Advertisement
Advertisement

Penulis Sinopsis: Endah
All images credit and content copyright: SBS

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Time We Were Not In Love Episode 7 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS The Time We Were Not In Love Episode 8 Part 1

Ha Na kembali bekerja dengan semangat baru. Dia menerima semua hukuman bahkan tidak mengeluh saat atasannya memerintahnya untuk menemui Seo Hoo untuk kerja sama dalam proyek barunya. Ha Na berfokus dengan kerjaannya, sementara Seo Hoo tidak. Seo Hoo membawa Ha Na ke hotel yang ditinggalinya. Ha Na segera menjelaskan tentang konsep poster konser Seo Hoo. Seo tersenyum, membuat Ha na sedikit canggung, tetapi dia tetap bersikap profesional dan terus melanjutkan presentasinya. Karena merasa tidak mendapat perhatian Ha Na, seo hoo pindah tempat di sebelah Ha Na, membuat Ha Na menjadi semakin canggung. Dia menggungkapkan tentang ketidaknyamannya itu . tap Seo Hoo berpura pura tidak terjadi apa apa. Ha na kemudian menegaskan apa yang terjadi saat ini hanya sebuah profesional kerja saja.


Dee bok celingak celinguk di kantor ha na, eunjung muncul dari ruangannya dan secara otomomatis menabrak Dae bok dan minuman Daebok tumpah ke bajunya. Eunjung meninta kemudian dan tak lama dia langsung mengenali dae bok sebagai si tuan sepatu yang telah memberikan sepatunya di toko. Kemudian mereka sudah duduk, Dae bok bertanya apa Ha Na meitipkan kupon berhadiah untuknya.eunjung yang telah terpesona denga dae bok mengiyakannya dan kuponnya ada di ruangan ha Na.’ Jadi kau ini adiknya ketua tim ya, pantas saja kau memiliki selera yang bagus pada model sepatu.”, kata Eunjung sambil senyum senyum pada Dae Bok.

Dae bok malah sesumbar jika dirinya gagak muda yang belajardari gagak tua. Eunjung malahmendekatkan mukanya ke wajah dae bok dan berbisik “apa kau punya pacar?”


Ha Na masih menjelaskan konsep posternyatapi lagi lagi Seo Hoo menanggapinya dengan hal hal yang tidak ada hubungannya dengan apa yang dijelaskan Ha Na. Pada akhirnya Ha Na memberi penegasan  bahwa dia adalah ketua tim pemasaran Tandy Shoes yang bertanggung jawab menangani konsep poster Seo Hoo. Dan akan memberikan pelayananterbaik karena itu tugasnya. Dia juga meminta Seo Hoo profesianal saja. Ketika akan melanjutkan presentasinya, Seo Hoo kedatangan tamu, profesornya.

Hal ini membuat Ha na permisi kembali ke kantornya. saat berjalan menuju kantor, Ha Na menelpon Wo untuk menanyakan jam berapa akan rapat? Won hanya menjawab tak tau dengan singkat. Ha Na sadar won masih marah padaya. “wah kau masih mnyimpan dendam ya?”  tanya hana sejurus kemudian.


Flashback. Dimana won datang ke atap, tempat biasa bertemu ha na. Dia menyapa seorang wanita yang ia kira itu ha na tetapi yang didapatbukanlah ha na. Won terlihat bingung. Dari kejauhan ha na memanggil won dan menjelaskan apa maksudnya. Dia mendekat dan memberitahu kelebihan temannya itu. Tap won sepertinya tak tertarik dan kesal karena ha na mengatur kencan untuknya tanpa diminta. Selanjutnya di kemudian hari won elalu menghindari mereka berdua.

Mengingat hal itu, ha na berkata bahwa dia bekerja keras selama 3 hari untuk meredakan amarah won dulu sewaktu dia marah. Won hanya berkata ha na harus bekerja lebih keras sekarang. Ha na mengeluh karena dirinya tak berdaya. Tetapi won hanya tersenyum lebar.

Mi hyang yang sedang memberi pelatihan kepada pramugari tentang aturan gerakan alatpengamanan di peawat. So eun menjadi modelnya. Won muncul So Eun menyapanya. Dia hanya tersenyum dan segera bicara pada Mi Hyang. Mi Hyang bertanya apa Won mempercepat kepulangannya dari jadwal penerbangan ke amrik minggun ini dan won membenarkannya. Mi Hyang kemudian mengajaknya makan siang bersama.


