Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Oppa is Missing Episode 3


Penulis Sinopsis: Anysti
All images credit and content copyright: Naver TV Cast

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Oppa is Missing Episode 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Oppa is Missing Episode 4

Perawat ngasih sebuah ponsel ke Jong Ki. Ia menemukan itu dari kamar Ri Ae tahun lalu. Jong Ki memeriksanya dan terjejut. Oh! Rupanya ia terkejut karena nggak ada apa-apa disana. Nggak ada panggilan ataupun sms. Duh, kirain apaan. Perawat mengiyakan. Itulah sebabnya ia membaeanya sekarang. Nggak ada yang bisa di dapat. Jong Ki akan memeriksanya lagi, lalu pamit sama perawat. Merekapun berpisah.


Di kantor Hoon Nam lagi mencari informasi tapi nggak ada satupun yang ia dapat. Ia jadi kelelahan. Ia merasa ia perlu ginseng buat memompa semangatnya. Ia pun meminum pil ginseng dan merasa lebih baik setelahnya. 


Nggak lama kemudian Jong ki datang. Ia menanyakan apakah Hoon Nam lagi memeriksa daftar pembeli? Hoon Nam menyatakan nggak ada satupun barang yang dibeli atas nama Yoo Eui Soo. 


Jong Ki memberikan ponsel yang ditemukan oleh perawat kepada Hoon Nam. Jong Ki meminta Hoon Nam buat memulihkan data di ponsel itu. Hoon Nam menyanggupinya dan langsung melaksanakannya. Ia menyambungkan ponsel itu ke laptopnya.


Dengan software pemulihan yang ia miliki, ia bisa mengambi daftar panggilan dan juga foto. Nggak pakai lama Hoon Nam udah berhasil mencari apa yang Jong Ki mau. Jong Ki yakin pasti ada foto selfie. Ia mengajak Hoon Nam buat lihat itu dulu. 


Hoon Nam mendapatkan apa yang Jong Ki minta, sebuah foto tapi apa itu kakaknya Ri Ae? Hoon Nam mengaku nggak bisa tahu dengan gambar itu. Jong Ki minta lihat daftar panggilannya aja kalo gitu. 


Hoon Nam langsung sigap mencari. Sambil menunggu, Jong Ki jadi keinget sama gua kucing. Ada 100 yang dikasih nomor dan dijual ke langganan online. Pola itu dari peluncuran pertama. Mereka bakal mengetahuinya kalo mereka membandingkan nomor langganan 1 sampai 100. 


Seperti dugaan Hoon Nam. Ia juga berpikir seperti Jong Ki. Itu sebabnya ia melihat semua nomor yang ada. Tapi ia nggak nemuin nama Yoo Eui Soo. Jong Ji berpendapat kalo Eui Soo bisa aja menggunakan identitas lain. 


Hoon Nam memuji Jong Ki yang sangat mengagumkan. Jadi Hoon Nam nggak perlu nyari daftar panggilan, kan? Jong Ki menyangkalnya, Hoon Nam masih harus mencarinya. Hoon Nam menyanggupinya.


Jong Ki duduk di kursinya. Ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan ke Ri Ae. Ia ingin Ri Ae ngubungin dia pas udah bangun. Habis itu ia kembali memasukkan ponselnya kedalam saku dan sibuk dengan dokumennya.


Ri Ae yang di rumah sakit baru bangun dan langsung meraih ponselnya yang ia taruh disamping bantalnya. Ia membaca pesan yang dikirim oleh Jong Ki yang minta dia buat ngehubungin pas bangun tidur. Ia membalas pesan itu. Ya. 


Jong Ki yang baru datang langsung menghampiri meja kerjanya dan meletakkan tasnya. Ia sedang memeriksa laptopnya saat mendapatkan balasan pesan dari Ri Ae. Ya. Jong Ki malah nggak ngeh dengan pesan itu. Ya tentang apa?  Ia lalu bertanya-tanya itukah respon Ri Ae untuk menghubungi. 


Jong ki memutuskan buat nelpon Ri Ae. Ri Ae senang. Ia menghubungi Jong Ki. Jing Ki memujinya. Kerja bagus. Ri Ae senang akan hal itu. Jong Ki mengatakan gua kucing Ri Ae punya nomor, Jong Ki minta Ri Ae memberitahunya nomor apa itu. 


