Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 7 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 7 PART 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 8 PART 1

Id mengomeli Padlom karena keinginnya ke hutan, semua orang jadi susah. Padlom berkata ia tidak pernah memaksa mereka semua untuk melakukan itu.


Spoil bertanya pada Gent, bagaimana bila Padlom ingin ke kutub utara dan dimana Gent akan mendapatkan rusa kutub dan sinterklasnya. Gent berkata mereka harusnya berterima kasih pada Alan karena tanpa bantuan dari mahasiswa teladan, pihak kampus tidak akan menyetujuinya.


Id berkata bahwa dia datang hanya demi mengambil foto untuk proyek klubnya. Padlom mencibirnya.


Mereka menikmati makan malamnya sambil melihat foto yang sudah Neo ambil. Neo bercerita bahwa di tempat itu dia pernah berbaring di pangkuan Padlom. Lalu Spoil menggoda mereka.


Lalu Play menyemburkan minumannya saat mendengar Liftoil berkata kalau Padlom juga menjilat eskrimnya. Padlom tertawa garing.


Spoil lalu menggoda Alan dan berkata bahwa dia juga ingin makan es krimnya bersamanya. Sayangnya Alan bilang kalau dia tidak terlalu suka es krim.


Padlom menghampiri Id dan memberikan undangan yang diberikan Gun sebelumnya. “Kenapa? Apa dia menjadi biksu?” tanya Id. Padlom bilang tidak tahu. Id lalu membuka amplopnya.


Id: “Apa ini alasanmu ingin pergi ke hutan? Kau belum berakhir ya dengannya? Apa kau akan datang?”
Padlom: “Tidak.”
Id: “Kalau kau tidak datang, itu berarti kau masih punya perasaan padanya. Tapi kalau kau datang, kau menunjukkan padanya bahwa kau kuat.”


Id lalu menawarkan agar Padlom datang bersamanya.


Spoil menggoda Gent dengan memintanya menambahkan kayu bakar.


Pok menyanyi dan Liftoil menari-nari. Yang lain juga ikut meramaikan suasana.


Alan mendekati Padlom yang sedang berdiri sendirian. Ia menyampaikan pepatah lama Portugis, bahwa ada tiga hal yang tidak dapat dikontrol yaitu batuk, asap dan cinta. “Aku melihat kau hampir batuk karena asap. Batuklah saja, tidak perlu ditahan,” kata Alan. Padlom bilang ia tidak ingin batuk, dia hanya sedang bingung.


Play mulai bernyanyi dan memainkan gitarnya lagi. Padlom melihat Liftoil sedang duduk termenung, lalu Liftoil masuk ke dalam tenda dan menutupnya.


Padlom masuk ke tenda Liftoil. Liftoil bilang Padlom salah tenda, karena tenda perempuan ada di tempat lain. “Kecuali kau ingin tidur bersamaku lagi?” goda Liftoil. Liftoil terus bercanda, tapi Padlom menghentikannya.


Padlom: “Aku tahu kau sedang sedih. Kau tidak perlu melucu untuk membuatku tertawa. Aku tahu apa yang sedang kau alami. Bagaimana kabar ibumu?”
Liftoil: “Ibuku harus menjalani operasi lagi.”
Padlom: “Lalu kenapa kau bersamaku disini?”


Liftoil mulai menangis. Ia tidak mau ibunya melihatnya sebagai anak laki-laki yang lemah. Ia juga tidak mau Padlom menganggapnya begitu. Apalagi Padlom tidak suka orang yang cengeng.


Padlom bilang menangis tidak selalu berarti lemah. Ia lalu memeluk Liftoil yang menangis semakin keras.


Selesai bernyanyi, Play menanyakan keberadaan Padlom dan Liftoil. Tidak ada yang tahu mereka kemana. “Tapi aku tahu Alan kemana. Dia sudah tidur,” kata Neo. Play lalu melihat jam tangan Id dan tertawa karena masih jam setengah sepuluh malam.


Alan terlihat sedang tidur, dan ada seseorang yang membuka tendanya.


