Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Secret Seven Episode 9 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Cyntia
All images credit and content copyright: GMM One

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 9 PART 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Secret Seven Episode 9 PART 4

Play dan temannya sepertinya sedang melaksanakan tes di cafe lain,s etelah sebelumnya mereka disuir karena Play dianggap menggoda istri bos cafe.


Pemilik cafe yang baru bertanya ada masalah apa mereka dengan cafe yang sebelumnya. Play lalu jujur mengatakan bahwa ia adalah masalah dengan bosnya dulu. “Ada kesalahpahaman. Istri bos menggodaku, tapi itu tidak akan pernah terjadi disini,” kata Play.


Pok datang ke ruang klub sambil membawa snack sebagai rasa terima kasih karena teman-temannya sudah membantunya menjaga Pok. “Bawa dia lagi kesini. Kecuali pip*snya, rasanya menyenangkan bersama anak kecil yang lucu,” kata Padlom.


Neo mengambil snacknya dan duduk di samping Padlom. “Bisakah aku menjadi Dumbbell-mu?” Padlom menjauhkan dirinya, tapi Neo terus mendekat. “Aku yang paling muda disini. Mama, suapi aku..” kata Neo.


Liftoil datang dan menyapa mereka. Spoil malah gugup dan berkata bahwa dia ingin ke toilet. Lalu ia buru-buru pergi.


Neo memaksa untuk menyuapi Padlom. “Tidak. Kau saja yang makan,” tolak Padlom.


Liftoil juga keluar mengikuti Spoil.


Saat Spoil menengok ke belakang, Liftoil berpura-pura memainkan yoyonya.


Spoil kemudian berlari, dan tiba-tiba Spoil malah muncul di hadapannya. Spoil terkejut. Liftoil bertanya siapa yang sedang Spoil cari. Dan Spoil bilang ia tidak mencari siapa-siapa.


Liftoil: “Kau mau kemana?”
Spoil: “Ke toilet?”
Liftoil: “Biarkan aku ikut.”
Spoil: “Kenapa? Toilet pria ada di tempat yang berbeda.”
Liftoil: “Setelah itu kau mau kemana?”
Spoil: “Aku akan makan, sendirian.”


Liftoil lalu mengeluarkan setoples kue untuk Spoil. Spoil kembali terkejut. “Aku tahu kau menyukainya,” kata Liftoil. Spoil mengakuinya, tapi ia bilang sedang tidak menginginkan yang manis, ia ingin air.


Liftoil lalu mengeluarkan sebotol minuman dari tasnya dan memberikannya kepada Spoil. Spoil menelan ludahnya. Dia tidak mau meminumnya, karena dia mau pip*s.


Liftoil menyuruhnya menunggu dan meminum habis minumannya. “Pip*slah disini,” kata Liftoil sambil menyodorkan botol kosongnya. Spoil meninggalkannya.


Liftoil: “Lalu bagaiaman dengan kue dan minuman ini?”
Spoil: “Jika kau ingin memberikannya padaku, ikuti aku.”
Liftoil: “Tunggu aku. Kakiku pendek.”


Neo menyerahkan ponselnya kepada Padlom dan memintanya memfoto sesuatu. Padlom lalu memfoto wajah Neo. “Aku akan menulis caption spesial sebagai rasa terima kasih,” kata Neo. Padlom lalu keluar.


Play menghampiri Padlom yang sedang duduk sendirian. “Biarkan aku menemanimu sebagai teman. Kalau kau tidak mengizinkanku, aku akan menjadi lebih dari teman,” kata Play. Padlom lalu bertanya kenapa Play suka menggoda. Play bertanya apa salah jika menggoda. 


Play: “Berikan aku lima alasan kenapa itu salah?”
Padlom: “Pertama, kau membuat seseorang berharap padahal kau tidak punya perasaan apa-apa terhadap mereka. Kedua, kau terlihat seperti playboy, padahal bisa saja kau bukan playboy.”
Play: “Itu namanya mempesona.”
Padlom: “Ketiga, kau seperti PSK.”
Play: “Haha.. tidak mungkin.”