Ri Ae ngerti, pasti maksudnya stiker itu. Jong Ki membenarkan. Ri Ae udah melepasnya dan membuangnya. Jong Ki menanyakan tempat Ri Ae membuangnya. Ri Ae bilang di keranjang sampah. Itu udah beberapa hari. Jong Ki yang mendengarnya jadi kecewa. 


Ri Ae tiba-tiba nyuruh Jong Ki buat nunggu. Ia mau memeriksanya apa masih ada. Ri Ae melongok ke tong sampah tapi rupanya udah dibersihkan. Ia turun dari ranjang dan menemukan kotak asing dimana kotak itu nggak ada kemarin. Mungkin kakaknya meninggalkannya untuknya. Jong Ki meminta Ri Ae membawa kotak itu ke kantornya. Ri Ae mengiyakan.


Hoon Nam baru datang. Ia membawa secangkir teh. Ia memuji Jing Ki yang datang lebih cepat hari ini. Hoon Nam duduk di kursinya dan meminum tehnya. Habis minum teh ia mengeluhkan udara di ruangannya yang terasa pengap.ia lalu mengambil sebuah produk di mejanya yang fungsinya untuk menjaga hidungnya tetap bersih. 


Jong Ki menanyakan apa Hoon Nam udah memeriksa daftar panggilan? Hoon Nam mengaku udah bicara dengan semua orang yang ada di daftar tapi nggak ada yang tahu nama Yoo Eui Soo. Tapi Hoon Nam berhasil menemukan satu petunjuk penting. Ia mengambil ponsel yang kemarin dari dalam saku bajunya. Itu adalah ponsel kloningan. 


Jong Ki memandang foto Yoo Eui Soo yang tertempel bersama dengan orang hilang yang lain dan bertanya-tanya apa identitasnya. 


Ri Ae duduk di atas tempat tidurnya. Dihadapannya ada kotak yang ia temukan di bawah tempat tidurnya tadi pagi. Ia yang penasaran akhirnya membukanya. Tapi sayang banget kita nggak dilihatin isinya apaan. 


Hoon Nam lagi ngepel lantai sambil nyanyi. Alat yang ia pakai buat ngepel bisa dipakai sebagai alat pel basah dan juga vacum cleaner. Itu sempurna untuk membersihkan sejaligus. Ia senang jadi seorang pria. 


Hoon Nam melihat ada seseorang yang datang dan ia pun mengucapkan selamat datang. Jong Ki yang melihat orang itu jadi terpesona. Rupanya orang itu adalah Ri Ae. Hoon Nam memujinya yang tampak berbeda hari ini. Terlihat beda gimana maksudnya? Dengan malu-malu Hoon Nam mengatakan kalo Ri Ae sangat cantik. Ri Ae senang dapat pujian itu dan tersenyum. 


Jong Ki menghampirinya dan mempersilakannya duduk. Jong Ki penasaran dengan tas yang dibawa oleh Ri Ae. Ri ae mengatakan kali dia keluar dari rumah sakit. Dokter bilang padanya kali dia boleh pulang. 


Jong Ki menanyakan kemana Ri Ae akan pergi. Apa dia udah nemuin tempat tinggal? Ri Ae bilang ia nggak punya tempat. Apayang harus ia lakukan. Ri Ae berpikir mungkin ia harus kembali ke rumah sakit. 


Jong Ki memberi pengertian pada Ri Ae, ia pergi ke rumah sakit saat ia sedang sakit, bukan pas dia nggak punya tempat untuk pergi. Kenapa Ri Ae tampak putus asa. Ri Ae udah manyun aja dikatain kayak tadi. 


Jong Ki mencoba mengalihkan. Kalo Ri Ae bisa menemukan kakaknya, ia bisa pergi ke rumahnya. Apa Ri Ae membawa apa yang ia temukan kemarin? Ri Ae membenarkan. Jong Ki mengajak Ri Ae buat melihatnya. Ri Ae diam saja. Jong Ki memintanya untuk mengeluarkannya dan ia ingin melihatnya. Ri Ae mengatakan Jong Ki udah melihatnya. Pakaian dan sepatu yang Ri Ae pakai itu adalah yang ada dalam kotak. 