Saat won akan pergi, So Eun memangginya. Belum sempat So Eun bicara, won mendahului. “So Eun, dulu kau bilang aku terlihat gelisah. Aku bukannya gelisah. Kelak ku harap tak ada yang akan menjadi  alasan bagiku untuk menyakiti perasaanmu.”. won langsung permisi, saat So Eun akan berbicara. So eun sadar dirinya ditolak. Teman temannya won melihat kedalam ruangan dan berbisik bisik jika permainannya sudah selesai  


So Eun duduk di bangku taman kantornya. Dia menangis atas kejadian yang dialaminya. Mi Hyang muncul, duduk di sebelahnya. So Eun langsung bersandar di bahu Mi Hyang dan menumpahkan kesedihannya.


Ha Na dan Won reuni bersama teman SMA mereka. Mereka membicarakan pekerjaan dan harapan mereka. Kemudian satertemuannya akan dilanjutkan ke sesi kedua. Ha namenolak denga alasan dia sedang ada proyek yang dikerjaka sehingga harus pulang. Won mengikutinya.

Ha na dan Won sudah berada di atap. Ha Na menceritakan apa yang terjadi dengan  proyeknya saat ini. Dia memberitahu Won karena tak ingin ada rahaasia diantara mereka. Lalu won memberitahu bahwa dia akan melakukan perjalan selama tiga hari ke amerika. Dan menawarkan Ha Na berkencan seteh dia kembali. Ha Na tersenyum mengiyakan.


Won berangkat ke Amerika. Tiap hari Won selalu mengirim pesan Ha Na untuk memberikan petunjuk ‘harta karun’. Mereka telah bersama sama begitu lama meninggalkan tempat kosong yang tak seorangpun bisa mengisinya setiap kali mereka jauh.


Keesokan paginya, Ha Na terkejut menemukan Seo Hoo menunggu diluar rumahnya. Dia mengajak Ha Na untuk melihat latihannya, sebelum membahas kerja. Ketika Seo Hoo memainkan lagunya. Ha Na teringatsaatdia meminta Seo Hoo memainkan lagu itu di konserberikutnya, tapi dia menolak karena tak cocok.


Justru dia aka memainkannya di depan Ha na secara pribadi. Seo Hoo memainkan potongan lagu keangan mereka tapi ha na tidak membalas peraaannya. Dia bergegas pergi ke kantornya untuk memberi tahu atasannya, dia tidak bisa mengerjakan proyek ini. Perusahaan sponsor Seo Hoo itu tidak berati orang yang yang harus enemaninya kapanpun dan dimanapun yang dia ingin. Ha Na memohon agar atasannya mereview kelangsungan proyek ini.


Tiga hari berlalu, Won is back!!! Ha Na sudah menunggunya, dia segera memeluk Won setelah mereka bertemu. Merekapun berkencan dengan bermain arcade. Disana ha Na curiga Won merahasiakan sesuatu. Won mengungkapkan bahwa waktu adalah hal yangpaling penting. Sayangnya Ha Na tiba tiba mendapatkan panggilan darurat dari kantornya dan harus meninggalkan kencan lebih awal.


Setelah Ha Na pergi, Wo mengambil sebuah kotak, sepertinya kotak cincin.  Dan berkata harus menunggu sedikit lebih lama lagi. Meeting darurat yang harus dihadiri Ha na adalah.... minum dengan atasannya, rekan kerjanya dan seo hoo di bar! Seo Hoo menggunakan sebuah pesta untuk tim marketing jadi mereka tidak bisa menolak undangannya. Ha Na tak menolak untuk minum.


Sementara Won pergi ke rumah Ha Na untuk bermain game bersama Dae Bok. Tapi disana dia tahu jika kelinci pink besar pemberian Seo Hoo belum dibuang karena dipungut Daebok. Won tampak tidak menyukainya.


Ha Na meninggalkan pestanya sendirian, tapi dirinya tidak mengakuinya.Seo Hoo bersikeras ingin mengantar pulang. Ha na menolaknya, “ Tidak! Aku membencimu. Aku akan mengatakannya dengan jelas, aku Benci Kau. Ha Na juga berkata bahwa Seo hoo harus memanggilnya noona karena usiannya setahun dibawahnya.

Saat itu pula, Won datang. Seo Hoo bergumam jika Won tentu saja ada di sekitar Ha Na. Won seperti tak peduli kepada Seo Hoo ketika mengambil tas Ha Na danberlutut untuk menggendong Ha Na. Begitu pula dengan Ha Na yangtak peduli memanggilnya berkali kali. Seo Hoo terdiam melihat keduanya dengan berkaca-kaca.

Flashback...


Saat Ha Na meminta maaf pada Won karena telah mengajak wanita ke atap tempat rahasia mereka. Dia mengajak ke sebuah tempat. Begitu won datang, Ha Na memberikan setengah semangka yangsudah diukir “mian” (maaf).


Ha Na memberikan potongan semangka kepada Won. Kemudian merakapun berlomba untuk meludahkan biji semangka ke arah yang sudah di tentukan. Ha Na dan Won terlihat bahagia.