Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Movie Jepang One Week Friends PART 1
SINOPSIS One Week Friends BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: Movie Jepang

DRAMA SEBELUMNYA || SINOPSIS Between Friendship and Love
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS One Week Friends PART 2

Yeay! Setelah sinopsis Between Friendship and Love selesai, aku nulis lagi nih. Kali ini film dari negeri sakura, Isshukan Furenzu atau One Weeks Friends. HAHAHAHAHAHA sebenarnya ini film rilis sejak februari tahun ini, jadi aku merasa ini film lama, udah ngendap juga diflashdisk. HAHAHAHAHA karena bingung mau nulis apa, akhirnya nulis film ini aja. Dan alesan aku nonton ini film awalnya karena Yamaken ^^ HAHAHAHAHAHAHA aku salah satu yang suka liat muka imut ini cowok, tapi paling aku suka waktu dia jadi Keita di asadora mare ^^ suka bangetlah pokoknya. Mohon maaf ya kalo kualitas gambarnya kaya gitu, tapi kalo mau download lagi nanti mubazir jadi gunakan yang ada aja dan terimakasih untuk yang sudah membaca ^^


Film ini dibuka dengan Yuki Hase yang sedang duduk diatap sekolah, dia sedang menggambar atau menulis sesuatu dibuku yang dia bawa. Tidak jauh beda dengan Yuki, Kaori Fujimiya juga sedang duduk diperpustakaan, dia fokus dengan apa yang sedang dilihatnya, entah membaca buku atau apa.
Adegan beralih pada Yuki yang masih ditempat yang sama, dia tetap menunduk dan terlihat sangat sedih. Akhirnya dia mendongak dan perlahan tersenyum. Terlihat dia menulis sesuatu diakhir buku yang dia bawa, buku itu sangat tebal. Setelah seleai dia menutup buku itu dengan sedikit keras. 


Musim Semi Tahun Kedua


Diperpustakaan Yuki sedang mencari buku dengan ukuran tebal, dia berkeliling mencari buku yang dia inginkan. Dia tersenyum setelah mendapatkan buku yang sesuai keinginanya. Yuki lalu menuju meja dimana Shogo Kiryu sedang membaca. Yuki mengeluh tentang iburan musim semi yang akan segera berakhir dan apa tidak ada hal baik yang akan terjadi, HAHAHAHAHAHAHA Shugo mengatakan kalo hal baik akan terjadi ketika kita sedang berfikiran buruk. Yuki terkejut mendengar jawaban Shugo, sedangkan Shugo mengatakan kalo Yuki mau menjadi penjahat jangan libatkan dia. Yuki merasa perkataan Shugo itu begitu nyelkit HAHAHAHAHA bahasa apa itu. 


Perhatian Yuki teralihkan pada kartu perpustakaan yang jatuh dilantai. Dia mengambil kartu itu dan membaca nama pemiiknya, Fujimiya Kaori?

HAHAHAHAHAHAHA saat itu Yuki langsung menunjukkan pada Shogo, mengatakan kalo kayaknya dia sangat cantik, ini beneran Yuki sama nama aja udah bisa memprediksi seseorang, jangan-jangan dia bisa jatuh cinta Cuma karena sebuah nama.

Shogo tidak yakin, paling hanya namanya saja. Dia memperhatikan beberapa saat dan kembali fokus pada bukunya, kayanya dia lagi ngerjain tugas deh. Yuki tetap yakin dengan apa dugaannya, dia kembali berdiri dan mencium aroma kartu perpustakaan itu, aromanya sangat harum. Dia sangat antusias dan memberitahu Shogo, dia mencium aroma kartu itu lagi dan raut mukanya berubah, terpesona. Ceilahhh.

Saat itu Kaori sudah berdiri memperhatikan tingkah laku Yuki, dia terlihat marah dan langsung mendekati Yuki, mengambil kartu perpus miliknya tanpa mengatakan apapun dan berlalu pergi. Yuki langsung takut kalo Kaori akan salah paham, dia mengejar Kaori tapi tidak bisa berkata apa-apa dan Kaori akhirnya pergi lagi HAHAHAHAHAHA. Shogo dibelakang hanya memperhatikan saja.


