Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Movie Jepang One Week Friends PART 5
SINOPSIS One Week Friends BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Intan Y
All images credit and content copyright: Movie Jepang

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS One Week Friends PART 4
DRAMA SELANJUTNYA || SINOPSIS The Perfect Match

Yeay part terakhir! Sebelumnya aku nggak ngepoin ini film, namun setelah liat endingnya aku jadi mikir-mikir, jadi aku nyari reviewannya, dan kebanyakan tentang animenya si. Tapi animenya kayaknya jauh menarik karena hubungan mereka bisa digambarkan dengan beragam, kaya akhirnya mereka main bareng, ngumpul bareng bahkan sampai berusaha buat ngasih tau teman-temannya tentang kondisi kaori.

Dan untuk ending nggak kaget sebenernya karena emang film jepang kebanyakan gitusih. Tapi soundtrack di ending itu bagus banget sih, cocok buat mereka. Udah langsung aja ya 


Musim Dingin Tahun Kedua


Yuki berjalan sendirian saat berangkat sekolah, musim dingin sangat cocok untuk wajah sendunya saat itu dia melihat Kaori yang berjalan sendirian dibawahnya, Yuki menyusul Kaori namun Kujo memanggil Kaori terlebih dahulu. Melihat Kaori yang bisa langsung mengenali Kujo, Yuki terlihat sedih dan memilih berbalik lagi, melanjutkan jalannya. 

Saki yang baru saja sampai dijalan itu melihat Yuki yang berjalan sendirian sementara Kaori dan Kujo berjalan berdua, dia terlihat sedih melihat Yuki yang seperti itu.


Kita diperlihatkan dengan Yuki yang sedang duduk diatap seperti pembukaan film ini, Yuki yang sendiri dan terlihat sedih bersama dengan buku tebal yang dia pinjam.

Yamada datang saat itu, ingin mengembalikan majalah Jump yang dia pinjam. Karena Yamada akan lewat perpus Yuki memintanya untuk mengembalikan buku tebal itu, lalu pergi meninggalkan Yamada.


Saat hari hujan Yuki melihat Kaori didepan sekolah, melihat Kaori yang tersenyum kearahnya dia juga tersenyum.


Ternyata Kaori tersenyum pada Kujo yang sedang mengambil payung, Kujo datang memberikan payung untuk Kaori hal itu membuat ingatan kaori kembali pada seseorang yang juga memberikan payung padanya, dia melihat kearah Yuki yang berdiri tidak jauh darinya, teringat siluit seseorang yang melambaikan tangan padanya namun sayang wajah itu samar.


Saat kaori terus saja melihat kearah Yuki, Kujo menyadarkannya, dia menanyakan ada apa namun Kaori menjawab tidak ada apa-apa, Kujo sempat memperhatikan arah pandangan kaori, melihat Yuki yang menunduk sedih. Mereka lalu pulang berdua meninggalkan Yuki yang terluka melihat keduanya. 


Yuki sudah akan menerobos hujan namun dari belakang Saki datang memayunginya, Yuki tentu saja terkejut.

Saki : “aku… selalu memandangimu. Apa aku masih belum pantas?”

Yuki yang paham maksud Saki hanya meminta maaf lalu berlari menerobos hujan.


Saki yang sedih sadar jika ada seseorang dibelakangnya, iya Shogo baru saja keluar dan melihat Saki.
Saki : “jangan-jangan perkataanku terdengar?”

Dengan senyum dipaksakan Saki mengatakan jika dirinya ditolak, Shogo hanya memperhatikan gadis itu dengan sedih, sepertinya luka dihati Saki juga membuat hatinya terluka.


Sementara Yuki terus berlari sekuat tenaga,  menerjang hujan. Seolah dengan itu dia ingin melepaskan apapun yang dia rasakan, perasaannya yang hanya sepihak.


