Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 8 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 8 PART 4

Id: “Hey, aku melihatnya. Gun meletakkan tangannya di bahumu. Rasanya enak kan? Bagus kau bisa mengatur senyummu. Senyum malu-malu.”
Padlom: “Senyum malu-malu apa? Kau tahu aku lebih baik dari diriku sendiri, begitu?”


Mereka lalu melihat Gun dan istrinya berjalan menuju altar pernikahan.


Semua undangan bersulang untuk pengantin.


MC: “Apa yang akan kalian lakukan setelah pernikahan.”
Kaimuk: “Setelah ini, kami mungkin akan menghitung uang yang kami terima dari hadiah pernikahan.”
MC: “Apa kau yakin tidak ada hal lain yang ingin kau lakukan?”
Kaimuk: “Kau harus bertanya pada pengantin prianya.”
Gun: “Aku akan membantunya menghitung uang.”


Semua orang tertawa mendengar jawaban mereka termasuk Padlom dan Id.


MC meminta pengantin pria untuk menceritakan kisah cintanya. “Bagiku, cinta itu seperti foto yang indah. Kau harus jujur pada Muk bahwa aku tidak bisa melupakan foto-foto dari masa lalu itu, tapi aku berjanji akan membuatnya hanya menjadi kenangan saja dan menjadikan Muk sebagai pengantin wanita paling beruntung di dunia,” ucap Gun.


Para tamu undangan lalu bersorak agar Gun mencium pengantin wanitanya. Lalu Gun mencum pipi Kaimuk. Para tamu kembali bersorak. Selanjutnya acara melempar buket bunga. MC meminta tamu wanita untuk maju ke depan.


Id bertanya kenapa Padlom tidak ikut maju ke depan. Padlom tidak menjawab. Ia hanya mengambil ponselnya dan memfoto acara lempar buket tersebut.


Di restoran, Arm mengatakan bahwa Spoil lebih manis daripada di foto. Spoil mengucapkan terima kasih dan mengakui kalau dia gugup. Arm bertanya apakah Spoil memang biasa diam seperti itu. “Tergantung. Ketika aku bersama-sama teman-teman, aku bisa bicara lebih banyak,” jawab Spoil.


Padlom sedang duduk sendirian dan Gun melihatnya. Ia lalu menghampiri Padlom dan bertanya apa yang sedang dia lakukan. Padlom menjawab dia sedang mencari udara segar. Gun merasa lucu karena Padlom mencari Padlom. (Padlom = udara)


Gun: “Dimana Id?”
Padlom: “Dia sedang mencari makan. Gun, pidatomu sangat bagus,”
Gun: “Terima kasih. Lalu bagaimana dengan kalian berdua?”
Padlom: “Biasa saja. Kami mengganggu satu sama lain.”
Gun: “Kalian memang tipe pasangan seperti itu.”
Padlom: “Pasangan apa?”
Gun: “Oh, aku sering melihatnya. Mereka sering berkelahi sampai hampir mati tapi akan berakhir dalam cinta.”


Padlom: “Aku dan Id bukan pasangan.”
Gun: “Ow.. Apa kau tidak tahu perasaan Id padamu?”
Flashback..


Id bertanya apa tujuan Gun mendekati temannya (Padlom). Id menduga jika Padlom menyukai Gun, jadi kalau Gun tidak suka padanya lebih baik Gun menjaga jarak dari Padlom.


Id: “Tapi jika perasaanmu sungguh-sungguh pada Padlom, aku akan pergi.”
Gun: “Pergi? Itu terdengar seperti kau menyukainya.”
Id: “Kau tidak perlu tahu bagaimana perasaanku padanya. Kau hanya jarus tahu agar kau harus menjaganya dengan baik. Jika kau menyakitinya, aku tidak akan pernah memaafkanmu.”


Gun mengingat bahwa sampai sekarang ia masih mengingat tatapan mata Id saat itu. “Aku yakin dia jatuh cinta padamu. Jadi aku harus mengambil keputusan,” kata Gun.
Flashback..


Setelah Padlom meninggalkannya, Gun berusaha menahan kesedihannya. Ternyata dulu Gun menyukai Padlom.


Gun: “Id tidak pernah mengatakannya padamu?”
Padlom: “Tidak.”
Gun: “Dia hebat. Dia merahasiakan perasaannya selama bertahun-tahun. Aku pengecut saat itu. Cintaku satu semester dan cintanya 10 tahun. Aku tidak sebanding. Perasaanku padamu dulu sungguh-sungguh, tapi tidak sebanding dengan perasaan Id. Tapi kau selalu menjadi kenangan indah dalam hatiku,”


Gun bertanya apakah Padlom marah padanya. Padlom mengiyakannya dan ia merasa lega karena sudah mengatakannya.


Id datang dan bertanya apa yang sedang Gun dan Padlom bicarakan. Gun bilang Id datang di saat yang tepat dan ia akan pergi. Gun mengucapkan terima kasih pada Id karena sudah datang ke pernikahannya.


Id berkata harusnya ia yang berterima kasih karena dia undang kesana. Id berkata dia sangat menyukai pangsit kejunya. Gun tertawa, lalu ia benar-benar pergi.


Id duduk di samping Padlom yang perasaannya sedang campur aduk. Rekaman diari Padlom: “Apa yang harus aku rasakan malam ini? Bahagia untuk pria yang pernah kucintai. Aku juga lega karena mengetahui hal-hal yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Atau terkejut karena mengetahui siapa yang selama ini mencintaiku. Lovesick Bear pasti Id, orang yang selama ini ada di daftar paling bawah.”


Id bertanya, “Ada apa denganmu?” Dan Padlom salah tingkah.