Ri Ae mengambil alamat dari dalam sakunya dan memberikannya pada Jong Ki. 1201, 49 jalan Geumyounghwa, kota Paju, Privinsi Gyeonggi. Kedengarannya seperti alamat untuk rumah. Jong Ki menanyakan apakah Ri Ae tahu tempat itu? 


Ri Ae mengaku nggak tahu. Menurutnya kakaknya ingin memberitahu rumahnya pada Ri Ae. Menurut Jing Ki sih mungkin aja. Ri Ae bangkit dan mendekati dinding yang ditempeli foto dan note orang hilang. Ia menunjuk foto yang di dapatkan Hoon Nam kemarin dan menanyakannya. 


Jong Ki menghampirinya dan menanyakan apa foto itu mengingatkannya tentang seseorang? Ri Ae nyuruh Jong Ki menunggu sebentar, ia mau nginget-nginget. Hoon Nam yang nggak ngerti soal ritual Ri Ae yang satu itu malah ngira kalo telinganya sakit. Jong Ki memberinya penjelasan kalo itu adalah caranya Ri Ae buat mengingat sesuatu hal. Hiin Nam penasaran apa itu efektif? Setahu Jong Ki sih enggak. Nggak seberapa lama kemudian, Ri Ae udah selesai dengan ritualnya dan ngasih tahu Jong Ki kalo dia nggak bisa mikirin itu. Lihat, kan?? Kata Jong Ki pada Hoon Nam. Kalo gitu Jong Ki ngajak Ri Aepergi ke alamat itu. Ri Ae setuju. 


Jong Ki dan Ri Ae jalan bersama nyari alamat. Jong Ki akhirnya menemukannya. Ri Ae melihat rumah itu sepertinya nggak ada orang dirumah itu. Jong Ki mendorong pintu pagar yang ternyata nggak terkunci. Ia ngajak Ri Ae masuk. 


Mereka sampai didepan pintu. Jong Ki melihat alamat itu lagi lalu memasukkan kode pintu dan ternyata benar sehingga pintupun bisa dibuka. Jong Ki masuk duluan. Ri Ae tampak menguatkan hatinya sebelum ngikutin Jong Ki kedalam rumah. 


Mereka sampai di sebuah kamar. Kamarnya tampak rapi. Mata tajam Jong Ki menatap semuanya yang tampak baru seperti rumah contoh. Pandangannya beralih ke meja rias. Kosmetiknya belum terbuka. Ruangannya tampak sengaja disiapkan untuk wanita usia 20-an.


Mereka beralih kekamar mandi. Dari kamar mandi itu Jong Ki menarik kesimpulan kalo rumah itu diatur sempurna untuk ditinggali seorang wanita. Ri Ae mengikuti Jong Ki masuk ke kamar mandi. Ia melihat rak sabun. Ia mengambil sesuatu dan menanyakan namanya pada Jong Ki. Jong Ki menjelaskan kalo itu adalah bola deterjen yang harus Ri Ae masukkan ke dalam mesin cuci. Ri Ae mengerti dan membayangkannya.


Ri Ae lalu mengambil alat penyemprot dan ngasih tahu Jong Ki kalo dia tahu alat itu buat membersihkan. Jong Ki mengiyakan. Ri Ae membayangkan ia menyemprot lantai kamar mandi pakai cairan itu lalu membersihkannya.


Ri Ae lalu mengambil sesuatu lagi dan menanyakannya lagi pada Jong Ki. Dengan sabar Jong Ki memberitahunya kalo itu adalah kapsul all in one yang berisi minyak pelembab yang Ri Ae masukkan ke dalampancuran.  Ri Ae lalu membayangkan ia mengisi bath up dengan air dan kapsul itu. Ri Ae kagum pada Jong Ki yang tahu segalanya. Diam-diam Jong Ki tersenyum.


Ri Ae mengambil satu botol pembersih wanita dan bertanya pada Jobg Ki apa itu. Jong Ki mau menjelaskan tapi agak ragu. Ri Ae akan tahu kalo dia membaca label di bagian belakang. Ia nggak tahu apa itu.


