Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 5 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 5 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 5 PART 3

Padlom menghampiri Alan yang masih merasa kesal karena semua orang menakut-nakutinya dengan balon. “Dosenku bilang, kau harus menghadapi rasa takutmu untuk mengatasinya,” kata Padlom.


“Alan, haruskah kau melakukan ini?” tanya Pok sambil ketakutan. Beberapa orang memegang tangan dan kakinya, dan ada juga yang sedang merekam Pok dengan ponselnya.


Alan mengeluarkan beberapa ekor kecoa mainan dan menaruhnya di badan Pok. Pok menjerit ketakutan, sedangkan teman yang lain menertawakannya. “Yang sekarang ini asli,” kata Alan.


Padlom dan Spoil tertawa kegelian, tapi Ghost masih tanpa ekspresi.


Alan lalu mengeluarkan kecoa asli dan memperlihatkannya kepada Pok. Pok terus meronta dan mengalihkan pandangannya.


Tiba-tiba, kecoa itu terbang. Otomatis, semua orang langsung berlarian. Play sampai naik ke atas meja, dan Neo terjatuh.


Anehnya, Ghost tidak ketakutan sama sekali. Bahkan ketika kecoa itu menempel di pipinya. Ia masih tetap diam.


Neo dan Alan menonton video Pok sambil tertawa. Id lalu menawarkan snack untuk mereka.Neo yang sedang memegang ponsel, meminta Alan untuk membuka snack-nya. Tapi dia terus membolak-balikkan kemasan snack itu.


Alan menjelaskan alasannya tidak bisa membuka kemasan snack secara ilmiah. Tapi Id kemudian mengambil snack itu dan membukanya dengan mudah. Ini hal mudah kedua yang Alan tidak bisa lakukan. Sebelumnya ia tidak bisa membuka karet gelang yang menjadi pembungkus permen kapas.


Klub musik 90-an mendengarkan musik sambil menari. Lalu Padlom memutar tombol volumenya.


Saat memutar tombol, Padlom tidak juga melepaskan tombol itu. Ia malah terlihat melakukan gerakan berulang-ulang. Karena merasa lucu, Gent, Play, dan Pok menirukannya.


Tiba-tiba Pok merasa aneh, karena tidak ada perubahan gerakan dan ekspresi pada Padlom. Dia lalu menendang Padlom dan Gent menangkapnya.


Spoil mendekat, “Apa yang kau lakukan? Tari ballrom?” Pok menjawab, “Tarian apanya? Dia kesetrum.”


Di toilet pria,
Play: “Kau dapat poin hari ini.”
Pok: “Poin apanya? Aku malah menendangnya.”
Play: “Itu menyelamatkan hidupnya.”


Alan mengajak Padlom dan Spoil belajar bersama. Alan menjelaskan banyak hal, tapi Spoil malah tertidur. Spoil lalu bilang ibunya sudah menelepon, dan otaknya pun sudah seperti terbakar, jadi ia akan pulang ke rumah dan belajar sendiri saja.


Padlom memuji Alan yang bisa mengajarkannya hanya dengan membaca teks saja. Ia lalu memberikan sebutir telur rebus pada Alan. Dan dia juga tidak bisa membukanya (haha..) Padlom lalu mengajarkannya mengupas kulit telur rebusnya.


Esoknya hari libur. Alan dan Padlom kembali belajar bersama. “Kampus memilihku sebagai Duta Baca, terima kasih sudah membantuku Padlom,” kata Alan.


Padlom: “Hey, ada kapal bebek.”
Plan: “Aku pikir itu angsa. Kau mau naik?”


Id sedang mengerjakan proyek fotonya di sebuah restoran Jepang. Pemilik restoran memuji hasil fotonya, dan meminta  Id mengajak teman-temannya untuk datang dan menghabiskan makanan yang sudah digunakan untuk objek foto.


Saat menaiki kapal, Padlom merasa lelah dan kepanasan. Lalu Alan mengipas-ngipaskan tangannya ke arah Padlom. “Tidak, tidak perlu. Aku baik-baik saja.”


Ponsel Padlom berdering, “Hai Id, apa apa?”