Tahun ajaran baru, sekarang mereka sudah kelas 3 SMA, Yuki melihat daftar pembagian kelas, Kujo dan Kaori ternyata berada dikelas yang sama, kelas 3-1, terlihat Yuki yang mencoba untuk tidak perduli dengan itu, dia melihat daftar kelas selanjutnya, Yuki berada dikelas 3-3.

Saat seorang guru menjelaskan materi pelajaran terlihat Saki yang masih seperti biasa memperhatikannya dengan serius, sementara Shogo masih juga sering tertidur saat pelajaran, dan Yuki, dia sibuk melamum memandang jendela kelas.

Dikelas Kaori, dia memperhatikan guru yang sedang menjelaskan, sesekali dia melihat kearah Kujo, seolah-olah ada yang hilang namun dia tetap bersyukur ada Kujo disisinya.


Sepertinya hari kelulusan sudah didepan mata, Yuki memperhatikan anak-anak padus yang sedang berlatih dari jendela, lagu yang dinyanyikan seolah menjadi perwaklan perasaannya, dia terlihat sedih yang dikuat-kuatkan dan melanjutkan jalannya.


Lorong kelas, tempat penyimpanan sepatu yang sepi dan musim yang berganti. Kini hari kelulusan telah tiba.


Setelah acara kelulusan selesai terlihat Kaori yang mengejar salah satu guru, dia berterimakasih atas bimbingan gurunya selama ini, sementara kujo yang menemaninya berdiri tidak jauh darinya, tiba-tiba ada beberapa anak perempuan yang memintanya untuk memberikan pesan kesan di bukunya, Kujo seperti biasa dia mau saja. 


Saki yang duduk disalah satu kursi melihat hal itu, dia memuji Kujo yang hebat. Shogo yang duduk disampingnya menanyakan apa yang bagus dari Kujo dan saki juga tidak tau itu. Mendengar itu Shogo jadi protes, lantas kenapa memujinya. 

Saki : “Yah, dia bukan tipeku.”

Shogo : “Dibandingkan cewek kayak mereka mah, kamu jauh lebih baik.”

Saki senang mendengar pujian itu, dia berterimakasih, kelak dia pasti takkan merasa menyesal. Shogo tertawa mendengarnya, Saki langsung mau meminta Shogo menulis pesan kesan untuknya namun tentu saja Shogo menolak itu dan meninggalkan Saki.


Pak Inoue menghampiri Yuki yang hanya diam berdiri memperhatikan sekitarnya, Yuki langsung berterimakasih atas bimbingan Pak Inoue selama ini, Pak Inoue bercanda dengannya. Pak Inoeu membenarkan perkataan Yuki dulu, bahwa bertindak lebih baik daripada berdiam diri, pasti ada orang yang menjalani keseharian SMA-nya dengan rasa senang berkat Yuki. 

Pak Inoue dan Yuki sama-sama melihat kearah kaori yang sedang berbicara dengan guru. Pak Inoeu lalu mengucapkan selamat atas kelulusan Yuki.


Setelah Kaori selesai berbicara dengan guru, Yuki menghampirinya. Dia memperkenalkan dirinya, mengatakan dulu mereka satu kelas waktu tahun kedua. Yuki meminta kaori menuliskan pesan kesan untuknya, sepatah katapun tidak apa-apa. Kaori mau menulis pesan kesan untuk Yuki, dia mengeluarkan bolpoin yang dulu Yuki sengaja pilihkan untuknya. Melihat hal itu Yuki terlihat merenung, Kaori menyadarkannya dan Yuki langsung memberikan bukunya dan meminta agar dia menuliskannya juga untuk Kaori, Kaori tidak masalah dengan itu. Yuki mengeluarkan bolpoin yang sama hanya saja miliknya berwarna biru sementara milik kaori berwarna pink. 

Yuki melihat ke Kaori, saat itu Kaori sudah selesai menulis lalu melihat Yuki yang mengambar dibukunya, Kaori memuji Yuki yang jago mengambar dan tersenyum manis kearah Yuki. Dari tempatnya Kujo yang dikelilingi perempuan-perempuan memperhatikan hal itu, dia hanya diam memperhatikan dan lalu kembali menulis kesan dan pesan.