Sepulang sekolah distasiun Yuki benar-benar galau, dia bertanya pada Shogo, berharap mereka satu sekolah. Shogo tidak berselera membahas hal itu, dia malah bertanya kenapa Yuki meminjam buku tebal. Yuki memperlihatkan bukunya, dan mengatakan kalo itu rahasia. Lalu Shogo pamit pergi. 

*aku beneran bingung sama waktu difilm ini, itu waktu diperpus itu sebenarnya hari apa, dan perpus itu bukannya perpus sekolah ya? Tapi kenapa Yuki tanya apa mereka berdua satu sekolah apa nggak. HAHAHAHA aku beneran bingung, lanjut ajalah…


Kereta yang Yuki tunggu sudah tiba dan dia langsung masuk kedalam dan duduk disalah satu kursi, saat itu kaori juga menaiki kereta yang sama, hanya saja dia masuk dipintu yang berbeda, dia memilih untuk berdiri. Mereka tidak sadar jika menaiki kereta yang sama.

Didalam kereta Yuki tertidur, dan buku tebal yang dipinjamnya terjatuh dari genggamannya. Duh kento walaupun lagi tidur aja tetep tamvan HAHAHAHAHAHAHA. Kereta sudah berhenti distasiun tujuan Yuki, saat ada pemberitahuan kereta akan segera berangkat menuju stasiun berikutnya, Yuki yang saat itu tertidur langsung terbangun karena terkejut, tanpa banyak berfikir dia langsung berlari keluar dari kereta. Kaori melihat Yuki yang terburu-buru, dia juga melihat buku milik Yuki tertinggal, dia berlari mengambil buku itu.

Saat tiba diluar Yuki baru sadar buku miliknya tertinggal dikereta, dia sangat panic dan berbalik akan mengambil bukunya kembali.


Tepat saat itu, sebelum pintu kereta tertutup Kaori melemparkan buku miliknya, Yuki dengan sigap menerima buku itu, dia terkejut sekaligus terpesona melihat Kaori yang tersenyum didalam kereta. 


Kereta perlahan berjalan, dan Yuki ikut berlari-lari kecil mengejar kereta. Dia terus tersenyum melihat Kaori yang ada didalam kereta, dia juga mengucapkan terimakasih pada Kaori. Bahkan saat kereta sudah berjalan begitu cepat dia tetap mengejarnya dengan tetap berkata terimakasih. Melihat itu semua Kaori didalam kereta tertawa dan terus memperhatikan Yuki sampai dia sudah tidak terlihat lagi. 


Pagi itu terlihat Yuki berlari menuju sekolah, langkahnya terhenti saat Saki Yamagishi mengatakan selamat, dan untuk beberapa saat langsung mengomel melihat gaya rambut Yuki yang sangat berantakan. Jadi Saki ini adalah anak dari seorang pemilik salon makannya dia sangat peduli tentang penataan rambut. Dia bahkan merapikan rambut Yuki dan memberikan tissue saat melihat Yuki berkeringat. Yuki menyebutnya doraemon HAHAHAHAHA karena dia memiliki apapun yang dibutuhkan. Tapi Saki protes karena dia perempuan setidaknya sebut dia Dorami HAHAHAHAHAHA sama aja neng. Dia membenarkan dasi Yuki, dan mengatakan kalo mereka satu kelas lagi jadi dia tidak aan segan-segan, Yuki sendiri terlihat natural didepan Saki, aku suka Yuki yang bisa seekspresif itu kalo sama Saki.


Perhatian Yuki teralih saat melihat Shogo dikelilingi cewek-cewek yang senang karena mereka satu kelas lagi. Shogo terlihat biasa saja, lebih terlihat cuek. Dia akan pergi tapi ditahan oleh cewek-cewek itu. Dan Yuki tiba-tiba datang dan ikut mengagumi Shogo yang dingin tapi terlihat keren, HAHAHAHAHA aku suka adegan ini. Shogo memberitahu kalo mereka satu kelas lagi, Yuki sangat semangat mendengar itu, dia langsung melihat daftar teman sekelasnya. Yuki juga menemukan nama Kaori disana, dan dia sangat senang. 


Yuki langsung berlari menuju kelas, dan mencari Kaori. Saat Yuki melihat Kaori, dia sangat senang. Dia akan mendekati meja Kaori tapi saat itu pak Inoue guru matematika yang menjadi wali kelasnya datang. Yuki langsung mencari tempat duduknya.


