Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 7 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 7 PART 4

Padlom makan bersama Gun di restoran Jepang kesukaannya.


Padlom bertanya ada apa sampai Gun memintanya bertemu di sana. Gun agak kebingungan, tapi dia kemudian bertanya tentang keadaan tangan Padlom. 


Gun ternyata datang untuk memberikan undangan pernikahannya. Gun juga menitipkan undangan untuk Id. Gun memastikan bahwa Padlom sudah tidak marah padanya lagi. Dan Padlom berkata sudah memaafkan segalanya, lalu Gun mengucapkan terima kasih.


Sambil makan, Padlom melihat undangan pernikahan Gun dan sangat terkejut setelah membacanya.


Yang berjalan menuju altar bersama Gun adalah Padlom. Mereka tampak sangat bahagia.

Tiba-tiba seseorang yang berwajah sama dengan Padlom datang dan mengacaukan acara. Dia bilang tidak boleh ada yang menikah tanpa restunya. Ia berjalan mendekati pengantin dan mendorong pengantin wanita.


Ia juga mendorong Gun dan berkata, “Kau berpura-pura memperlakukanku dengan baik, lalu membuangku seperti!. Wanita itu lalu menggigit telinga Gun.


Pengantin wanita marah dan berkata bahwa pernikahan tetap akan dilanjutkan karena Gun mencintainya, bukan mencintai wanita itu. Pengantin wanita lalu menodongkan pistolnya.


Padlom asli terbangun dari mimpinya.


Ia melihat plester dari Gun yang tadinya ditempelkan di dinding, mengambilnya, lalu membuangnya ke tempat sampah.


Esoknya, Padlom kembali praktek di Hotline 3390. Ia membaca kiriman seseorang yang bertanya apakah pergi ke pantai dapat mengurangi masalahnya. Padlom mengetikkan balasannya bahwa perubahan atmosfir dapat mempengaruhi perasaannya juga.


Ia lalu melamun dan Spoil yang menyadarkannya. Padlom berkata bahwa ia ingin camping sendirian di hutan untuk sementara waktu.


Malam harinya di rumah, ibu memberitahu kalau Bibi Aom, Ibu Liftoil, di rumah sakit untuk penyakit yang cukup serius. Ibu meminta Padlom untuk memeperhatikan Liftoil.


Liftoil menerima video call dari Padlom sambil tersenyum. Padlom menanyakan keadaannya.


Liftoil: “Kau bertanya seperti kita sudah lama tidak bertemu. Kita akan bertemu Hari Senin nanti. Tapi..”
Padlom: “Tapi apa?” 
Liftoil: “Apa kau ada waktu besok malam?”
Padlom: “Ya, kenapa?”
Liftoil: “Ada yang ingin aku katakan padamu. Di ruang klub.”
Padlom: “Tapi besok Hari Sabtu... Baiklah, aku akan datang.”


Padlom masuk ke ruang klub dan Liftoil sudah menunggunya disana. Liftoil menunjukkan selotip pembatas ruangan yang sudah rusak. Padlom bilang ia bisa menempelkan yang baru. Liftoil berkata ia akan membantu Padlom.


Liftoil: “Padlom, apa kau akan ke hutan sendirian?”
Padlom: “Spoil yang bilang padamu?”
Liftoil: “Semua teman kita mengkhwatirkanmu. Jangan pergi. Aku mohon.”


Padlom pikir Liftoil mau menceritakan masalahnya sendiri, tapi ternyata Liftoil malah mencemaskannya. Liftoil lalu memberikan sesuatu pada Padlom. “Jika kau mau ke hutan, pakailah ini dan ikuti aku,” kata Liftoil.


Barang yang diberikan Liftoil adalah rompi dan Padlom sudah memakainya. Liftoil lalu membawanya ke suatu tempat.


Spoil menyambutnya, “Padlom.. kemari.. Have A Nice Vacation...” Lalu Gent menghampiri mereka, “Apa kau suka hutan yang aku buat, Padlom?”


Semua ternyata sudah ada disana, dan menyapa Padlom. Hanya Id yang tampak cuek.


“Tinggal di hutan tidak membuatmu merasa lebih baik dibanding saat kau bersama teman-temanmu,” bisik Liftoil kepada Padlom.