Setelah selesai Yuki dan Kaori saling mengembalikan buku masing-masing. Kaori langsung akan pergi, tidak lupa Yuki mendoakan agar kaori selalu diberi kesehatan. Yuki memperhatikan Kaori yang berjalan menjauh terlihat sedih lalu memandangi bukunya, dia membaca apa yang kaori tulis disana, “Kepada teman sekelasku dulu, kuucapkan selamat padamu!” Yuki sadar, Kaori tidak akan pernah mengingatnya.


Kaori duduk ditaman, dia membaca pesan kesan yang Yuki tuliskan, “Kalau ku melihatmu tertawa sekali lagi rasanya sudah cukup bagiku.” Kaori cukup terkejut dengan kata sekali lagi yang Yuki tulis disana. Dan sepertinya yang menuliskan pesan kesan untuknya hanya Yuki saja,

Ditengah kebingungannya itu Kujo datang, dia langsung berdiri dan menyapanya. Tanpa basa-basi Kujo langsung menanyakan tentang bolpoin yang Kaori gunakan, kaori langsung mengeluarkan bolpoin itu. Kujo menanyakan kapan kaori membeli bolpoin itu, setelah memperhatikan bolpoinnya Kaori tidak begitu ingat dan menanyakan alasan Kujo menanyakan hal itu, Kujo tidak menjawab, dia tersenyum dan mengajak Kaori pulang. 


Saat mereka baru beberapa langkah berjalan, ada informasi dari perpustakaan yang memberitau murid bernama Fujimiya Kaori agar keperpustakaan sekarang. 

Kaori ke perpustakaan dengan ditemani Kujo. Salah satu petugas perpus mengatakan sepertinya ada buku yang belum Kaori kembalikan, kumpulan sajak kuno perancis edisi pertama. Kaori tentu saja terkejut, dia tidak ingat jika meminjam buku itu.

Yamada yang ada diperpus itu langsung ingat buku yang Yuki titipkan, dia langsung memberikannya pada petugas perpus, tentu saja petugas perpus marah-marah karena harus mengundang Kaori kesana, kan jadi merepotkan. Kaori memeriksa buku itu, didalam daftar pinjam hanya ada satu namanya dan yang lain nama Hase Yuki. Kujo mendekat dan melihat buku itu, seolah ingin tau apa yang Kaori fikirkan.


Kaori langsung akan pergi dari perpus karena merasa urusannya sudah selesai sementara petugas perpus memeriksa bukunya, dia mendapati buku itu digambari jadi memanggil kaori lagi, Kaori tentu terkejut dan mendekat lagi, benar dalam buku itu terdapat gambar, angin membuat beberapa halaman terbuka secara berurutan dan cepat, dia melihat dalam gambar itu terdapat banyak gambar dan seperti sebuah kejadian berurutan.


Dia langsung memeriksanya dan duduk disalah satu kursi, mencari gambar pertama dan kembali membukanya secara perlahan, semua gambar dibuku itu adalah peristwa saat Yuki pertama kali bertemu kaori sampai Kaori yang sudah mengingat jika dirinya mencintai Kujo. 


Ingatan Kaori tentang Yuki kembali, segala kenangan berharganya dia ingat lagi. Saat gambar-gambar itu sudah tidak ada lagi, kaori mencoba mencarinya dihalaman yang lain namun tidak ada. 

Kaori : “Aku…. Selama ini aku… melupakan hal sepenting ini.”

Kaori sangat sedih, menyesal. Kujo yang berdiri disampingnya mengatakan, “Kenapa tidak kesana saja” Kaori memandang kearah kujo dan berterimakasih. Sementara Kujo hanya memandangi kepergian Kaori.


Kaori langsung berlari ke aula tempat perpisahan diadakan, kekelas bahkan keruang club komik namun disemua tempat itu tidak ada.  Sampai-sampai kaori sudah keluar dari sekolahan, dengan nafas tersengal dia ingat satu tempat dan langsung kembali berlari kedalam sekolahan.