Padlom: “Keempat, kau selalu terlibat masalah.”
Play: “Tapi itu membuat hidup lebih menyenangkan.”
Padlom: “Kelima, pada akhirnya kau mungkin saja tidak akan punya siapa-siapa.”


Alasan terakhir sepertinya mengena di hati Play. Ia tampak memikirkannya. Padlom lalu bertanya apa yang terjadi dengan wajah Play. “Karena alasan yang keempat,” jawab Play.  Lalu ia menyadari sekarang tidak ada gadis yang mengirimkan pesan kepadanya. “Alasan kelima,” kata Padlom.


Play lalu melihat ponselnya dan bertanya, “Hey Padlom, apa Neo membawa ibunya ke ruang klub?” Padlom lalu melihat postingan Neo.


Foto yang tadi diambil oleh Padlom diberi caption, “Foto diambil oleh mama.”


“Apa kau bertemu ibunya?” tanya Play lagi. Padlom menggelengkan kepalanya.


Padlom yang baru sampai rumah menerima telepon dari Neo yang menanyakan kabarnya karena ia mendengar dari Play kalau kepala Padlom sakit. Padlom mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


Setelah itu menerima kiriman dari Lovesick Bear yang isinya link lagu berjudul Just Realized milik J-Jetrin. Liriknya adalah ‘Aku baru menyadarinya sekarang.. Aku baru menyadarinya sekarang..Setelah aku bertemu denganmu.. Kaulah jawabannya..”
Flashback..


Lagu itu juga yang ada di boneka beruang, jika Padlom menekan bagian perutnya.


Padlom tersenyum.


Esok harinya di kantin kampus, Grace menyapa Padlom yang sedang makan dan duduk di sampingnya. Grace minta maaf karena ia tidak datang ke klub akhir-akhir ini.


Padlom menanyakan phobia Grace. Grace mengatakan bahwa ia belum juga bisa mengatasinya. Ia merasa para pria itu menghinanya. “Tidak, tidak seperti itu. Tidak ada yang menghinamu. Mereka melakukan itu karena mereka tertarik padamu,” kata Padlom.


Padlom menyuruh Grace agar tidak perlu takut dan bangga akan dirinya sendiri. Grace mengucapkan terima kasih atas perhatian Padlom.


Liftoil terlihat datang bersama Spoil dan Padlom memanggilnya. Grace pamit pergi, tapi Paldom melarangnya. “Tidak apa-apa, ini hanya Liftoil.” Grace akhirnya tidak jadi pergi


Padlom mengatakan bahwa sekarang Liftoil dan Spoil seperti lem. “Benarkah? Kita harus membuktikannya,” kata Liftoil sambil menempelkan tubuhnya ke Spoil.


Grace: “Apa kalian berdua..”
Liftoil: “Hey!”
Spoil: “Ada apa?”
Liftoil: “Tunggu sebentar. Aku sedang memikirkannya.”


Spoil: “Apa yang kau pikirkan?”
Liftoil: “Sepertinya kau lebih dari teman.”
Grace: “Oh.. aku mengerti.”


Spoil bilang candaan Liftoil buruk. Padlom bilang Spoil tersenyum mendengarkan candaan itu. “Aku tidak tersenyum,” kata Spoil sambil tersenyum. Mereka semua lalu tertawa.


Liftoil ingin mencoba minuman Spoil, tapi Spoil menyuruhnya membeli sendiri. “Terima kasih,” kata Liftoil sambil menukar botol minumannya. Spoil tersenyum lagi dan Padlom menggodanya.


Narasi Padlom: “Dosen Psikologi pernah berkata bahwa saat jatuh cinta, maka orang akan merasakan segalanya. Kau akan melihat nilai yang ada di dalam dirimu. Perasaan yang baik akan tersebar.”


Id lalu datang dan Grace pamit pergi. Padlom bilang dia hanya Id. “Yang ini tidak baik-baik saja,” kata Grace. Padlom lalu mengatakan pada Id bahwa Grace takut padanya.