Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Endah
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Time We Were Not In Love Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Time We Were Not In Love Episode 7 Part 2

Choi Won sampai di rumah Oh Ha Na, tak lama ibu Ha Na keluar menyuruh Won untuk membawakan makanan ke kator Ha Na yang sedang lembur. Saat tibia di kantor, Ha Na tidak ada disana. Won menelpon semua orang untuk mencari keberadaan Ha Na dan dia mengetahui bahwa Ha Na telah mengambil sebuah proyek penting. Won sangat khawatir. Di rumah Ha Na, keluarganya juga sangat khawatir, Ha Na tidak ada di kantornya sampai sampai-sampai ibunya berpikir untuk menelpon polsi untuk mencarinya. Tiba-tiba handpone ibu Ha Na berdering, dari Ha Na rupanya, dia menginap di rumah temannya dan akan langsung pergi ke kantor keesokan harinya.  Ibunya teringat dan memerintah dae bok untuk menemui  Won.

 “ Hyung, Ha Na menginap di rumah temanya dan besuk langsung pergi bekerja” kata Dae Bok 
“Teman yang mana”
“ bukankah kamu tahu?”
“ Siapa?”
“ Dan ini..”

Dae bok memberi sesuatu kepada won. Dia menemukannya di kamar kakaknya. Won langsung membukannya, ternyata persentasi Ha Na, dengan mantan pacar Ha Na sebagai modelnya. 


Hana berada di sebuah hotel, dia sedang check in dia juga ingin pelayanan spa. Saat dia berendam tiba tiba Ha Na teingat kata kata Won “karena aku ingin mendengar dari mulutmu, meskipun aku akan gila”.  Dia harus melupakannya dan memutuskan untuk lebih fokus terhadap pekerjaannya.


Ibu Ha Na datang ke hotel tempat Ha Na menginap. Tidak heran saat Ibu Ha Na tampak gugup saat menerima telepon dari Hana-dia tahu Hana tidak tinggal di rumah seorang teman, tapi harus berbohong kepada orang lain bahwa dia ada di sana. Sebagai gantinya dia mengunjungi putrinya di kamar hotelnya untuk memberi dukungan emosional dan sedikit omelan tentunya. Ha Na menolak fakta bahwa dia kehilangan proyek pasar China yang telah dia kerjakan selama setahun menjadi Ketua Tim Hwang. Saat Ibu bilang seharusnya dia berhenti, Hana mengakui bahwa dia memikirkannya, tapi semuanya tidak adil.


Dia menceritakan bagaimana dia bekerja keras untuk menjadi seorang profesional dalam karirnya, dan bagaimana dia mengabdikan dirinya semata-mata untuk proyek itu sampai dia kehilangan tidur dan bahkan tidak berkencan dengan benar selama setahun. Yang lebih buruk lagi, dia menambahkan terlebih rekan kerjanya memperlakukannya seolah-olah dia sangat putus asa sampai berkencan dengan pria.

Jadi pada akhirnya, dia menangis, dia dibuat idiot karena laki-laki. "Semua orang membuatku bodoh, tidak ada yang di sebelahku," dia terisak. Ibu tersinggung dengan itu “ Ibu benar-benar ada di sini”. Ha Na meminta maaf dan memeluk ibunya, berterima kasih padanya karena telah berada di sana untuknya.


Mereka sudah di ranjang. Ibu dengan lembut mengingatkan Ha Na bahwa dia juga memiliki won yang berada disisinya. Sepanjang hari dia mencari Ha Na. Laki laki ini seribu kali lebih baik dari semua bajingan yang dikencaninya. Dia berlian yang tersembunya tepat di bawah hidungnya , tapi mengapa dia mencari orang lain? Ha Na memberitahu ibunya untuk menyerah mengharapkan Won. Ibunya langsung bangun dan protes “kenapa tidak?”

Flashback


Di hari Piala Dunia 2002, di mana Won membawa pacarnya ke pesta hanya agar Hana muncul. Semua gadis yang membencinya membencinya, dan pacar Won sengaja menyelipkan rumput ke makanannya sebelum menyemprotnya di mata dengan makgulli dengan amarah cemburu.

Teman kencan Won yang tidak percaya bahwa Hana dan Won hanya berteman dan sekarang dia meyakini bahwa rumor itu benar, dia meneriaki Hana untuk mengakui bahwa dia "memelihara aquariumnya" atau keluar dari kehidupan Won. (Aquarium mengatakan adalah cara yang umum untuk merujuk pada seseorang yang mengikat orang-orang bersama dan mainan dengan perasaan mereka seolah mereka menyukai mereka, padahal kenyataannya tidak.)


Tentu saja won tetap dengan Ha Na , dimana kemudian Ha Na khawatir bahwa dia tidak pernah bisa menikah jika rumor tentang dirinya sudah menyebar.

“ Kau harus bertanggung jawab kepadaku”, Ha Na berkata pada Won. Yaaa kita semua tahu bahwa itu berarti “ kamu harus menikah denganku”
Meskipun Won menjawab bahwa dia akan memikul tanggung jawab untuk dia selama sisa hidupnya, tetapi dia menambahkan: "Sebagai seorang teman." . Mendengar jawaban Won, Ha Na gusar dan tertekan, "Apakah kamu benar-benar tidak melihatku sebagai wanita?" 

