Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 5 PART 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 6 PART 2

Pok mengajak Padlom main basket untuk mengurangi berat badan Padlom. Pok menyuruh Padlom merebut bola dari tangan Padlom. Belum lama ia mencoba, “Aku tak bisa melakukannya lagi. Aku lelah.”


Pok mengganti permainannya menjadi lebih mudah. Ia meminta Padlom menangkap bola yang ia lempar. Ternyata tidak berhasil juga, malah jari manis Padlom terkilir.


Pok lalu mencoba mengurutnya. “Aku bermaksud membantumu mengurangi berat badan, tapi akhirnya aku malah menyakitimu,” kata Pok sambil meminta maaf.


Padlom bilang ia tidak apa-apa. Pok berkata lagi, “Selama tanganmu masih sakit, maka tanganku akan menjadi tanganmu.”


DI ruang klub, Gent memperhatikan Padlom yang terus memegangi tangannya.


Saat tahu kalau tangan Padlom terkilir, ia minta izin untuk melewati perbatasan klub dan mengobati Padlom. Ia menyemprotkan sesuatu lalu mengurut dan meniup tangannya Padlom agar cairan dari semprotan tadi cepat mengering.


Lalu Pok datang sambil membawa tas dan buku Padlom. Padlom mengucapkan terima kasih dan Pok kembali keluar. Gent menyuruh Padlom agar meniup tangannya sampai kering dan pasti akan segera sembuh.


Saat pulang kuliah, Pok menepati janjinya untuk menjadi tangan Padlom. Ia kembali membawakan barang-barang Padlom. Padlom mengucapkan terima kasih, tapi Pok bilang kalau terima kasih saja tidak cukup.


Ternyata Pok mengajak Padlom makan malam bersama. Saat makan, Pok mengambilkan aneka makanan untuk Padlom. Pok bahkan rela bertukar tempat duduk agar asap dari makanan tidak mengarah ke Padlom.


Tapi setelah bertukar tempat duduk pun, asap tetap mengarah ke Padlom Pok lalu mencoba mengatasinya dengan meniup asap agar menjauh dari Padlom.


Padlom tersedak dan Pok kembali membantunya. Padlom protes karena wajahnya hampir mengenai panci di depannya. “Tapi kau baik-baik saja kan? Berarti aku sudah dua kali menyelamatkan nyawamu,” kata Pok.


Malam harinya, Padlom melakukan video call bersama Spoil. “Andai saja itu aku, sepertinya menyenangkan,” kata Spoil. Tapi Padlom menyangkal bahwa itu tidak menyenangkan sama sekali.


Spoil: “Jika kau berhasil menemukan siapa Lovesick Bear, apakah kau akan membalas perasaannya?’
Padlom: “Kau gila? Aku kan belum tahu siapa orangnya. Dari tujuh orang itu, sepertinya aku tidak menyukai siapa pun.”
Padlom: “Maksudku kau hanya perlu membalas perasaan orang yang menyukaimu, sehingga kau tidak akan terluka.”


Setelah itu Lovesick Bear terus menerus mengirim pesan. ‘Jangan lupa mengeringkan rambutmu. Sebelum tidur, minumlah susu hangat, jangan lupa tersenyum sebelum tidur.’


Padlom lalu menyimpan ponselnya, lalu mendengarkan musik melalui walkmannya.


Setelah belajar bersama, Alan memakan telur rebus hasil kupasan Padlom sambil tersenyum.


Saat berlatih gitar dan mencatat notnya, Play menatap pulpen yang dibelinya bersama Padlom saat di kuil.


Pok bermain bola ping pong sendirian dengan memukulkannya ke arah dinding, sebelumnya ia pernah bermain tenis meja bersama Padlom.


Liftoil mencicipi benang sari bunga soka seperti yang ia pernah lakukan bersama Padlom.


Id mengeringkan rambutnya dengan kipas angin.


Gent memakan permen.


Sedangkan Neo memakan es krim.


Esok harinya di ruang klub, Padlom membuka lokernya lalu berkata, “Apa ini?”