Id mengomeli Spoil karena membuatnya asap semakin banyak. Alan lalu keluar dari tendanya.


Alan: “Siapa yang melakukannya? Pok?”
Pok: “Tidak.”
Alan: “Id?”
Id: “Melakukan apa?”


Alan membuka kemejanya, lalu semua orang tertawa. “Neo?” tanya Alan. Neo menggelengkan kepalanya sambil tertawa. “Play?” Play diam sejenak lalu menjawab bukan dia pelakunya. “Kau bohong, kelihatan dari bibirmu,” kata Alan kesal.
Flashback..


Alan masuk ke tenda Alan. Ia memakai lipstick di bibirnya, lalu menggambar dan menempelkannya di tubuh Alan. Tak lupa, Play juga mengambil fotonya sambil tertawa tanpa suara.


Alan mengejar-ngejar Play. Play lalu berhenti dan menunjukkan foto Alan tadi. Play penasaran bagaimana jika foto itu tersebar di web kampus, bagaimana nasib si murid teladan.


Alan memohon pada Play agar menghapusnya, tapi Play tidak mau karena menganggap itu foto yang bagus. Alan berusaha merebut ponsel Play, tapi Play melemparkannya pada Pok, lalu Pok memberikannya pada Id yang duduk di sampingnya. “Id...” kata Alan memohon.


Liftoil menyalakan musik. Anggota klub musik 90-an dan No-Human berbaring melingar bersama. Pok berkata bahwa dengan begitu mereka bisa melihat bintang seperti jika berada di hutan. Neo bertanya kenapa ia tidak bisa menangkap gambar bulan di kameranya..


Alan bilang Neo harus mengatur dulu kameranya menjadi shutter B, dan akan lebih baik jika menggunakan tripod. Gent berkata bahwa melihat bintang dengan mata secara langsung adalah yang terbaik.


Play: “Aku bekerja di malam hari. Tapi aku tidak pernah melihat ke atas untuk menatap bintang.”
Id: “Matamu hanya kau gunakan untuk melihat pay****a wanita.”
Play: “Sialan..”


Liftoil mengucapkan terima kasih kepada Padlom karena sudah menenangkannya tentang masalah penyakit ibunya.


Padlom: “Terima kasih, Gent. Terima kasih semua.. Sudah lama aku tidak melakukan ini.
Alan: “Dapatkah kalian melihat Bintang Pleiades? Itu disebut juga Seven Sisters yang merupakan gugus bintang terdekat dengan bumi. Itulah kenapa kita dapat melihatnya dengan mata telanjang.”
Neo: “Tujuh bintang. Padlom, mana yang paling kau suka?”
Padlom: “Aku tidak tahu. Jika salah satunya menghilang, maka itu tidak seindah saat ini.”


Spoil menerima snack yang tadi diputar berkeliling diawali dari Padlom. Dia bilang snacknya sudah kosong. Tapi Liftoil malah iseng menumpahkan isinya ke wajah Spoil. Lalu mereka semua tertawa.



Secret Scene:


Play: “Pok! Kenapa kau meninggalkan anakmu sendiri.”
Pok: “Dia bukan anakku dan aku tidak meninggalkannya. Bibiku yang mengasuhnya pada malam hari..”
Play: “Ibumu atau istrimu? Katakan saja terus terang.”


Play lalu bercerita bahwa ayahnya dipenjara sejak Play berusia 18 tahun.Walau begitu, ia tetap bersyukur ayahnya dipenjara, jadi dia tahu bagaimana cara menghidupi dirinya sendiri.


Id: “Hey, ada apa? Kau seperti baru saja dicampakkan gadis.”
Neo: “Ini lebih parah. Akun facebook-ku diblok.”
Id: “Kenapa? Kau punya banyak akun kan?”
Neo: “Tapi, aku tidak menyangka ini akan terjadi dengan akun yang satu ini.”


Play heran kenapa Neo harus sesedih itu. Id lalu mengecek ponsel Liftoil dan bertanya kenapa nama akunnya aneh. Tapi liftoil bilang para gadis menyukai akun itu.