Bagi Won, itu tidak masalah jika dia melakukannya atau tidak, karena dia berjanji untuk menjaganya selamanya.

Itu hanya membuat Hana kesal. "Mengapa kamu bertanggung jawab untukku? Suamiku harus bertanggung jawab untuk saya!  “Semua lebih baik baginya” Won menjawab dengan bercanda, karena itu berarti dia tidak memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.


Kembali ke masa sekarang. Ibu Ha Na menerima pejelasan putrinya, beliau mengerti sekarang putrinya sedang dilema dan berjanji untuk berhenti memasangkan putrinya dengan won. Dan jika ha Na dipecat dari pekerjaannya, dia akan memeluk putrinya selamanya... so sweet banget... Dan akhirnya mereka tidur berhadapan satu sama lain.

Tanpa sepengetahuan Ha Na, ada dua pria yang sedang mencemaskannya. Won dan mantan pacarnya Seo Hoo. Keesokan harinya, won yang sudah bangun dari tidurnya langsung menelpn So Eun untuk mengubah jadwal terbangnya sehingga dia bisa terus mencarinya. So-eun dengan Mi-hyang yang sedang di tempat gym, mereka membicarakan Won  yang tidak biasanya seperti itu.

Won mencoba mencari Hana di tempat kerja tapi tanpa hasil, Ha Na tidak bekerja. Saat dia akan pergi dia sengaja mendengar Ketua Tim Hwang berbicara buruk tentang Ha Na. Saat itu Won ingin menelpon Seo Hoo tapi diurungkannya ... Pada akhirnya Won bertemu dengannya di lift perusahaan.


Ketika Seo-hoo dengan ceroboh bertanya di mana Ha Na berada, setidaknya Won bersyukur mengetahui bahwa Ha Na tidak bersama Seo Hoo. "Senang bertemu denganmu, Cha Seo-hoo," kata Won. "Berhentilah mencarinya. Bahkan jika aku tahu, aku tidak akan memberitahumu. "

Seo-hoo menyimpulkan bahwa Won juga tidak tahu dimana Ha Na, dan memperingatkannya untuk segera bangun dan menemukannya-atau dia akan menemukannya lebih dulu. Won menerima tantangan itu, dia yakin akan menang. Dan benar beerapa saaat kemudian Ha Na menelponnya.Tapi Seo-hoo menggunakan bos Hana untuk memberi tekanan pada Ha Na untuk berangkat bekerja atau yang lain. 


Kemudian di tengah jalan sedang menyetir mobilnya Seo Hoo teringat kembali ke pesta pertunangan mereka , di mana dia berlari tergesa gesa ke rumah Hana setelah melewatkan upacara. Yang dia dapat hanya melihat won mengantar Ha Na pulang dan Won menjadi orang yang menghibur Ha Na. Seo Hoo berpikir bahwa dirinya telah kehilangannya lagi karena dua orang itu seperti oksigen satu sama lain.  Setiap kali dia mencoba mendekati Ha Na, dia telah diblokir oleh dinding tak terlihat yang Ha Na dan Won bangun di sekitar mereka sendiri “ Hari itu aku melihat sendiri bahwa ada sesuatu dalam hati mereka yang tidak mereka sadari”. Dia tidak pernah menunjukkan kehadirannya pada salah satu dari mereka.


Hana muncul di rumah seperti tidak ada yang terjadi, dan bereaksi seperti anak kecil saat Won menegurnya karena mengkhawatirkannya. Ha Na bahkan tidak masuk kerja atau meneleponnya, bagaimana dia pikir dia akan bereaksi? "Aku ingin meneleponmu tadi malam," dia menelponnya. "Tapi ternyata tidak. Sengaja. "


Mereka di atap tempat favoritnya (di mana hari langsung berubah menjadi malam), Ha Na menjelaskan apa yang telah terjadi. Ha Na tidak bisa menelpon Won setelah kehilangan proyek besarnya, dia sudah mempersiapkannya selama setahun hanya karena laki laki. Dia menyadari dia sudah terlalu banyak bergantung pada Won. Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk sendiri. Berdiri sendirian dan mengunci diri dari laki laki. Karena rekan kerjanya tahu tentang cerita hidupnya dengan laki laki. Dia menilai tidak adil. Kemampuan dan prestasinya diabaikan. Dia akan mengubah image-nya. Dan won tidak boleh lagi mencarinya di kantornya lagi.

Won masih marah,berusaha keras untuk mempertahankannya.Ha Na tahu kelemahannya dan menggunakan aegyo untuk  memutuskan kemarahannya dan mengingatkannya bahwa Ha Na dan Won adalah hana plus won (1+1). Won akhirnya tertawa, mengancam jika dia akan menjadi sangat marah jika dia pergi menghilang lagi tanpa sepatah katapun. 


Choi Won: 34 tahun Oh Ha Na masih tumbuh. Sebagai bagian dari kurva belajarnya, dia memilih untuk menahan laki laki kembali untuk saat ini. Oleh karena itu pilihan hatiku juga tertahan kembali. Untuk sementara waktu untuk mendukung keputusannya.