuatu. Mi Jo meminta maaf lagi. Dia merasa masih nggak tahu caranya membuka hatinya buat orang lain. Kalo dia melanjutkan hubungan dengan Joon Wo, pasti akan ada uyang tersakiti. Mi Jo udah memikirkannya. Ia merasa semuanya akan baik-baik aja kalo dia pergi. 


Yeon Ji bangkit dan mau meninggalkan Mi Jo. Mi Jo mengatakan kalo ia ngerti kalo Yeon Ji nggak bisa maafin dia. Tapi Yeon Ji nggak boleh lupa, ia udah mengatakannya pada Yeon Ji. Dia adalah gadis yang baik. 


Mi Jo duduk di atap. Joon Wo datang dan ia berniat pergi. Joon Wo menghadangnya. Kenapa Mi Jo terus menghindarinya. Mi Jo mengelak, enggak kok. Apanya yang enggak? Mi Jo sekarang sedang menghindarinya. Mi Jo masih bilang enggak. Ia pergi ninggalin Joon Wo. 


Joon Wo minta Mi Jo mengatakannya kalo dia nggak menyukainya. Dengan begitu ia bisa menjauh darinya. Mi Jo berbalik dan berkata 'ya' dengan tegas. Ia sudah mengatakannya. Ia nggak menyukainya. Apa Joon Wo nggak ngerti? 


Joon Wo malah merasa Mi Jo sedang berbohong. Tapi ia benar-benar akan menjauh darinya. Joon Wo nggak ingin seseorang yang munafik seperti Mi Jo. Joon Wo meletakkan bawaannya dan meninggalkan Mi Jo. Mi Jo terdiam. Ia melihat apa yang ditinggalkan oleh Joon Wo. Itu adalah lagu ciptaan Joon Wo.


Setelah hari itu, Mi Jo selalu mendengarkan lagu itu kemanapun ia pergi. Sama seperti Mi Jo, Joon Wo juga selalu mendengarkan lagu itu kemana-mana. Hingga suatu hari mereka berada berseberangan di antara zebra cross. Mi Jo udah mau nyapa tapi Joon Wo lebuh memilih berbalik dan nggak mau melihat Mi Jo. Mi Jo mau menyusulnya dan nggak melihat mobil dari arah lain. Mobil itu menabraknya. Joon Wo langsung melempar headphone-nya dan berlari menuju Mi Jo. Mi Jo udah nggak sadarkan diri. Ia menyebut Mi Jo udah gila. Kenapa? Kenapa dia melakukannya. 


Pengendara mobil itu keluar dari mobilnya dan menghampiri Mi Jo. Ia minta Mi Jo membuka matanya. Dia mengenali Mi Jo dan bertanya apa ia baik-baik aja? Mi Jo membuka matanya dan seketika lukanya sembuh. Orang yang menabraknya terkejut menyaksikannya. Mi Jo nggak tahu harus berbuat apa. Lebih-lebih Joon Wo juga menyaksikan hal itu. Akhirnya ia hanya bisa memejamkan matanya kembali. Berharap semuanya nggak pernah terjadi.

Bersambung...

Komentar:
Sedih pas lihat Mi Jo akhirnya menjauhi Joon Wo karena masa lalu. Joon Wo sendiri malah nggak ngerti kenapa Mi Jo tiba-tiba menjaga jarak dengan dia. Ngerti sih sama apa yang dipukirin Mi Jo tapi melihat pas dia kecelakaan, secara nggak langsung ngasih tahu kalo mereka masih saling menyimpan perasaan satu sama lain. 

Dan Yeon Ji, meski itu berat buat dia, tapi seenggaknya sekarang dia udah tahu kalo Joon Wo sama sekali nggak bisa membalas perasaannya. Yang namanya di tolak emang nyakitin awalnya tapi lama-lama dia pasti bisa ngerti bahwa di tolak lebih baik daripada digantungin. Kan bisa TP TP lagi.

Penasaran sama apa yang bakal dipikirin sama Joon Wo setelah kejadian itu. 

1 komentar:

Lanjut eonnie, seru ceritanya. Suka banget sama Joon Wo oppa