Ditempat duduknya Yuki tersenyum, dan memperhatikan Kaori.


Pak Inoue baru keluar dar kelas dan beberapa siswa yang ditemuinya menyapanya. 

Kaori akan pulang, tapi Yuki menghampirinya, dia berterimakasih karena telah melemparkan bukunya yang tertinggal dikereta.  Kaori seperti tidak faham dengan apa yang Yuki katakan, tanpa member jawaban aapun Kaori meninggalkan Yuki yang keheranan.


Kaori keluar dari sekolahan dan dari belakang Yuki mengejarnya, dia memanggil Kaori. Saat Kaori berhenti, dia berdiri didepan Kaori dan mengulurkan tangan, meminta Kaori untuk menjadi temannya. Bahkan dia membungkuk, Kaori yang melihat itu terkejut, tapi dia mengatakan kalo itu mustahil dan pergi meninggalkan Yuki yang masih membungkuk. 


Mendengar jawaban Kaori Yuki terkejut, dia masih membungkuk saat memperhatikan Kaori yang berjalan menjauh. 

Yuki bernarasi,

Dia…enggan berbaur dengan orang lain…dan selalu sendirian.

Lalu, aku hanya ingin…menjadi…temannya.

Yuki melihat tangannya yang tidak disambut baik oleh Kaori. Sedang Kaori entah apa yang ada difikirannya.


Hari berganti….
Dikelas pak Inoue sedang menjelaskan materi pelajaran, dia meminta Shogo, Yuki dan Kaori untuk maju kedepan menyelesaikan soal yang diberikan. Saat itu Yuki sedang mengambar, dia terkejut saat namanya dipanggil, saat nama Shogo juga dipanggil Yuki langsung membangunkan Shogo yang tertidur dimeja sebelahnya, sedang Kaori sendiri memperhatikan keduanya. 

Shogo terbangun dan mengerjakan soal itu dengan baik, Kaori juga. Sedang Yuki dia terlihat sibuk dengan soalnya, HAHHAHAHAHAHA setelah dia memperlihatkan hasilnya ternyata dia menggambar wajah pak Inoue, pak Inoue marah dan memberikan Yuki PR tambahan, Yuki terkejut dan teman-temannya tertawa. Jam pelajaran selesai, pak Inoue meminta Kaori untuk mengumpulkan buku matematika satu kelas, dan ditaruh dimejanya. 


Teman sekelas kaori satu demi satu mengumpulkan bukunya dimeja paling depan, ada dua teman perempuan Kaori yang meminta bantuan padanya untuk mengatakan pada Pak Inoue kalo dia lupa membawa bukunya, tapi Kaori menolak itu, kedua temannya langsung nyinyir mengatakan kalo Kaori itu orangnya sangat dingin.

Setelah mereka berdua pergi Yuki datang menawarkan bantuan untuk membawakan sebagian bukunya, tapi Kaori juga menolaknya. HAHAHAHAHA tapi Yuki masa bodo, dia langsung membawa sebagian bukunya, dan mengajak kaori untuk cepat. Kaori tidak bisa menolak dia langsung mengikuti Yuki.

Saat mereka baru keluar kelas, Yuki menanyakan apa Kaori menyukai matematika, dia meminta Kaori untuk berteman dengannya yang sangat payah matematika ini. Yuki kembali mengulurkan tangan, tapi Kaori tegas mengatakan tidak. Kaori langsung meninggalkan Yuki yang kecewa. Dibelakang Shogo memperhatikan Yuki.


saat jam makan siang Yuki memperhatikan Kaori yang sedang menyiapkan bekal, lalu berjalan keluar kelas. Yuki ingin mengejarnya tapi saat itu Saki memanggil, meminta makan siang bersama. Yuki meminta maaf, dan mengejar Kaori keluar. 

Shogo yang sedari tadi diam, berkomentar kalo Yuki memiliki tekad yang kuat sekali. Saki terus saja menatap kearah Yuki keluar, dia berkata kalo menurutnya itu percuma.


Saki berkata, “Fujimiya itu…dipindahkan ke sekolah ini pas masih tahun pertama. Dan dia selalu menyendiri. Karena dia enggan berbicara pada orang lain, makanya tak ada juga yang ingin menyapanya. 