Jong Ki melangkah meninggalkan Ri Ae dan Ia mengikutinya. Mereka sampai di dapur. Rumah itu sempurna buat Ri Ae untuk hidup sendiri. Ri Ae membuka lemari makanan dan menemukan banyak mie instan berbagai rasa. Ia lalu berlari membuka kulkas yang juga ada banyak makanan. 


Ri Ae melihat sekitar. Ia merasa semua hal di sana terlihat baru. Bahkan ada makanan juga. Jong Ki merasa kakaknya menyiapkan rumah itu untuknya. Ri Ae senang. Itu artinya kakaknya akan berada di sana bersamanya. Syukurlah.


Jong Ki merasa mungkin nggak dalam waktu dekat. Yang terpenting adalah Ri Ae punya tempat tinggal. Dan fakta bahwa ia punya rumah adalah bahwa mungkin kakaknya memperhatikannya dari suatu tempat yang dekat. Ri Ae merasa dia juga ingin melihat kakaknya. Ia tanya sama Jong Ki kenapa kakaknya nggak menunjukkan dirinya. Jong Ki merasa kakaknya pasti punya alasan sendiri. 


Ri Ae jadi sedih. Gimana kalo dia nggak ngenalin kakaknya pas dia ada disini. Ri Ae nggak ingat wajah kakaknya. Jong Ki menghiburnya, mungkin ada foto di dalam rumah. Ia ngajak Ri Ae buat nyari. 


Ri Ae setuju dan mereka mulai mencari. Mereka nyari di setiap laci yang ada di kamar. Ri Ae menemukan album foto yang di sampulnya tertulis rumah bahagia Eui Soo. Ri Ae tanpa ragu mengambilnya. 


Jong Ki melihat Ri Ae dan menghampirinya. Ia duduk disampingnya. Ri Ae melihat foto ayah dan ibunya. Jong Ki menyangka anak dalam foto itu pasti Ri Ae. Ri Ae malah merasa itu adalah kakaknya. Lalu kakaknya Ri Ae yang membuat buku foto itu? Kenapa Ri Ae nggak ada di foto itu?


Ri Ae mengira orang tuanya mengambil foto itu tanpa dirinya. Ri Ae membalik halamannya dan merasa orang yang ada di foto itu adalah dirinya. Ia menunjukkannya pada Jong Ki bahwa itu adalah dirinya. Lucu, puji Jong Ki. Tapi, kenapa pinggiran fotonya terbakar? 


Ri Ae mengingat sesuatu. Ia ada di tengah-tengah kepulan asap. Ia menutup hidungnya dengan tangan. Ri Ae bangkit. Ia nendengar suara ayah dan ibunya memanggilnya di tengah api. Jong Ki yang melihat reaksi aneh Ri Ae menanyakan apa dia mengingat sesuatu. Ri Ae secara spintan menjatuhkan album fotonya. Ia merasa pusing. Ingatannya semasa ia kecil kembali muncul. Orang tuanya memanggil-manggil namanya. Ri Ae kecil berteriak. Kepalanya terasa pusing. Jong Ki khawatir, Ri Ae kenapa? Ri Ae udah nggak kuat dan akhirnya pingsan di pangkuan Jong Ki. Jong Ki yang nggak tahu apa yang terjadi hanya bisa memanggil nama Ri Ae. 

Bersambung...

Komentar:
Awalnya udah seneng perawat nemuin ponsel yang kemungkinan punya kakaknya Ri Ae. Tapi jadi kecewa lagi pas Jong Ki tahu kalo udah nggak ada apa-apa di foto itu. Untungnya Hoon Nam yang cerdas bisa nemuin sebuah foto. Tapi apa iya itu fotonya Eui Soo, oppanya Ri Ae? Nggak yakin, deh. 

Enak banget ya jadi Ri Ae, dapat semua yang dia butuhkan termasuk rumah. Tapi kenapa kakaknya nggak mau nampakin diri? Jangan-jangan kakaknya buronan? Ah, abaikan. Sepertinya peristiwa kebakaran berhubungan dengan koma-nya Ri Ae.