Kaori berlari menuju atap, sesampainya disana dia mencari Yuki namun Yuki juga tidak ada, saat dia berbalik akan pergi lagi, matanya menangkap seseorang yang sedang duduk didaerah terlarang, dia adalah Yuki.

Kaori langsung berlari mendekat dan memanggil Yuki. Yuki tentu saja terkejut, lalu  berlari menemui kaori.


Kaori sangat bersyukur dan Yuki langsung menanyakan ada apa. 

Kaori : “Mungkin aku sudah berulangkali melupakannya. Tapi, aku pasti akan terus berusaha mengingat saat-saat itu! Maaf karena membuatmu… berulang kali mengatakan hal yang sama.”
Kaori mendekat dan mengulurkan tangannya pada Yuki, “Hase Yuki-kun. Temanku… kumohon jadilah temanku!”

Yuki sangat terharu mendengar itu bahkan sampai berkaca-kaca, dengan tersenyum dia menyambut uluran tangan Kaori.

***
HAHAHHAHAAHAHAHA gimana endingnya? Kecewakah? Kalo aku agaksih, tapi melihat Yuki bisa senyum diakhir film itu udah cukup sih. Aku juga masih bingung hubungan Kujo sama kaori, apa mereka itu udah jadian atau gimana namun yang jelas hubungan Shogo sama saki bakal menarik kalo diulik lebih dalam ^^ 

Secara keseluruhan film ini bagus, ada versi manga, anime bahkan dibuat live action, dan kento disini imut banget, manis banget, idaman banget ^^ oh iya special aku kasih terjemahan soundtracknya ya.


KANADE/SERENADA
By : Sukima Swich/Sora Amamiya

Kala tangan kita saling menggenggam didepan loket
Kudengar keramaian yang biasanya
Disertai semilir angin nan baru
Padahal diri ini sudah berupaya
Untuk menatap sembari tersenyum
Kepergian dirimu
Pada musim kala dirimu beranjak dewasa
Kucoba tetap melantunkan senandung pilu nan sudah tak terbendung ini
Ada sesuatu nan ingin kusampaikan pada saat terakhir ini
Dan itu adalah
Kata penganti “selamat tinggal” yang masih kucari
Tugas untuk menggenggam tanganmu itu
Kusadari adalah hal yang menjadi peranku
Namun aku pun tau, bahwa kita yang sekarang ini
Telah berserah pada hari nan silih berganti itu
Untuk menuntun langkah kita
Dikala tiba saatnya dirimu beranjak dewasa
Seraya berlalunya waktu aku pun telah berubah
Namun, asalkan senandung ini masih membekas disana
Ikatan kita berdua akan senantiasa terjalin
Tiba-tiba saja
Terdengar nyaringnya denting sebuah bel
Diri inipun gugup, tangan kita terpisah, lalu kamu mulai melangkah jauh
Akupun coba hentikanmu dengan cara dekap tubuhmu
“Dimanapun dirimu berada, suaraku ini akan selalu melindungimu”
Saat pertama kali kita berjumpa
Segala sesuatu yang ada terlihat berbeda
Baik terbitnya fajar, seberkas cahaya, tetesan air mata, serta senandungmu
Segalanya itu dirimu jadikan berkilau
Kelam kabutnya perasaanku ini kucurahkan semua dalam lantunan nada
Dan lalu kukirim ke kota dirimu nun jauh disana
Bila sampai sana, senandung itu masih terdengar sama
Berarti kita masih bisa terjalin meski jarak memisahkan^^

4 komentar

Makasih ya kak, udah mau buatin sinopsisnya sampai selesai. Di tunggu sinopsis jepang yg lain. 😊😊😊

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Keren...
dan....saya pun menangis 😭

Baru nemu n baca sinopsis ini..trims atas sinopsisnya. Smangat terus bwt nulis sinopsis lainnya yg keren2 😄😄✊✊✊