Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: NAVER tvcast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Love for a Thousand More Episode 8
Joon Wo menggendong Mi Jo sampai rumahnya. Mi Jo mengaku baik-baik aja dan minta diturunin. Joon Woo menurunkannya kemudian berdiri di depannya. Ia menanyakan apa yang terjadi pada Mi Jo. Mi Jo bangkit meninggalkan Joon Wo kemudian kembali lagi. Ia memperlihatkan sebuah cincin giok pada Joon Wo. Ia bertanya pada Joon Wo apa ia mengingat cincin itu? 


Joon Wo meraba kalungnya dan mengamatinya. Ia tampak shock, gimana itu bisa? Mi Jo mengaku bahwa dialah wanita itu. Seperti yang Joon Wo katakan, Mi Jo nggak mati saat terjadi kecelakaan itu. Lebih tepatnya enggak. Ia nggak akan pernah mati. Joon Woo berpaling. Mi Jo memintanya untuk melihatnya. Joon Wo mengira karena itu Mi Jo menolaknya. Mi Jo bingung kenapa Joon Wo masih nggak ngerti. 


Pokoknya Mi Jo merasa Joon Wo pasti akan panik dan melarikan diri jika tahu siapa Mi Jo sebenarnya. Joon Wo akan takut dan menganggapnya sebagai monster. Apa Joon wo masih belum ngerti? Joon Wo pasti nggak akan mampu melihatnya dan akan meninggalkannya.

Mi Jo tahu Joon Wo menyukainya. Tapi apa yang harus Mi Jo lakukan? Joon Wo nggak tahu mesti ngomong apaan. Mi Jo merasa Joon Wo masih nggak bisa percaya. Ia nyuruh Joon Wo pergi. Sekali lagi ia nyuruh Joon Wo untuk pergi dan menghilang. Joon Wo mau bilang sesuatu tapi sampai akhir ia nggak bisa ngomong apa-apa dan memilih pergi seperti yang dikatakan oleh Mi Jo. Setelah Joon Wo pergi, Mi Jo menangis. Badannya sih baik-baik aja, tapi hatinya pasti terasa sakit banget. 


Joon Wo berakhir dengan luntang-lantung dijalanan. Ia teringat pernyataan Mi Jo yang mengjlaim bahwa dirinyalah wanita dimasa lalu Joon Wo. Nggak terjadi apa-apa waktu itu seperti yang Joon Wo katakan. Tampaknya Joon Wo terpukul banget dengan semua yang dikatakan oleh Mi Jo. Langkahnya kian lama kian gontai. 


Di rumahnya Mi Jo lagi berkemas-kemas. Jason datang dengan membawa minuman. Dengan gaya cerianya ia mengajak Mi Jo minum dengannya. Jason langsung membuang senyumnya saat melihat raut wajah Mi Jo dan kondisi rumahnya yang berantakan. Jason menghampiri Mi Jo. Ia bertanya apa Mi Jo mau pindahan? Mi Jo mengangguk. Dia udah ketahuan. Jason bertanya apa ini. Nggak papa, Mi Jo bisa apa?


Mi Jo merasa gimanapun... Jason meletakkan tangannya di pundak Mi Jo. Jason akan segera pindah. Ia ngajak Mi Jo pergi bersama. Ia udah bilang ia akan selalu ada bersama Mi Jo. Apapun yang terjadi, Jason nggak akan ninggalin Mi Jo sendirian. Mi Jo menyandarkan kepalanya pada Jason. 


Yeon Ji duduk di kursi taman. Cuaca sangat cerah hari itu. Lalu datanglah Hyeong Sik dan duduk disebelahnya. Hyeong Sik menoleh dan bertanya apa Yeon Ji menyukai Joon Wo? Yeon Ji menoleh mebatap Hyeong Sik. Hyeong Sik mengaku kalo dia juga suka Joon Wo. Ia menawarkan Yeon Ji buat mendengarkan cerita lucu. Sebenarnya Hyeong Sik belajar memegang sumpit dari Joon Wo. Nggak mewarnai rambut dan berdandan seperti biasanya. Hyeong Sik merasa Joon Wo udah kayak ibunya. Tapi dia temannya, bukan ibunya, kan? Yeon Ji tersenyum. Ngomong-ngomong, sampai sekarang Hyeong Sik juga masih belum mahir menggunakan sumpit. Hyeong Sik ikutan tersenyum. Joon Wo bilang padanya jalo kita harus bersabar dalam sesuatu. Walaupun itu sangat membosankan. Yeon Ji merasa Hyeong Sik udah seperti orang dewasa sekarang. Hyeong Sik membenarkan. Makanya ia menyukai Joon Wo. Yeon Ji juga menyukai Joon Wo. 


