Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 5 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 5 PART 4

Id menelepon Padlom untuk mengajak makan bersama. Id mengatakan bahwa karena makanannya gratis, Padlom cepat sekali datangnya.


Id: “Aku memanggilmu, karena pernah melihatmu makan di sini. Jika aku bisa menghabiskannya sendiri, aku tidak akan mengajakmu. Big Tits, makanmu banyak juga.”
Padlom: “Hey Id, hentikan memanggilku Big Tits. Kau sudah memanggilku begtiu sejak aku masih delapan tahun. Aku sudah berhenti memanggilmu Small Dick.”


Narasi Padlom: “Dari dulu aku tidak suka melihat Id tertawa.”


Id: “Hanya kau yang bisa membuatku tertawa seperti ini?”
Padlom: “Memangnya kau tidak punya teman perempuan lain?”
Id: “Tidak?”
Padlom: “Pacar?”
Id: “Tidak.”
Padlom: “Tidak heran. Tidak akan ada yang mau orang bermulut besar sepertimu.”


Padlom: “Pernahkah kau naksir seseorang.”
Id:” Ya pernah, tapi tidak perlu jadi pasangan juga. Sekarang seperti aku naksir seorang teman.”


Keluar dari restoran, mereka melihat Grace.
Id: “Aku tidak pernah melihatnya datang lagi ke klub.”
Padlom: “Tentu tidak. Dia takut pada pria. Anggota klubmu semua pria dan mereka menakutkan.”


Grace lalu menyapa mereka dan Id mendekatinya.
Id: “Kenapa kau tidak pernah datang ke klub? Apa kau takut padaku? Aku tidak menggigit. Apa kau pura-pura takut?”
Grace tidak bergerak. Lalu di berkata, “Aku harus pergi.”


Padlom menegur Id karena melakukan itu pada Grace. Id lalu meletakkan tangannya di pipi, hdung bahkan kepala Padlom. “Aku menyentuhmu berkali-kali, tapi kau baik-baik saja.”


Esoknya, Padlom kembali datang ke tempat Hotline. Seorang karyawan datang dan menyuruhnya mengetik respon dari Psikologi atas masalah yang disampaikan oleh si pengirim. Karyawan juga berpesan, “Jangan tambahkan kata-katamu sendiri.”


Saat sedang mengetik, ada pesan masuk dari seseorang dengan foto profil beruang. “Hallo, tim 3390. Sekarang aku diam-diam mencintai seorang gadis. Di satu sisi, aku ingin dia mengetahuinya. DI sisi lain, aku tidak ingin memberitahunya dulu. Apa yang harus kulakukan?”


Setelah melihat keadaan aman, Padlom membalas pesannya.
Padlom: “Kau ada dimana?”
Bear: “Di gym. Apa hubungannya aku ada dimana dengan solusinya?”


Di ruang klub, Spoil bertanya pada Pok apakah Padlom semakin chubby. Pok menjawab tidak. Lalu ia mendekat, “Tapi wajahmu semakin bulat, mungkin berat badanmu naik.” Spoil lalu menyuruh Pok agar mengajak Padlom ke gym. Pok setuju.


Padlom dan Spoil ke gym bersama. Padlom sudah merasa lelah padahal baru pemanasan selama 5 mnenit. 


Padlom: “Pok, saat kau berolahraga, apa kau menggunakan ponselmu? Untuk mendengarkan musik misalnya?”
Pok: “Tidak. Di ruangan ini sudah ada musik.”
Padlom: “Lalu kenapa kau membawa ponselmu?”
Pok: “Untuk jaga-jaga saja, Padlom. Mungkin saja seseorang menelepon untuk mengatakan sesuatu yang penting.”


Spoil memberi pesan, jika Pok membawa ponselnya, maka Padlom harus menghubungi Bear melalui facebooknya. “Jika ponselnya menyala, berarti Pok orangnya.”


“Aku juga tidak memakai internet. Aku tidak suka menerima pesan di Twitetr atau Instagram. Itu mengganggu olahragaku,” kata Pok.


Padlom dan Pok lalu berlatih sit-up bersama. Belum lama, Padlom sudah minta berhenti.
Padlom: “Aku tidak sepertimu. Besar seperti beruang?”
Pok: “Beruang?”