Terlihat Yuki yang terus mengikuti Kaori dengan sembunyi-sembunyi. Kaori pergi keatap sekolah dan Yuki tetap mengikutinya. Sampai diatap Yuki bingung kemana perginya Kaori. 


Tiba-tiba dari arah samping Kaori datang, mengejutkan Yuki. Dia tau kalo sedari tadi Yuki mengikutinya, dia meminta Yuki berhenti dan jangan mendekainya lagi. Kaori lalu akan pergi, Yuki langsung sigap mengejarnya tapi diluar dugaan bekal miliknya malah terjatuh membuat Kaori merasa bersalah.


Yuki akhirnya duduk diatap sekolah dengan memakan bekal milik Kaori, dia memuji masakan keluarga Kaori yang sangat enak. Saat dia melihat kesamping ternyata Kaori sudah tidak ada, Kaori berjalan meninggalkan Yuki sendirian. Yuki lagi-lagi terkejut melihat sikap Kaori.


Turun dari atap sekolah Kaori berpapasan dengan Pak Inoue, dia member salam dan lantas segera pergi. Pak Inoue terus memperhatikannya dengan penasaran.


Pulang sekolah Yuki menuju markas komunitas manga atau komik, dia adalah salah satu anggotanya. Dia menyapa teman-temannya disana. Yuki langsung mengeluarkan buku tebal yang ia pinjam, salah satu juniornya mengira kalo dia akan belajar disana. 

Yuki menjelaskan kalo dia mengambar dibuku itu, lalu menunjukkannya. Juniornya khawatir kalo akan dimarahi petugas perpustakaan. Juniornya itu bernama Yamada, dan Yuki menjelaskan kalo dengan cara ini pesan komiknya pasti akan tersampaikan, lagian buku serumit ini tidak aka nada yang membacanya. 

Saat mengambil tempat pensil, Yuki melihat tempat bekal milik Kaori yang tadi diberikan Kaori. Lalu dia seperti memikirkan sesuatu, dia menghapus gambar sebelumnya dengan semangat 45 HHAHAHAAHAH. Lalu mengambar Kaori dibuku itu. HAHAHAHAAHA aku mikir kalo Yamaken beneran bisa gambar kek gitu, pasti keren.


Keesokan harinya saat Kaori sedang makan siang diatap, Yuki datang memberikan tempat bekal yang kemarin. Dia sangat berterimakasih. Yuki menanyakan apa dia bisa makan bareng, tidak usah mengobrol, dia hanya ingin makan disebelah Kaori, sebelum dapat jawaban dia sudah duduk disamping kaori. Kaori lagi0lagi mengatakan itu mustahil, Yuki sendiri heran padahal kemarin Kaori memberikan bekalnya, padahal bisa saja dia mengabaikannya. Itu karena Kaori yang menjatuhkannya kata Kaori. 

Yuki memuji Kaori yang ternyata orangnya memang baik, Kaori terkejut mendengar itu. Tanpa banyak kata dia merapikan tempat bekalnya dan lari meninggalkan Yuki. 


Yuki akhirnya mengejar Kaori, sesampainya dibawah dia menghentikan Kaori dengan memegang tangannya. Dibelakang pak Inoue kebetulan lewat dan melihat keduanya.

Kaori berkata, “aku tidak diperbolehkan berteman dengan orang lain. Dan itu mutlak.”

Kaori lalu pergi meninggalkan Yuki Lagi, Yuki terkejut mendengar jawaban Kaori, dia akan mengejar tapi saat itu Pak Inoue memanggilnya, meminta bicara berdua setelah pulang sekolah. Yuki menyanggupi itu.


Saat pulang sekolah, di loker sepatu  Kaori mendengar Saki yang akan pergi membeli krep bersama teman-teman kelasnya. Sebelum keluar dari sekolah, dia menatap Saki dan teman-temannya. Saki menyadari itu dan mengajak Kaori untuk pergi bersamanya juga tapi kaori tidak menjawab ajakannya itu, dia langsung pergi meninggalkan Saki yang keheranan. Teman-temanya mengatakn kalo itu percuma.


Saat pulang sekolah, terlihat siswa-siswi yang lain pulang mengerombol atau sedikitnya dua orang, mereka asik bercanda tawa tapi Kaori, dia berjalan seorang diri dan selalu seperti itu. 
Ditengah jalan ternyata ibunya menjemputnya, mereka berjalan bersama. 