Hyeong Sik mengatakan kalo ia dan Joon Wo ingin melakukan perjalanan yang sangat jauh. Makanya mereka harus berpikiran dewasa sekarang. Kata orang seperti Cham Cham Dae Tong. Yeon Ji mengulangi perkataan Hyeong Sik, Cham Cham...apasih maksudnya? Artinya Yeon Ji harus bersabar pada sesuatu dan hiduplah seperti yang ia inginkan. Menurut Hyeong Sik, mereka sangat beruntung karena bisa bermusik. Yeon Ji membenarkan. 


Mi Jo lagi beres-beres dirumahnya. Mi Jo melihat CD pemberian Joon Wo. Ia teringat saat pertama kali ketemu sama Joon Wo dan langsung dapat pelukan hangat darinya, ingat saat Joon Wo membantunya memasang bola lampu, saat mereka menari bersama memakai kostum beruang dan apel juga saat Joon Wo menggendongnya saat ia mabuk, saat di bawah pohon, saat Joon Wo membantunya mencari Baek Nyun, saat Joon Wo menyatakan menyukainya, dan saat ia mengusir Joon Wo setelah kejadian kecelakaan. Ternyata itu adalah kenangan terakhir mereka. 


Mi Jo menggosok tinta. Ia akan menulis surat untuk Joon Wo.

"Joon Wo

Mungkin kita tidak akan bertemu lagi, jadi aku menulis surat ini sebagai salam perpisahan. 
Walaupun ini sangat kuno, tapi aku harus mengatakannya"


Joon Wo sendiri lagi duduk di bawah pohon kenangannya bersama dengan Mi Jo. Mi Jo mengatakan bahwa ia udah hidup terlalu lama sehingga orang-orang pikir ia adalah monster. Ia udah melakukan semuanya. Berburu penyihir, dan menjadi tabib, orang mungkin takut padanya tapi ia lebih takut pada orang itu. 


Joon Wo menangis teringat kenangan itu. Ia lalu mengambil ponselnya. Ada1 pesan dan 3 panggilan tak terjawab. Pesan itu dari Hyeong Sik yang nanyain Joon Wo akan pergi ke pertunjukan atau tidak. Joon Wo bangkit dan beranjak dari tempatnya. 


Hyeong Sik dan Yeon Ji lagi sibuk mempersiapkan pertunjukan bersama kru yang lain. Joon Wo datang dan menemui Yeon Ji. Bagus Joon Wo datang. Yeon Ji pikir ia nggak akan datang. Joon Wo minta maaf. Yeon Ji ingin mengatakan sesuatu pada Joon Wo. Yeon Ji meminta Joon Wo mendengarkannya. Mulai saat ini Yeon Ji akan mengatakan yang sebenarnya padanya. Itu bukan kebohongan. Saat itu Yeon Ji mengatakan padanya agar Joon Wo jadi pacarnya. Sekarang Yeon Ji udah ngerti dan ia ingin mereka sekarang berteman untuk waktu yang lama. Joon Wo mengangkat wajahnya dan menatap Yeon Ji. 


Yeon Ji bersungguh-sungguh. Oleh karena itu Joon Wo juga harus mengatakan apa yang ia inginkan. Layaknya seorang pria. Jangan memikirkan yang lain. Lakukanlah yang ingin ia lakukan. Yeon Ji nyuruh Joon Wo untuk mengikuti kata hatinya. Dan Yeon Ji memberikan sebuah surat untuknya. Habis nyerahin surat, iapun pergi. Joon Wo hanya menatap surat itu dalam diam. Setelah meninggalkan Joon Wo, Yeon Ji menangis di dekat tangga. 


