Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 9 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 9 PART 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 9 PART 3

Spoil masih murung atas kejadian yang menimpanya. Spoilmelihat Liftoil sedang bermain-main dengan kaset. “Hey, Liftoil bisakah kau menggunakan otakmu untuk sesuatu yang bermanfaat?” Liftoil lalu duduk di sebelah Spoil.


Spoil: “Bagaimana kau menghina seseorang dengan cara yang menyakitkan?” 
Liftoil: “Setiap kau menghinaku, itu selalu menyakitkan.”
Spoil: “Tapi dia tidak pendek. Jika au menyebutnya pendek, itu tidak akan menyakitkan.”
Liftoil: “Siapa yang coba kau hina?”


Spoil menceritakan tentang psikopat yang terus mengikutinya dan memaksa untuk memperlihatkan Mr. P jadi dia sangat ketakutan. Spoil tidak bisa melaporkannya pada Polisi karena ia tidak punya bukti.


Spoil lalu berkata bahwa Mr.P orang itu kecil. Spoil heran kenapa orang itu malah mau memamerkannya kepada semua orang.


Liftoil bertanya apakah Spoil serius. “Ya. Dia bahkan pernah menarik tanganku agar memegangnya,” kata Spoil. Spoil menduga orang itu menunggunya dibawah. Sebelumnya ia menggunakan pintu darurat untuk menghindarinya.

Liftoil keluar dari kampu dan melihat psikopat yang diceritakan Spoil.


“Hey, P kecilmu tidak akan bisa mengalahkan punyaku yang besar!” kata Liftoil sambil membuka resletingnya. “Kau terkejut hah?” kata Liftoil lalu berjalan mendekat dan menghajar Arm berkali-kali sampai ia terjatuh.


Id mengantar Padlom sampai depan rumahnya dan berharap Padlom akan segera bertemu dengan Lovesick Bear-nya. “Aku lebih seperti anjing daripada beruang,” kata Id. Mereka lalu tertawa bersama.


Tepat sebelum membuka pagar rumah, ponsel Padlom berdering dan ia mengangkatnya. “Padlom, kau harus pergi bersamaku ke Kantor Polisi.”


Spoil mengejar Liftoil dan mengatakan bahwa harusnya Liftoil tidak melakukan itu karena sangat berbahaya.


Liftoil: “Aku menolongmu.”
Spoil: “Bagaimana jika dia punya senjata? Apa kau akan menyerangnya dengan yoyo-mu?”
Liftoil: “Aku mungkin sudah mati.”
Spoil: “Kau seperti anak-anak.”
Liftoil: “Kau harusnya menghargai fakta bahwa aku berusaha menolongmu.”


Spoil berkata bahwa dia mengkhawatirkan hidup Liftoil. Dan Liftoil juga khawatir kalau Spoil akan diperkosa atau bahkan dibunuh.


Liftoil bertanya, “Kau pikir aku akan diam saja saat tahu ada piskopat yang mengikutimu dan menunjukkan Mr. P-nya?” Spoil berkata bahwa harusnya Liftoil tidak mengurusinya.


Spoil: “Kenapa kau mengurusi kasus pelecehanku?”
Liftoil: “Ini urusanku, karena aku menyukaimu.”


Padlom lalu datang sambil berlari dan bertanya apa yang terjadi. Tapi mereka tidak ada yang menjawab.


Spoil: “Jangan bercanda Liftoil.”
Liftoil: “Ini tidak lucu. Aku menyukaimu. Selama ini aku menyukaimu.”


Padlom dan Spoil terkejut mendengar pengakuan Liftoil. Liftoil lalu mengeluarkan sebuah surat yang tempo hari ia tulis. Ternyata itu untuk Spoil.


Spoil membuka dan membacanya. Padlom juga penasaran.
Flashback..


Liftoil menggambar hati dan menulis nama Spoil di bawahnya.


“Buka jendela, lihatlah bulan di langit dan semua bintang di sekitar kau dan aku. Sudah lama sejak aku terakhir melihatmu. Oh sayang, tahukah kau betapa aku merindukanmu.”


Liftoil juga menyimpan foto Spoil di ponselnya.


Walaupun Spoil sangat cerewet dan sering bertengkar dengannya, ternyata Liftoil selalu tersenyum memperhatikan kelakuan Spoil.


Karena terlalu terkejut, Spoil malah menyuruh Liftoil pulang. Liftoil tidak mau karena khawatir Arm akan kembali lagi. “Dia sudah ditangkap. Pulanglah,” suruh Spoil. Liftoil lalu pergi dan meminta Padlom agar menjaga dirinya juga.


Spoil: “Apa yang harus aku lakukan Padlom?”
Padlom: “Liftoil cukup manis.”
Spoil: “Manis? Dia menjengkelkan.”
Padlom: “Apa kau tersipu?”
Spoil: “Tidak.”


Sesampainya di rumah, Padlom meng-unblock Lovesick Bear.


Esoknya, Padlom kembali ke kampus dengan tukang ojek nomor 11. Padlom terlihat lebih ceria.


Di ruang klub, ia juga melepaskan gembok lokernya.


Di waktu yang berbeda, saat membuka lokernya lagi, Padlom menemukan sebuah kartu bergambar. Dan kali ini ia mengambilnya dengan tersenyum.


Di saat yang lain lagi, ia mendapati sebuah roti berbentuk kepala beruang di lokernya.


Setiap kali Padlom membuka lokernya dan mendapatkan hadiah, Padlom menerimanya dengan senyuman.


Padlom menerima pesan dari Lovesick Bear bahwa dia tidak mau sakit cinta lagi. “Aku ingin cinta saja.” Dan banyak pesan lagi. Padlom coba membayangkan pesan-pesan itu berasal dari 5 pria selain Id dan Liftoil.


Padlom menyimpan laptopnya, lalu berbaring dan melihat boneka beruangnya.