Pulang skolah sesuai janjinya Yuki menemui Pak Inoue dikantor, pak Inoue langsung menanyakan apa karena kaori imut, itu lo sebutannya cinta pandangan pertama. Yuki terkejut sekaligus heran ditodong pertanyaan seperti itu. Dia hanya ingin menjadi berteman saja. Tapi Kaori selalu mengatakan mustahil, dan dia tidak akan menyerah, karena kalo tidak mencoba, maka tak ada yang dimulai. Tanpa banyak kata lagi Yuli langsung pamit.

Tapi Pak Inoue menghentikannya, dia membenarkan perkataan Yuki, sebenarnya dia juga ingin mendukungnya tapi sepertinya dia harus memberi tau Yuki tentang sesuatu.


Dirumah sakit Kaori sedang melakukan pemeriksaan, dia diberi beberapa contoh gambar atau angka dan diminta dokter untuk menyebutkannya. Rata-rata jawaban milik Kaori salah, dia tidak bisa menyebutkan angka dengan benar dan yang lainnya juga. Disana juga ada ayah dan ibunya yang mendampingi. 


Kaori sudah berada disekolah selama 3 bulan sejak dia pindah, keadaannya sekarang terlihat lebih tenang, mengubah suasana lingkungannya sangat berpengaruh, tapi ketika dia tidur pada minggu malam dan bangun disenin pagi, dia tidak ingat tentang apa yang terjadi sebelumnya, kalo keluarganya dia ingat namun teman-temannya tidak ada yang diingatannya, juga orang yang baru dikenalnya. 

Mungkin ada sesuatu dalam ingatannya yang ingin dia sembunyikan, sehingga kenangan yang ada tidak akan muncul. Karena hal itu terjadi diluar kesadaran, maka dirinya sendiri tidak tau. 


Pak Inoue menjelaskan kalo penyakit ini disebut amnesia disosiatif, tapi yang ia lupakan hanya hal-hal tertetu. Pasti hari senin nanti, Kaori tidak akan ingat lagi tentang Yuki. 

Yuki tidak percaya, atau lebih tepatnya tidak ingin mempercayannya, itu pasti candaan Pak Inoue saja. Tapi pak Inoue benar-benar serius. Yuki benar-benar tidak tau harus bagaimana, Pak Inoue menyarankan agar Yuki membiarkan saja kaori, kalo Yuki memaksa ingin dekat dengannya, itu hanya akan merepotkan Kaori. Memperhatikan dari jauh juga merupakan tugas dari seorang teman.  Yuki memikirkan hal itu.


Senin pagi Yuki berangkat seorang diri, dia tidak seperti biasa, terlihat murung.

Saat didepan pintu tempat loker sepatu dia melihat Kaori yang sedang menyimpan sepatunya, dia bergegas dan akan menyapa kaori tapi dia berhenti, urung.

Dia hanya berdiri memperhatikan Kaori. Saat Kaori sudah selesai dan akan kekelas, Yuki memanggilnya. Kaori berbalik dan bertanya ada apa, dia benar-benar seperti bertemu dengan orang baru. Menyadari apa yang dikatakan Pak Inoue benar, Yuki langsung mengatakan tidak ada apa-apa. 
Yuki masih berdiri ditempatnya, memperhatikan Kaori yang berjalan menjauh. 

Hari senin selanjutya…..ingatan dirinya hilang.


Kaori kembali makan siang sendirian diatap sekolah.

1 komentar:

Wah, akhirnya ada yg buat sinopsis one week friend. Lucu banget ekspresi Yuki pas keheranan sama sikapnya Kaori. Ceritanya juga unik.

Oh ya kak, buat sekedar saran nih, kalau bisa nulisnya dibuat per paragraf aja soalnya ada bagian yg terlalu banyak dan terlalu sedikit. Klau kakak mau nyertain pendapat kakak dlm sinopsis yg kakak buat lebih baik dikasih tanda atau jeda biar readersnya gk binggung.

Salam kenal ya kak. Ini first commen ku. Jadi maaf ya kak, kalau ada yg nyinggung perasaan kakak. Aku panggil kakak apa?

Di tunggu part 2nya