Joon Wo duduk dan membaca surat dari Mi Jo.

"Ketika kau bangun dan melihat pelangi, gunakanlah pakaian hangat, dan jangan lupa makan. Minumlah air yang banyak.

Saat musim dingin, kau mungkin saja bisa sakit dan terluka jadi jangan berolahraga diluar ruangan. Lihat sekitarmu. Jangan berjalan di jalanan yang licin. Dan juga, telur sangat baik untuk suaramu. Dan jangan lupakan kesehatanmu.

Oh ya, jangan lupa sikat gigimu setiap pagi dan malam"

Sehabis membaca surat dari Mi Jo, Joon Wo langsung bangkit dan bergegas pergi. Hyeong Sik yang nanyain ia mau kemana, nggak dia gubris. Apa Joon Wo nggak akan melakukan pertunjukan? 


Mi Jo duduk melamun setelah selesai berkemas. Ia teringat perkataan Jason yang mengatakan akan selalu bersamanya. Apapun yang terjadi, Jason nggak akan ninggalin Mi Jo sendirian. Ia juga mengingat apa yang dikatakan Joon Wo malam itu. Joon Wo mengatakan akan pergi kalo Mi Jo menginginkan ia untuk pergi. Joon Wo nggak menginginkan seseorang yang munafik kayak Mi Jo. Mi jo memejamkan matanya teringat semua itu. 


Jason datang dan ngajak Mi Jo buat segera pergi. Mi Jo menoleh padanya seperti ingin bilang sesuatu. Jason tersenyum sambil memegang kopornya.

Epilog...


Mi Jo lagi ada sesi konsultasi tapi ia malah melamun. Orang yang lagi konsultasi nanya apa nggak ada yang ingin Mi Jo katakan? Setelah Mi Jo pikir-pikir, nggak ada yang bisa ia katakan. Orang yang lagi konsultasi rupanya seorang anak gadis. Ia manggil imo,  bukankah Mi Jo adalah seorang konseling cinta? Mi Jo marah di panggil imo. Dengan agak dongkol Mi Jo bilang kalo anak itu bener. Ia emang udah tua. Terserah dia mau panggil Mi Jo apa. Tapi anak itu lagi buru-buru. Semenit lagi ia akan pergi syuting. Mi Jo kaget denger kata syuting. Apa dia seorang artis? Mi Jo memperhatikan wajah anak itu. Sepertinya ia pernah melihatnya. Gadis itu mengiyakan. Ia Genie, permintaan. Permintaan? Anak itu nyuruh Mi Jo mengatakan permintaannya. Bukan, namanya adalah Genie. Pokoknya gini, dikelasnya ia menyukai anak laki-laki namanya Hyun Seok dan Jin Young. Hyun Seok sangat keren, dia pintar dan selalu mendapat peringkat pertama di kelas. Sedangkan Jin Young adalah seorang pelari yang hebat. Dia juga tinggi. Tapi nggak terlalu pintar. Dia hanya tahu sedikit bahasa inggris. Mi Jo merasa itu seperti dirinya yang berada diantara Joon Wo dan Jason. Ah entahlah. Hidup Mi Jo sendiri juga sulit. Ia nyuruh anak itu untuk mengurus hidupnya sendiri. 

Bersambung...

Komentar
Mi Jo kejam banget, ya nyuruh Joon Wo buat pergi padahal Joon Wo udah gendong dia sampe rumah. Tapi begitu Joon Wo nggak ada, Mi Jo langsung nangis. Tapi walaupun terpisah, mereka masih nginget kenangan mereka sebelum-sebelumnya. Padahal mereka masih saling suka satu sama lain, cuman karena nggak ada yang mau jujur aja. 

Aku seneng pas Yeon Ji nyuruh Joon Wo buat ngikutin kata hatinya dan melakukan apa yang ingin Joon Wo lakukan layaknya seorang pria. Walaupun habis bilang itu ia nangis. Wanita emang mendapat kekuatan dari air mata.